NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Di depan mobil itu William bersandar diam, rokok sudah ia sesap entah kapan. Dihadapannya sudah ada Akila.

"Berlututlah." Ucap William dengan datar.

Awalnya Akila diam namun setelahnya ia melakukan apa yang William katakan.

Akila berlutut, kepalanya menunduk sedangkan matanya menatap gelang pemberian Natalie.

"Aku akan bersumpah memulai neraka untukmu." Ucap William menatap Akila yang kini berlutut tanpa mengangkat kepalanya.

Tiba-tiba langkah William maju, ia berjongkok di hadapan Akila lalu mengangkat dagu Akila hingga tatapan mereka kembali bertemu.

Akila itu cantik, ia punya hidung yang mancung dan kulit yang sungguh putih. Tatapannya menyiratkan seakan ia tak pernah takut dengan apapun.

"Kau membuat duniaku semakin hancur, harusnya gantikan Mommyku. Kenapa harus Mommy ku yang tiada? Kau tampak tak penting ada di dunia ini." Ucap William.

Akila masih saja diam sekalipun ia membalas tatapan William.

Sesuatu yang tak Akila sangka adalah tangan besar milik William malah beralih ke lehernya lalu mencekiknya membuat Akila sulit bernafas.

"Akhhh!"

Plak! Plak!

Akila memukuli tangan William, ia tercekik dan nafasnya tak bisa keluar melalui mulut bahkan hidung sekalipun.

William tak menghentikan aksinya, wajah Akila sudah memerah membuat ia memilih pasrah alih-alih melawan sampai akhirnya William melepaskan cekikan itu sendiri.

Akila tersungkur usai William dorong dengan kasar.

"Bawa dia ke Mansion. Aku tak peduli jika keluarganya akan mencarinya." Ucap William dengan tegas lalu masuk ke dalam mobil.

Sedangkan Akila kini ditarik pelan oleh Reno.

"Masuklah." Ucap Reno membuka pintu mobil.

Akila mencoba melawan.

"Jangan membawaku, aku..."

"Anda tak akan bisa melawan Tuan William. Jikapun anda ingin melawan, maka hanya akan kematian yang membawa anda pada tujuan akhir." Ucap Reno.

Melihat Akila kembali diam, segera Reno dorong tubuh Akila masuk ke mobil.

---

Malam itu.

Akila terkurung di dalam sebuah ruangan yang minim cahaya, tidak kotor hanya saja ruangan itu kosong tanpa ada benda apapun.

Akila memeluk lututnya seorang diri.

Menangis? Tidak, Akila terlalu muak untuk menangisi kisah hidupnya yang cukup rumit ini. Takdir seolah sangat jahat padanya.

Selalu saja ia menggantikan apa yang sudah Kiara lakukan. Haruskah Akila membela diri saja?

Mungkinkah ia akan baik-baik saja jika mengatakan segalanya? Bukan dia yang membawa mobil dalam keadaan tidak fokus, semuanya sudah diubah oleh Ben. Ia menjadi tersangka atas apa yang tidak ia lakukan.

Akila menutup wajahnya di balik lutut itu.

Selama ini ia hanya sendiri menghadapi hidup yang terasa rumit ini.

Ben terlalu hebat memanipulasi segalanya selama ini, sekalipun Akila berontak ia tak punya hak untuk itu. Akila wajib menurut dan mengikuti mau Ben.

"Kevin, kenapa kau tega melakukan hal ini padaku? Jika kau tidak mencintaiku untuk apa kau mengatakan bahwa kau akan menikahiku dan membawaku keluar dari keluarga Mason? Apa semuanya bohong? Lebih sakit saat kau menipuku dan menikamku seperti ini, mendengar penjelasanmu saja membuat aku tidak sudi." Ucap Akila bergumam kecil.

Jujurnya Akila lapar, ia memang sering kelaparan namun kali ini laparnya sudah dua kali lipat. Sejak sadar dari rumah sakit, ia sama sekali belum makan apapun.

"Apa aku harus menahan diri? Aku benar-benar sangat lapar." Ucap Akila.

Perlahan Akila bangkit berdiri, kepalanya sangat pusing. Ia melangkah hendak mencoba membuka pintu itu tapi sayangnya usahanya sia-sia. Pintu terkunci.

Brak! Brak!

Akila memukuli pintu itu berharap seseorang mendengarnya.

"Tolong buka pintu ini, aku benar-benar sangat lapar." Ucap Akila.

Akila tertawa hambar mengingat dirinya ada ditempat itu karena Kiara.

Apakah mungkin Ben atau Mathilda memikirkan nasib Akila entah kemana? Sudah dipastikan bahwa pasangan itu tak akan peduli pada Akila sama sekali.

Tubuh Akila makin lemah, ia tak bohong kalau rasanya sungguh melelahkan.

Sekali lagi Akila mencoba memukul pintu itu sampai tubuh Akila terdorong ke belakang.

Ada William yang muncul dengan kemeja putih yang tidak terkancing dengan benar, tatapannya masih saja sama.

Akila hampir jatuh, untungnya William menarik tangan Akila membuat tubuh Akila menyatu di dada William. Wajah pucat itu terlihat oleh William.

"Aku lapar." Ucap Akila.

William mendorong tubuh Akila hingga akhirnya jatuh juga ke lantai.

"Kau akan dapat makan jika kau setuju menjadi pelayan seumur hidup di Mansion ku. Akan aku buang kau jika aku sudah muak melihatmu, setidaknya aku akan membuangmu ke neraka." Ucap William.

Akila mengepalkan tangannya, ia mengangkat wajah menatap William.

"Aku... aku bukan," Akila menjeda ucapannya.

Ia ragu untuk mengatakan hal yang harus ia katakan, untuk saat ini William memang butuh pelampiasan karena kehilangan sosok berharga dalam hidupnya.

Akila mengangguk pelan, ia akhirnya malah setuju pada maunya William.

Ibaratnya Akila ini sudah tinggal di kandang buaya kini malah berpindah haluan di kandang singa.

William berjongkok di depan Akila, ia menarik dagu Akila. Tatapan William sangat datar.

"Berbaurlah dengan para pelayan, mulai detik ini hanya ucapanku yang wajib kau dengarkan. Ikuti aku!" Ucap William seraya menekan cukup kuat rahang Akila.

Akila menatap kepergian William, setelahnya ia menyusul langkah William dengan lelah.

---

Tubuh itu diam duduk menikmati angin malam yang menerpa kulitnya.

Mansion milik William terlalu besar dibanding milik Ben, namun sekalipun begitu tetap saja Akila merasa sama.

Tak ada tempat yang lebih baik dalam hidupnya selama ini.

Saat ini ia berada di luar Mansion, ada banyak mata yang menatapnya dan Akila berharap dunia yang memuakkan ini cepat berakhir.

Lagi dan lagi mata Akila terarah pada gelang yang sempat Natalie berikan padanya.

Sosok Natalie itu sangat baik, andai saja wanita itu masih ada mungkin Akila tidak berada dalam genggaman William seperti saat ini.

Tiba-tiba...

"Apa kau berpikir bisa lepas dariku?" Tanya William seraya membawa berkas di hadapan Akila.

Tak lama berkas itu terlempar hingga jatuh ke kaki Akila.

"Orang tuamu tanpa ragu menyerahkan kau padaku. Aku tak peduli siapa kau, tapi aku ingin kau membayar atas dosa yang telah kau lakukan pada Mommyku. Melihat kau baik-baik saja membuatku merasa tak rela." Ucap William.

Diamnya Akila mampu membuat William geram.

Tangan Akila ditarik kasar oleh William.

"Wajahmu arogan, tidak bisakah kau sedikit tunduk padaku?! Disini kau yang bersalah!" Ucap William.

Tatapan penuh dendam itu benar-benar mengusik Akila, mengapa setiap kali Akila tak terima atas ucapan William selalu saja ingatan mengenai Natalie terngiang dalam benak Akila.

"Aku tak pernah berniat membuat..."

William langsung mencengkram rahang Akila dengan sangat kuat, rasanya benar-benar sakit sekali. Akila hanya bisa meringis seraya memegangi tangan William.

Ia mau mengeluh sakit, tapi bicara saja ia tak mampu.

"Kau ingin mengelak bahwa kau bukan dalang dari segalanya begitu? Aku bukan orang bodoh. Hanya kau satu-satunya yang tertinggal disana! Tak ada orang lain! Bahkan tunanganmu mengatakan bahwa kau adalah pelaku yang membuat kecelakaan itu terjadi!" Ucap William.

Akila bisa melihat kemarahan William, matanya memancarkan kebencian yang sangat dalam pada Akila.

Akila tersungkur lagi saat William menepis cengkraman itu dengan kasar.

Senyum William menakutkan.

"Bagaimana jika kau menjadi pelayan ranjangku saja?" Tawar William menyeringai.

Akila menggeleng, ia mundur. Lebih baik ia lari saja, sejak awal ia tak berpikir bahwa William akan menginginkan tubuhnya juga.

"Tidak!" Ucap Akila menolak.

Akila mau pergi tapi William menahannya.

"Jangan bodoh! Pembunuh sepertimu tidak layak mendesah di ranjangku!" Tegas William emosi.

Rambut Akila dijambak lalu ia diseret seperti ia bukan layaknya manusia.

Akila tidak menangis, hanya saja sakitnya mampu mengeluarkan air mata Akila.

"Sakit! Sakit!" Ucap Akila.

William terus melakukannya sampai Akila berada di dalam Mansion.

Tubuh yang bersih dan terawat itu kini mulai memerah bahkan ada luka di beberapa bagiannya.

William berjalan ke arah lain, tiba-tiba ia menghancurkan banyak barang bahkan benda berbentuk kaca.

Pyrrr! Prang!!!

Semua hancur, tatapan penuh emosi kembali menatap Akila.

"Kau bersihkan tempat ini seorang diri! Jika aku kembali dan aku melihat ada beling satu saja, maka aku akan meminta kau menelan beling itu." Ucap William seperti tak main-main.

Akila masih diam, beberapa beling yang jatuh sudah mengenai kakinya. William menakutkan dan mengerikan.

'Aunty Natalie, kau punya Putra yang buruk. Dia bukan manusia, dia adalah sosok iblis. Kau seperti malaikat yang melahirkan Putra seorang iblis.' ucap Akila membatin menahan rasa perih akibat ulah William.

Emosi William tak berkurang, ia bahkan menendang beling itu hingga mengenai Akila. Beberapa pelayan sungguh merasa kasihan namun tak bisa berbuat banyak termasuk Reno juga hanya bisa menunduk melihat emosi milik William.

Kehilangan Natalie membuat William makin kacau.

William bersuara dengan pelan.

"Reno, antar aku ke tempat Antonie. Aku ingin menendang kakinya hingga benar-benar lumpuh." Ucap William.

Emosi William ternyata tidak selesai sampai disana saja.

Usai mengatakan itu William pergi disusul oleh Reno.

Seorang pelayan berani mendekati Akila, terlihat dari usianya jelas dia lebih tua dari Akila.

"Nona, ayo biar saya bantu." Ucapnya.

Akila segera menggeleng, ia bisa melihat ada banyak cctv di Mansion itu. Jika Akila dibantu oleh pelayan itu maka sama saja Akila mengajak pelayan itu menderita bersamanya.

"Aku baik-baik saja. Aku akan mengatasi ini sendirian." Ucap Akila perlahan bangkit.

Wanita yang berpakaian pelayan itu menatap sedih pada Akila yang benar-benar jauh dari kata baik-baik saja.

"Jika Nona butuh bantuan maka jangan sungkan pada saya, panggil saja saya Sari." Ucapnya memberikan senyum pada Akila.

Akila mengangguk pelan, kemudian Akila segera membersihkan kekacauan yang William ciptakan.

---

Bersambung

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!