PART DUA Novel KETIKA KEHORMATAN KU DI PERTANYAKAN.
"BISMILLAH CINTA" seru Khadijah sebelum ia bersujud di sepertiga malam nya. Setelah pagi tadi ia merasakan gugup dan jantung nya berdetak kencang untuk pertama kali nya saat dekat dengan seorang laki-laki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Bilal dan Khadijah sudah memasuki sebuah Mall besar yang ada di pusat kota surabaya. Mereka berjalan beriringan dengan jarak kurang lebih sepuluh centi meter saja.
"Dijah mau beli apa? Hari ini Mas yang teraktir"
"Waaahh, benarkah?"
Bilal mengangguk sambil tersenyum,
"Dijah mau beli buku saja, sekarang dijah antar mas Bilal beli baju dulu"
"Baiklah, ayo"
Mereka berdua naik ke lantai menggunakan eskalator, setelah beberapa kali berdiri di atas tangga berjalan. Akhirnya mereka sampai di sebuah lantai tiga, tempat fashion muslimah.
"Ke sini saja, mas sekalian beli kopyah" Khadijah mengangguk, ia menurut saja. Lagi pula ia hanya ingin membeli buku, tidak yang lain nya.
"Pilihin, dek" Titah Bilal
"Emang ya, dari dulu selalu minta dijah yang pilihin. Bikin pusing tau gak"
Bilal tak menjawab, ia hanya tersenyum saja.
"Bagaimana kalau yang ini, mas?"
Khadijah mengangkat kedua tangan nya yang sedang memegang dua hanger baju.
"Yang abu-abu boleh lah, coba cari yang lain lagi"
Khadijah pun mulai memilih dan memilah, sesuai dengan gaya Bilal yang lebih suka memakai baju koko yang sangat simple dengan kancing hanya tiga dan saku samping.
"Yang abu-abu ini saja, dek."
"Baiklah," Khadijah menghentikan aktifitas nya.
"Mas mau bayar, sekalian mau cari kopyah. Dijah tunggu saja di sini ya"
"Baiklah"
Mereka pun berpisah, dijah menuju ke sebuah gantungan baju wanita. Ia memilah-milah nya, hanya untuk melihat-lihat saja, tidak berniat untuk membeli nya.
"Ini lumayan bagus," Seru Khadijah saat melihat gamis warna merah muda.
Setelah mengatakan itu, Khadijah mengambil nya dan menempelkan nya ke badan nya.
"Bagus banget, tapi aku mau beli buku saja, deh"
Rupanya pendirian Khadijah tidak goyah, ia mengembalikan lagi baju tersebut ke gantungan semula.
"Yakin gak mau beli baju, cadar atau jilbab?"
Khadijah langsung menggeleng cepat.
"Baiklah, ayo kita ke toko buku"
Mereka pun turun ke lantai dasar, di sana tempat outlet buku terbesar. Khadijah sangat menyukai jika berbelanja buku di sini. Jika dari rumah hendak membeli buku pelajaran, maka ia akan pulang membawa beberapa buku novel juga.
"Suatu saat, kita akan berbelanja bersama."
Cakra yang juga ada di sana, hanya bisa memantau Khadijah dari jauh. Jika ia nekat menghampiri Khadijah, maka bukan hanya Bilal yang akan marah. Pasti Khadijah akan pulang dan tidak akan beli buku.
"Boleh beli dua gak, mas?" Tanya Khadijah
"Beli berapapun, semua seisi toko pun boleh"
"Prettt"
Setitik rasa bahagia terpancar di wajah Bilal, bagaimana tidak, Khadijah kembali banyak bicara.
"Mending yang mana ya mas?" Khadijah memperlihatkan dua buah buku.
"Beli semua nya"
Dan pada Akhirnya Khadijah kembali dengan membawa empat buah buku.
"Kita bungkus bakso atau makan di warung?"
"Pulang saja, mas. Keburu maghrib"
Seperti sebuah titah, Bilal pun menuruti nya. Setelah itu, Khadijah tak lagi banyak bicara lagi. Tidak seperti waktu di toko buku tadi.
Khadijah kembali mengingat bagaimana masalah hidup nya, ini bukan masalah ikhlas atau belum. Tapi jujur jika di katakan, Khadijah masih sakit hati dengan kegagalan hubungan nya dengan Rafa.
"Khadijah gak jamaah, nak?" Ajak Usman
Khadijah tersenyum "Khadijah sholat di rumah saja, bi"
"Baiklah," walaupun kecewa, siapapun tidak pernah memaksa Khadijah. Apalagi Usman, ia sangat bucin sekali kepada Khadijah.
Baru saja Khadijah hendak masuk ke kamar nya kembali, Usman tiba-tiba memanggilnya.
"Ini ada paket dari ojek online"
"Hah?"
Khadijah mengambil sebuah paper bag berwarna cokelat itu dari tangan Usman. Usman sendiri langsung meninggalkan Khadijah yang masih kebingungan. pasalnya ia tak memesan apapun.
Khadijah pun membawa paperbag itu masuk ke kamar, setelah itu segera ia buka dan mata Khadijah langsung terbelalak saat melihat isi paper bag itu.
"Ini kan gamis yang tadi?"
Khadijah memandangi gamis merah muda, gamis yang ia suka, gamis yang tadi ia tempelkan ke badan nya.
segera Khadijah melipat kembali gamis tersebut, setelah itu ia memasukan kembali ke paperbag.
"Siapa yang neror aku gini?"
Penasaran ......
ko gak up
lama lohh nunggu nya...