Ashalina putri memutuskan merantau ke Batam , karna orang tuanya tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan .Dengan mengandalkan Ijazah SMAnya , Ashalina melamar menjadi buruh PT yang memproduksi barang barang Elektronik di kota yang disebut dengan kota teh obeng tersebut , kota kecil yang padat penduduknya .
Lima Tahun Ashalina bekerja sebagai buruh di pulau kecil yang berbatasan langsung dengan lautan singapur dan malaysia itu . Ashalina memutuskan untuk mencari pekerjaan ke Negara tetangga sebagai Art . karna ia harus melunasi hutang biaya pengobatan Ayahnya , kepada rentenir yang memberikannya pinjaman .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
" Si..siapa dia ? " tanya Ashalina gugub , netranya tidak lepas dari sosok yang sangat ia kenal berada di rumah orang tuanya .
" Baby ! "
Perlahan Ashalina melepas pelukan adiknya Rasyid dan langsung berdiri berjalan ke arah sosok yang sangat ia rindukan itu . Mata Ashalina berkaca kaca , bibirnya bergetar , melihat orang yang dirindukannya setengah gila itu ada di rumah orang tuanya .
" Plakkk !!!! "
Ashalina langsung mendaratkan satu tamparan yang cukup keras ke wajah Mr Ze setelah ia berdiri tepat di hadapannya ,membuat semua terlonjak kaget .
" Baby ! " ucap Mr Ze , satu tangannya sudah memegangi pipinya , ia tidak menyangka Ashalina akan menamparnya tanpa bertanya terlebih dahulu .
" Aku tidak akan bertanya ! kenapa kau bisa ada disini , sekarang aku minta ! pergi dari sini ! dan jangan pernah menampakkan diri lagi di depanku atau pun keluargaku " berbicara dengan merapatkan giginya , kemudian Ashalina berlari masuk ke dalam kamar yang ditempatinya dulu , dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan posisi telengkup , menangis .
Ashalina sangat kecewa , ia merasa sudah di permainkan Mr Ze . ia sudah hampir gila menunggu Mr Ze yang tak kunjung ada kabarnya . Ashalina tidak menduga , ia menemukan Mr Ze di rumah orang tuanya .
" Baby ! " panggil Mr Ze lagi , melangkahkan kakinya menyusul Ashalina .
" Biar Amak saja ! " ucap Ibu Ratih , menghentikan langkah Mr Ze . Ibu Ratih pun berdiri dari tempat duduknya , berjalan masuk ke kamar Ashalina .
" Iya Mak ! " balas Mr Ze , ia pun duduk bergabung bersama Ayah Ashalina beserta kedua adiknya .
Sampai di dalam kamar , Ibu Ratih langsung menurunkan bingkai photo yang berukuran 4R dari dinding kamar Ashalina .Di dalamnya terdapat photo anak laki laki sekitar sepuluh tahunan dan photo anak perempuan lima tahunan , kemudian membawa photo itu mendekati Ashalina ke atas tempat tidur .
" Acha ! " panggil Ibu Ratih mengusap kepala putri kesayangannya . " Amak sudah tau semua , Amak sudah dengar semua cerita pertemuan kalian . Dia diantar Ibunya kesini dua bulan yang lalu , dia mengalami amnesia setelah mengalami kecelakaan yang di akibatkan Ayah tirinya , ingatannya baru pulih dua minggu yang lalu ."
Ashalina langsung diam dan membalik tubuhnya menghadap Ibunya .
" Maksud Amak ? " tanya Ashalina , bingung .
Ibu Ratih pun menunjukkan Photo yang di tangannya kepada Ashalina .
" Apa kamu masih ingat dengan Photo ini ? " tanya Ibu Ratih menunjuk photo anak laki laki yang ada di dalam bingkai photo di tangannya .
" Ini kan photo kak Zeyn ! " jawab Ashalina , langsung duduk dan mengambil bingkai Photo itu dari tangan Ibunya . Ia tidak akan lupa dengan photonya dengan anak laki laki di dalam bingkai itu . Photo yang sudah menjadi obat rindunya dengan sosok laki laki yang sudah menjadi kakak baginya itu .
Photo itu dulu di ambil saat Zeyn akan merangkat bersama Ibunya kembali ke Negara asal Ibunya ke Negri jiran Malaisya . Setelah Ayah Zeyn meninggal Dunia di kampung halaman Ayahnya .
Ayah Zeyn bernama Faisal Ahmad Maulana adalah orang berdarah minang merantau ke Malaysia . Bertemu dengan Momy Jeny , seorang gadis berdarah Cina . Mereka saling jatuh cinta dan akhirnya menikah . satu Tahun pernikahan mereka lahirlah buah hati mereka yang di bery nama : Zeyn Fachry El Mahfudz .
Setelah Zeyn barusia 5 Tahun , Faisal Ayah Zeyn memutuskan pulang ke kampung halamannya , membawa anak dan istrinya , yang bertepatan satu kampung dengan Ashalina kecil dan rumah mereka pun kebetulan bertetangga .
Saat Itu usia Ashalina baru hitungan Bulan , baru belajar duduk .
Semenjak itulah Zeyn yang berusia 5 Tahun mengenal dan dekat dengan Ashalina kecil . Zeyn yang pada saat itu sangat ingin memiliki adik , sangat senang dengan Ashalina , sudah menganggap Ashalina seperti Adiknya . Ia sering kerumah Ashalina untuk bermain main dengan Ashalina kecil yang menggemaskan . Sampai Ashalina bisa berjalan dan sampai tiba Zeyn harus meninggalkan kampung halaman Ayahnya , Zeyn selalu memperlakukannya layaknya adik perempuannya sendiri .
" Dia orang yang sama dengan yang kamu tampar " jelas Ibu Ratih .
" Acha ! , apa kamu tidak mengenali kakak Zeynmu ini ? " suara itu mengalihkan tatapan Ashalina ke arah pintu kamarnya . Mr Ze melangkahkan kakinya mendekati Ashalina .
" Mr Ze ! " gumam Ashalina .
Mr Ze Mengambil bingkai photo itu dari tangan Ashalina , setelah mendudukkan tubuhnya di depan Ashalina di atas ranjang .
" Aku adalah kakak Zeynmu Acha ! " ucap Zeyn , memeluk Ashalina .
" Kakak Zeyn ! , kamu benaran kakak Zeynku ? " Ashalina langsung membalas pelukan Mr Ze , Tangisnya pun pecah , Ashalina tidak pernah lupa dengan kakak Zeynnya itu , hanya saja ia tidak bisa membayangkan seperti apa wajah Zeyn setelah hampir 19 Tahun perpisahan mereka ." Kenapa kakak tidak gendut lagi seperti yang di Photo ? wajahnya juga tidak mirip ? " tanya Ashalina dari dalam pelukan Mr Ze .
" Kakak kurus , karna harus mencari duit yang banyak , supaya bisa beli pesawat seperti yang pernah kamu minta sama kakak " canda Mr Ze , mengingat Ashalina kecil pernah meminta pesawat kepadanya.
Ashalina berhenti menangis karna mengingat sesuatu , kemudian Ashalina melepas pelukannya dan menjauhkan sedikit badannya agar bisa melihat wajah Mr Ze .
" Tadi Amak bilang , kak Zeyn sudah menceritakan pertemuan kita , jadi Mr Ze sudah tau kalau itu aku saat di Singapur ? " tanya Ashalina ,menelisik . Mr Ze pun mengangguk sambil terseyum .
" Kalau sudah tau itu aku !! , kanapa kakak masih kurang ajar sama aku !!? " ujar Ashalina galak , kedua cakarnya sudah menjambak rambut Mr Ze .
" Aku kecewa sama kamu kak Zeyn !! , kenapa kamu menjadi pria bajingan !!? "
Mr Ze pun menangkap kedua tangan Ashalina yang tidak mau berhenti menjambak rambutnya .
" Maafin kakak Acha ! , kakak juga tidak langsung mengenalimu ! "
" Trus semenjak kapan kakak mengenaliku ? "
" Semenjak kakak melihat tatapan mata ini ! , saat kita tidak jadi menjalankan proyek kita , kaka merasa seperti mengenal mata ini . pikiran kakak selalu terganggu semenjak itu , dan akhirnya kakak menyelidikinya . Dan kamu ingat saat kamu malam hari ketiduran di sofa ruang tamu ? , pagi harinya kamu sudah terbangun sudah di dalam kamar . Malam itu kakak pulang tengah malam , saat itu kakak sudah mengetahui kalau kamu adalah Acha adik kakak " jawab Mr Ze .
" Dari mana kakak tau ? " tanya Ashalina lagi .
" Namamu tidak asing bagi kakak , setelah melihat Alamat dan tanggal lahirmu yang tertera di dalam paspor , kakak yakin kalau kamu Acha adik kakak . kemudian saya menyuruh karyawan saya menyelidikinya langsung kesini untuk memastikannya " jawab Mr Ze .
" Pantas saja Mr tiba tiba berubah jadi perhatian " Ashalina cemberut , karna sudah merasa di bohongi .
" Maafin kakak sudah sempat melupakanmu " ucap Mr Ze , menarik Ashalina lagi ke dalam pelukannya.
" Kanapa kakak tidak memberitahuku ? " tanya Ashalina lagi .
" karna kakak sudah jatuh cinta sama kamu saat pertma kali melihat wajah cantik adik kakak ini . kakak takut , kamu tidak mau jatuh cinta pada kakak ! " jawab Mr Ze .
" Malam ini kalian harus dinikahkan , Ayah tidak yakin , apa yang sudah kalian lakukan saat kalian tinggal hanya berdua saja " ujar Ayah Ashalina . Dari tadi hanya diam menonton pertunjukan drama yang antara Mr dan Ashalina .
" Menikah ? " ucap Ashalina .
mana lanjutan nya ya