I Love You Tante..! 2 adalah sekuel dari Novel yang berjudul sama, I Love You Tante..!.
Di Novel ini akan diceritakan tentang perjalanan rumah tangga yang berbeda usia, Antara Nia dan Bobby.
Perbedaan usia yang cukup jauh -+14 tahun pasti banyak sekali perbedaan sudut pandang.
Apakah Nia dan Bobby mampu bertahan seperti kedua orang tua Nia yang mempunyai kehidupan yang bahagia walaupun menjalani pernikahan beda usia juga?
Disini juga akan diceritakan tentang restu dari orang tua Bobby dan juga kehidupan rumah tangga para sahabat-sahabat Nia.
Bila ingin membaca novel ini, author sarankan untuk membaca Novel yang berjudul I Love You Tante..! yang pertama dulu. Biar nyambung ya reader.🙏🏼😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28# POV Fajar & Melati
Melati terbaring lemah di atas ranjang yang biasa untuk menangani pasien Nenek Kokom. Melati membuang tatapan nya, saat Fajar mendekati dirinya. Melati sangat membenci Fajar. Bagi Melati, Fajar adalah lelaki brengsek yang pernah ia temui selama 17 tahun ia hidup.
Fajar mengeluarkan beberapa juta uang tunainya dan mencampakkan nya di atas ranjang dimana Melati yang sedang terbaring.
"Setelah aku pikir-pikir, lebih baik kamu di sini saja sampai sembuh. Setelah itu jangan pernah kembali lagi ke rumah. Menghilang lah, bila kamu berani mencari masalah dengan ku, aku akan membuat kamu menyesal." Ucap Fajar.
Melati diam saja, ia tidak ingin menanggapi ucapan Fajar. Air mata terus mengalir di sudut matanya.
"Aku mau kembali ke penginapan, besok aku akan kembali ke Jakarta. Kamu langsung saja pulang setelah dari sini. Itu uang sudah cukup untuk modal kamu berobat dan membuka usaha di kampung. Ingat, JANGAN PERNAH CARI MASALAH DENGAN KU. AKU ADALAH ORANG HUKUM. Paham?" Tegas Fajar.
Melati masih diam membisu dan tidak sama sekali menoleh kepada Fajar.
Fajar melangkah keluar dari ruangan itu dan pergi meninggalkan gubuk Nenek Kokom dengan mobil mewah nya.
Melati pun menangis tersedu-sedu. Ia merasakan sakit yang luar biasa di hati dan perut nya. Ia tidak menyangka majikan yang sangat ia hormati ternyata tega untuk mencelakakan dirinya.
Flashback on
6 bulan yang lalu,
Melati yang baru saja selesai mandi, keluar dari kamar mandi pribadi nya yang terletak di dalam kamar yang sedang ia tempati, pada malam itu.
Dengan berbalut handuk, melati membuka lemari pakaian nya dan memilih pakaian untuk ia kenakan. Saat ia menutup kembali pintu lemarinya, ia melihat Fajar sudah berdiri di belakang dirinya lewat pantulan cermin yang terdapat di pintu lemarinya.
Melati terkejut dan membalikkan tubuhnya dan menatap Fajar dengan wajah yang takut.
"Tu-tuan." Ucap Melati.
Tanpa basa-basi, Fajar langsung menghampiri Melati dan membekap mulut gadis itu. Melati berusaha meronta-ronta, Tetapi apa daya, tenaga Fajar jauh lebih kuat dari pada dirinya.
Saat itu sudah memasuki tengah malam, Farah yang sedang tidur di kamarnya tidak mungkin mendengar kejadian itu. Karena kamar Farah kedap suara. Jadi, tidak terdengar suara dari luar ataupun dari dalam ke luar.
Malam itu juga kesucian Melati di rampas oleh Fajar. Dan malam itu juga ia mulai akrab dengan ancaman-ancaman yang keluar dari mulut Fajar.
Melati sangat terpukul, terlebih saat Fajar mulai ketagihan untuk melakukan hal itu dengan dirinya. Tetapi, Melati tetap berusaha biasa saja bila di depan Farah. Melati sangat sayang dengan majikan perempuannya itu. Ia tidak ingin Farah merasa terpukul gara-gara pengakuan nya.
Flashback off
Kini Melati bingung dengan hidupnya. Ia tidak tahu lagi bagaimana masa depan nya nanti. Yang jelas, Melati sedikit merasa lega, karena Fajar melepaskan diri nya. Melati tidak perlu merasa di teror lagi setiap malam hari. Ia bisa hidup bebas dari lelaki itu.
..
Fajar duduk termenung di sofa kamar hotel yang sengaja ia sewa untuk malam ini. Jauh di lubuk hatinya, ia tetap merasa bersalah dengan semua yang terjadi. Terlebih ia telah membunuh darah dagingnya sendiri.
Lelaki berkaca mata itu pun menghisap rokok nya dalam-dalam dan menghembuskan asap nya dengan perlahan. Kini Fajar mulai menangis dengan apa yang telah terjadi di dalam hidupnya.
Flashback on
Iseng-iseng, Fajar yang single menghampiri Naya, rekan kerja nya yang sedang duduk di kantin kantor mereka.
"Nay, punya teman cewek gak? Gue jomblo, pengen nikah tapi gak punya pasangan." Ucap Fajar.
Naya yang sedang menyantap makan siang nya menatap Fajar dengan seksama, lalu ia tersenyum saat merasa Fajar sangat cocok dengan Farah.
"Ada. Tapi, single parent." Ucap Naya.
"Janda? Yah jangan yang single parent dong." Ucap Fajar.
"Lu mau kaga? Yang ini beda, dia cantik. Gue yakin lu bakal suka sama dia. Dia juga lagi mencari pendamping. Lu mau sukur, kalo kaga gue kaga ada temen lagi." Ucap Naya.
"Ya sudah lah, gue liat dulu orang nya." Ucap Fajar.
Naya pun mengatur pertemuan Fajar dengan Farah. Sejak pandangan pertama, Fajar sudah jatuh cinta dengan Farah. Tetapi, satu yang mengganjal di hatinya adalah Farah sudah memiliki anak.
Sejak pertemuan nya dengan Farah, Fajar berusaha untuk mengenal Farah lebih dekat lagi. Tetapi ia tetap enggan untuk mengatakan perasaannya kepada Farah.
Karena Fajar tidak kunjung mengatakan cinta kepada Farah, Farah pun mulai menjauh. Tentu saja hal itu membuat Fajar mulai merasa takut kehilangan Farah.
Setelah pertimbangan yang matang, akhirnya Fajar memberanikan diri untuk melamar Farah di acara pertunangan Naya. Beruntung bagi Fajar, ternyata Farah menerima lamaran dirinya.
Sejak saat itu, Fajar berusaha menerima Queen dan menganggap Queen sebagai anak kandungnya sendiri. Tentu saja hal itu berhasil. Queen menjadi dekat dengan dirinya dan selayaknya Bapak dan Anak kandung.
Tetapi, masalah mulai datang sejak Farah hamil Athar yang saat itu sudah menginjak kehamilan 7 bulan. Beberapa teman Fajar ada yang mengenal Farah dengan baik, dan menceritakan masa lalu Farah yang kelam, kepada dirinya.
Seseorang mungkin bisa berubah, tetapi jejak yang ia tinggalkan tetap akan terukir di masa lalu nya dan ingatan seseorang yang mengenal dirinya.
Pertama, Farah suka dunia malam. Hingga Farah mempunyai banyak teman tapi mesra sebelum memiliki Queen. Bahkan, teman tapi mesra Farah ternyata adalah sepupu Fajar sendiri. Hal itu cukup membuat Fajar merasa terpukul.
Kedua, Farah memiliki anak diluar nikah dengan seorang pejabat yang bernama Gunawan. Hal itu tentu saja membuat citra Farah semakin buruk di mata rekan dan kenalan Farah. Mereka mulai Grasak-grusuk di belakang Farah dan mempengaruhi pikiran Fajar yang menjadi menyesal dengan keputusan nya menikahi Farah dan membenci Queen.
Sejak saat itu, Fajar tidak lagi mau menyentuh Farah dan kesalahan Fajar, ia tidak juga mau membahas masalah ini dengan Farah. Walaupun Farah memaksa nya untuk berbicara. Hal itu lah yang membuat Farah menjadi bertanya-tanya tentang perubahan sikap Fajar.
Fajar tak tahu dari mana akan memulai untuk membahasnya bersama Farah. Karena ia merasa dirinya lah yang bodoh, karena dia tidak mencari tahu dengan baik sebelum memutuskan menikahi Farah.
Karena perasaan nya yang mengganjal tidak terlampiaskan, Fajar pun melampiaskan nya dengan sikap kasarnya dengan Farah dan Queen.
Suatu hari, pada hari minggu. Saat Fajar sedang dirumah, Ia melihat Melati yang sedang bermain dengan Athar. Fajar terus menatap Melati sambil menikmati kopi nya.
"Lumayan juga." Gumam Fajar.
Sebagai lelaki normal yang sudah jarang melakukan hubungan intim, Fajar pun mulai tergoda dengan Melati. Selama ini Fajar melampiaskan nya dengan bergaul bersama wanita malam, sejak tidak lagi dengan Farah.
Saat ia melihat melati, ia merasa Melati yang lugu, dan bersih, dapat ia manfaatkan untuk kesenangan dirinya.
Fajar berhenti menatap Melati saat melihat Farah menyusul dirinya yang sedang duduk di ruang keluarga. Saat Farah duduk di sampingnya, Fajar pun beranjak dari duduk nya dan pergi menuju beranda rumah itu sambil membawa gelas kopi nya.
Fajar tahu Farah akan merasa terluka. Tetapi, inilah hukuman dari Fajar kepada Farah, karena ia tidak bisa menerima masa lalu istrinya itu.
Malam hari nya, Fajar terus memikirkan Melati. Ia yakin betul bila melati masih suci dan bersih. Lalu, pikiran Fajar mulai tidak terkontrol dan ia pun melakukan itu kepada Melati dengan memaksa gadis itu untuk melayani nya hingga sampai 6 bulan lamanya.
Flashback off
Kini Fajar sudah berhasil menyingkirkan Melati dan bayi yang sedang di kandung gadis itu. Tidak ada jejak lagi bagi Fajar. Kini ia bisa kembali tenang dan tak akan pernah lagi bertemu dengan Melati.
Satu hal yang masih membuat Fajar bingung untuk menceraikan atau lanjut dengan Farah, Otak nya mengatakan jijik dengan Farah, tetapi hatinya masih mencintai Farah.
Ah, Cinta dan benci begitu tipis. Setipis benang merah yang nyaris saja tidak terlihat. Itulah mengapa, banyak orang yang membenci tetapi sulit untuk melepaskan.
bnyak bnget pelajara hidup dari cerita ini
terimakasih ototr tersayang ❤❤❤❤
kasian farah sm queen