NovelToon NovelToon
Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Romantis
Popularitas:103.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shoffan Rahman

+21 bijaksana dalam membaca,,,,,
kisah ini hanya fiksi belaka, maaf bila ada kesamaan nama dan tempat.
"Ah,,,," pekik wanita itu mencoba menahan rasa sakit pada dirinya. "Pelan-pelan, itu cukup sakit."
Bukannya menanggapi, pria itu hanya diam dan melanjutkan kegiatannya.
"aw,,, kasar sekali kau jadi cowok." kali ini wanita itu benar-benar kesal karena rasa sakit yang diterimanya.
"cih,,, hei, wanita tua. jika kau mengomel terus, lukamu tidak akan ku obati!" balas lelaki itu kesal karena terus di teriaki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shoffan Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Kesepakatan 1

"Hah, apa maksudmu?" tanya Bira tak mengerti arah pembicaraan Clara.

"Iya, mari kita buat kesepakatan. Kau, aku dan tentang semua yang terjadi di antara kita." Jawab Clara dengan entengnya.

"Kesepakatan apa yang kamu maksud?"

"Tentu saja kesepakatan tentang kita berdua yang tidak pernah kenal. Setelah kesepakatan ini, kau dan aku akan saling melupakan. Semua yang terjadi semalam hanya sebuah kecelakaan. Jadi mari kita lupakan." Terang Clara menjelaskan rencananya. Dan Bira hanya terdiam memikirkan ucapannya.

"Bagaimana apakah kamu setuju? oh, iya tenanglah. Kamu akan kuberikan uang kompensasi," Lanjut Clara.

"Kompensasi?"

"Iya, kamu akan kuberikan uang 200 juta sebagai kompensasi kejadian semalam."

"Tunggu dulu. Aku masih tidak paham ke mana arah pembicaraan ini,"

Lantas Clara hanya tersenyum mendengar ketidakpahaman Bira. Dengan smirk merendahkan, ia berkata. "Tidak usah sok polos, tuan. Aku tahu siapa kau sebenarnya."

Lagi-lagi Bira menggeleng, tak paham maksud Clara.

"Kamu pasti orang suruhannya Sisca bukan?" Tebak Clara.

"Hah, Sisca? Ya. Kau benar, ini semua ulah Sisca." Jawab Bira setelah mengingat kejadian semalam. Meski hanya meminum sedikit, tapi efeknya sudah cukup efektif.

"Hahahaha, akhirnya kau mengaku juga."

"Eh? Bukan, bukan begitu maksudku. Sisca, entah dia orang yang sama yang aku kenal denganmu atau tidak. Tapi Sisca yang baru kukenal itu adalah biang keladi kenapa kita seperti itu semalam."

"Oh, iya. Kamu benar. Sisca adalah orang dibalik ini semua." Dan Bira mengangguk menyetujui ucapan Clara itu.

"Tapi kamu, kamu pasti anak buah Sisca bukan."

"Anak buah?"

"Sudah kubilang jangan berlagak polos. bagiku ini bukanlah yang pertama melihat anak buah Sisca. Jadi, berapa dia membayarmu?"

'Bayaran?' Batin Bira mencari maksud dari perkataan Clara. Hingga dia sadari maksud perkataan adalah sebuah tuduhan untuk dirinya.

"Berapa banyak ia membayarmu sampai kau mau menutup mulutmu seperti itu?" Sambung Clara dengan tatapan yang sama sedaritadi, merendahkan Bira. Dan bukannya menjawab, Bira malah tertawa.

"Hahahaha, jadi.... hahahaha..." Bira tertawa lepas setelah mengetahui dugaan Clara.

"Apano yang lucu?" Tanya Clara heran yang melihat Bira tiba-tiba tertawa.

"Aduh, maaf, maaf. Jadi, kamu menganggap aku adalah salah satu suruhannya Sisca begitu? Lalu, kamu beranggapan bahwa aku dibayar oleh Sisca untuk menidurimu yang sedang mabuk? Dan nanti setelah ini aku bisa menyebarluaskan berita ini pada massa hingga kamu dirugikan, begitu?"

"Tentu saja. Memangnya bagaimana lagi?" Ucap Clara dengan tegas. Bukannya menjawab Bira malah melanjutkan tawanya. Dia baru pertama kali menemukan perempuan yang menilai secara berbeda, meski perbedaan itu adalah suatu kejelekan untuknya.

"Ah, maaf." Kata Bira di selang tawanya. Kemudian dia mencoba untuk kembali serius. "Baiklah, terlepas dari semua tuduhan yang kamu berikan, apa kesepakatan yang kamu inginkan?"

Meski sempat keheranan, Clara tetap menyambut pertanyaan Bira dengan menelpon seseorang menggunakan ponselnya.

"Kemana kamu?" Tanya Clara pada seseorang yang ia telpon. Terdengar sahutan dari ujung, namun tak terdengar jelas di telinga Bira.

"Kenapa lama sekali?"

.....

"Okey, langsung masuk saja. " Clara menutup panggilan itu secara sepihak. Dan tak lama, datang seorang wanita yang tak lain adalah orang yang barusan ia telpon.

"Maaf, terlambat bos." Ucap wanita itu kepada Clara sambil setengah membungkuk.

"Sudahlah, cepat kamu berikan berkas itu kepada pria di sana." Perintah Clara pada wanita itu.

Wanita itu menuruti perintah bosnya. Sebenarnya dia sedikit terkejut ketika sadar ada seorang pria sekamar dengan bosnya. Namun ia hanya bisa menahan keterkejutannya demi pembayaran gaji secara utuh.

"Ini, tuan." Ucap wanita itu dengan sopan dan tak lupa menunduk.

"Heem, oke. Terimakasih....?" Perkataan Bira terpotong di ujung seolah meminta sesuatu pada wanita itu. Sontak wanita itu mendongkak sehingga ia melihat dengan jelas wajah tampan Bira. Dia bahkan menutup mulutnya dengan tangannya, saking terpukaunya dengan ketampanan Bira.

"Maaf, namamu siapa?" tanya Bira ketika melihat wanita itu kaget begitu melihatnya.

"Anu, anu. Aduh, siapa ya? aduh, salah. Maaf, nama saya Sella," Jawab Sella dengan salah tingkah dibuatnya.

"Oh Sella. Terimakasih, Sella." Balas Bira yang berterima kasih atas berkas yang barusan ia terima meski ia tidak tahu apa isinya.

"Sama-sama."

Dengan cepat Sella beranjak dari depan Bira menuju samping bosnya.

'Heh, cowok itu. Kenapa tampan sekali? Baik pula. Aih kan aku jadi langsung nervous begini.' Batin Sella ketika sudah di samping Clara. Sedangkan Clara menghiraukan kejadian itu, dia hanya fokus pada Bira yang kini tengah membaca berkas yang ia buat.

"Kau serius dengan kesepakatan yang kau buat ini?" Tanya Bira dengan penuh keterkejutan. Dia tidak terbayang bahwa keputusan Clara akan sangat berbeda dengan semua yang ia pikirkan. Baik atau buruk, Bira tak begitu paham. Hanya saja, dia sangat binggung dengan wanita satu malamnya itu.

1
Erwin Cuantiq
Luar biasa
Ghe Bea
/Determined//Determined//Determined/
Imas Maela
mampir
Uma Chacha
lanjut dong Thor...jangan lama² of nya
Senjaaa___
Bira gk tau apa klau Clara hamil...
FUN: wkwkwk, masih kejebak sama cinta masa lalunya.
total 1 replies
Senjaaa___
semiga Bura yg tolongin Clara...
Gabriela Agustina
Ampuun dah ko jd ngeselin critanya. Bukannya si Bira nyuruh anak buahnya buat memata matai Clara y tiap hr dr jarak jauh. Ko bs Bira ga tau kl Clara hamil & skrg malah Bira naksir sm Irris. Emangnya Bira lupa dgn yg terjadi antara dia & Clara. Jujur gw jd mls lanjutin baca.
FUN: haduh, mohon maaf, kak. Kalau tidak sesuai dengan eksptasi kakaknya🙏🏿 Cuman kalau kakak mau bersabar dikit lagi aja mungkin ceritanya bisa berubah
total 1 replies
Gabriela Agustina
Critanya bagus. Btw ko Bira malah smakin jauh dr Clara y thor, skrg malah jth cinta sm si Irissbella, kan ksian Clara yg lg mengandung anaknya. Mana si Bira kliatan nafsu sm Irris
FUN: Wkwkwk, stay tune aja kak, aku update tiap weekend
total 1 replies
MEMEY
hadir kak
MEMEY
salam kenal kak dari terbayang kenangan mantan dan wanita simpanan
FUN: salam Kenal juga kak
total 2 replies
Henny Dawati Ansari
Salam kenal kak Author.
Semangat berkarya yah buat sesama Writer. 💪💪💪
Farrachy Winona: salam kenal tapi aku pusing bacanya maaf✌️
total 2 replies
Azilla Fitriani
up
Azilla Fitriani
apakah tidak berlanjut ceritanya🤔🤔🤔🤔
Azilla Fitriani
selalu menunggu ceritamu...
Azilla Fitriani
up up up plisss
Azilla Fitriani
menunggu lanjutanmu thor
indigosparkle
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
Azilla Fitriani
kok lama g up thorr
semoga sehat selalu

Cut Nyak Dien
kenp cerai? kj ktanya yg mandul clara
FUN: hehehe, stay tune aja kak:)
total 1 replies
Cut Nyak Dien
misteri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!