NovelToon NovelToon
Menyesal Telah Selingkuh

Menyesal Telah Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: yani 11

Enam tahun pernikahan yang terlihat sempurna ternyata menyimpan luka yang tak pernah diketahui siapa pun.

Selama enam tahun, Alena dan suaminya, Rendra, terus berjuang untuk mendapatkan buah hati. Berbagai cara telah mereka lakukan, mulai dari pengobatan hingga program kehamilan yang menguras tenaga dan air mata.

Namun, hasilnya tetap sama tidak ada tangisan bayi yang hadir di tengah rumah tangga mereka.

Di saat Alena masih berusaha bertahan dan berharap, Rendra justru memilih jalan yang paling menyakitkan.
Ia berselingkuh dengan sekretaris pribadinya sendiri.

Pengkhianatan itu semakin menghancurkan ketika Alena mengetahui bahwa wanita tersebut sedang mengandung anak suaminya.

Dunia Alena seakan runtuh dalam sekejap. Pria yang selama ini dicintainya ternyata telah memberikan semua yang ia impikan kepada wanita lain.

Saat Alena memilih pergi dan membangun hidup baru, Rendra mengira dirinya akan bahagia bersama selingkuhannya. Namun, semakin jauh Alena melangkah, semakin ia menya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16_Mulai pendekatan

"Hai, Elvara. Apa kabar?" ucap Nathan sambil mengangkat satu kantong makanan di tangannya. Ekspresi wajahnya hangat, bibirnya tersenyum tipis, tetapi sorot matanya tampak gugup seolah berharap seseorang menyambutnya dengan senang.

Elvara yang baru saja selesai menyiram bunga di halaman mansion menoleh. Ia sedikit terkejut melihat Nathan datang lagi.

"Loh... Kak Nathan? Datang lagi?" tanyanya sambil mengernyitkan dahi. Wajahnya tampak bingung, alis bertaut, tetapi tetap tersenyum sopan.

Nathan mengangguk kecil.

"Iya. Aku kebetulan lewat. Sekalian bawain makanan favorit kamu." katanya sembari menyerahkan kantong makanan itu. Namun telinganya memerah karena malu.

Elvara menerima kantong itu dengan ragu.

"Kak... bukannya kemarin juga udah bawain?" ucapnya pelan. Ekpresi heran, bibirnya mengerucut kecil.

Nathan terkekeh pelan.

"Nggak apa-apa. Aku beli sekalian buat diriku, jadi sekalian beliin kamu." ucapnya cepat. Wajahnya terlihat canggung, senyumnya dipaksakan agar terdengar meyakinkan.

Padahal itu hanyalah alasan.

Sejak pertama kali mengenal Elvara, Nathan selalu memikirkan gadis itu. Setiap pulang kerja, kakinya seolah otomatis mengarah ke mansion keluarga Edgar hanya untuk melihat Elvara beberapa menit.

Hari itu pun sama. Mereka duduk di teras sambil menikmati makanan.

"Kerjaan Kak Nathan capek?" tanya Elvara penasaran, kepalanya sedikit dimiringkan.

"Lumayan. Tapi capeknya hilang kalau udah sampai sini." jawab Nathan tanpa sadar. Ekspresi wajah santai, lalu seketika membeku ketika menyadari apa yang baru saja ia ucapkan.

Elvara ikut membeku.

"Maksud Kak Nathan?" tanyanya pelan. Ekspresi wajah bingung, kedua matanya berkedip beberapa kali.

Nathan langsung menggaruk tengkuk.

"Eh... maksudku... di sini suasananya enak." ucapnya terburu-buru, terlihat salah tingkah, senyumnya kaku.

Elvara hanya mengangguk kecil walaupun masih merasa aneh.

Keesokan harinya....

Nathan datang lagi tapi kali ini membawa minuman kesukaan Elvara.

"Hai." sapanya singkat. Ekspresi wajah ceria, matanya langsung mencari keberadaan Elvara.

Elvara yang sedang membaca buku di ruang tamu menghela napas pelan.

"Kak Nathan lagi?" katanya sambil tertawa kecil. Ekspresi wajah geli sekaligus heran.

Nathan mengangguk.

"Aku lihat ada minuman baru, jadi kepikiran kamu." ucapnya dengan wajah malu-malu.

Elvara menerima minuman itu.

"Makasih, Kak." ucapnya lembut, terdengar ramah, tetapi matanya masih memperhatikan Nathan dengan penuh tanda tanya.

Hari demi hari berlalu.

Nathan hampir tidak pernah absen datang ke mansion setiap selesai bekerja.

Kadang membawa ayam goreng. Kadang membawa roti. Kadang es krim. Kadang hanya datang membawa kopi untuk dirinya sendiri dan cokelat untuk Elvara. Hal itu tentu mulai membuat semua orang sadar.

Suatu sore...

Elvara berjalan menghampiri Edgar yang sedang duduk di ruang kerja sambil membaca berkas.

"Kak..." panggil Elvara pelan, suaranya terdengar ragu-ragu, jemarinya saling memainkan ujung baju.

Edgar mengangkat kepala.

"Iya? Kenapa?" tanyanya datar, tetapi penuh perhatian.

Elvara duduk di kursi depan meja.

"Kak, kok aku lihat-lihat sikap kak Nathan makin aneh." ucapnya lirih. Wajahnya terlihat bingung, alisnya berkerut dalam.

Edgar menghentikan aktivitasnya.

"Aneh gimana?" tanyanya santai, tetapi sudut bibirnya mulai menahan senyum.

"Hampir tiap hari datang." jawab Elvara.

Ekspresi wajah kebingungan.

"Terus?" tanya Edgar.

"Selalu bawain makanan." jawab Elvara lagi semakin bingung.

Edgar mengangguk pelan.

"Terus?" tanyanya lagi.

Elvara menghela napas.

"Kalau ngobrol juga sering senyum-senyum sendiri." ucapnya polos tanpa menyadari arti semua itu.

Edgar hampir tertawa.

"Masih ada lagi?" tanyanya.

"Ada." jawab Elvara cepat dengan wajah serius.

"Dia sering nanya aku udah makan belum, tidur jam berapa, kerja capek nggak, suka makanan apa, bahkan kemarin nanya warna favoritku." ucap Elvara. Ekspresi wajah benar-benar kebingungan.

Edgar akhirnya menutup map di depannya.

"Menurut kamu itu aneh?" tanyanya sambil menatap adiknya.

"Iya, aneh banget." jawab Elvara mantap dan yakin.

Edgar menahan tawa.

Saat itu kebetulan Nathan baru saja masuk ke dalam mansion. Ia mendengar sebagian percakapan mereka.

Nathan langsung berhenti melangkah. Wajahnya berubah gugup.

Edgar melirik ke arah Nathan yang berdiri di ambang pintu. Senyum jahil perlahan muncul di wajahnya.

"Nathan." panggil Edgar. Suaranya terdengar tenang, tetapi matanya menyimpan godaan.

Nathan menelan ludah.

"I-iya?" jawabnya. Ekspresi wajah gugup, bahunya sedikit menegang.

"Sini." ucap Edgar singkat bahkan terlihat santai.

Nathan berjalan mendekat.

"Ada apa, Gar?" tanyanya pelan. Tapi wajahnya terlihat canggung.

Edgar menunjuk Elvara.

"Katanya kamu aneh." ucap Edgar tanpa basa-basi, tetapi sudut bibirnya mulai terangkat.

Nathan langsung membelalakkan mata.

"Hah?" ucapnya spontan, panik, wajahnya langsung memerah.

Elvara ikut panik.

"Eh... bukan gitu maksudku." ucap Elvara buru-buru salah tingkah, kedua tangannya melambai pelan.

Nathan tertawa hambar.

"Oh... jadi aku aneh, ya?" tanyanya pura-pura kecewa, meski sebenarnya malu.

Elvara menggigit bibir bawah.

"Bukan... aku cuma heran." jawabnya pelan, wajahnya terlihat cemas.

Edgar menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Nathan, sekalian aja jelasin." ucapnya santai penuh senyum jahil.

Nathan langsung melotot ke arah Edgar.

"Gar..." ucapnya memperingatkan.

Edgar malah tertawa.

"Apa? Biar jelas." katanya santai.

Nathan menghela napas panjang. Ia melirik Elvara yang sejak tadi menatapnya dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

Nathan akhirnya tersenyum kecil.

"Nggak ada apa-apa." ucapnya pelan dengan wajah lembut, tetapi sorot matanya dipenuhi rasa sayang yang sulit disembunyikan.

Elvara masih belum mengerti.

Sementara Edgar hanya menggeleng pelan sambil tersenyum tipis.

Dalam hati ia berkata, "Kalau Elvara terus sepolos ini, sepertinya Nathan harus bekerja lebih keras lagi untuk membuat adikku sadar kalau semua perhatian itu bukan sekadar bentuk persahabatan."

1
Anne Soraya
lanjut
Ifana
sok²an selingkuh eh ternyata punya jabatan krn istri nya
Sulati Cus
hrsnya g kaget dr awal kan udah tau, istrinya akan mencabut semuanya aneh bgt
Sulati Cus
lah kata nya semua aset di cabut trus di usir kok msh takut 🤔cerita rada nggak nyambung
Sulati Cus
kok gak nyambung udah di usir pdhl🤔msh mencintaimu tp sanggup berkhianat omong kosong👿
sunaryati jarum
Arsenio hanya akan meratapi nasibnya
sunaryati jarum
Hidup dari kekayaan istri saja belagu, selingkuh .Edgar adikmu sudah dewasa dan berumah tangga,sudah bukan tanggung jawab sepenuhnya,namun jika kamu masih merasa itu kewajiban kamu melindunginya baguslah,biar Arsenio tahu siapa yang dikhianatinya.
sunaryati jarum
Sokoor
sunaryati jarum
Kok masih di rumah Elvara
sunaryati jarum
Bukankah Arsenio sudah di usir
sunaryati jarum
Baru mampir semoga suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!