Season 1
Pertemuan antara seorang gadis dengan seorang anak di sebuah halte bis.
Yang sedang nangis mencari mommy nya.
Akankah ia bertemu dengan mommy nya
dan siapa kah mommy nya itu?
Season 2
Ares Alfarizi Loghan, kini telah menjelma menjadi pemuda yang tampan dan juga humoris, sifat yang suka bercanda membuat para wanita Baperan tapi tak satu pun dari mereka bisa singgah di hatinya, pertemuan yang tak terduga dengan seorang gadis mampu membuat hati Ares berantakan.
yuk simak kisahnya
😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhel Younges, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Makan Malam Di rumah Mertua
Jam 6 sore mereka keluar dari kantor Arkan dengan pakaian yang sudah rapi, jarak dari kantor kerumah orang tua leo butuh waktu 45 menit, Arkan segera melajukan mobilnya menuju rumah mama leo.
Ara merasa gugup bertemu dengan keluarga Arkan apa lagi bertemu leo, Ara merasa malu untuk bertemu dengan leo ia ingat akan rekaman audio yang dikirim oleh leo waktu itu.
"kak, kita berhenti di mesjid bentar ya."
"hm iya."
Arkan melihat sebuah mesjid, Arkan pun segera menepikan mobilnya, Arkan dan keluarga nya segera turun dari mesjid dan segera mengambil wudhu, dan setelah itu mereka ikut sholat berjemaah. selesai sholat Ares dan Arkan menunggu Ara diluar mesijd, tak lama Ara pun keluar dan melihat Arkan dan Ares menunggunya tak jauh dari mobil.
"ayo kita berangkat, ucap Arkan saat Ara sudah tiba dihadapan mereka, Ara hanya mengangguk."
"ayo Dad, jawab Ares."
Arkan pun segera melajukan mobil nya, melanjutkan perjalanan menuju rumah mama leo.
"tadi Ares berdoa untuk mommy, ucapnya sambil tersenyum.'
"berdoa apa sayang, tanya Ara?."
"berdoa untuk mommy Renata agar selalu bahagia di surga, dan untuk mommy Ara semoga sehat selalu dan sayang terus sama Ares dan Daddy, jawabnya lalu mencium pipi kanan dan kiri Ara.
Mendengar pengakuan putranya Arkan mengalihkan pandangannya pada Ares lalu mengusap kepala putranya, sementara Ara memeluk Ares lalu mencium nya.
"terimakasih doanya, mommy akan selalu sayang sama Ares dan Daddy, jawab Ara sambil senyum."
Arkan tersenyum mendengar ucapan Ara.
Tiba didepan rumah orang tua leo, Ara semakin gugup. Arkan yang melihat Ara pun segera meraih tangan Ara.
"ayo masuk, karna mama dan ayah sudah menunggu, ucap Arkan."
"iya kak."
"ngak usah gugup, ucap Arkan dan mengusap punggung tangan Ara."
"mom, gendong, ucap Ares manja sambil mengulurkan tangannya."
"jalan saja, udah besar juga, tegur Arkan."
Ares langsung menunduk kerena teguran dari daddy-nya. Ara tak tega melihat Ares menunduk takut, Ara menyikut pelan lengan Arkan.
"kok ngomongnya gitu sih kak, Ares kan cuma minta gendong sama aku, ucap Ara sedikit kesal."
"sayang, sini mommy gendong putra mommy yang tampan ini, ucap Ara sambil mengulurkan tangannya."
Mendengar pujian dari mommy nya, Ares langsung tersenyum cerah menyambut uluran tangan Ara, tak butuh waktu lama Ares sudah berada dalam gendongan sang mommy.
"ayo masuk ajak Arkan, dan langsung mengandeng tangan Ara, mereka melangkah masuk kedalam rumah, Arkan membuka pintu dan melihat dua orang paruh baya sudah tersenyum manis padanya melihat mereka datang.
"assalamualaikum maa, salam Arkan."
"wa'alaikumsalam, jawab mama leo."
Arkan dan Ara menyalami kedua paruh baya itu, dan begitu juga Ares.
"ayo masuk ajak mama leo dan langsung membawa Ara serta Ares keruang keluarga Tampa menghiraukan Arkan, papa Leo terkekeh melihat Arkan dicueki oleh mamanya, karna biasanya ia yang paling ditunggu tapi kali ini ngak.
"sepertinya kamu ngak dikangenin lagi oleh mama mu Ar."
"hm..sepertinya begitu yah, jawab Arkan."
Arkan dan papa Leo langsung menuju ruang keluarga dimana Ara dan mama leo berada, tak lama datang Leo dangan senyum manisnya.
"hy kak ipar, sapa leo pada Ara."
"hy juga pak leo, ucap Ara."
"jangan panggil pak, panggil leo aja, Ara hanya mengangguk."
"hy tampan sini sama om, om kangen sama kamu, ucap leo sambil meraih tangan Ares."
Ares pun segera duduk di samping leo, lalu leo membisikan sesuatu di telinga Ares, Ares mengangguk lalu tersenyum, Arkan curiga pada Leo melihat ia berbisik pada Ares, Arkan pun menatap tajam pada leo, yang ditatap malah senyum senyum, membuat Arkan semakin kesal.
Mama leo pun mengajak anggota keluarganya kemeja makan untuk menyantap hidangan yang sudah disediakannya, Ara dan mama leo melayani orang orang yang disayanginya, setelah itu mereka menyantap makanan Tampa ada percakapan, hanya dentingan sendok yang terdengar, tak berapa lama terlihat mereka sudah menghabiskan makanan mereka masing masing.
Para pria pun beranjak dari meja makan, menuju ruang keluarga. Sementara Ara dan mama leo membersihkan meja makan dari sisa makanan mereka setelah selesai mereka pun ikut bergabung dengan para pria, Ara melihat Ares sibuk dengan mainan ditangannya. Ara melihat jam di dinding hampir jam 9, Ara pun meminjam mukena mama leo karna ia belum sholat isya.
Selesai sholat Ara kembali bergabung Dangan yang lain, tak lama Arkan memutuskan untuk pamit pulang, namun Ares menolak untuk pulang ia akan tidur dengan Leo malam ini karna besok weekend, Arkan pun tak melarang nya, Arkan dan Ara segera pamit pada semuanya lalu ia segera pulang.
"kak, apa Ares ngak nangis nanti malam?."
"ngak, Ares sudah biasa tidur disana karna kalau aku keluar kota atau keluar negri ia akan memilih tinggal dirumah mama."
"oh...jawab Ara sambil mengangguk."
Tak berapa lama Ara dan Arkan tiba dirumah, Ara segera masuk dan langsung menuju kamar yang diikuti oleh Arkan dari belakang, tiba dikamar Ara segera mengambil baju tidur untuk dirinya dan juga Arkan.
"kak, ini ganti dulu bajunya, ucap Ara sambil menyodorkan sepasang baju tidur."
"kamu aja duluan, jawab Arkan sambil menerima baju yang diberikan Ara."
"iya kak."
Ara pun segera melangkah ke kamar mandi untuk Menganti bajunya dengan baju tidur, tiba dikamar mandi Ara segera membuka bajunya tapi tangannya sedikit kesusahan membuka resleting bajunya Hinga membuat ia kesal.
"kenapa ngak bisa sih?, padahal tadi pas pake enteng aja, gerutu Ara."
"huff bagimana ini apa minta bantuan kak Arkan saja yaa?, tapi aku malu, ujar Ara."
Akhirnya Ara keluar dari kamar mandi setelah lelah mencoba membuka resleting bajunya, Arkan yang mendengar pintu kamar mandi terbuka ia segera menoleh tapi ia heran kenapa Ara masih mengunakan baju yang sama, Ara melihat Arkan sudah melepas kemejanya kini suaminya sudah telanjang dada membuat Ara deg degan padahal ini bukan yang pertama kali melihat pemandangan seperti ini, tapi tetap saja ia tak bisa menormalkan detak jantungnya.
"loh kenapa belum ganti baju, tanya Arkan."
Ara mengigit bibirnya, ia bingung arus berkata apa, tapi ia ingin Arkan membantunya melepaskan resleting dress-nya.
"hm..kak bisa tolong aku melepaskan resleting baju ini, tanya Ara sedikit ragu dan juga malu ia pun langsung menunduk."
"hm..baiklah ayo sini, ucap Arkan."
Ara mendekat dan tiba dihadapan Arkan, Ara membelakangi Arkan dan menarik rambutnya kedepan, Arkan pun mulai mencoba membuka resleting baju Ara, namun ia sedikit kesusahan, Ara sudah susah payah menahan nafasnya karna deru nafas Arkan mengenai tengkuknya Hinga membuat ia sedikit merinding.
"Ar, kayaknya ini ada benang yang nyangkut deh, ucap Arkan."
"trus gimana dong kak?."
"tunggu bentar aku ambil gunting dulu, ucap Arkan Ara hanya mengangguk."
Arkan pun segera berjalan ke nakas yang ada disamping tempat tidurnya dan mengambil gunting kecil, Arkan kembali pada Ara dan langsung mencoba melepas benang tersebut, dengan hati hati Arkan memutus benang yang menganggu di resleting itu agar tak melukai Ara. Akhirnya Arkan bisa melepas benang dan langsung menarik resleting tersebut Hinga dress-nya juga ikut turun sampai batas dada Ara, Ara kaget melihat dress-nya ikut turun dengan cepat Ara pun menahannya, tampa sadar Arkan mengecup pundak Ara yang putih mulus, Ara memejamkan matanya saat Arkan mengecup pundaknya ia merasakan sensasi yang aneh dalam dirinya.
"kak, ucap Ara, dan langsung membalik badannya menghadap Arkan."
Arkan tak menjawab, Arkan mendorong tubuh Ara hinga terpojok ke dinding, Arkan langsung menyesap lembut bibir Ara, satu lengan Arkan melingkar dipingang ramping istrinya dan tangannya satu lagi menahan tengkuk Ara untuk memperdalam ciumannya, Tampa sadar tangan Ara sudah melingkar di leher Arkan, cumbuan bibir mereka bergairah liar dan nakal keduanya sama sama menuntut.
"Ara apa boleh sekarang, ucap Arkan setelah melepaskan tautan bibir mereka, Ara pun tak dapat mempungkiri kalau ia juga inginkan hal lebih dari sekedar ciuman, Ara hanya mengangguk sebagai jawaban.
Arkan segera mengendong Ara dan membaringkannya di atas ranjang, dengan tidak sabarnya Arkan langsung menarik dress yang dikenakan oleh Ara,Hinga hanya menyisakan pakaian dalam saja. Arkan menatap Ara yang begitu tampak seksi naluri lelakinya semakin bernafsu, Ara yang merasa malu ditatap oleh Arkan pun langsung menarik selimut, Arkan pun kini mulai melepas pakaian yang tersisa ditubuhnya setelah itu ia mendekati Ara, dan mulai mencumbu istrinya dengan tangan menjamah bagian bagian sensitif istrinya, Ara tak dapat lagi membayangkan sensasi yang dirasakan nya, yang memuat ia melayang ia hanya mampu mendesah, membuat Arkan semakin liar.
Satu jam berlalu kini mereka sudah selesai dengan kegiatannya panasnya, Arkan sudah tak berdaya lagi di samping Ara.
"I Love U, ucap Arkan sambil mencium bibir Ara.
"I Love U too kak, jawab Ara.
"ayo kita tidur, ucap Arkan sambil menarik Ara kedalam pelukannya, Ara pun tidur dalam pelukannya dengan tangannya melingkar dipingang Arkan.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Kalau kurang panas panasin aja sendiri yaa, tapi yang sudah punya pasangan halal😉.
Sekian dulu dan terimakasih.
Wasalam.
...💕💕💕...
waaah..modus ini
Aku suka...semagat thor...