"kalau kau butuh aku akan mencintaimu.aku mencintai mu.
~Zeaa mayanda.
Dulunya maya adalah gadis ceria, ramah dan pandai mengutarakan pendapat yang hanya menginginkan kebahagiaan bersama orang yang dia sayangi. namun Karena kenangan masa kecil nya yang meliputi darah keringat dan air mata yang tak ada habisnya membuat dia 98,9% berubah menjadi sosok gadis yang keras, dingin dan penyendiri.dia menyembunyikan dirinya dari cangkang perlindungan yang terdiri dari sikap menusuk,seni bela diri dan ketidak percayaan orang lain.
Tuduhan peledakan laboratorium telah membuatnya dipindahkan dari sekolah dan bertemu dengan sosok pemuda yang bar bar dan sombong.
Rizky adalah ketua geng boy's star yang terkenal seantero sekolah karena keluarga nya yang kaya raya. kebahagiaan genk boys star ia dapatkan dari menindas murid murid yang miskin.
awal bermusuhan,cuek hingga saling peduli tetap belum bisa membuat mereka menyadari perasaannya masing-masing.
cerita ini juga awal perjalanan kelima pemuda boys star dalam menemukan cinta yang sesungguhnya.
Akankah maya menerima perlakuan boy star yang membuatnya harus tunduk?atau sebaliknya.
Akankah rizky berhasil membuat maya kembali pada dirinya sebelumnya setelah menyadari perasaannya????
(up setiap hari)
#janlupa mampir
#votedancommentnya
#masihbelajar
#semogayangbacasuka
# ganti judul"Genk your heart"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila YhaUlya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
senyum pertama maya
“Whoy nih”ucap rizky sambil melempar buah ketangan maya, dengan mudah maya menangkapnya.
“apa?”.
“Makan lah”.
“ouh”ucap maya duduk sambil memakan beberapa buah.
Satu menit
Dua menit
Tiga detik
“lo abisin semua?”.
“Lo suruh gue makan”.
“Ya sisain buat gue,lo galiat gue sakit tapi bersusah payah”
“manja lo”ucap maya sambil melempar roti plastik disakunya.
“apa ini layak dimakan?”.
“itu baru kemaren dibagikan,lo gak bakal mati,makan! jangan sampai lo nyusahin gue lagi”.
“jadi dari kemarin lo belum makan?”.
“Gue udab biasa,gue gamau ambil resiko kalo lo pingsan disini”.
Maya dan rizky sama sama menikmati momen melempar batu untuk mengambil buah dipohon. Dengan satu lemparan rizky berhasil menjatuhkan beberapa banyak buah.
“lumayan bagus juga”.
“gue sering lah kek gini,waktu gue kecil gue suka ngambil buah kek gini sama kakak perempuan gue”jelas rizky.
-
-
“ada apa?”.
“bunga anyelir putih,gak nyangka gue nemu disini”ucap maya sambil menyembunyikan senyumnya.
“Hahaha gue juga gak nyangka cewek kek lo suka bunga”ejek rizky namun malah mendapat lirikan maya kesal.
“saudari gue selalu minta ini dari gue”ucap maya membuat rizky terdiam,mengingat ia tahu kalau saudari maya sudah mmeninggal
Hening.
“kenapa?apa istimewanya coba,cuman bunga”.
“lo tau artinya bunga ini?”.
“Apaan?”.
“aku tidak akan melupakanmu”.balas maya membuat jantung rizky sedikit berdetak tak percaya. Seolah kata kata dari bibir gadis itu tertuju khusus padanya.
“whoy”teriak maya sambil menepuk bahu rizky.
“Apaan sih,bisa nggak panggil nama gue,gue punya nama kali”.
“GAKKK”.
Tiba tiba terdengar suara kelompok besar yang datang dari arah bberlawanan. Rizky mendengarnya dan langsung menarik tangan maya untuk bersembunyi dibalik semak semak.
“ststst..kalo itu rombongan kita,kita keluar”.
Hari itu maya kembali merasa kehadiran seseorang yang bisa melindunginya. Selama ini ia terus dianggap kuat untuk menjaga dirinya sendiri dan dituntut menjaga mayra saudarinya.
“mereka orang hutan”bisik rizky
“gak mungkin nunggu disini terus”bisik maya.
“Eh,lo udah bantu gue,lo pergi aja gue bakal ngalihin orang hutan itu”.
“Oke”.
“apa?”.
“lo berkorban demi gue,gue gak berhak nolak,keren lo pria sejati”.
“Kok lo gitu sih,serius ninggalin gue”
“lo serius ninggalin gue,lo ga liat mereka berbahaya banget liat tu tongkatnya penuh dengan paku,bisa jadi daging panggang gue”sambung rizky.
“konyol”ucap maya tertawa pelan dan tersenyum.
“Lo senyum?lo ketawa?disaat genting seperti ini”ucap rizky membalas senyuman maya dan ikut tertawa.
Selamat,senyum pertama lo udah buat gue jatuh cinta.
“Whoy turunin pandangan lo”.
“ish gue juga jijik”.
“denger,gak mungkin kita lari diam diam,mereka banyak”.
“jadi kita didalem perbatasan hutan itu”.
“ya gitu”.
-
-
“Lo lempar batu ini ke arah sana,gue arah situ”.
Maya berhasil melempar batu untuk mengalihkan sebagian orang itu. Sementara rizky gagal dan meleset membuat mereka hampir berada dalam bahaya.
“Whey,gue nyuruh ngalihin bukan malah lempar kekepalanya,cari mati lo ya”.
“meleset,whey jangan tinggalin gue,kaki gue pincang pincang”.
“bego!’”.
Mereka berdua tertangkap basah oleh segerombolan orang hutan itu. Untuk beberapa orang rizky dan maya melawannya. Disaat sedikit lengah maya menarik tangan rizky dan kabur.
Orang hutan itu masih terus mengejar mereka karena mereka marah tempatnya dimasuki oleh orang asing.
“lo pergi dulu aja”ucap maya
“Nggak,gue gak bakal ninggalin lo”.
“Pergilah cari jalan kembalj”
“nggak”.
“Pergilah gue bisa ngatasin ini”.
“Gue bakal bantu lo”.
Mereka berdua dikepung oleh segerombolan orang hutan dan senjatanya. Maya mengeluarkan keterampilan seni beladirinya begitu juga dengan rizky.
Mereka saling bergelut dan melindungi satu sama lain. Rizky mencoba melindungi maya dan begitu sebaliknya.
Kelompok mereka terlalu besar. Saat melawan rizky terlempar jauh oleh orang hutan bertubuh besar. Maya masih sibuk melawan beberapa orang. Dari kejauhan maya melihat batang pohon jatuh akan menimpa anak kecil umur tujuh tahun. Melihat itu maya langsung lari dan menyelamatkan anak kecil itu.
Ketua orang hutan mendadak menyuruh teman temannya berhenti. Rizky langsung lari dan menolong maya.
“Lo gapapa may?”.
“gue gak papa, gue nglihat anak ini kek saudari gue”ucap maya yang masih menggendong anak kecil itu . Lalu rizky mengulurkan tangannya untuk membantu maya berdiri.
Anak kecil itu berlari menuju ibunya yang tak lain adalah salah satu dari orang hutan itu.Melihat itu mereka semua menundukkan badanyya secara serentak.
“mungkin mereka berterimakasih”bisik rizky.
Lalu ketua orang hutan itu seperti menunjukkan arah kembali.
“ikutin aja”
Setelah beberapa jam akhirnya mereka berdua tiba di perbatasan. Orang hutan itu pergi sementara maya dan rizky kembali menuju perkemahan.
“Kaki lo?’.
“Gapapa kali”ucap rizky yang masih menyeret kakinya sedikit demi sedikit.
Setelah beberapa lama mereka akhirnya sampai keperkemahan dengan rombongan mereka yang sejak semalam mencari mereka berdua. Bunda Rizky langsung datang sejak mendengar berita tentang kehilangan putranya begitu juga mama shena datang walaupun shena tetap berada di perkemahan.
“kamu gak papa kan sayang”ucap bunda berlari dan khawatir. Mendengar itu tangan maya yang sedari tadi mempapahnya langsung berpindah alih ke teman teman Rizky
“bunda kesini?”.
“Bunda khawatir kali”.
“shen,kamu gak papa kan?ada yang luka?kakimu gak tergigit ular kan?”ucap mama shena
“apaan sih ma aku gak tersesat”
“rizky kamu baik baik aja kan”
“Ya ampun my sweety kamu pasti lelah”.
“whoy lo baik baik aja kan?”ucap dev
“Gimana rasanya tersesat bareng ma cewek garang”gurau Bisma.
“seneng banget”ucap rizky namun ekspresi wajahnya penuh dengan kekesalan.
“beneran ky gimana gimana”.
“senep liat muka lo,gue udab gini masih aja kepo kepo”balas rizky kesal.
“ekspresi lo kok gini pas habis digigit ular gaada lemes lemesnya”.
“apa kamu baik baik aja”ucap bu saras kepada maya dengan penuh ragu. Maya tak menggubrisnya sama sekali lalu pergi. Bu saras sedih saat melihat banyak luka ditangan kirinya.Bulan merasa aneh melihat bu saras dan maya. Apa hanya sekedar hubungan murid dan guru? Sedahsyat itu kah dia membenci guru killer itu?. Bulan segera menghampiri maya. Semuanya segera mengobati rizky yang terkena gigitan ular.
“lo gak papa ?”.
“Tarik tangan gue”ucap maya sambil memberikan tangan kananya.
“Bahu lo sakit lagi?”ucap bulan dan menarik tangan maya.
“lo nyinden? Pake tenaga”ucap maya melihat bulan menarik perlahan tangannya.
“nih”balas bulan sambil menarik keras tangan maya.
“udah,sana sana”
“elo ini,gue diambil butuhhya doang”.
“Lo yang dateng ke gue”
“eh kenapa lo bisa masuk hutan”
“Cari angin”.
“kurang angin apa disini”.
Diantara kerumunan devian diam diam menarik tangan rere dan membawanya menjauh.
“kamu mau apa?”.
“Ini rencana kamu dan shena kan?”.
“kamu ngomong apa aku gatau apapun”.
“aku gak mau kamu kena masalah re,aku tau kalau shena temen yang gak baik buat kamu”.
“Kamu siapa? Apa kamu juga baik?bukannya shena juga kaki tangan genk kamu?kelakuanmu lebih parah daripada shena”.
“Re,aku suka sama kamu ,aku gak pengen kamu dapat masalah“
“Karena kamu kaya kan bisa ngapain aja yang kamu mau,bahkan guru disini kamu berani buat tunduk?bukannya kamu yang senang kalau aku dapat masalah?’.
“Re,aku suka sama kamu apa itu belum cukup?kamu satu satunya wanita yang buat aku sadar”ucap devian sembari menggenggam jemari rere.
“lalu apa kamu sudah merasa sadar sekarang?aku berteman dengan siapa saja itu adalah hakku,maaf dev aku nggak bisa”ucap rere menghempaskan tangan dev. Rere berjalan meninggalkan devian senndirian. Kehidupannya dan kenangan masa lalunya membuat dia tidak bisa menerima devian .
Rizky dan maya dibawa ke puskesmas terdekat dari lokasi perkemahan.
“bagaimana bu keadaan anak saya,dia abis digigit ular”.
“dia baik baik saja,bagus sekali dia mendapat pertolongan pertama ,racunnya sudah terhisap keluar “.
“baguslah”.
Rizky memaksa bundanya agar ia bergabung kembali dengan teman temannya di perkemahan. Awalnya acara kemah dibatalkan karena insiden maya dan rizky hilang. Namun,semua murid begitu juga dengan rizky memaksa untuk tetap melanjutkan acara seru serunya karena tempatnya terlalu bagus untuk disayangkan.
Tak terasa malam pun kembali menjelang. Perkemahan begitu heboh dengan canda tawa. Nyanyian nyanyian juga menghiasi suasana acara api unggun. Suara harmonisasi petikan gitar seolah nadanya menembus halimun malam yang dingin.
Semuanya kembali ke tenda masing masing karena api unggun yang mulai redup akibat suasana malam yang semakin tinggi.
Perlahan semua murid dan para panitia mulai tidur didalam tenda mereka kecuali maya. Maya masih duduk sendiri ditengah dinginnya malam sambil memasang headphone dikedua telinganya. Pak Arman yang belum tidur melihat maya duduk sendirian didepan api unggun yang sudah padam.
“Kamu nggak tidur”ucap pak arman kemudian duduk disamping maya.