Mereka berdua dipertemukan dengan ketidaksengajan...
Ketika kata benci harus berubah menjadi kata Amanah yang harus di penuhi...
Ketika semua itu harus berubah menjadi kata cinta... bagaimana mereka harus menjalani semuanya... sedangkan banyak perbedaan yang terjadi dan masa lalu yang terus membayangi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka y.a.s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebersamaan Anaza dan Sari
"Salu, kamu dengan siapa" tanya Sari.
"Ini sepupuku Bu" jawab Salu.
Anaza menarik tangan Sari dan membawa Sari untuk pergi dari sana.
"Anaza, tunggu kita mau kemana" tanya Sari.
Anaza hanya diam mendengar pertanyaan Sari, Anaza membayar pesanan yang belum di makan dan langsung membawa Sari pergi dari tempat itu.
"Ibu Sari dan pacarnya kenapa ya" tanya Sakura sendiri.
Seorang wanita yang di bilangin sepupu oleh Salu hanya diam saja.
"Siapa wanita itu, pacar Anaza atau pelanggannya" tanya wanita itu dalam hati.
"Kita cari makan di tempat lain" sahut Anaza dingin.
Fatimah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Anaza yang tak jelas.
Anaza membawa Fatimah ke sebuah kedai bakso yang terdapat di arah bukit besar.
"Anaza, katanya mau makan nasi goreng. Ini kenapa makan bakso disini?" tanya Sari binggung.
"Tidak apa-apa beb, ayo turun" ajak Anaza.
"Nama aku bukannya beb, tapi SARI" gerutu Sari sambil menekan namanya. Anaza ketawa Mendengar perkataan Sari.
"Beb, mau pesan bakso isi apa" tanya Anaza.
Mereka berdua memilih duduk yang paling pojok. Untung hari ini di kedai bakso pak Aji, sepi tidak terlalu ramai mungkin karena pertengahan bulan. Kalau awal bulan, kita harus nganter untuk duduk kalau makan di tempatnya.
"Aku pesan bakso biasa, tidak usah ada cabe di dalam baksonya" ucap Sari.
Anaza memesan bakso dan minuman, sedangkan Sari sibuk dengan Handphonenya.
"Asyiknya beb, sampai tidak tahu kalau pesanan sudah datang" Sindir Anaza.
Sari yang asyik main handphone langsung meletakkan handphonenya dan hanya tersenyum kecil dengan Anaza.
"Balas WA dari siapa beb" tanya Anaza.
"Dari Salu, cewek yang kita temui di tempat nasi goreng tadi. Dia nanya ada apa?, aku jawab aku tidak tahu apa-apa" ucap Sari sambil memakan baksonya.
"Aku ingat, ada seorang yang berkata kalau dia tidak bisa memakan makanan dari luar. Tapi sekarang buktinya" kata Anaza mengalihkan pembicaraan Sari tentang Salu dan Anaza tertawa melihat bibir Sari yang sudah maju berapa centi.
"Ini beda Anaza, aku suka bakso apalagi jika ada yang traktir aku tambah suka" jawab Sari dengan mulut penuh bakso.
"Beb, makan dulu baru bicara. Kalau kurang nambah beb" kata Anaza.
mereka tidak menyadari bahwa ada orang yang memfotoi mereka.
"Kena kamu Sari" ucap orang tersebut sambil tertawa.
"Anaza, di dalam baksonya ada sambal geprek dan di luarnya juga ada sambalnya juga. Awas nanti sakit perut, baru tahu rasa kamu Anaza" ucap Sari Melihat Anaza makan, tapi Anaza biasa saja tanpa rasa pedas.
Fatimah yang melihat Anaza makan, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ini tidak pedas beb, ayo coba. Ada pepatah mengatakan kalau kita kuat makan pedas, kita akan kuat dalam segala hal terutama dalam hal urusan ranjang" kata Anaza tertawa.
Kesal mendengar perkataan Anaza, kaki Anaza di injak oleh Sari.
"Waaaa....sakit beb" teriak Anaza.
"Jaga mulutnya" ucap Sari sinis.
"Ya tapi jangan di injak kakiku" ucap Anaza sambil memegangi kakinya yang sakit.
"Habisnya, kamu itu kalau bicara jaga Anaza" ucap Sari.
"Kan bener beb, kamu sudah pernah merasakannya" kata Anaza sambil mengedipkan matanya.
"Anaza" ujar Sari sambil memukuli lengannya.
"Aku pernah mengalami jatuh cinta waktu aku jaman sekolah, tapi dengan mbak Sari semuanya berbeda. Apakah karena dia sudah dewasa atau karena hal lagi yang membuat aku jatuh cinta lagi. Dia yang membuat aku kembali menjadi Anaza Abdullah Putra lagi" kata Anaza dalam hati.
"Apa Anaza?, jangan selalu lihatin aku seperti ini. Nanti kamu jatuh cinta dan kangen dengan aku" canda Sari.
"itukah sudah terjadi beb" jawab Anaza.
Sari hanya bisa menarik napas panjang untuk menghadapi tingkah Anaza yang aneh.
Selesai makan bakso, Anaza mengantarkan Sari pulang kerumah.
"Aku tidak masuk beb, aku masih ada urusan lain" ujar Anaza setelah mobilnya sudah sampai di depan pagar rumah Sari.
"Bilang saja mau pergi dengan cewek lain" kata Sari.
"Cieee, cemburu ya" goda Anaza.
"Siapa yang cemburu?, sudah aku mau keluar" Sari membuka pintu mobil tapi tangannya di tarik oleh Anaza.
"Ada apa sih?" tanya Sari.
"Tidak salam dulu dengan calon suami" ucap Anaza sambil mengulurkan tangannya.
Oleh Sari tangannya di pegang dan di cium, sedangkan Anaza mencium pucuk atas kepala Sari yang tertutup hijab.
"Assalamualaikum" ucap Sari waktu mau keluar dari mobil.
"Wa'alaikumsalam, nanti malam sebelum tidur aku telepon dulu" kata Anaza tersenyum.
"Terserah kamu Anaza" Sari keluar dari mobil, dan Sari menunggu mobil Anaza pergi baru dia masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum" ucap Sari
"Wa'alaikumsalam" jawab suara dari dalam rumah.
"Sari kejutan" teriak orang yang membuka pintu tadi.
"Indah" teriak Sari dan langsung memeluk Indah, sahabat sekaligus sepupunya yang datang dari Bangka.
"Maaf, aku tidak sempat kemaren kesini waktu uwak meninggal. Anak sulungku sakit Sari" ucap Indah dan menangis.
"Tidak apa-apa Indah, kamu kesini dengan siapa?".
"Dengan ketiga jagoan aku, mas Iwan ada urusan di Palembang selama dua minggu. Jadi aku ikut dan anak-anak aku izinkan sekolahnya".
"Jadi menginap di sini saja, atau di hotel" tanya Sari.
"Di hotel Sari, selamatnya yang mau di jodohkan" ucap Indah.
"Pasti ibu yang cerita, aku belum bilang iya kok".
"Kenapa?".
"Tidak apa-apa".
"Jangan karena mas Arlan?".
"Bukan karena mas Arlan kok, benaran".
"Baiklah, aku percaya tapi kalau ada apa-apa kamu akan cerita dengan aku ya".
"Iya Indah".
Di Cafe'bahagia'.
Anaza sudah tiba duluan disana, dia mencari ketiga sahabatnya yang sudah janjian untuk bertemu.
"Assalamualaikum" sapa Anaza setelah melihat ketiga sahabatnya baru sampai di cafe.
"Wa'alaikumsalam" jawab mereka bertiga.
"Tumben ini Anaza mengucapkan salam" sindir Wira.
"Anaza sudah berubah seperti diri dia sendiri" ledek Faiz.
"Maksud kalian selama ini aku apa" kata Anaza cemberut.
"Ya Anaza yang sekarang, keras kepala, susah di omongin dan sudah melakukan sex bebas" terang Vian.
"Maafkan sahabatmu ini, aku tahu aku salah. Dan sekarang aku akan kembali seperti Anaza sahabat kalian" ucap Anaza senyum.
"Alhamdulilah" jawab ketiga sahabatnya.
"Aku mau mengajak kalian temuan adalah ingin membicarakan soal Sari dengan kalian".
"Mbak Sari, kakak perempuannya pacar mas Salim" tanya Faiz.
"Iya, mbak Sari. Orang yang dulu rencananya ingin aku mainkan, tapi sekarang aku jatuh cinta benaran dengan dia. Sudah lama rasa itu hilang dari hatiku, tapi sekarang rasa ini datang lagi di hatiku" jelas Anaza yang tersipu malu menceritakan soal perasaan dia dengan Sari.
Ketiga sahabatnya tertawa melihat tingkah Anaza yang malu-malu.
"Dan ada satu hal lagi, aku akan menikahi dia karena aku dan dia sudah melakukan hal itu".
Ketiga sahabatnya terdiam mendengar perkataan Anaza yang terakhir.
Cerita ini akan aku revisi ulang di akun Aku yang baru
Datangnya 😘
💪💪💪
Semangat buat up,makin seru,aku suka banget cerita nya 👍
Salam dari "Cium aku atau bunuh aku"