NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Haris melemah

‎Haris semakin hari semakin jarang bersama Hamka, bahkan tak jarang saat Hamka memanggilnya, Haris sama sekali tidak muncul dan membuat Hamka khawatir. Empat bulan sudah Haris sering tiba tiba menghilang setiap kali Haris bersama Hamka, bahkan ketika Esmeralda menikah dengan Zaki pun Haris tiba tiba menghilang ketika sedang tertawa bersama para makhluk halus yang ada di perumahan.

‎"Ayo berangkat kuliah" ajak Esmeralda yang sudah selesai makan begitupun Liam, Lintang, Ganindra dan Lyra.

‎Esmeralda memang sudah menikah dengan Zaki tapi kadang dia juga masih menginap di rumah kedua orang tuanya karena belum terbiasa dengan status barunya, tapi Hamka tidak pernah berubah, dia akan tetap menjemput Esmeralda dan sekarang bertambah dengan Lyra yang sudah duduk di kelas sembilan SMP.

‎"Ko tumben Hamka belum datang" ucap Sagara

‎"Iya, biasanya sudah standby, apa terjadi sesuatu pada Om Haris?" Tanya Langit

‎"Biar Abang telepon kak Lucas" ucap Vandra segera menelepon Lucas, tapi saat panggilan di angkat, Lucas bilang kalau Hamka sudah berangkat sejak setengah enam pagi tadi.

‎"Telepon nomor Hamka" ucap Hendra

‎"Iya Opa" Jawab Liam

‎Liam juga mengambil handphone miliknya, mencari nomor Hamka dan mulai menelepon, tak ada jawaban, sampai panggilan ke-lima barulah Hamka menjawab panggilan Liam.

‎"Lo dimana?" Tanya Liam

‎"Papa.. papa nggak ada, papa hilang" jawab Hamka yang sedang terisak di balik sambungan telpon.

‎"Maksud Lo apa?" Tanya Liam

‎"Papa nggak muncul saat gue panggil"

‎"Terus Lo dimana?" Tanya Liam

‎"Di depan rumah Om Brandon mau lihat keadaan papa sama Om Brandon" jawab Hamka

‎"Perlu kami temani?"

‎"Gue butuh Opa Rian, Daddy Langit dan Opa Gara" jawab Hamka

‎"Opa Rian sudah kembali ke Ciremai, tapi akan gue minta Daddy dan Opa untuk susul Lo ke tempat Opa Brandon" ucap Liam

‎"Iya"

‎Setelah itu Liam menceritakan apa yang terjadi pada Hamka, dan Sagara juga Langit segera menyusul Hamka ke tempat Brandon meski mereka pasti membutuhkan Adrian juga sebenarnya.

‎"Apa yang terjadi" gumam Aurora menatap Gafi

‎"Apa mungkin ruh Om Haris kembali ke jasadnya?" Tanya Esmeralda membuat semua orang menatap ke arahnya.

Keluarga Danendra dan Adiwinata memang yakin Haris masih hidup, tapi mereka tidak pernah tahu di mana jasad atau tubuh Haris berada karena Haris tidak pernah mengatakan di mana tubuhnya berada.

"Arwahnya kembali ke tubuhnya?" tanya Esmeralda

‎Itu yang paling mungkin, jika arwah Haris kembali ke jasadnya, tapi bagaimana jika ternyata dia kembali ke sana karena detak jantungnya yang berhenti? Itu yang di pikirkan semua orang disana sekarang

‎Sampai di kampus pun, mereka masih memikirkan Hamka, belum ada kabar karena mungkin disana juga Sagara sedang mengusahakan mencari keberadaan Haris.

‎"Kasihan si Hamka, tadi pas di telepon gue dengar dia terisak dia pasti nangis, biasanya Opa Haris selalu muncul kalau Hamka sudah mulai sedih" ucap Liam

‎"Semoga Om Haris baik baik saja, gue udah biasa lihat sosok dia soalnya, meski nggak bisa lihat hantu lain tapi dengan adanya dia gue jadi nggak takut hantu" ungkap Malik

‎"Aamiin.. kita do'akan dia, tapi yang gue khawatir adalah, dia itu sedang di incar hartanya, apa mungkin mamanya Om Haris tahu kalau Om Haris belum meninggal?" Tanya Lintang pada Liam.

‎"Abang akan telepon mommy dan Daddy kalau begitu, supaya orang orang itu juga di awasi" bisik Liam dan Lintang setuju.

‎"Liam, kita minta bantuan Om Icang saja sama Om Peter, dia kan bisa cari Opa Haris di dunia gaib" ucap Esmeralda

‎"Es cendol benar, ayo cepat ke tempat Om Icang" ucap Kalingga

‎"Kami juga mau lihat tapi kami takut" ucap Zaheer

‎"Wajah Om Icang mirip Ji Chang Wook karena Tante Mimi sukanya sama dia" ucap Esmeralda

‎"Aku mau ikut" ucap Kalingga

‎"Kamu disini saja nanti kak Kenan ikut kan jadi repot, kami saja yang kesana" ucap Lintang

‎"Kalian jaga para cewek sebaiknya tinggal di sini" ucap Liam mengajak Lintang untuk ke tempat Icang

‎######

‎Di tempat Brandon

‎"Astagfirullah Om, Om menempatkan Om Haris disini?" Tanya Sagara terkejut karena Haris ternyata ada di ruang rahasia rumah Brandon dan di rawat oleh Harlan langsung yang memang menginap disana setiap hari.

‎"Dia yang minta agar aman katanya" jawab Brandon

‎"Kenapa tidak di rumah sakit saja Om, meski disini juga peralatannya komplit, tapi kan kalau ada apa apa kita jadi panik seperti sekarang ini" ucap Langit

‎"Di rumah sakit selalu ada Jessi yang datang, dia kan masih sering mengantar Haikal berobat, bahkan Hilman dulu masih sering mengecek kesehatan matanya ke rumah sakit, jadi kami khawatir mereka tahu" Jawab Harlan

‎"Sebelum tak sadarkan diri, Haris sempat bilang supaya dia jangan di tempatkan di rumah sakit, ada beberapa orang yang mengincar harta milik mendiang ayahnya Haris, dia bilang harta itu sudah dia balik nama atas nama dia, dan semuanya tersimpan rapi di dalam brankas rumah miliknya, tidak ada yang tahu kalau harta itu cukup banyak untuk menjamin hidup Anak dan cucu cucunya nanti" ucap Brandon

‎"Sampai beberapa minggu ini, Jessi terus mendatangi kantor polisi untuk menanyakan barang milik Haris saat dia meninggal padahal barang terakhir Haris sudah di berikan semuanya pada pihak keluarga termasuk kartu, dompet, kunci mobil dan perhiasan Haris sudah di serahkan" ucap Brandon lagi

‎"Pasti ada sesuatu yang di cari Jessi, mungkin kunci atau hal lain yang membuat dia bisa mengambil alih harta Haris" ungkap Harlan

‎"Tapi apa, surat kematian Haris juga tidak pernah dia dapatkan dari rumah sakit karena Haris tidak terdaftar saat itu sebagai pasien yang meninggal di Smith hospital, mungkin karena itu dia curiga" ungkap Brandon

‎"Iya pasti karena itu Tante Jessi yakin kalau Om Haris masih hidup" ucap Langit

‎"Bagaimana kondisi kak Haris?" Tanya Sagara

‎"Kondisinya stabil, hanya saja memang belum sadarkan diri, semalam Om coba buka alat bantu pernafasannya, dia tetap tidak bisa bernafas tanpa alat bantu, pasien dengan mati otak itu memang harapan hidupnya sangat kecil tanpa bantuan alat bantu ini" jawab Harlan

‎"Lalu kemana papa?" Tanya Hamka terus menggenggam tangan Haris dengan wajah yang sudah sembab.

‎"Kamu tenang saja, kami sedang mencari papa kamu, kami juga sudah telepon Opa Rian" bujuk Langit

‎"Daddy, tangan papa bergerak" ucap Hamka ketika merasakan jari Haris bergerak dan yang lain juga melihatnya.

‎"Biar Om periksa dulu" ucap Harlan

‎Hamka berdiri dan Harlan mulai memeriksa Haris, tapi setelah di tunggu lama, tangan itu tidak bergerak lagi dan hanya keheningan lagi yang ada disana di temani mesin detak jantung yang selalu ada di ruangan Haris.

‎"Papa, papa dimana" bisik Hamka di telinga Haris lalu mencium kening Haris

‎######

‎Dalam alam bawah sadar Haris

‎"Sial! Siapa yang sudah menahan ku disini, anakku memanggil ku" gerutu Haris karena di tempatnya sekarang sama sekali tidak ada pintu jendela ataupun suara, hanya ruangan putih yang sangat luas. Tak ada suara apapun disana hanya ada dirinya dan ruangan itu. Ruangan dingin dan terus membuat Haris merasa gelisah karena di telinganya Hamka terus memanggil namanya.

‎"Ya Allah jika waktuku sudah hampir tiba, tolong biarkan hamba sadar meski sebentar untuk memberikan hak anak hamba, biarkan hamba menghibahkan harta itu untuknya terlebih dahulu" ungkapnya dengan air mata yang sudah mengalir.

1
neni nuraeni
lnjutt
neni nuraeni
waduh kamu mlh keduluan lintang liam,,, siap" bkl perang Uhud siah😁,, itukn pohon keramat yg ditaklukan Sagara kan,,, yg si malak juga menginginkannya,,, lnjutt deh seruuu
neni nuraeni
lnjutt
Ridwan01: siap terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
semoga liam, lintang dan hamka bisa melindungi pohon itu
neni nuraeni: sama sama kak thor😁😁
total 2 replies
neni nuraeni
lnjutt,, seru ih ceritanya
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 2 replies
Nurr Tika
hrsnya dari awal kmu jujur ris
Ridwan01: Haris terlalu gengsi
total 1 replies
Nurr Tika
blg ja kmu ska ivanka ris tpi knp menyakitinya
Ridwan01: Haris dilema kak
total 1 replies
Nurr Tika
bnr kta ivanka
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Nurr Tika
masih menyimak thor
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ai Sri Kurniatu Kurnia
👍👍👍👍🥀🥀🥀luar biasa
Salsa Billa
thor profil nya kurang menakut kan, kalau profil ini kayak anak bodoh thor , wajahnya kurang berwibawa kurang serem
Salsa Billa: sama" thor semangat
total 5 replies
Nurr Tika
baru mampir thor 🙏
Ridwan01: terima kasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
Sri rahayu
kasian Lukas namanya sama dengan nama anjing 😁😁😁
Ridwan01: benar sekali kak, terima kasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!