SEORANG CEO YANG JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA, Gavin Orlando tidak sengaja melihat gadis cantik dan imut. ya itu Bierel Arinda gadis yang usianya saat ini 16 thn. Pertemuan yg ga disengaja oleh keduanya membua Gavin Orlando ga berkedip. ia terpesona melihat Bierel Arinda untuk pertama kalinya. Gavin ingin sekali memiliki arinda, dia mencari tahu latar belakang arinda. Gavin sangat terobsesi sama arinda. dia akan melukai siapa saja yang dekat dengan Arinda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiahcute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
tok tok ( pintu terbuka)
pintu di buka oleh irt rumah arinda. ia tersenyum ramah karena yang maduk adalah anak majikannya.
"eh non, sudah pulang"
"ya bi"
"mari den silakan masuk" ucap bibi sopan
"terima kasih bi" sahut gavin seraya tersenyum
arinda masuk ke dalam di ikuti gavin di belakangnya.
"duduk dulu ka" sahut arinda seraya menunjuk sofa di ruang tamu
"ya sayang"
"ka, aku tinggal ke kamar sebentar"
"jangan lama-lama"
"hm"
sambil menunggu arinda, gavin mengeluarkan hpnya. ia menecek semua email yang di kirim asistennya.
*tap
tap
tap*
terdengar langkah kaki menuju tempat gavin duduk. sosok wanita yang masih tampak cantik di usia yang matang.
"hm"
gavin mendongakan kepalanya, ia gugup tubuhnya gemetar, seperti ada ujian masuk perguruan tinggi.
"maaf tan" ucap gavin mematikan hp dan memasukkannya ke dalam saku celana
"ga apa-apa, bagaimana keadaan nak gavin sudah sehat kah?" tanya mama arinda
"sudah tan, saya ingin berbicara sama tante" ucap gavin ragu-ragu
"nak gavin ingin ngomong apa" tanya mama arinda
"saya ingin melamar arinda tan" ucap gavin
"kamu yakin nak? kalo tante itu semua terserah arinda. karena tante ga bisa maksa arinda" ucap mama arinda
"saya yakin tan, saya sudah lama menyukainya."
"ya sudah kita tunggu arinda turun dan bisa ditanyakan, dia mau atau ga"
"terima kasih tan"
suara langkah kaki menuruni anak tangga. arinda sangat cantik memakai gaun selutut model sabrina.
"maaf ka"
"ga apa-apa, kamu cantik banget sayang" ucap gavin menggoda
"terima kasih atas pujiannya"
"sama-sama sayang"
"hm" deheman mama arinda
arinda menoleh ke asal suara tersebut. ia kaget ada mamanya di depan gavin. arinda jadi gugup dan salah tingkah.
aduh ada mama berari mama denger semua omongan aku sama kak gavin, gimana ini mama marah ga ya? batin arinda
"eh ada mama" ucap arinda gugup
"ya, kenapa kamu sayang?" tanya mama arinda khawatir
"aku ga apa-apa koq ma" ucap arinda
"ayo kita pergi keluar ka"
"sebentar sayang"
"ada apa lagi ka, kaka butuh sesuatu?" tanya arinda
"aku mau kita tunangan sayang, setelah kamu lulus kita menikah"
"ka aku masih ingin meraih impian aku ka"
"ya sayang kaka ngerti. tapi kaka ga mau kehilangan kamu. kaka juga sudah bilang sama tante"
"mama setuju aku sama ka gavin?" tanya arinda
"kalo mama itu terserah sama kamu sayang, kita juga harus bicara sama papa tentang semua ini" ucap mama arinda seraya berdiri lalu pergi ke dapur meninggalkan arinda dan gavin
"sayang kamu maukan kita tunangan dulu?"
"kasih aku waktu ka untuk meyakinkan hatiku" ucap arinda
"ya sayang kakak tunggu jawaban kamu"
arinda pergi ke dapur meninggalkan gavin di ruang tamu sendiri. arinda ingin bertanya kepada mamanya. tapi arinda masih belum yakin ia bisa ga jadi istri yang baik buat gavin. ksrena ia masih kurang percaya diri.
"ma"
"eh sayang, sini kita makan siang dulu ajak gavin sekalian maksn bareng sama kita"
"ya ma, aku panggilin ka gavin dulu"
arinda kembali ke ruang tamu untuk mengajak gavin makan siang bareng sama arinda dan mamanya arinda.
"ka, ayo kita makan, mama udah masak banyak.untuk kita"
"ya sayang ayo"
gavin dan arinda menuju ruang makan dan disana sudah ada mama arinda yang menunggu. di meja makan juga banyak menghidangkan makanan yang arinda suka.
arinda menggeser kursi dan ia pun duduk. gavin juga melakukan hal yang sama.
mama arinda mulai menghidangksn makanan ke piringnya sendiri. arinda juga ingin melakukan hal yangvsama seperti mamanya. tapi belum sempat nasi di sendok. mama arinda menyuruh arinda melayani gavin terlebih dahulu.
arinda merasa malu karena ini pertama kali untuknya
"ia ma, aku siapkan dulu buat ka gavin" ucap arinda seraya menyendokkan nasi dan lauk ke piring gavin.
gavin merasa senang karena dilayani sama calon istri.
"nih ka makanannya" ucap arinda seraya meletakksn piring yang sudah ada nasi dan lauk pauknya.
"terima kasih sayang" ucap gavin tulus
"sama-sama ka"
mereka makan dalam keheningan ga ada yang mulai untuk berbicara. yangvada hannya bunyi dentingan sendok dan piring.
gavin sudah selesai menyantap makanannya. ia juga ingin kembali ke ruang tamu. karena takut menggangu.
"sayang"
"ya ka"
"aku ke ruang tamu ya, aku tunggu kamu disana" ucap gavin
"terima kasih tan untuk makanannya, rnak banget makanannya" sambungnya lagi
"sama-sama nak gavin" ucap mama arinda tersenyum
gavin kembali ke ruang tamu. sedangksn arinda dan mamanya membereskan meja makan dan mencuci piring.
arinda sudah di ajarkan tentang hidup mandiri oleh mama dan papanya. apalagi papa arinda adalah orang yang tegas, disiplin dan penyayang. karena itu arinda menjadi karakter seperti papanya.
selesai dengan kegiatan urusan dapur, arinda krmbali ke ruang tamu.
**TOLONG BANTU AKU YA INI NOVEL PERTAMA AKU
like
comment
vote
rate
happy reading**
Di episode pertama tanda tempat kasih huruf besar ya kak, begitupun nama tokoh, dan di awal paragraf. kata ia...., bisa di ganti Dia..., ini hanya saran ya kak, karena di awal-awal dulu saya nulis hal-hal kecil ini akan mempersulit kontrak, trimakasih.
ceritanya janan digantung thor😤
ditunggu next up'nya😍
👉Dewa Maha Kuasa👈