NovelToon NovelToon
Lelakimu

Lelakimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Dikelilingi wanita cantik / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:156.5k
Nilai: 5
Nama Author: syafridawati

Dylan pemuda berhati luhur, baik, polos juga tampan. Ia memiliki kepintaran yang luar biasa juga hobbi yang suka berganti-ganti mengikuti mood-nya. Dylan juga tidak pernah membanggakan diri sebagai putra konglomerat.

Karena suatu skandal ia di buang papanya ke daerah terisolir jauh dari kata modern sebagai hukuman, ia hanya boleh kembali bila ia sudah berhasil.

Di dusun ini Dylan bertemu gadis cantik yang bernama Lili seorang guru yang mengabdikan diri di pedalaman, Lili tunangan Defri Kakak sepupu Dylan yang sudah meninggal. Hingga karena suatu kesalahpahaman keduanya menikah, tanpa cinta.

Ayu seorang gadis cantik putri seorang pria terkaya di dusun sangat membenci Lili dan terobsesi dengan Dylan. Ayu dan komplotannya berusaha menghancurkan rumah tangga Dylan dan Lili.

Mampukah Dylan menjadi seorang lelaki yang penuh kasih dan tanggung jawab? Untuk Lili, papa dan penduduk dusun.
Mampukah Dylan meraih cinta, kehormatan dan kepercayaan....

Nb: Maaf jika banyak kesalahan, karena saya baru mencoba untuk menulis.
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syafridawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cintaku hanyalah untukmu

"Hari ini, Lili sudah boleh pulang ya Bu?" tanya Dylan pada bidan.

"Iya, boleh. Hanya saja jagalah dengan hati-hati! Karena kita tidak tahu apakah benturannya terlalu kuat atau tidak." Ucap Naijam.

"Di sini tidak ada RS dan peralatan medis yang canggih jadi, kita tidak tahu! Nanti bila kandungan sudah memasuki bulan ketiga, kamu bawa Lili ke Kota A. Di sana ... pergilah temui Dokter Kandungan." Tambah Bidan Naijam.

"Baiklah, Bu." Jawab Dylan.

"Sayang, mari kita pulang? Bidan memperbolehkan kamu pulang." Ajak Dylan.

"Baik, Bang! Aku juga sudah tidak betah."

Balas Lili ia ingin turun dari brankar akan tetapi, Dylan melarangnya, "Kata Bidan, 'kamu tidak boleh terlalu banyak berjalan', di sini juga tidak ada taksi, grab ataupun mobil. Sebaiknya aku akan menggendongmu yank."

"Tetapi, rumah kita jauh yank? Nanti kamu cape!" Lili sedikit ragu.

"Demi kamu ... apa pun akan aku lakukan, yank!"

"Huek! Muntah aku yank dengarnya." balas Lili berpura-pura muntah padahal hatinya senang bukan kepalang.

"Hahaha, kamu ini! Aku serius yank." Dylan dengan manjanya, memandikan tubuh Lili dengan handuk kecil dibasahi air.

Niat hati ia ingin mengatakan isi hatinya yang paling dalam, karena selama mereka menikah tidak ada seorang pun di antara mereka menyatakan isi hati masing-masing akan tetapi, kesannya ia menjadi sesosok pria tukang gombal bin mata keranjang.

Lili memandang Dylan dengan penuh kasih mengelap seluruh tubuhnya, mengganti pakaiannya, menyuapinya makan, menyisir dan mencocang rambutnya dengan indah walaupun, Dylan berulang kali mencium dan mengelus tubuhnya di sana sini Lili hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja,

"Maklum yank! Udah lama puasa." Alasan Dylan, setiap kali Lili membesarkan bola matanya akhirnya, mereka meninggalkan rumah Bidan Naijam.

Dylan bersikukuh menggendong Lili ala bridal style,

"Bang, kamu yakin? Aku kan berat, nih." Berulang kali Lili mengingatkan Dylan.

"Sayang ... seberat apa pun dirimu, aku akan coba memggendongnya! Tetapi bila aku tidak sanggup karena kamu terlalu gemuk. Yeah ... apa boleh buat, kamu terpaksa aku dorong pakai angkong yank"

"Hahaha, dasar dodol! " Lili tertawa.

"Kiraain bakal di gendong juga!"

"Aku gak mau cerita muluk-muluk, harus sesuai fakta dong! Ntar kamu kirain, dulu waktu masih pacaran doang yang mesra ee udah jadi malah melempem." Dylan terus menggendong Lili.

"Kan memang kita ga pernah pacaran yank?" ucap Lili tersipu malu.

" Makanya mulai sekarang saja kita pacarannya! Bagaimana kamu setujukan?" tanya Dylan memandang wajah Lili, yang di pandang hanya tersenyum malu-malu mau.

"Yank, benaran gak berat?" tanya Lili sedikit khawatir.

"Gak lho yank. Percayalah padaku! Demi cintaku padamu ... seluruh Puak akan kujalani." Ucap Dylan gombal dengan mengedipkan sebelah matanya.

"Hahaha! Sejak kapan suamiku jadi raja gombal?"

"Sejak malam hujan petir, aku mengetuk pintu rumah Mak Upik dan bertemu bidadari mungil berambut panjang! " kenang Dylan.

"Engkau tahu, itulah awal aku benar-benar mengagumimu Lili sayang. Tidak akan pernah ada wanita lain selain kamu yank. Ini ga gombal ya? Fakta bukan fake!" Dylan benar-benar mabuk kepayang,

sepanjang jalan mereka tertawa dan bersenda gurau.

Sore hari itu begitu indah, buat Lili dan Dylan pohon jalutung di sepanjang jalan Puak menggugurkan daunnya tertiup angin, mengiringi langkah pasangan yang mabuk kepayang, bagaikan telenovela korea ataupun novel-novel roman tidak pernah terpikirkan oleh mereka, bahwa nyawa dan rumah tangga mereka akan di terpa badai.

Sepanjang jalan, para warga berdiri di depan teras rumah panggung masing-masing, menikmati sore hari yang kemarau angin membawa aroma garam laut. Para warga melihat sepasang kekasih yang begitu mesranya, hingga mereka berhamburan berdiri memandang Dylan dan Lili. Mereka bersorak bahagia, anak kecil sampai terbengong melihat mereka, pasangan yang begitu serasi.

"Wah! Romantisnya ... aku juga mau dong, Pak?" ucap Ibu Kadus dengan meletakkan kedua tangan di dadanya.

"Walah, Bu- Bu ... kalau Ibu langsing ya gapapa! Lha, ini kayak drum gitu? Bisa patah pinggangku." Jawab Pak Kadus.

"Jadi, maksud Bapak ibu gendut gitu?" nada suara Bu Kadus sudah naik satu oktaf dengan membesarkan retina matanya. Pak Kadus bersiap-siap ngacir.

"Ya gitu deh, Bu! " Pak Kadus langsung angkat sarungnya tinggi-tinggi langsung cus ... Ibu Kadus mengejar si bapak sampai ke kamar tidur menarik sarung si bapak, eh malah terjadi enak-enak! Bayangin sendiri deh.

Pasangan romantis masih saja terus berjalan, "Yank, turunin dong! Malu tahu? Jadi tontonan gini!" Rengek Lili.

Padahal hatinya senang bukan kepalang.

"Gapapa! Ingat pesan Bidan Naijam, kamu gak boleh cape dan gak boleh jalan jauh dulu. Sudahlah! Nikmati saja yank." Ucap Dyalan.

Mereka melewati depan rumah Ustad Budi, "Masya Allah! Lihatlah Ayah, mereka begitu romantisnya?" ucap Bu Nani Ustad Budi tersenyum langsung membopong istrinya.

"Akh, Ayah! " Bu Nani yang langsing dan cantik dengan mudah di gendong Ustad Budi, ia membawa istrinya ke kamar tidur juga mereka bulan madu untuk kesekian kalinya.

Dylan dan Lili terus berjalan, mereka bertemu Parmin teman kerjanya.

"Waduh Bos! Jangan buat ngiler dong? Istriku lagi boring ini. Udah sebulan puasa juga." Parmin geleng-geleng kepala.

"Itu mah, DL!" sahut Dylan. Lili semangkin merona merah namun, Dylan tak peduli.

"Aduhh, Bu Guru Lili mesranya! Seperti Almarhum suamiku. Aduh, jadi rindu? " ucap ibu si pemilik warung yang sudah puluhan tahun hidup menjanda. Sore itu Dusun Puak benar-benar heboh akan tingkah Dylan dan Lili.

Mereka melewati rumah Rawin, Ayu melihat kemesraan musuh bebuyutannya. Ingin rasanya ia melemparkan sesuatu ke arah Dylan dan Lili.

"Cih, menjijikkan! Pasangan mesum, menikah pun karena tertangkap." ia mematahkan dahan ranting bunga bugenvil yang berduri tanpa sadar Ayu, duri-durinya sudah tertancap di telapak tangannya.

Madar melihat semua itu," Ayu benar-benar cemburu, begitu cintanyakah ia pada pemuda itu." Batin Madar.

Ada sekelumit perih di jantungnya.

"Walaupun, tubuhmu selalu kunikmati tapi hatimu tetap miliknya!" batin Madar, ia melihat tetesan darah mengalir di jemari tangan Ayu.

Madar menghampiri Ayu, menggendongnya seperti yang dilakukan dylan dan Lili.

"Apa yang kau lakukan, Madar? " teriak Ayu.

Madar hanya diam ia terus membopong Ayu para centeng tidak berani turut campur, apa lagi mereka melihat tangan Ayu berdarah.

Madar membawa Ayu ke kamarnya, mencari kotak obat dan mengobatinya ia melakukannya dengan diam, " Biarkan saja! tangan ini terluka hatiku, lebih sakit kamu juga benar-benar tidak membuat mereka mampus! " ucap Ayu.

Madar hanya memandangnya sekilas.

"Apakah kamu ingin aku membunuh keduanya? " tanya Madar.

"Tidak! Aaakh, aku membenci Lili ... sangat membencinya." teriak Ayu.

"Gara-gara wanita sialan itu! Hidupku berantakan! Aku juga membencimu." pandangan Ayu berubah menjadi kabut gelap penuh dendam.

"Mbah Karyo! Apakah dia sudah pulang?" batin Ayu.

"Tapi ... bagaimana aku bisa ke sana? Bila Madar selalu mengawasiku." Batinnya lagi.

Sementara Dylan dan Lili sudah sampai ke rumah Mak Upik.

Mak Upik hanya tersenyum melihat keduanya, ia menghentikan rajutannya, menyembunyikan ke dalam tas pandannya.

Ia menyongsong anak-anaknya, " Apakah Lili sudah bisa pulang, Cok? " tanyanya.

"Sudah, Mak! Tapi dia harus banyak istirahat. Aku akan mengurus cutinya kepada Pak Abdul."

"Tapi, yank ... kami kekurangan guru, apa lagi sebentar lagi ujian." Lili memikirkan nasib muridnya.

"Sebaiknya, murid-muridmu ke sini saja. Kamu mengajari mereka di rumah." Mak Upik memberikan solusi.

"Itu ide yang bagus, Mak. Nanti akan aku katakan kepada Kepsek Abdul." Ucap Dylan.

Sore itu juga, Dylan menemui Kepsek Abdul, mengutarakan niatnya. Abdul menyetujui Lili istirahat selama tiga bulan dan para murid bersekolah di rumah Mak Upik.

Setelah dari rumah Pak Abdul, Dylan mengambil sepedanya di rumah Ustad Budi. Ia membawanya pulang, memeriksanya, "Sepertinya ... ada yang ingin mencelakai istriku, remnya di potong dan baut-baut lingkar seperti di bongkar paksa." Batin Dylan. Ia terus memeriksa sepeda Lili.

"Apakah ada yang berniat buruk pada istri dan anakku? Tapi ... siapa?" Dylan terus bertanya di hatinya.

"Andaikan ada jaringan internet, aku dengan mudahnya memasang GPS, dan camera. Hingga aku bisa tahu, siapa yang ingin berbuat jahat pada keluargaku." pikirannya terus bermain-main menerka-nerka.

Dylan sudah mengajukan permohonan kepada Dinas PU, PLN, juga Telkom. Ia juga sudah mengajukan permohonan ke kantor di kota kecamatan, kabupaten dan propinsi tanpa seorang pun warga Puak yang tahu.

Dylan sudah mengeluarkan separuh dari penghasilan gamernya. Ia juga sudah bermohon agar di bangun sekolah SLTP di Puak serta puskesmas. Beruntungnya ada teman-teman kuliahnya yang sudah lebih dahulu selesai kuliah dan sudah menjabat di instansi pemerintahan dan kedudukan mereka bukan kaleng-kaleng hingga memudahkan segalanya. Ia tidak ingin menggunakan nama papanya, mungkin bila ia menggunakan nama papanya, lebih mudah lagi. Tetapi ia tidak ingin melakukannya, ia ingin pulang ke rumah orang tuanya dengan kepala terangkat apa lagi kini ia sudah memiliki istri, mertua Dylan selalu beranggapan Mak Upik adalah mertuanya juga sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.

Tiang-tiang PLN sudah tertanam, pegawai PLN sudah mulai bekerja, begitu juga tower-tower jaringan. Pengerasan jalan pun sudah mulai di lakukan hanya lahan untuk sekolah dan puskesmas yang belum tahu, ia sudah mengajukan permohonan kepada Asisten Iwan, Menejer Budi entah siapa saja di atas sana, hingga ke si pemilik perkebunan, agar pihak perkebunan memberikan sedikit lahannya untuk kesejahteraan pegawai dan masyarakat Puak. Ia sudah melayangkan surat permohonan ia tinggal menunggu hasilnya. Dylan selalu berdo'a agar semua keinginan dan rencananya untuk memajukan Puak juga kesejahteraan warga Puak yang sangat di cintainya di Ijabah Allah.

*****

Bersambung ....

Terima kasih jangan lupa like, comen hadiahnya juga vote-nya ya sayang? 😘😘🙏

1
Suyatno Galih
ceritanya kampung terisolir jadi heboh dg dtgnya toke sawit yg mau mbangun kampung, semangat
Vita Anggraini
ditunggu thor..... kelanjutannya okeeee
syafridawati: insya Allah kak
total 1 replies
Vita Anggraini
gank Kabir kreennn aku udah baca samai tamat happy ending.... pulau kematian
syafridawati: makasih kak
total 1 replies
Vita Anggraini
hahaha aku yg baca aja ketawa....
syafridawati: hahaha
total 1 replies
Vita Anggraini
papa Andrian kreeennn
syafridawati: ya aku juga suka kisah ini sebenarnya
total 1 replies
Vita Anggraini
kreennnn jln cetitanya
syafridawati: terima kasih kak, tapi itu pun nggak selesai season keduanya belum buat juga
total 1 replies
Vita Anggraini
edan Rawin
Tyara Lantobelo Simal
Lanjut Thor
menarik
syafridawati: mungkin suatu saat nanti aku buat sekuelnya. sekarang lagi sibuk
total 1 replies
Auditor
hm gk bisa brkata kata ih 😊
Hiatus
semangat kak
PanggilsajaKanjengRatu
Hy kak, yuk mampir di novel baruku "Lihat Aku, Dan buka Hatimu"
Nm@
"My Brother" hadir, Kak!
Juefioritah Fun Min Wah
semangat sis..saya like..
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
4 like+rate 5 dan komen sudah mendarat kaka😘😘
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
like
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
😍😘
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
Hai kaka, aleena mampir nih😍
Hiatus
aku mampir kak
Nona Kos Anjani
like😍
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
Tante kesayangan tuan muda mampir, semangat up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!