NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Fantasi
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan dan Evan meresponnya. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 30

"Terima traktirannya, Lylac! Itu bisa bikin uang kamu hemat malam ini!" rayu Mika, matanya berbinar-binar penuh harap.

Bibir Lylac menipis. Dia merasa kesal. Namun, kekesalan itu bukan karena kegigihan Evan, melainkan karena dia menyadari bahwa tawaran cowok itu entah bagaimana terdengar sangat menarik bagi dompetnya yang menipis.

Melihat Lylac yang masih bimbang, Evan langsung memakai jurus lain untuk memaksa. "Sebentar saja. Anggap ini sebagai tanda terima kasihku karena kamu sudah mau berbagi tempat duduk saat kita mengerjakan tugas sosiologi waktu itu."

Lylac menatap Evan datar. "Alasanmu kurang mengena, tapi oke. Cukup sekali ini saja, ya."

"Siap," jawab Evan cepat. Cowok itu tersenyum senang karena akhirnya Lylac mau menerima tawarannya.

"Horeee! Asyik, jadi bisa lebih lama lihat Evanku sayang!" Mika bersorak gembira. Hantu cantik itu berputar-putar di udara saking senangnya.

Dengan mengekor di belakang motor butut Lylac, Evan akhirnya mengikuti cewek itu menuju warung nasi Padang dua puluh empat jam yang pernah direkomendasikan Lylac waktu itu.

Begitu sampai di tempat tujuan, Lylac hanya berdiri diam di samping motornya tanpa ada niat untuk melangkah masuk.

"Ayo. Kenapa kamu malah diam aja di situ?" ajak Evan yang sudah turun lebih dulu. Dia heran cewek ini justru diam di tempat.

"Bosnya kan kamu. Jadi, kamu dulu aja yang jalan," jawab Lylac santai. Dia mempersilakan cowok ini jalan dulu.

Evan menaikkan sebelah alisnya, tersenyum geli. "Takut aku kabur dan nggak jadi bayarin?"

"Tentu," sahut Lylac jujur tanpa gengsi.

Evan langsung tergelak. Berada di sekitar Lylac memang sering kali membuatnya tertawa lepas. Sikap cuek dan kejujuran cewek ini yang tanpa saringan selalu berhasil menghiburnya. Berbeda sekali dengan cewek lainnya.

"Tenang, aku enggak akan kabur," ujar Evan lagi meyakinkan sambil melangkah mendahului Lylac menuju pintu masuk warung nasi Padang.

"Baguslah," sahut Lylac pendek.

"Ayo." Evan melambaikan tangannya, memberi isyarat agar cewek itu mengikutinya.

Lylac mengekor di belakang Evan, berjalan dengan langkah santai menuju etalase kaca yang memajang deretan lauk-pauk menggugah selera. Di samping mereka, Mika ikut melayang heboh sambil menatap punggung Evan dengan pandangan memuja.

"Duh, punggungnya aja kelihatan cowok banget. Lylac, beruntung banget sih kamu bisa jalan di belakang dia begini!" racau Mika tanpa henti. Sama sekali tidak peduli bahwa Lylac saat ini hanya fokus pada aroma gulai yang menusuk hidungnya.

Begitu sampai di depan etalase, Evan menoleh ke arah Lylac. "Kamu mau makan di sini atau dibungkus?"

"Bungkus aja," jawab Lylac cepat. Dia tidak mau mengambil risiko memperpanjang waktu kebersamaan mereka, apalagi jika ada anak sekolah lain yang kebetulan lewat dan melihat mereka makan berdua. Drama dengan Angel tadi siang sudah cukup menguras energinya.

"Yah... kok dibungkus sih? Makan di sini aja kenapa, biar aku bisa puas-puasin mandangin Evan," protes Mika sambil mengerucutkan bibirnya kesal di atas etalase. Tentu saja, Lylac mengabaikannya.

Evan mengangguk memaklumi. "Oke, bungkus. Kamu mau lauk apa?"

"Terserah. Aku kan dibayarin." Lylac tahu diri.

"Iya, tapi aku belum tahu kesukaan kamu apa," kata Evan.

"Apa aja aku mau."

"Oh ya?" Evan baru tahu kalau cewek.ini doyan makan. "Kamu aja yang pilih."

"Rendang. Bumbunya agak banyak," ujar Lylac tanpa ragu. Kalau soal makanan gratis, dia tidak akan sungkan untuk meminta bagian yang paling menguntungkan perutnya.

Evan terkekeh pelan mendengar kepolosan Lylac yang sangat spesifik jika menyangkut makanan. Dia segera memesan dua porsi kepada penjual. Satu untuk Lylac dibungkus, dan satu lagi untuknya makan di tempat.

Sembari menunggu pesanan disiapkan, Evan duduk di seberang Lylac. Matanya kembali tertuju pada Lylac yang berdiri tegak dengan wajah lelah namun tetap tenang.

"Lylac," panggil Evan memecah keheningan di antara mereka.

Lylac menoleh sedikit, memberikan tanda bahwa dia mendengarkan.

"Rumah kamu mana sih?" tanya Evan, nadanya santai seolah hanya obrolan basa-basi biasa.

"Rahasia," jawab Lylac pendek. Dia tidak terbiasa membagikan informasi pribadi kepada orang yang tidak terlalu dekat dengannya.

Lagi-lagi Evan tersenyum mendengar jawaban super singkat itu. Dia sepertinya mulai terbiasa dengan benteng tinggi yang dipasang Lylac.

"Kalau rumahku itu di... di mana ya? Lylac! Aku juga lupa rumahku mana!" Mika yang tadinya sibuk menatap Evan tiba-tiba memekik panik. Wajah hantu itu berubah pias saat menyadari ingatan masa lalunya mulai memudar. "Gimana ya? Kok aku bisa lupa?"

Kehebohan Mika yang mendadak itu bikin Lylac refleks menggeser bola matanya ke samping, menatap tajam ke arah hantu yang mulai terbang tidak keruan di atas kepala mereka karena kebingungan.

Evan menyadari perubahan ekspresi itu. Dia tahu ada yang aneh dengan gerak-gerik Lylac, tapi dia mencoba diam saja sambil terus memperhatikan interaksi cewek itu dengan 'udara kosong' di sampingnya.

Ternyata Evan diam-diam menambah pesanan dua piring untuk makan di tempat. Jadi, saat dua piring nasi Padang hangat dengan lauk rendang diletakkan di depan mata, Lylac langsung heran.

"Kok makan di sini? Bukannya aku minta bungkus?" tanya Lylac sambil menatap piringnya, lalu beralih menatap Evan penuh selidik.

"Makan aja," kata Evan santai, langsung menyendok nasinya tanpa beban.

"Tapi..." Kalimat Lylac terputus saat seorang karyawan warung kembali datang membawa satu bungkusan nasi yang masih hangat.

"Ini buat dibawa pulang," potong Evan, menunjuk bungkusan tersebut. "Jadi, temani aku makan dulu di sini. Porsinya enggak banyak, kok. Pasti cepat habis."

Lylac menghela napas, menatap piring di depannya dan bungkusan di sampingnya bergantian. "Ini pemaksaan, ya?"

"Ya," sahut Evan sambil tersenyum lebar, sama sekali tidak merasa bersalah.

"Makan aja, Ly! Duh, makasih ya Evan ganteng! Aku jadi bisa lihat Evan lebih lama!" seru Mika kegirangan. Hantu itu melompat-lompat heboh di atas kursi kosong di sebelah Evan, menatap cowok itu dengan mata berbinar-binar penuh cinta.

Lylac akhirnya mengalah. Perutnya yang lapar dan desakan berisik dari Mika membuatnya pasrah. Dia meraih sendoknya, memutuskan untuk menikmati makan malam gratis ini secepat mungkin agar bisa segera pulang.

Cowok ini tiba-tiba melihat ke sekeliling warung, seolah sedang mengawasi atau mencari sesuatu. Sifat waspadanya itu membuat Mika merasa sedang dipantau, padahal mata Evan bukan benar-benar tertuju padanya.

"Evan, kalau kamu bisa lihat aku, coba... coba kamu angkat sendokmu," kata Mika, berniat melakukan eksperimen kecil-kecilan untuk menguji kecurigaannya sejak tadi.

Lylac sama sekali tidak memedulikan eksperimen konyol hantu itu. Baginya, tidak ada waktu untuk meladeni kegilaan Mika. Dia tetap sibuk menghabiskan makan malamnya yang terasa mewah di lidahnya yang kelaparan.

Tiba-tiba saja, Evan mengangkat tangannya yang memegang sendok.

"Ha! Dia mengangkat sendoknya!" pekik Mika histeris, langsung melayang mundur karena terkejut sekaligus tidak percaya. "Lylac! Dia beneran angkat sendoknya!"

Mendengar pekikan heboh itu, Lylac tidak bisa menahan diri lagi. Dia langsung mendongak, menatap tajam ke arah tangan Evan dengan pandangan ingin tahu yang sangat kentara.

Evan sedikit tersentak saat tiba-tiba Lylac menghentikan makannya hanya untuk menatap tangannya yang menggantung di udara.

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!