NovelToon NovelToon
Dosenku Suamiku (SELESAI)

Dosenku Suamiku (SELESAI)

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Tamat
Popularitas:295.3k
Nilai: 5
Nama Author: Otaku_Wibu

•Typo bertebaran dimana-mana, beberapa part di private
•Cerita ini tidak direvisi, jadi tolong dimengerti jika ada yang aneh atau tidak nyambung
• My original work

******

Laura sebagai mahasiswi yang terkenal sangat nakal dikampusnya, dan Reyhan sebagai dosen yang kejam bagi Laura. Laura sengaja sering telat agar ia tidak perlu berlama-lama mendengar penjelasan materi yang dijelaskan Dosennya Reyhan. hingga kemudian temannya Laura bernama Indah tak tahan jika Reyhan terus mengajar dikelas Laura dan Indah dan akhirnya Indah menyukai dan jatuh cinta pada Reyhan, lalu Indah meminta Laura untuk membantunya agar Reyhan mau menerima pernyataan cinta Indah, namun usaha Laura dan Indah gagal...


bagaimana kelanjutannya?
yuk dibaca ya...

jangan lupa vote, rate 5, like, dan komen
bye~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otaku_Wibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyerah

*keesokan paginya

05.50

"Bangun cantik.."

"Hm..."

"Sudah jam 06.30 lho.."

"Hah?!"

Aku bangun, berlari masuk kedalam, ku lihat baru jam 05.50

"Mas!!"

"Hahaha.."

Aku menuju kamar mandi dengan membawa seragam kampus. Beberapa menit kemudian, aku keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju meja rias, aku mengikat tinggi rambutku tak lupa memakai bedak tabur juga parfum beraroma mawar

Aku memandangi wajahku sendiri, cantik. Aku melirik mas Reyhan yang sedang berjalan menuju ku, dia menyamakan tinggi kepalanya dengan kepalaku

"Ngelamun apa?"

"Nggak"

"Masih marah?"

"Nggak"

"Mas mandi sana, Laura tunggu"

"Laura! kakek datang!!"

"Iih.. kak Ridwan pagi-pagi sudah teriak-teriak aja"

"..Tunggu.. apa? kakek?"

Aku berdiri lalu berlari menuju lantai bawah, ku lihat kakek sedang duduk sambil menyeruput secangkir kopi

"Kakek..!!"

Aku berlari lagi kearahnya, dia menaruh cangkirnya lalu menoleh kearahku, aku memeluknya erat-erat, begitupun dengan kakek

"Laura kangen kakek.."

"Kakek juga.."

"Kakek kok tau ini rumah kak Ridwan?"

"Itu... em.. sebenarnya kakek udah ketemu kakakmu sejak 2 tahun yang lalu.."

"Kenapa kakek nggak bilang.."

"Kakakmu nggak boleh kakek beritahu"

Aku menoleh kearah kak Ridwan, dan menatapnya dengan sinis

"Kak Ridwan jahat.."

"Wleee"

"Laura.. kata kakakmu, kamu ketembak ya..? gimana keadaannya? masih sakit? siapa orangnya--"

"Kakek.. Laura nggak papa.. udah mendingan kok, nggak sakit.. dan yang pasti Laura nggak tau siapa yang nembak Laura"

"Huh?"

Kakek memelukku semakin erat

"Syukurlah... kakek lega.."

"Tuan Farhan?"

Kami menoleh kearah mas Reyhan, ku lihat mas Reyhan sudah rapi, dia membawa tasnya juga tas ku

"Eh? nak Reyhan?"

"Lho? kakek kenal Reyhan?"

"Ya kenal lah Ridwan.. orang cucunya teman kakek, dan.. waktu itu juga Laura pernah bawa ke acara pemakaman mama sama papa kalian"

"Kakek..." timpalku

"Mereka berdua romantis banget kakek lihat"

"Iya kek, Ridwan aja iri"

"Sarapan siap.."

"Hore makan..! ayo kek" ajak ku

Kami semua duduk di kursi masing-masing. Aku, kakek dan kak Ridwan terus tertawa, kak Laras dan Fika hanya tersenyum, sedangkan mas Reyhan.. dia juga tersenyum sambil memandangiku

******

06.02

"Laura berangkat ya kek..

"Sama Reyhan nih.."

"Itu..."

"Hahaha nggak usah dijawab, kakek juga tau.."

"Ya udah Laura pamit.."

"Hati-hati.."

"Oh iya, Reyhan.."

"Iya? kenapa tuan Farhan?"

"Kakek hanya mau bilang.. jangan panggil tuan lagi, tapi.. panggil kakek saja",

"Iya kek"

"Udah sana berangkat, istrimu cemberut lho"

"Kakekk..."

"Tapi mau kan jadi istrinya.."

Aku mengerucutkan bibirku dengan wajah yang memerah

"Iya Laura mau kek!! jangan ambil mas Reyhan! siapapun!"

Aku menghampiri mas Reyhan lalu menarik tangannya

"Ayo.."

Didalam mobil, dia menarikku hingga aku hampir terjatuh

"So cute baby.."

Aku menoleh kearah lain, wajahku memerah karenanya, tapi dia menarik daguku dan mendekatkan wajahnya

"Kiss me..."

Aku menghela nafas lalu mengangguk, aku mengalungkan tanganku ke lehernya, perlahan ku dekatkan bibirku dengan bibirnya,

Cup

Aku menutup mataku, bibir kami saling *******, tak lama kemudian aku melepaskan bibirku juga tanganku. Lihat, betapa bahagianya dia

******

*Sesampainya dikampus

"Banyak banget yang nungguin mas, eh tunggu dulu.. Laura kan ada dimobil mas, gimana dong"

Hari ini semua mahasiswa dan mahasiswi mengerubungi mobil mas Reyhan

Cletak!

"Aww..."

"Mereka itu nunggu Laura.. bukan nunggu mas.. soal Laura ada dimobil mas, Laura nggak usah panik gitu, kan kemaren Laura manggil mas bukan pak, jadi semuanya tau"

"Hah?"

"Coba aja turun"

Aku mengangguk lalu keluar dari mobil

"Laura!!"

"Gimana keadaan lo?"

"Sakit nggak?"

"Semangat Ra!"

"Semoga langgeng!"

"*T**ernyata bener kata mas Reyhan. Tapi gendang telingaku serasa mau pecah kalau begini*.."

"Kalian nggak usah khawatir, gue nggak kenapa-napa, udah nggak terlalu sakit juga. Intinya gue ngerasa udah membaik"

"Lauraa!"

"Uh..?"

Mia dan Lea berlari menerobos teman-teman yang lain, mereka berdua memelukku

"Lo nggak papa kan?"

"Kami khawatir sama lo Ra.."

"Tes tes, bagi mahasiswa dan mahasiswi yang berada dilapangan, harap masuk. Kelas akan dimulai sebentar lagi, jika tidak ada yang masuk.. kalian harus lari keliling lapangan kampus ini sampai jam istirahat"

Semua langsung lari meninggalkan aku, Mia dan Lea yang masih ada dilapangan

"Aih.. siapa juga yang mau tetap dilapangan kalau hukumannya persis kayak ku dulu"

"Ayok.. kalian mau dihukum?"

"Ah.. e-enggak, ayo"

Kami bertiga berjalan menuju kelas dengan cepat

.

.

.

.

.

*Jam istirahat

Jam istirahat berlangsung, aku tidur didalam kelas, aku masih sangat-sangat mengantuk

Brak!

"Ayam!"

"Haha"

"Koko.. mau apa lo?"

"Hehe, gue mau bicara empat mata sama lo, bentar aja"

"Boleh, dimana?"

"Dihalaman belakang kampus"

"Ya udah"

Aku berdiri, dan berjalan melewati mas Reyhan yang duduk dimeja sambil menatap tajam kearahku

******

*Halaman belakang kampus

Aku duduk direrumputan hijau sambil mendongakkan kearah atas, sedangkan Koko duduk disebelah ku dengan mata yang terus melihatku

"Ra"

"Hm"

"Laura"

"Apa?"

"Pak Reyhan itu pacar lo? soalnya kemaren lo manggilnya mas, bukan pak"

"Kalau iya memang kenapa?"

"Okay.. kalau gitu gue nyerah, saingan gue ternyata nggak main-main"

"Selemah itu kah lo?"

"Yes"

"Terus?"

"Setelah ini.. gue bakal coba ngejar Mia aja sih, kalau dia mau ya syukur, lagipula dulu gue pernah ikutan bully dia, kasian banget gue sama dia"

Aku menoleh kearah Koko, kemudian aku menepuk pundaknya

"Ko.. lo kalau mencintai seseorang.. jangan karena kasian sama dia, seharusnya lo kalau mencintai seseorang.. harus dari lubuk hati lo yang paling dalam. Coba lo bayangin, lo dicintai orang karena dia kasian sama lo, gimana perasaan lo? nggak enak banget kan.. Ko, ingat perkataan gue.. kalau lo benar-benar mau sama Mia, lo harus tunjukin ke gue, gue mau liat.. lo mencintainya karena sayang atau kasian sama dia"

"Thanks, gue ngerti.. dan gue akan coba"

"Hm"

Aku berdiri dan Koko melihatku

"Mau kemana?"

"Kelas, gue mau tidur. Ngantuk gue, lagian masih lama"

"Oh, ya udah. Gue juga mau ke kantin sih"

"Hm"

"Eh, lo nggak ke kantin?"

"Enggak, dibilangin dari tadi juga, gue ngantuk.. kalau ngantuk gue nggak mood makan"

"Eh Ra, satu lagi"

"Apa?"

"Nilai lo kan bagus dan tinggi dari yang lain.. pertanyaan gue, lo makan apa sih?"

"Makan nasi"

"Haha bisa aja"

"Ra"

"Apalagi?"

"Gue boleh jadi sahabat lo nggak?, ya.. seenggaknya kan gue bisa jadi sahabat lo"

"...Sure"

"Thank you"

Aku melanjutkan langkahku menuju kelas. Sesampainya di kelas, aku masuk

Blam

Ada yang menutup pintu kelas, dan aku tau siapa itu. Aku terus berjalan menuju kursiku, saat aku sudah berada disebelah mejaku, tiba-tiba..

Bruk

Dia mendorong tubuhku diatas meja, dia terlihat marah, apa dia cemburu? bolehkah aku menjahilinya sedikit? sedikit saja

"Hei hei.. lihat, sepertinya ada yang cemburu"

"Ngapain tadi?"

"Ciuman"

"Apa dia meninggalkan bekas?"

"Iya"

"Buset, aura nya jadi tambah dingin.. udah aja kali ya"

"Dimana?"

"Mas, pffft hahahaha.. Laura bercanda"

"Tadi itu si Koko cuman ngajak Laura bicara tentang si Mia itu lho, si Koko juga nggak ngapa-ngapain Laura kok, jadi.. mas nggak usah marah"

Cup

Aku mencium bibirnya sekilas lalu aku tersenyum sumringah, seulas senyuman terlihat diwajahnya

"Nakal, suka bohongin mas ya sekarang"

"Hahaha nggak juga, tapi seru"

Bibirnya mendekat ke bibirku, dengan cepat aku menutup bibirnya

"Nggak ada ciuman. Kalau di hitung-hitung.. mas setiap sama Laura pasti ciuman terus, jadi hari ini nggak ada"

Dia melepaskan tanganku dari bibirnya

"Kalau mas nggak cium Laura.. berarti mas nggak cinta sama Laura"

"Aaaaaa mas ih. Kalau gitu, kalau mas pergi dari Laura, Laura bunuh diri"

"Jangan sayang.."

"Makanya"

Aku mencibirkan bibirku, aku menggerutu dalam hati

1
Zurina Dollah
Biasa
Dian Indra
iyo...mestine kuliahe libur...koq yo sek masuk...ga ada rasa sedih2e blas....hhh
🍒⃞⃟🦅
semangat terus berkarya 👍
Hardinik Akbari
nah lho... ini yg meninggal mama papa kok santai2 aja ya...
Tuty rahayu Rahayu
ko si rehan di kelas Mulu deh emang kaga di kantor/ruangan guru git
Tuty rahayu Rahayu
Rayhan gimana sih liat calon istri di tampar malah diem z
Tuty rahayu Rahayu
cerita ny bikin binggung
Tuty rahayu Rahayu
GK ad sedih2 ortu meninggal,coba di kasih sedih lama trus rehan ny berusaha menghibur,ini jg kenap tiba2 suka SM rehan lg
Adi Nugroho
kuliahnya kok gk kelar"
ceritanya cepet beberapa tahun kemudian
tapi kok Lauranya kuliahnya gk kelar"
Cahaya Putri
ortu meninggal masih smpat cengegesan
any qalesya: ia. aneh ceritanya. GC ada sdih2 nya LG berduka.
total 1 replies
Cahaya Putri
emak bapak meninggal kok santai,low novel lain dah pontang penting lari lihat jenazah ortux
Zhizi Arzeti
iya
Zhizi Arzeti
ma aku mau ke kamar dulu yah!☺️
Mujiyati Wijaya
baca cerita ini kok lucu banget gak greget. mosok kedua orangtua meninggal malah berangkat kuliah. udah gitu kok kayaknya gak ada kesedihan. malah belanja lagi.
Su Fina
Buat Novelthoon lain kali karya ini jangan d lulus kan secara tulisanya tidak bagus
ceritanya tidak nyambung
karya nya tidak bisa di terima kami pembaca mengkritik nya...




TIDAK BAGUS CERITANYA...
Corry Lindawaty Manurung
jujur saya bigung baca novelnya..maaf ya thor
Novia Zara Scorpinosta
masa orang tua meninggal masih sempat kuliah ya 🤔
Erinibra Ibra: orang tua meninggal kok gak ada sedihnya malah ditinggal kuliah aneh deh
total 1 replies
sayang
Masrianiani Hijab
salam dariku

*Yang Membolak-balikan Hati
Agif Otey
why?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!