NovelToon NovelToon
JODOH SERUMAH

JODOH SERUMAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:992.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zur Rani

Kisah ini sekuel dari ABANG TENTARA, TEMBAK AKU!!!

Andra tumbuh bersama keluarga angkatnya yang tidak lain adalah sahabat dari mendiang bundanya. Andra juga memiliki seorang adik perempuan yang sangat manja bernama Lala.

Walaupun sering ditinggal tugas oleh ayah kandungnya, Andra tidak pernah kehilangan kasih sayang keluarga lengkap. Bersama orang tua angkatnya Andra dididik dengan kedisiplinan dari Andi sang papa angkat serta dari mama Rani, Andra didik dengan kejujuran serta berpikiran terbuka.

Andra besar dengan impian tinggi menjadi pengusaha dan berhasil mewujudkan impiannya setelah mewujudkan kuliah S2 di Singapura.

Akan tetapi huubungannya dengan sang adik tiba-tiba harus renggang karena status mereka tidak sedarah.

Bagaimana kisah Andra selanjutnya???

Happy Reading...🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Hati...

Hari-hari Andra di Aceh sangat menyenangkan. Ditemani kelima bocah, mereka menghabiskan waktu bersama dengan berbagai perminan di pinggir pantai yang indah. Hampir seminggu Andra tinggal bersama dengan orang tua angkatnya. Rian juga tidak kalah dalam misi mendapatkan hati Lala.

Setiap libur, Rian selalu datang dengan membawa buah-buahan seperti biasa. Rani dan Andi membiarkan semua berjalan seperti air. Mereka tidak akan memaksa putrinya untuk membuka hati untuk Rian.

Seperti siang ini, Rian yang mendapat jadwal dinas malam memilih menghabiskan harinya di pinggir pantai bersama Lala dan kelima bocah. Mereka bermain bersama, makan siang bersama sambil membakar ikan.

"Kakak dah itam ih." Ucap Lala memperhatikan kulit Andra yang terbakar matahari.

"Ouh besok saya bawa sunblock buat abang ya?" Sahut Rian.

"Gak usah, di luar negeri hitam itu keren." Jawab Andra datar.

"Berarti kulit kami ini keren dong Bang?" Tanya Andra kecil.

"Iya, kalian tau? Kulit kayak kalian itu kalo di luar negeri disebut eksotis. Orang bule aja rela berjemur di pinggir pantai biar itam." Andra tampak serius menatap Andra kecil yang ikut serius mendengarkan.

"Kalian dengarkan Kak Andra baik-baik. Jangan malu punya kulit itam. Kalian harus bangga dengan kulit kalian biar gak dihina sama orang, oke!"

Kelima bocah tersebut mengangguk bersamaan.

Rian sedikit berbisik pada Lala yang duduk di sampingnya. "Kakak kamu punya bakat jadi politisi." Lala mengernyitkan kening pertanda tidak mengerti. "Politisi suka PHPin rakyat." Rian tergelak sendiri sementara Lala masih mencerna ucapan Rian sampai akhirnya paham apa yang dimaksudkan Rian.

Lala yang merasa kesal berniat memukul lengan Rian, tapi Rain sudah menjauh terlebih dahulu. "Awas kamu bang, berani benget hina Kakak aku!" Ucap Lala yang tampa sadar mengejar Rian yang sudah terlebih dahulu menjauh.

Saling kejar-kejaran di pinggir pantai tampa peduli setiap mata yang memandang mereka dengan berbagai perasaan didalamnya.

Bugg...

Rian terjatuh saat diserang oleh Lala, dan posisi mereka saat ini benar-benar membuat setiap mata membulat dengan mulut terbuka. Rian terjatuh dengan Lala diatasnya. Keduanya sama-sama terdiam dengan tatapan lekat yang terpancar dari netra mereka.

Untuk beberapa saat Lala merasakan debaran jantung yang berbeda, Rian memberikan senyuman indahnya pada Lala yang membuat Lala gelagapan. "Jantung kamu berdebar kencang La." Mendengar ucapan Rian, Lala langsung bangkit dengan rasa malu yang membuncah di dada.

Belum sampai kaki berdiri tegak, ombak yang sedikit besar kembali menghamtam keduanya.

Bug...

Lala kembali terjatuh dan untuk pertama kalinya dia merasakan pelukan hangat Rian yang membantunya supaya tidak terseret ombak.

Keduanya basah kuyup di bawah terik matahari. "Kamu gak pa-pa?" Tanya Rian khawatir. Lala hanya menggelengkan kepala dengan tatapan masih terkunci diantara keduanya. Untuk sesaat Lala terkesima dengan pemandangan di depannya. Rambut Rian basah dengan air yang terjun bebas sampai akhirnya Lala mengerjap karena matanya perih terkena air laut dari rambut Rian.

Rian membantu Lala berdiri meninggalkan pantai. Sadar atau tidak Rian berjalan sambil menggenggam tangan Lala yang terus menunduk karena ternyata orang tua mereka melihat semua yang terjadi.

"Bang, lepasin! Malu dilihat sama mama dan papa tuh." Cicit Lala yang membuat Rian semakin eret menggenggam tangan si empunya suara.

Rian bahkan tidak menjawab perkataan Lala, dia terus berjalan menghampiri kedua orang tua yang dari tadi memperhatikan mereka.

"Mama suka lihat mereka." Ucap sang istri pada suaminya.

"Papa akui dia seorang pria yang berani, bahkan terang-terangan di depan kita." Sahut sang suami.

"Maaf Pak, Buk, tadi gak sengaja." Ucap Rian yang masih belum melepas tangan Lala. Andi dan Rani memperhatikan ke arah tangan tersebut. "Aku masuk duluan!" Ucap Lala sambil melepaskan genggaman tangan Rian.

"Kamu gak ganti pakaian?" Tanya Andi yang membuat Rani terperangah. Rani berpikir suaminya akan marah dengan keberanian Rian.

Rian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sangat memalukan bila dia mengatakan tidak punya baju ganti. "Kamu ke kamar mandi aja dulu, nanti Bapak ambil baju Andra."

"Gak usah Pak, Rian balik aja."

"Udah, gak usah jaim. Aku gak punya penyakit kulit, tenang aja." Jawab Andra yang datang dari pondok. Kelima bocah juga sudah pulang.

Akhirnya, Rian memilih mandi dan berganti pakaian pemberian Andra sang calon kakak ipar.

Rian yang baru selesai mandi tiba-tiba jadi sangat mengantuk. Dengan tidak tau malunya dia memilih tidur di kamar Andra. Hanya hitungan detik dia langsung terlelap.

"Lala mana Ma?" Tanya Andra yang lagi berkutat dengan laptopnya di ruang keluarga.

"Tidur, kecapean mungkin. Rian mana?" Tanya sang mama kembali.

"Di kamar, lagi tidur."

"Hah? Gak salah dia tidur di kamar kamu, Kak?" Mama Rani seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Setaunya Andra sangat menjaga privasinya dari orang asing. Kini dia malah membiarkan Rian yang baru dikenalnya tidur di sana.

"Biarin aja Ma, dia butuh istirahat juga. Dia dinas malam katanya. Lagian itu bukan kamar Kakak, kamar Kakak di Samarinda."

Wajar Andra berkata demikian. Kepulangannya ke Aceh hanya untuk melihat adiknya. Barangnya saja tidak banyak. Hanya satu ransel baju serta sebuah laptop untuknya bekerja.

"Kak, masih lama disini?" Tanya sang Papa yang baru datang dengan 2 gelas kopi.

"Weisss, si Papa baru bentar tinggal di Aceh dah bertingkah seperti orang Aceh beneran. Ngopi terossss." Ledek Andra.

"Eitsss, siap bilang Papa baru sebentar di Aceh? Waktu Aceh masih konflik, Papa udah di sini. 2 kali Papa dapat tugas kemari dan itu lama, sampe 6 bulan bahkan 9 bulan lagi seperti ibu mengandung. Ibarat kata, pergi saat istri baru hamil pulang saat anak udah keluar." Jawab sang Komandan.

"Tapi yang paling spesial adalah tugas pertama Papa kemari, pertama tugas, pertama jatuh cinta dan kamu tau yang paling parah? Cinta pertama Papa masih SMP?"

"Kalo sekarang Papa sudah dijuluki pedofil karena suka sama anak-anak." Jawab Andra dengan kekehan kecilnya.

"Anak SMP dulu beda, mereka siap dinikahi. Papa juga dulu masih mudah, baru lulus pendidikan."

"Mama yakin kalo Mama cinta pertama Papa?" Kali ini Andra bertanya pada sang Mama.

"Entah." Ucap Rani sambil mengangkat bahunya.

"Eh kamu belum jawab pertanyaan Papa tadi, kamu masih lama di sini?"

"Papa ngusir aku? Mentang-mentang udah ada calon anak lain."

Pletakkkk

Sebuah jetikan jari di kening sang putra. "Papa tanya kenapa kamu tanya balik."

Andra mendengus kesal mendapat jitakan dari papanya. "4 hari lagi Kakak di sini Papaaaa." Jawab Andra yang masih kesal.

"Kenapa sih Pa? Tanya Andra kapan balik?" Mama Rani ikut penasaran juga.

"Eh si Mama pake acara lupa. Si Adek minta ke makamnya Roni. Papa pikir biar sekalian dia pergi sama Andra." Jawab sang papa.

"Ouh, boleh deh. Sekalian Andra mau ketemu ayah juga."

***

Like...

Komen...

Vote...

Happy Reading....

1
Lalu Awan
bikin novel TNI yg banyak Thor,aku suka
dina
cerita nya sangat bagus Thor. tapi sayang, disini keadaan ekonomi keluarga Kevin dan Erik diceritakan kayaraya, dan berasal dr luar negri,jadi kesannya mengada Ngada. seandainya Kevin dan Erik berasal dr keluarga biasa, atau orang Indonesia juga,akan lebih nyata cerita nya
Rina Puspasari Hardiawan
Ceritanya bagus pemilihan kata2nya ga bosenin
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Saif Wandy
Luar biasa
Vie ardila
keren
Intan Payung
kopi campur susu tooor
Intan Payung
apa ya cerita mira
Intan Payung
lanjut
Intan Payung
sukses slalu tooor
Intan Payung
lanjut tooor
Intan Payung
mantap lala
Intan Payung
kevin
Intan Payung
bahagia ny
Intan Payung
yg jomblo banyak "" berdoa y
Intan Payung
bahagia slalu y
Intan Payung
menuju halal u
Intan Payung
semangat
Intan Payung
semoga
Intan Payung
minta satu toor di dunia nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!