NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Pendekar Pedang

Kisah Cinta Pendekar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:228
Nilai: 5
Nama Author: Firdaus Rangkuti

Sebuah kerajaan terbesar punya misi menangkap semua petarung liar untuk kedamaian. Namun semua perguruan seni bertarung pedang menolaknya. Karena mereka tahu kalau kerajaan ingin mengatur masyarakat dengan menguasai sumber daya.

Sepasang pendekar pedang ini menjadi penyelamat untuk melawan sebuah kerajaan besar. Mereka melakukan perjalanan bersama untuk mengumpulkan rahasia teknik pedang tersembunyi dan dua pedang Sakti.

Pedang Zen Xi di Desa Win, lalu pedang Zoi Chu di Desa Hon. Namun mereka harus melewati rintangan dan tempat untuk bisa sampai di tujuan. Lalu mereka kembali untuk mengalahkan Kerajaan Sinpor.

Setelah masalah Kerajaan Sinpor selesai, kisah cinta mereka berdua sempat mendapatkan penolakan dari orang tua perempuan, karena perbedaan kelas sosial. Namun mereka berdua punya cara agar mereka berdua bisa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firdaus Rangkuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta dan Kekacauan

"Sudah siap, Jinsin." ucap Rio membuka pintu.

"Ya, aku siap." ucap Jinsin senyum.

Mereka berdua pergi keluar bersama ke tempat yang ramai. Ada desa sedang melakukan festival lampu indah. Rio dan Jinsin jalan sama di tengah keramaian memegang tangan melihat sekeliling banyak toko yang menjual lampu indah. Jinsin tampak senang melihat suasana Desa Swon yang sangat indah banyak aneka jenis lampu di gantung di atas jalan setapak. Rio dan Jinsin menunjuk lampu sambil tertawa bersama.

"Kau mau duduk. Aku belikan makanan untuk kamu ya?" ucap Rio.

Rio menyuruh Jinsin duduk di kursi, lalu dia pergi sebentar membeli makan dan minum di dekat sini. Setelah itu Rio kembali dan memberikan makanan kepada Jinsin. Rio berdiri melihat sekeliling sambil memegang minuman. Jinsin memakan bakso cucuk yang sudah di poles bumbu dengan nikmat. Rio mengambil. Satu dari di pegang Jinsin memakan bersama duduk di sebelahnya.

"Enak?" tanya Rio.

"Iya, aku suka." Jinsin menikmati dengan lahap.

"Ini minum." Rio memberi minuman kepada Jinsin.

Setelah makan dan minum bersama duduk di tengah keramaian desa. Mereka bangkit dari duduk pergi ke suatu tempat yang menarik. Mereka mendatangi tempat penuh lampion indah yang bergelantungan di pohon yang berada di pinggir Desa Swon. Di sana ada pohon yang ramai di datangi sebagai tempat rekreasi.

Banyak pengunjung berdiri melihat lampion itu. Ada anak kecil sedang bermain, remaja sedang bermesraan dan kalangan keluarga sedang duduk bentang alas duduk, menikmati makanan mereka di tempat terang dan indah yang cukup luas.

"Kau suka Jinsin?" ucap Rio hendak duduk di balik kayu besar.

"Suka." ucap Rio.

"Jinsin, pakaian itu kau sangat cantik kau pakai." ucap Rio memuji.

"Benar kah." ucap Jinsin senyum.

"Benar." ucap Rio memegang pipi dengan lembut.

Jinsin melihat pipinya di pegang Rio, lalu dia melihat wajah Rio dengan senyum. Lalu Rio memegang rambutnya dengan perlahan dan dia senang melihat rambutnya lembut dengan perasaan senang karena baru pertama kali. Mereka berdua saling berpelukan dengan duduk seperti remaja sedang bermesraan.

"Kau mau pulang, Jinsin?" tanya Rio.

"Yuk." ucap Jinsin bangkit dari duduk dan melepas tubuh mesra Rio.

Mereka berdua pulang bersama setelah melalui waktu yang panjang hingga larut malam. Para pengunjung ke taman pohon lampion itu mulai pulang dan sudah sunyi. Mereka jalan bersama di tengah jalan setapak Desa Swon yang sudah mulai sunyi dengan cara berpelukan sambil jalan.

Mereka telah sampai di rumah dengan halaman yang sudah berserak sejak sore. Lalu Jinsin masuk ke dalam kamar untuk tidur. Rio berdiri melihat kamarnya sebelum masuk ke dalam. Lalu Rio masuk ke kamar dengan perasaan gembira.

Pagi, telah tiba Rio dan Jinsin mengemasi barang-barang di halaman rumah yang berserak. Mereka mengambil sapu cangkul dan gerombak kayu untuk menampung sampah benda dan rumput.

"Haduh lelahnya." ucap Rio membersihkan kening basah.

"Cepat Rio, disini masih banyak." ucap Jinsin sedang mengumpulkan sampah pakai garpu rumput.

Setelah mereka melakukan itu sampai siang hari. Mereka akhirnya selesai membersihkan halaman rumah yang luas. Semua sampah sudah di tampung di gerobak kayu. Namun belum di buang ke tempat pembuangan Desa Swon.

Rio duduk di bawah pohon halaman rumah sambil mengibas wajah dengan topi yang di pakai. Jinsin datang membawa teh dan makanan untuk di letakkan di rumput.

Cluuuurrk.." Jinsin menuang teh dari teko ke gelas.

Lalu Rio mengambil mangkuk makan lauk dan nasi untuk di makan. Rio menikmati makan dengan lahap. Jinsin minum teh melihat sekeliling.

"Enak, Rio?" tanya Jinsin.

"Enak sekali." ucap Rio meletakkan mangkuk makan sudah habis dan mengambil teh untuk minum.

Setelah mereka makan dan istirahat, mereka bangkit untuk mandi. Jinsin ke dapur membersihkan perkakas makan di wastafel. Menjelang sore, Rio berdiri di jalan setapak menuju pintu masuk rumahnya. Dia menunggu orang liar akan berkunjung lagi untuk jaga-jaga. Jinsin sedang mencuci perkakas rumput di sumur air. Sekelompok orang datang lagi dengan berjalan kaki. Tatapan mata Rio berubah menjadi kejam terhadap ke empat orang tersebut.

"Kalian lagi. Mau apa!" teriak Rio.

"Kami ingin kau datang ke tempat yang sudah di tentukan bos." ucap Rewo memberi surat. Rio kaget kalau surat ini untuk Jinsin setelah membacanya. Lalu Rio menyuruh mereka pergi dan menghampiri Jinsin di dekat sumur air sedang duduk.

"Jinsin, baca." ucap Rio beri surat. Lalu Jinsin mengambil surat dan membaca setiap kalimat. Lalu dia kaget kalau dia di suruh datang ke kedai lagi.

"Jinsin." ucap Rio melihat serius melipat kedua tangannya.

"Kita ke sana" ucap Jinsin melihat Rio.

Malam hari Rio dan Jinsin sudah siap untuk ke tempat kedai di mana Jinsin pernah menghajar para lelaki tangguh sampai kedai itu rusak. Mereka berdua berjalan ke sana tanpa membawa apapun selain pakaian biasa.

"Kita sampai." ucap Rio di depan pintu masuk.

"Kau siap Rio." ucap Jinsin merasa jantungan.

"Iya. Ayo." ucap Rio memegang tangan Jinsin jalan membuka pintu kedai. Rio melihat banyak para lelaki sedang berdiri di depan mereka. Lalu dia di sambut sebuah pukalan keras oleh seorang pria besar tanpa baju.

"Dug. Dug. Duaa." Rio menangkis pukulan itu lalu memukul wajahnya dengan keras.

"Hentikan ku bilang!" teriak Jinsin. Lalu Jinsin berteriak kepada semua orang lelaki hebat di dalam kedai yang cukup luas. Para lelaki hebat itu tertawa, Rio melihat Jinsin sangat kaget. Lalu pemilik kedai merasa panik karena tempat kedai akan jadi area perkelahian.

"Jadi ini tujuan kalian mengundang kami!" teriak Jinsin menaikan kaki kanan ke kursi dengan wajah marah.

"Iya benar, aku mau uji kemampuan kalian. Sepertinya kalian bukan dari desa ini." ucap Rewo.

"Cih. Kalian!" teriak Jinsin namun Rio memotong ucapannya memegang pundak Rio dari belakang.

"Tenang Jinsin. Biar kita hadapi mereka semua " Ucap Rio bersiap bertarung.

"Wow sepertinya ini akan seru." ucap Geri.

"Ayo hajar dia semuanya!" teriak Rewo. Para lelaki hebat mulai melompat meja kursi mendatangi Rio dan Jinsin berdiri di depan pintu kedai.

"Rio, mereka ingin identitas kita terbongkar. Sebaiknya jangan di lawan." ucap Jinsin wajah kasihan.

"Kau mau kita lari, sementara mereka tahu tempat tinggal kita." ucap Rio menolak tawaran Jinsin untuk tidak bertarung. Rio bersiap mendaratkan pukulan pertama ke wajah lelaki itu. Kemudian dia mendaratkan pukulan kedua dan ketiga dan seterusnya dengan tangan kosong.

"Haduh haduh. Rio ini ke pancing untuk bertarung." ucap Jinsin memegang wajah dengan perasaan malu. Lalu Jinsin menghindar pukulan pria dari samping hingga meleset memukul dinding kayu sampai kesakitan. Jinsin melihat Rio berdiri di atas meja dengan banyak para lelaki mencoba melawannya dengan senang.

"Di Desa Swon apa ada petugas keamanan kah?" ucap Jinsin melangkah kaki ke kerumunan pria kuat.

1
Firdaus Rangkuti
Selamat datang di karya saya berjudul Kisah cinta pendekar pedang. mohon di baca setiap bab atau episode ya. terima kasih.
fnrm
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!