NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:50.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Baru datang

Rahma menatap rumah besar yang ada di hadapan dia saat ini sesuai dengan ucapan Mila bahwa dia akan bekerja di rumah majikan Mila saat ini, ada rasa senang di dalam hati Rahma karena melihat rumah yang besar seperti itu maka pasti nanti bisa bekerja dengan baik karena bisa saja para pembantu memiliki jumlah yang begitu banyak.

Namun Mengapa di dalam hati gadis ini terselip sesuatu rasa yang tidak beres sehingga dia merasa sedikit gundah ketika akan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, namun dia berusaha untuk tetap tenang karena beranggapan wajar saja dirinya memiliki firasat seperti itu saat baru datang dari desa.

Mila menyambut kedatangan Rahma dan dia sepertinya akan berteman dekat karena mereka memang saling kenal satu sama lain ketika di desa itu, setidaknya bisa menghibur hati Rahma yang merasakan kegelisahan cukup besar ketika melihat sikap Helen yang begitu angkuh sekali sehingga tidak pernah mau menegur dia untuk berkenalan.

Rahma awalnya juga sempat mengira kalau majikan di sini akan menyambut kedatangan dia dan menjelaskan apa saja yang akan dia kerjakan, Namun ternyata tidak karena Mila yang telah memberitahu dia untuk pekerjaan segala macam dan nanti setiap gajian Maka langsung akan mendapat bayaran bersama dengan para pembantu lain di dalam rumah ini.

Rahma menyimpulkan bahwa sepertinya di dalam rumah ini ada kebebasan yang cukup besar sehingga majikan tidak mengawasi full seperti rumah majikan lain yang ada di kota ini juga, dia masih tidak tahu bahwa rumah tersebut menyimpan berbagai macam rahasia besar yang begitu kelam sehingga bila tidak berhati-hati maka bisa saja menjadi korban.

''Loh jadi aku langsung kerja tanpa harus bertemu dengan majikan dulu?'' Rahma menatap Mila yang membantu dia menyusun baju ke dalam lemari.

''Langsung saja, tidak perlu banyak bicara karena nyonya Dina pasti sudah melihat kamu dari CCTV.'' ujar Mila.

''Kok sepertinya kerja di sini agak bebas dan tidak seberapa diperhatikan ya?'' ujar Rahma dengan nada sedikit bingung.

''Memang agak bebas kalau kerja di sini, tapi kita juga harus menjaga sikap agar tidak terjadi masalah.'' Mila mulai memberikan peringatan.

''Ya jaga sikap itu sudah pasti karena tidak mungkin kita bersikap kurang ajar di rumah orang lain.'' ujar Rahma sambil menarik nafas panjang.

Mila datang mendekat karena dia harus menjelaskan terlebih dahulu tentang apa yang telah terjadi sebelum ini, bahkan sekarang saja bisa dikatakan bahwa Rahma adalah pengganti Lisa yang hilang secara mendadak sehingga membuat tanda tanya besar untuk para teman yang ada di sini, sekarang saja Rahma telah menempati kamar.

''Ini sebelumnya Lisa yang menempati namun sekarang dia sudah pergi dari sini.'' Mila berkata terus terang kepada Rahma.

''Kalau boleh tahu dia pergi karena apa dan ke mana?'' tanya Rahma dengan nada penasaran.

''Dia menghilang begitu saja dan tidak ada berpamitan dengan kami sehingga kami di sini tidak tahu dia pergi ke mana.'' jawab Mila apa adanya.

''Ih kok agak seram begitu dia menghilang mendadak, Apa mungkin dia jadi seorang tumbal?!'' Rahma tiba-tiba saja menceletuk seperti itu.

''Eh gila ya kau!'' Mila saja sampai kaget mendengar ucapan Rahma bahwa Lisa telah menjadi tumbal sehingga dia hilang begitu saja.

Namun mendadak saja Mila terdiam karena di dalam hati dia kepikiran apakah memang benar bahwa Lisa telah menjadi tumbal sehingga dia hilang mendadak seperti itu, pada sejak sore dia tidak menunjukkan gelagat aneh atau bahkan berbicara bahwa dirinya akan berhenti dari pekerjaan di rumah ini.

Tapi ketika pagi datang maka Lisa sudah tidak ada lagi di dalam kamar dan kemungkinan besar memang dia telah pergi tadi malam tanpa ada yang mengetahui tentang kepergian gadis itu, para teman hanya bisa menduga-duga dan terlebih lagi mereka telah menemukan banyak alat kehamilan di dalam lemari milik Lisa sehingga mereka yakin bahwa gadis itu mungkin saja kabur.

''Jadi kalian tidak ada yang tahu pasti kalau dia hilang begitu saja dari kamar ini?'' Rahma kian merasa tidak enak.

''Lisa tipe orang yang sangat angkuh sehingga dia jarang berbicara dengan kami karena menganggap Kami adalah saingan untuk dia.'' jujur Mila apa adanya.

''Oh Untung saja aku tidak bertemu dengan orang yang tipe seperti itu, kalau ada anak baru pasti dia merasa sangat berkuasa ya.'' Rahma sudah bisa menebak tipe seperti apa Lisa itu.

''Kau dengan Helen juga hati-hati karena dia bermuka dua dan terkadang menjerumuskan kita ke dalam hal yang tidak benar.'' pesan Mila kepada Rahma.

Rahma mengangguk dan sebagai anak baru dia memang mendengar apa yang Mila katakan karena dia juga tahu bahwa Mila adalah teman dia sejak dulu sehingga tidak mungkin mengada-ada bila sedang berbicara, untuk mempercayai orang lain tentu saja Rahmat takut juga karena dia belum mengenal orang tersebut.

''Kau bereskan saja dulu ini semua dan kalau sudah selesai maka nanti keluar dan berkenalan dengan yang lain.'' Mila segera berdiri karena dia harus melanjutkan pekerjaan juga.

Dengan cepat Rahma mengangguk dan dia membereskan apa saja yang dia bisa agar semua segera selesai lalu keluar untuk menemui para teman agar tidak ada kesalahan lagi, bermusuhan di tempat kerja tentu saja itu sangat tidak enak dan membuat mereka bergerak tidak nyaman sehingga lebih baik bila mereka saling berteman satu sama lain.

''Aku tidak tahu pasti tentang rumah ini Namun sepertinya memang ada sesuatu yang tidak.'' batin Rahmadi dalam hati.

Entah Mengapa hati dia terasa begitu sangat tidak nyaman ketika sudah melangkahkan masuk ke dalam rumah, mau mundur juga tidak mungkin karena dia bingung harus cari pekerjaan ke mana Karena tujuan dia dari desa adalah rumah ini dan Rahma bertekad bila dalam waktu satu bulan dia tidak betah maka akan segera keluar sambil mencari pekerjaan lain.

Wuuussst.

''Eh!'' Rahma menoleh kaget karena dia tersambar oleh angin dari belakang.

''Kok dalam kamar tertutup seperti ini ada angin ya.'' batin Rahma karena tidak mungkin juga kamar tertutup begini bisa masuk angin.

''Ya sudah lah, tidak perlu terlalu dipikirkan karena nanti aku justru tidak bisa bekerja dengan fokus.'' Rahma menggelengkan kepala.

Andai saja gadis ini tahu dan bisa melihat dengan jelas maka dirinya pasti akan pingsan ketika menoleh pada pojok kamar sebelah kiri, Sebab di sana telah berdiri seorang gadis dengan tubuh berlumuran darah segar dan yang paling mengerikan adalah dia sudah tidak memiliki kulit pada tubuhnya lagi.

selamat pagi, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Yeyet Rohaeti
kok Vita hilang, masa jadi tumbal kan susanto di kampung .
Nindiana Anasya
siang KK
putri wahyu
siang jg Bess...
FiaNasa
mulut Bu Yuni minta digampar peke parutan kelapa tuh muncungnya..ntar klau dah terbukti Rudy tak salah ngesot² minta maaf
Ayuk Witanto
mantab....bikin emosi juga Bu yuni
Ayuk Witanto
ih gemes banget sama Susanto...pingin tak bakar tuh mulut
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!