Rendy Jonathan Dirgantara seorang pengusaha muda yang sangat sukses, memiliki seorang adik perempuan yang sangat dia sayangi yang bernama Adinda Sherra Dirgantara.
Adinda adalah seorang mahasiswi cantik jurusan kedokteran semester 1, di usia dia yang masih muda, dia sudah menyandang status sebagai seorang istri dari Dokter terbaik di Asia.
Suami Adinda juga mengajar sebagai Dosen di kampus Adinda, dan dia juga di kenal sebagai pewaris satu satunya kampus tempat Adinda kuliah.
Kehidupan rumah tangga yang harus di sembunyikan dari halayak publik, karena suami adinda adalah Dosen dan Dokter yang sangat populer dan memiliki banyak sekali fans fanatik. di tambah usia adinda yang masih sangat muda untuk menikah, jadi kesepakatan mereka adalah menutupi status mereka sebagai suami istri saat berada di kampus, dan bersikap selayaknya dosen dan mahasiswa nya.
Sebelum membaca novel ini, di anjurkan untuk membaca novel ku dulu yang berjudul IBU UNTUK PUTRAKU, karena ini adalah kelanjutan dari novel tersebut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malam Sunyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Widya hanya bisa diam, sambil duduk dan memegang kepalanya, karena dia masih belum terima kalau adinda itu istri dari pria yang dia kagumi dan cintai sejak masa kuliah. Widya mencoba untuk tidak percaya dengan apa yang dia dengar itu, dia kini hanya peduli dengan perasaan dia sendiri, perasaan yang sudah lama dia simpan untuk reno, dia tidak terima kalau reno jatuh ke dalam pelukan perempuan lain.
"lihat saja.... aku akan itu pengangguran yang bisa merangkap jadi baby sister untuk farel gitu... maaf yah... kerjaan saya juga banyak, dan saya juga masih banyak urusan lain, yang harus saya selesaikan, kalian jaga sendiri saja anak kalian itu" jawab dokter widya dan langsung meninggalkan orang tua farel
"lohhh.... lohh... bukannya kemarin anda janji akan mau meenjaga putra saya, dan dokter bilang kalau suka sama anak kecil, tapi kenapa sekarang dokter bilang seperti itu.... hayyyy dokter widya apa anda ingin ingkar janji" ucap papa farel
“ingkar janji atau tidak itu urusan saya, anda fikir saya tidak sibuk, anda fikir saya disini di bayar hanya untuk menjaga anak anda saja, waktu saya terlalu berharga jika untuk hal seperti itu saja” jawab dokter widya dengan santai
“dok... kami di sini itu bukan untuk main main yah... anda kemarin menghubungi kami dan mengatakan itu semua, tapi sekarang anda ingin mengingkari janji itu, tahu gitu tadi kami tidak melarang nona tadi untuk melarang dia menjaga farel, kami benar benar sangat kecewa dengan sikap dokter seperti ini” ucap papa farel
“pak... bu.... saya jujur saja yah... susah untuk putra kalian itu buat bertahan hidup, lama kelamaan dia akan mati juga, karena memang jarang ada orang yang dengan suka hati memberikan ginjalnya, apa lagi di usia farel yang nasih kecil, orang dewasa aja akan mati apalagi anak kecil. Jadi saran saya kalian jangan menghabiskan banyak uang untuk biaya pengobatan anak yang tidak memiliki masa depan” jawab dokter widya
“benar juga yah pa.... yang di bilang dokter widya, farel sudah tinggal di rumah sakit selama kurang lebih 1 tahun, tapi dia tidak menunjukan tanda tanda kesembuhan. Atau bagaimana kalau kita stop aja biaya pengobatan, dan kita fokus sama anak kita yang lain, kita relain farel aja, dan anggap kalau kita tidak memiliki anak yang bernama farel, atau ita taruh aja dia di depan panti asuhan” ucap mama farel
“iya ma... benar juga, yah sudah mulai dari sekarang kita stop biaya pengobatan farel dan kita akan taruh dia di panti asuhan saja” jawab papa farel
********
Sebenarnya adinda dan reno tidak benar benar pergi dari tempat itu, tapi reno hanya membawa adinda untuk sedikit menjauh, tapi mereka masih mendengar omongan dari orang tua farel dan dokter widya. Saat orang tua farel akan pergi, adinda dan reno menemui mereka dan membicarakan masalah farel.
“tunggu....” ucap adinda
“ada apa lagi nona datang kesini?” tanya papa farel
“saya tadi merekam semua rencana kalian bersama dokter widya, dan tadi saya juga mendapatkan rekaman kalau kalian akan membuang farel ke panti asuhan. Semuanya ada di hp saya.... dan saya bisa bawa ini ke kantor polisi, dengan tuntutan penelantaran anak di bawa umur, ” ucap adinda sambi menuunjukan hasil rekaman videonya tadi
“maksud kamu apa.... kamu mau mengancam kami.... emang kamu fikir kamu itu siapa, kalian jangan macam macam dengan saya... saya bisa membuat kalian menyesal” ucap mama farel
“maaf tante...om... saya dan suami saya akan memberikan penawaran yang bagus... dari pada kalian mau menaruh farel ke panti asuhan, lebih baik farel tinggal bersama saya dan suami saya, suami saya seorang dokter dan papa mertua saya juga seorang dokter. Jadi farel pasti akan jauh lebih sehat, lagian farel juga sangat sayang sama saya, dan begitu sebaliknya.” Jawab adinda
“ohhh oke... kalau gitu kami rela ngasih farel ke kalian, tapi kalian harus bayar uang ke kita sebesar 500 juta.... bagaimana, saran saya... semakin cepat akan semakin baik” ucap mama farel
“oke...sekarang kalian datang ke ruangan suami saya, saya akan kasih uang itu segera, dan kalian berdua harus tanda tanggan di atas matrai, dan setelah itu kalian tidak ada hak pada diri farel, kalian boleh menemui farel kalau kalian mau, tapi jangan melarang farel, ataupun mengatur kehidupan dia. farel mau berteman dengan siapapun juga tidak apa apa, karena setelah ini saya adalah orang tua angkat
buat farel” jawab adinda
Mereka semua menuju ruangan dokter reno untuk melakukan tanda tangan hitam di atas putih, sebagai bukti kalau farel kini akan menjadi anak angkat dari adinda dan reno, dan memang orang tua farel sendiri juga sangat bahagia karena mereka idak harus membayar biaya pengobatan farel yang sangat mahal, setelah melakukan tanda tangan, orang tua farel langsung pergi ke mobil mereka untuk kembali ke kantor mereka, sedangkan adinda dan reno pergi
menemui farel di ruangan rawat, karena memang farel belum sadar, jadi masih bisa untuk di tinggal.
“dasar pasangan muda gak ada otak.... mereka bisa bisa nya mengangkat anak yang mau mati kaya sih farel, dan mereka juga mau lagi untuk membayar biaya pengobatan buat sih farel, lumayan juga uang ini, bisa buat kita senang senang” ucap mama farel sambil tertawa dan membawa cek yang di berikan dokter reno tadi
“yah sudah ma... cek nya di simpan dulu, nanti kalau sampai hilang kan kita juga yang rugi, kita bisa jalan jalan ke luar negeri dengan uang sebanyak itu, jadi kita harus jaga baik baik cek itu” ucap papa farel
********
“alhamdulillah yah kak... akhirnya farel sudah menjadi anak kita, aku bahagia banget....” ucap adinda dengan kebahagiaan di wajah dia
“iya sayang.... alhamdulillah, dan aku juga punya berita yang tidak kalah membahagiakan buat kamu...” ucap reno sambil memandang
wajah istrinya
“ohh iya.... apa itu kak.... buruan kasih tahu aku... jangan buat aku menunggu kak....” jawab adinda yang semakin tidak sabar
“iya... iya... tadi itu papi telpon aku... dan katanya dia sudah menemukan ginjal yang akan di donorkan buat farel, dan setelah di cek, ginjal itu sehat, dan cocok untuk farel. Jadi... sebentar lagi farel akan sembuh, dan tidak perlu lagi cuci darah” ucap dokter reno
“Alhamdulillah kak..... Ya Allah terima kasih.... engkau sudah mengabulkan doa doa hamba selama ini, dan hamba janji hamba akan menjaga farel dan menyayangi farel seperti putra hamba sendiri, walaupun nanti saya akan memiliki anak sendiri tapi saya tidak akan membeda bedakan kasih sayang untuk anak anak hamba semuanya...” ucap syukur adinda dan kini dia langsung memeluk reno dengan sangat erat.
Setelah mendapatkan kabar bahagia itu, adinda ingin segera menemui farel dan mau ngasih tahu tentang kabar bahagia itu juga, karena selama ini kabar itulah yang di tunggu tunggu farel, dan kini kabar itu sudah
ada di depan mata dia.
gpp.. pelan2 aja. blh author review kmbli ceritanya Dr awal shg bs ketemu selah bt nerusinnya. apalg klo ide-idenya kemudian bermunculan satu per satu.
sehat dan sukses selalu ya thor