Putra mahkota Li Chen Yi ternyata sudah dijodohkan dengan Chen Xiao Ran sejak kecil.
"Saya adalah permaisuri putra mahkota!?" Bagaimana mungkin?!" Chen Xiao Ran tidak percaya dengan perkataan Kaisar Li. "Giok phoenixmu sepasang dengan giok nagaku. itu buktinya." kata Li Chen Yi.
Menjadi istri putra mahkota, dibenci oleh Ratu Chang dan teman masa kecil Li Chen Yi mengklaim status permaisuri putra mahkota adalah miliknya.??!
"Wajahmu mirip dengan ibundaku." " Sewaktu kecil saya pernah bertemu ibunda Li Chen Yi yang mirip sekali dengan wajah ibuku!!! Apakah itu penyebab Li Chen Yi bersikeras menjadikannya permaisuri putra mahkota?? Kenapa Kaisar Li membenci Li Chen Yi dan membiarkan ibu Li Chen Yi meninggal di istana buangan? Ibu Chen Xiao Ran ada hubungan dengan Kaisar Li???!!!
"Kamu sudah berjanji akan menjadi istriku. Kenapa sekarang menjadi permaisuri putra mahkota???
Apakah antara Chen Xiao Ran dan Li Chen Yi akan ada cinta sejati??? Jangan lupa ikuti ceritanya . Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Pemilihan permaisuri putra mahkota
Li Chen Yi mengambil sebutir anggur dan memasukkannya ke dalam mulut Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran terpaksa memakan anggur itu karena tidak mungkin menolak dan akan membuat malu Li Chen Yi
"Saya bisa memakannya sendiri ," kata Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi dengan suara yang kecil.
Li Chen Yi hanya tersenyum dan pura-pura tidak mendengar perkataan Chen Xiao Ran. Li Chen Yi mengambil lagi anggur dan menyuapi Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran hanya menunduk dan mengunyah dengan pelan supaya Li Chen Yi tidak menyuapinya lagi.
Melihat hal itu Zhao Ching Ching semakin geram. "Saya yang paling berhak di samping Chen Yi 'keke'. Chen Xiao Ran. Kamu harus mati!" kata hati Zhao Ching Ching.
Li Chen Yi juga melihat mata Zhao Ching Ching yang melihat Chen Xiao Ran dengan penuh kebencian. Zhao Ching Ching yang merasa Li Chen Yi melihatnya, langsung memberikan senyuman ke Li Chen Yi.
Li Chen Yi tidak membalas senyuman Zhao Ching Ching. "Saya tidak boleh terlalu kelihatan membenci Chen Xiao Ran di depan Chen Yi 'keke' ," kata hati Zhao Ching Ching.
Terdengar suara Ratu Chang. "Yang Mulia. Sekarang banyak yang hadir di perayaan ini. Bagaimana kalau sekalian di adakan pemilihan permaisuri putra mahkota ?" tanya Ratu Chang ke Kaisar Li.
Li Chen Yi hanya terdiam dengan tenang mendengar usul Ratu Chang. Chen Xiao Ran melirik ke arah Li Chen Yi dengan pandangan 'kepo'.
Semua putri pejabat kerajaan yang hadir merasa gembira atas usul dari Ratu Chang. Mereka semua berharap bisa menjadi permaisuri putra mahkota.
Salah satunya yang paling senang atas usul Ratu Chang pastilah Zhao Ching Ching. Zhao Ching Ching sangat yakin dirinya lah kandidat terbaik sebagai permaisuri putra mahkota
Zhao Ching Ching menatap Chen Xiao Ran dengan sombong. "Kamu pasti akan menangis ketika saya di jadikan permaisuri putri mahkota ," kata hati Zhao Ching Ching.
Wang Chu Hsien, putri dari Perdana Menteri Wang Jun Kai juga sangat antusias. Dirinya juga menyukai Li Chen Yi .
Zhao Ching Ching tidak menganggap Wang Chu Hsien sebagai ancaman baginya karena walaupun Wang Chu Hsien putri dari perdana menteri, tetapi wajahnya biasa-biasa saja. Dirinya lebih cantik dari Wang Chu Hsien.
"Baiklah ," jawab Kaisar Li.
Satu persatu putri pejabat mulai di panggil namanya oleh Kasim Liu untuk mempertunjukkan bakatnya untuk menarik perhatian Li Chen Yi.
Kebanyakan mereka menari dengan gemulai dan tariannya sangatlah sempurna. " Mereka pasti telah berlatih dari kecil ," kata hati Chen Xiao Ran .
Wang Chu Hsien juga mempertunjukkan bakat tarian.
Tibalah saatnya pertunjukkan bakat oleh Zhao Ching Ching. Chen Xiao Ran sangat penasaran dengan bakat yang akan di tunjukkan Zhao Ching Ching.
Chen Xiao Ran menatap ke arah Li Chen Yi. "Sudah tiba giliran Zhao Ching Chingmu , " kata Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi. Li Chen Yi hanya terdiam tidak membalas perkataan Chen Xiao Ran.
Zhao Ching Ching memainkan alat musik guzheng.
Terdengar suara alunan musik guzheng yang sangat merdu. " Wah, Zhao Ching Ching sangat pintar memainkan bakat yang tidak sama dengan putri lainnya ," kata Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi.
Zhao Ching Ching satu-satunya yang memainkan guzheng sehingga terlihat dengan jelas perbedaan yang menonjol antara dirinya dengan putri lainnya.
"Yang Mulia. Masih ada gadis yang belum mempertunjukkan bakatnya ," kata Ratu Chang ke Kaisar Li.
Semua mata memandang ke arah Chen Xiao Ran. Li Chen Yi tetap duduk tenang di samping Chen Xiao Ran. Li Chen Yi tahu Ratu Chang ingin mempermalukan Chen Xiao Ran.
Zhao Ching Ching menatap ke arah Chen Xiao Ran dengan perasaan senang karena ingin melihat Chen Xiao Ran di permalukan.
Li Chen Yi juga penasaran bagaimana Chen Xiao Ran mengambil sikap menghadapi hal ini.
Kaisar Li melihat ke arah Li Chen Yi. Chen Xiao Ran tahu kalau dirinya tidak mungkin bisa mengelak lagi. Chen Xiao Ran berdiri dari tempat duduknya.
"Yang Mulia. Hamba hanyalah gadis desa. Pertunjukkan bakat hamba mungkin tidak sebagus dan semenarik pertunjukkan bakat yang di tunjukkan putri-putri tadi, " kata Chen Xiao Ran ke Kaisar Li.
"Kamu tidak akan di persalahkan. Anggap saja hanya pertunjukkan untuk semua yang hadir di sini ," jawab Kaisar Li
Chen Xiao Ran meminjam sebuah pedang dari seorang pengawal dan mulai memainkan pedang .
Permainan pedang Chen Xiao Ran sangatlah bagus dan anggun.
Pada saat itulah Kaisar Li melihat jelas wajah Chen Xiao Ran. Wajah ini adalah wajah gadis yang dicintainya.
Gadis itu juga memainkan pedang dengan anggun dan lembut. "Siapa gadis ini? Kenapa wajahnya bisa sama persis?apa maksud tersembunyinya?" kata hati Kaisar Li dengan tatapan mata yang penuh kebencian ke arah Chen Xiao Ran.
Ratu Chang tersenyum melihat tatapan kebencian Kaisar Li ke Chen Xiao Ran.
Li Chen Yi juga melihat tatapan kebencian Kaisar Li ke Chen Xiao Ran. " Kenapa ayahanda begitu membenci ibunda? apa salah ibunda? sampai Chen Xiao Ran yang mirip dengan ibunda juga di bencinya?" kata hati Li Chen Yi.
"Kalau nanti saya memberitahukannya Chen Xiao Ran adalah putri dari Chen He Xia teman baik ayahanda, apakah ayahanda tetap membenci Xiao Ran?" kata hati Li Chen Yi lagi.
Chen Xiao Ran masih memainkan pedangnya. Tanpa sengaja gioknya terlempar keluar dari ikat pinggangnya. Dengan sigap Chen Xiao Ran menangkap giok nya dan menyelesaikan permainan pedangnya.
Chen Xiao Ran mengembalikan pedang itu ke pengawal. Kaisar Li melihat ada sesuatu ditangan Chen Xiao Ran.
"Apa yang ada di dalam tanganmu?" tanya Kaisar Li ke Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran menggengam erat giok phoenix di tangannya.
"Keluarkan ," kata Kaisar Li dengan suara marah.
Seorang pengawal berjalan ke arah Chen Xiao Ran. Chen Xiao Ran terpaksa memberikan giok nya ke pengawal itu.
Pengawal itu mengambil giok itu dan memberikannya ke Kaisar Li.
Semua pejabat kerajaan tidak berani bersuara. Mereka tahu pasti Kaisar Li sedang marah.
Chen Xiao Ran melirik ke arah Li Chen Yi. Li Chen Yi memberikannya tatapan mata supaya dirinya tenang.
Chen Xiao Ran menarik nafas.
" Semoga Li Chen Yi bisa melindungiku. Kaisar Li kelihatannya sangat marah ," kata hati Chen Xiao Ran.
Zhao Ching Ching sangat gembira karena Kaisar Li terlihat marah kepada Chen Xiao Ran.
"Chen Xiao Ran, hari kematianmu telah tiba ," kata Zhao Ching Ching dalam hati.
Hall:o pembaca setia novel Putra Mahkota dan Chen Xiao Ran di mangatoon dan noveltoon.
Penasaran dengan lanjutan ceritanya bukan? Jangan lupa besok membaca lanjut ceritanya ya.
Terima kasih atas dukungan like, vote, hadiah dan komentar positifnya.
Salam sayang dari author LYTIE