NovelToon NovelToon
Natasya

Natasya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Bundew

Natasya dan Dion sudah berpacaran sejak di bangku SMA.
Namun saat rencana pernikahan indah keduanya sudah di depan mata, sebuah hal buruk menimpa Tasya dan membuat hubungan Dion dan Tasya menjadi berantakan.

Akankah Dion tetap bertahan dan menerima Tasya apa adanya, meskipun Dion tahu jika Tasya bukan lagi gadis yang sempurna?

Apakah Tasya pada akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan dan rasa trauma yang mendalam setelah hal buruk yang menimpanya?

"Yang sulit dari sebuah hubungan adalah bukan bagaimana kamu mendapatkannya, tapi bagaimana kamu tetap mempertahankannya meskipun tak ada lagi kesempurnaan di dalamnya"

*****

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengunjungi Panti Asuhan

"Hari ini jadi ke panti, Sya?" Tanya Mama Sarla yang sudah akan berangkat ke kantor.

Tasya yang masih mengenakan baju tidur, duduk dengan malas di kursi meja makan.

Tasya mengambil roti isi selai strawberry yang ada di piring di depannya dan menggigitnya sebelum menjawab pertanyaan dari sang mama.

"Jadi, ma" jawab Tasya di sela-sela ia mengunyah roti isinya.

"Mau pergi sama siapa?" Tanya mama Sarla lagi.

"Sama Dion, Ma" jawab Tasya. Ia sudah selesai memakan roti isinya.

Tasya meneguk segelas air putih.

"Yaudah, hati-hati ya kalian berdua. Mama titip salam buat bu Ranti" mama Sarla mengusap puncak kepala Tasya.

"Mama mau pergi sekarang? Kenapa pagi-pagi sekali?" Tasya protes

"Iya, banyak yang harus mama siapin di kantor. Nanti kamu pulangnya jangan kesorean ya.

Mama mungkin pulang agak malam." Pesan mama Sarla panjang lebar.

Tasya mengangguk.

"Mama juga hati-hati" Tasya mencium punggung tangan mama Sarla

"Mama berangkat, Bye" mama Sarla melambaikan tangan sembari bergegas keluar dari rumah.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara motor mama Sarla yang semakin lama semakin terdengar menjauh hingga akhirnya hilang sama sekali.

Tasya melihat ke arah jam yang tergantung di dinding ruang makan.

Belum ada jam tujuh.

Tasya memutuskan untuk mandi dulu agar badannya lebih segar dan rasa kantuknya hilang.

*****

Dion melihat sekali lagi penampilannya di cermin besar yang ada di kamarnya.

Celana jeans dan kaos putih yang ia kenakan hari ini membuatnya terlihat santai.

Setelah merasa yakin dan siap, Dion beranjak keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.

"Di, mau kemana pagi-pagi?" sapa mama Wina yang berpapasan dengan Dion di bawah tangga.

"Mau pergi" ucap Dion dingin.

"Pergi kemana? Ini kan weekend, apa mau latihan basket lagi?" Tanya mama Wina panjang lebar.

Dion memutar bola mata merasa malas untuk menjawab pertanyaan wanita paruh baya tersebut.

"Dion ada janji sama temen" jawab Dion akhirnya. Mama Wina hanya mengangguk.

"Yaudah hati-hati" mama Wina mengulurkan tangannya bermaksud agar Dion mencium punggung tangannya dan berpamitan dengan benar.

Meskipun sedikit kesal dan malas, namun Dion tetap melakukkannya.

"Dion pergi" ucap Dion sambil berlalu.

Mama Wina hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap dingin anak sambungnya tersebut.

Kevin yang sedang berolah raga pagi di halaman, heran melihat Dion yang sudah rapi pagi-pagi begini.

Meskipun penasaran, Kevin enggan bertanya dan membiarkan Dion berlalu begitu saja.

Dion menyalakan mesin motornya dan segera melajukannya keluar melewati gerbang menembus jalanan Sabtu pagi yang masih lengang.

Tujuannya hanya satu kini, rumah Tasya.

Dion sudah sampai di depan rumah Tasya. Masih terlihat sepi.

Dion melihat jam yang melingkar di tangannya.

"Gue kepagian" gumam Dion pada dirinya sendiri.

Ia menengok sebentar ke rumah tante Desi.

Sama sama sepi. Tante Desi memang sedang ke luar kota. Jadi wajar rumahnya sepi.

Dion memilih untuk langsung masuk ke halaman rumah Tasya.

Karena pintu depan rumah Tasya masih tertutup, Dion memutuskan untuk menunggu Tasya dan duduk di kursi yang ada di teras rumah Tasya.

*****

Tasya sudah siap sekarang. Celana jeans, tshirt dan sebuah cardigan panjang melengkapi penampilan santainya hari ini.

Tak lupa Tasya membawa tas kecil.

Ia memeriksa ponselnya. Tak ada pesan dari Dion.

"Mungkin dia dalam perjalanan. Sebaiknya aku menunggu di depan" gumam Tasya.

Ia pun memakai sepatu kets dan berjalan menuju pintu keluar.

Tasya yang baru saja akan keluar, terkejut melihat Dion yang sudah duduk santai di teras rumahnya sembari bermain ponsel.

"Di, udah lama?" Tanya Tasya terkejut.

"Lumayan. Gimana? Sudah siap?" Jawab Dion santai.

Tasya mengangguk.

"Ayo langsung berangkat aja. Biar gak kesiangan" ajak Dion sambil melihat arlojinya sekali lagi.

Tasya hanya mengangguk dan berjalan terlebih dahulu menuju ke arah motor Dion.

Dion melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Bermodalkan alamat yang diberikan oleh mama Sarla, dua remaja tersebut menyusuri jalan yang mulai padat oleh orang orang yang sepertinya hendak liburan.

Setelah sempat tersasar beberapa kali, mereka akhirnya sampai di sebuah panti asuhan.

Dion membelokkan motornya ke halaman panti asuhan tersebut. Suasana riuh dari anak-anak yang sedang bermain berlarian langsung terdengar saat Dion dan Tasya baru turun dari motor.

Seketika ingatan Tasya melayang pada kenangan beberapa tahun silam, saat dirinya masih tinggal disini.

Tasya memejamkan matanya untuk mengenang kembali moment-moment tersebut. Sebuah senyuman tersungging di bibir Tasya.

Seorang wanita paruh baya menghampiri Dion dan Tasya.

"Selamat pagi, ada keperluan apa ya?" Tanya wanita paruh baya tersebut.

Tasya membuka matanya dan langsung mengenali wanita tersebut.

"Bu Ranti" Tasya menghambur ke pelukan bu Ranti. Ibu asuh pengurus panti tersebut. Beliau lah yang merawat Tasya sejak bayi.

"Kamu?" Bu Ranti tampaknya masih mencoba mengingat-ingat siapa gadis yang kini di depannya

"Saya Natasya, bu" ucap Tasya.

"Natasya? Astaga, kamu sudah besar nak" Bu Ranti melihat Tasya dari ujung rambut hingga ujung kaki dan memeluknya sekali lagi.

Mata Tasya berkaca-kaca karena senang.

Dion yang menyaksikan pemandangan itu ikut tersenyum bahagia.

"Ayo masuk ke dalam" ajak Bu Ranti. Tasya hanya mengangguk lalu melihat ke arah Dion seakan memberi isyarat agar Dion ikut masuk ke dalam.

Dion pun berjalan mengikuti dua wanita itu.

1
Abdul Fatah
ending yangmembahagikan untuk pemerkosa,sedang yg jadi korban dan pemeran utama yaaaa kasian.mungkin penulis ny pro pemerkosa
Abdul Fatah
ending yg membahagiakan buat pemerkosa,sedang yg jadi korban masih tramu, apa penulis ny pro pemerkosa
Asih Widayanti
kurang ajar di Kevin biar ku cegat di lampu merah thorrrr jgn slhkan aku klu ku hajar ini km yg bikin aku emisi thorrrr
Rini Nuryani
lanjutkan critanya thor
Sulaiman Efendy
KEBAHAGIAAN, KSEDIHAN DN KEPEDIHAN DIALAMI DION.. SUNGGUH BESAR RASA CINTA DN KSETIAAN DION TRHADAP TASYA.. DRI SMA SELAMA 7 TH, HINGGA LDR, DN TRJADI TRAGEDI MMILUKAN KRN ULAH BEJAT KEVIN, HINGGA TASYA HAMIL & KGUGURAN, DN HUBUNGN MRK SMPAT KACAU, NMUN AKHIRNYA MRK KMBALI BRSAMA DN MNIKAH, DIUJI LGI DGN BLM DI BRIKAN NYA ANAK... NMUM DION TTP MNGUATKN TASYA,, MSKI DION JUGA MRINDUKN ANAK..
Sulaiman Efendy
😭😭😭😭😭😭😭
Sulaiman Efendy
OTHOR NYA MMG KEJAM, PALING TIDAK, BUAT TASYA KESEMPATAN MNYUSUI DN MMELUK BAYI KEMBARNYA...😭😭😭😭😭😭😭😭
Sulaiman Efendy
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Sulaiman Efendy
SESAK RASA DIDADA...😭😭😭😭😭😭
Sulaiman Efendy
JANGANKN MNJADI ORTU TUNGGAL DRI BAYI KEMBAR, DRI SEORANG BAYI SJA SANGAT BERAT, DAN ITU YG AKN DI HADAPI DION..
.
Sulaiman Efendy
TASYA HNY SEMPAT LIAT KAMAR CALON ANAK MEREKA.. SEANDAINYA TASYA MAU DIOPERASI SKRG, KKMNGKINAN TASYA BISA MLIHAT BAYINYA, DN KMUNGKINN BISA TEMANI DION BSARKN ANAK MREKA.. TNPA TASYA BNR2 KERAS KPALA...
Sulaiman Efendy
DN TAK LAMA LAGI LO JUGA AKN NYUSUL MAMA ERIN, ZHIA, TANTE DESI DN OM BIMO....😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
MBAK AUTHOR KEJAM BANGET, NI CERITA DITAMATIN DGN SAD ENDING... 😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
TINGGAL SATU BULAN LGI KBRSAMAAN DION DGN TASYA.... KLO TASYA GK KERAS KPALA, MNGKIN TASYA MSH DIBRI UMUR PNJANG SAMA OTHOR BUNDEW...
Sulaiman Efendy
NAHHH, DGN PRLAKUAN EGI SPRTI ITU TRHADAP LO, APA LO GK MAU SISIPKN NMA EGI DIHATIMU...APA SELURUH RUANG HATI LO HNY UNTUK ADRIAN SEORANG..????
Sulaiman Efendy
SMUA BRBAHAGIA DGN PASANGNNYA MSING2 BSA MMBESARKN ANAKNYA, DARI DENNY & VINA, RONNY & SALSA, JULIAN & SILVI, KEVIN & VIRA, EGI & ELENA, DAFFI & NUNA, VIAN & RENA DN AKAN DISUSUL RAKA & KIKI, DION YG NELANGSA DITINGGAL TASYA, MIRIS NYA, TASYA TK SEMPAT LIAT WAJAH ANAKNYA, TK SEMPAT BERI ASI, TK SEMPAT PELUK ANAK KEMBARNYA, BENAR2 KEJAM TAKDIR YG OTHOR BERIKAN KPD KISAH CINTA DION & TASYA...😢😢😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
CEMBURU JUGA LO EL, GMN DGN HATI LO YG HNY TRUKIR NAMA ADRIAN, BKN NMA EGI...
Sulaiman Efendy
BENAR2 SEHIDUP SEMATI DESI & BIMO... KLO SALAH SATU DRI MRK ADA YG SELAMAT, PSTI SANGAT BRSEDIH, KRN MRK GK PNY ANAK, PSTI HAMPA & KSEPIAN TNP ADA YG MNEMANI...
Sulaiman Efendy
YAAA,, KENZO ADALAH SAUDARA KEMBAR ZHIA,, YG MNA NNTI ARWAH ZHIA DTG MNEMUI KENZO, DI NOVELNYA KENZO..
Sulaiman Efendy
IMPIAN, TINGGAL IMPIAN, AUTHOR GK BRI KALIAN TAKDIR YG INDAH UNTUK BRSAMA.. BBRP BLN LGI KALIAN AKN TRPISAH SLAMANYA, HNY DION MNUA SENDIRI DITEMANI BUAH HATI KEMBARNYA. .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!