NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 (Belum Siap Kehilangan)

Pagi hari seperti biasa Arven akan bangun sangat pagi..

Malam tadi tidurnya cukup nyenyak..

Hal pertama yang ia lakukan setelah ia bangun adalah, mencoret satu tanggal di kalender miliknya.

Arven membuka jendela kamarnya, menghirup udah pagi yang membuat dirinya tersenyum.

" Gue masih hidup ternyata "

Arven membuka ponselnya, namun sudah ia tebak jika tak akan ada pesan masuk dari Alena sepagi ini.

Akhirnya Arven pun meletakkan ponselnya kembali.

Arven pun segera bersiap-siap, sambil ia menunggu pesan dari Alena.

...

Tepat pukul 7 Arven belum juga menerima pesan dari gadis itu.

Berulang kali ia membuka ponselnya, namun ia tak mendapati pesan dari Alena.

" Biasanya udah bawel, tumben "

Akhirnya Arven pun lebih dulu mengirimkan pesan kepada Alena.

[Arven : Pagi]

Tanpa sadar Arven tersenyum, sambil menunggu balasan dari Alena.

Dan tak lama Alena pun membalas pesan miliknya

[Alena : Tumben cuma satu kata]

[Arven : Lagi hemat kuota]

[Alena : Bohong]

Untuk pertama kalinya Arven tertawa dengan lepas, setelah mengetahui penyakitnya.

[Arven : Ga dijawab]

[Alena : Males]

[Arven : Jangan lupa, misi hari ini]

Lama Arven menunggu, namun Alena tidak membalas pesan miliknya.

" Alena..Alena.. " ucap Arven sambil tersenyum.

....

Arven tiba di kantornya pukul 8 pagi..

Saat Arven masuk kedalam ruangannya, ia dikejutkan oleh Alena yang sudah berada disana.

" Pagi, Arven " ucap Alena dengan ceria

" Pagi, lo ngapain? " tanya Arven dengan raut wajah bingung

" Duduk, lo ga liat emang ? "

Arven berjalan mendekatin Alena..

" Lo kangen sama gue ? Pagi pagi udah kesini ? "

Alena tersenyum pahit

" Gue kesini itu buat memantau lo "

Belum sempat Arven menjawab, Alena sudah mengeluarkan beberapa kotak makan dari sebuah tas miliknya.

Alena membawa buah, susu, roti dan juga makanan sehat lainnya.

Arven langsung menghela nafasnya panjang.

" Gue sakit, bukan balita Alena "

" Tapi bagi gue sama aja "

Arven tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

" Sini duduk, ga cape diri terus ? "

Arven pun duduk persis disamping Alena.

" Mau makan yang mana dulu ? "

" Gue udah makan, Alena "

" Bohong "

Alena bangun dari kursinya

" Mau kemana ? "

" Tanya Mas Bayu, mau mastiin kalau lo itu bohong atau engga "

Arven menarik tangan Alena untuk tidak pergi.

" Duduk "

Alena memandangi pergelangan tangannya, ia melihat tangan Arven yang memegang tangannya dengan erat.

Jantungnya berdegup dengan kencang

" Yaudah lepas " ucap Alena gugup

Arven langsung melepaskan tangan Alena

" Yaudah ayo makan " kata Arven

" Tuhkan bohong, udah gue bilang kan. Kalau Lo itu ga pinter bohong Arven "

" Iyah bawel "

Alena membuka satu kotak berisi roti yang sudah ia isi dengan telur.

" Apa ini ? " tanya Arven saat melihat roti buatan Alena

" Roti "

" Ya gue juga tau kalau ini roti, tapi isinya apa ? Ga beracun kan ? "

" Isinya cuma selada, telur, saus, mayo. Tenang gue ga turuh racun disana "

Arven tersenyum, kemudian ia memakan roti itu.

Sebelum Arven selesai makan, Alena sudah menyiapkan air putih untuk Arven.

" Lo ga makan ? " tanya Arven melihat Alena yang hanya memperhatikan dirinya

" Gue udah kenyang "

" Bohong "

" Beneran, tadi gue bikin dua Arven. Satunya gue makan, karena gue juga butuh tenaga buat ngurusin cowok keras kepala kayak lo "

Arven tersenyum dan kembali menikmati roti itu.

Setelah selesai memakan roti, Alena lansung menyuguhkan obat milik Arven.

" Minum obat dulu " kata Alena dengan lembut

" Iyah " Arven mengengguk

Tak ada bantahan, tak ada perlawanan.

Arven pun langsung meminum obat yang sudah Alena siapkan.

Saat Arven sedang meminum obat, Alena pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya kembali.

" Apa itu ? " tanya Arven

" Ini buku "

" Al, gue ini bukan anak bocah. Jelasinnya jangan setengah-setengah juga kali "

" Tapi kelakuan masih kayak bocah "

" Alenaaa "

Alena tersenyum, kemudian ia membuka buku yang sudah ia bawa dari rumahnya.

" Daftar Hal Yang Harus Arven Lakukan, Sebelum 30 Tahun "

Arven terdiam.

Alena mulai membuka lembaran pertama dari buku itu.

Isi daftar buku yang sudah Alena buat :

1. Liburan Ke Pantai

2. Nonton matahari terbit dan terbenam

3. Main Wahana

4. Camping

5. Jalan jalan kemanapun, dan ga boleh mikirin soal pekerjaan

6. Makan kaki lima tengah malam

7. Punya Sahabat

8. Jatuh Cinta

Arven membaca satu persatu list di dalam buku tersebut.

Pandangannya berhenti cukup lama di nomor delapan.

Tanpa Alena tau, hal itu sudah terjadi kepada Arven

Perlahan-lahan mata Arven mulai panas.

" Lo yang bikin ini semua ? "

" Iyah "

" Kenapa lo bikin ini Alena ? "

Alena tersenyum, dan mengambil buku itu dari tangan Arven

" Karena gue pengen hidup lo itu isinya bukan cuma bolak-balik kantor dan rumah sakit "

Arven tak pernah merasakan hal seperti ini.

Ia mencoba untuk tidak menangis didepan Alena.

" Arven, Lo ga boleh nyerah begitu aja "

" Liat buktinya, Lo masih hidup kan ? "

" Lo masih nyebelin "

" Lo masih bawel "

" Lo masih bisa ketawa "

" Lo masih bisa tahan nangis, karena mata lo udah merah "

Arven pun tertawa mendengar kalimat akhir Alena

" Lupain tentang sisa hidup lo, sekarang lo jalanin semuanya seperti manusia normal biasanya Arven "

Arven pun mengangguk singkat.

" Gue cuma takut, Alena "

" Gue takut tiba-tiba gue ga bisa bangun lagi "

" Gue takut, bikin orang sedih karena kepergian gue "

Arven mulai bercerita mengenai dirinya.

" Kadang setiap malam, kepala gue sakit banget sampai gue mikir apa gue mau mati ya "

" Tapi ternyata gue masih bangun "

" Gue juga punya kebiasaan pagi Alena, setiap gue berhasil bangun. Gue akan coret satu tanggalan, menandakan kalau gue memang masih hidup "

Alena mendengarkan semuanya, bahkan ia tak menyangka seorang Arven memiliki sisi lain yang begitu rapuh.

" Pasti lo pengen tau kan alasan 30 hari itu ? "

Alena mengangguk pelan

" Karena gue pengen banget ngerasain jatuh cinta sebelum gue mati "

" Gue tau kalau gue egois, gue ngelarang lo buat jatuh cinta sama gue tapi ya emang pada kenyataannya gue bukan seperti manusia lain yang bisa hidup lebih lama Alena "

Alena terdiam..

Ia merasa dadanya sangat sesak

Dan untuk pertama kalinya Alena menangis dihadapan Arven.

Bukan karena kasihan

Tapi karena marah.

" Kenapa sih lo tuh selalu mikir kalau hidup lo itu udah selesai ? "

" Karena kenyataannya begitu Alena "

" Engga Arven "

Arven terdiam

" Lo liat diri lo sekarang "

" Lo masih hidup kan ? "

" Lo masih bisa ngelakuin apapun yang lo mau Arven "

" Lo juga bisa jatuh cinta, bahkan lo juga bisa merasakan dicintai Arven "

Air mata Alena pun terus terjatuh

Dan untuk pertama kalinya

Arven merasa ada seseorang yang benar-benar takut kehilangan dirinya.

" Setidaknya bertahan Arven "

" Bukan cuma buat lo "

" Tapi juga buat gue.. "

Arven membeku

Untuk pertama kalinya ia tidak tahu harus menjawab apa

Kalimat itu cukup sederhana

Tapi membuat pertahanannya runtuh sedikit demi sedikit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!