Dulu Tiara berbohong pada mantan suaminya jika bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Itu semua dilakukannya karena kecewa pada pria tersebut yang mengabaikannya saat akan melahirkan.
Namun kini dia harus kembali berurusan dengan mantan suaminya tersebut, karena putra mereka membutuhkan bantuan donor sumsum tulang belakang.
Lalu bagaimana dengan reaksi Tom saat mengetahui jika anaknya yang lain masih hidup, dan dalam keadaan sekarat karena penyakit yang yang dideritanya?
"Menikahlah denganku lagi, Tiara." Tom.
"Baiklah tapi setelah aku hamil dan melahirkan, kita berpisah." Tiara.
Follow Ig : mom_tree_17
Tik Tok : Mommytree17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Sejak kejadian semalam. Tom lebih banyak melamun memikirkan hubungannya dengan Tiara, hingga membuat konsentrasinya tidak fokus pada pekerjaan.
"Tuan..." panggil Zack untuk kedua kalinya, karena sejak tadi tuannya itu diam saja.
"Ya, ada apa?" tanya Tom dengan sedikit terkejut.
"Berkasnya harus ditandatangani."
Zack menunjuk berkas berwana coklat yang sejak tadi diserahkannya, namun belum juga ditanda tangani karena tuannya itu asik melamun.
Tom pun menatap berkas tersebut lalu menandatanganinya setelah membaca isi di dalamnya.
"Apa ada lagi?"
Zack menggelengkan kepalanya. "Hanya saja ada Nona Julia di bawah."
"Dia lagi," gerutu Tom dengan menghela napasnya.
Sebenarnya ia sudah malas berurusan dengan Julia, jika saja tidak mengingat wanita itu tengah mengandung.
Meskipun ia yakin anak yang ada di dalam kandungan Julia bukan dari benihnya, tapi tetap saja Tom tidak bisa mengabaikannya begitu saja sebelum kepastian itu ada.
Karena jujur ia tidak ingin mengulang kesalahannya dengan Tiara dulu, yang meragukan kehamilan wanita itu tapi ternyata hasil tes DNA membuktikan Gio dan putri kecilnya yang tidak sempat melihat dunia adalah benar anak kandungnya.
"Suruh dia masuk!"
"Baik Tuan."
Zack pun menjalankan perintah dari tuannya, dengan mengijinkan Julia masuk ke dalam ruangan.
"Sayang...."
Julia yang masuk ke dalam ruangan, hendak memeluk prianya itu. Tapi sayang, lagi-lagi Tom menolak pelukannya dengan mendorong tubuhnya menjauh. Dan itu dilakukan Tom setiap kali ia datang berkunjung ke kantor. Bahkan prianya itu lebih sering tidak mengijinkannya masuk, hingga membuat Julia mau tidak mau menunggu di dalam mobil untuk mengikuti kemana pun Tom pergi.
"Ada apa kau kemari?" tanya Tom to the poin.
"Antar aku ke Dokter untuk memeriksa kandunganku," pinta Julia dengan mengusap perutnya yang kini membuncit.
Ya, hari ini ia berencana untuk merusak hubungan Tom dan Tiara, dengan datang ke tempat dokter kandungan yang biasa Tiara datangi. Karena Julia tahu kalau wanita itu hari ini ada jadwal pemeriksaan.
"Baiklah." Tom beranjak dari tempat duduknya.
Julia yang melihat itu tentu saja terkejut dan bahagia, karena tidak menyangka akan semudah itu membuat Tom menuruti keinginannya.
"Sekalian kita lakukan tes DNA pada kandunganmu, agar masalah ini cepat selesai."
Deg
Julia yang terkejut menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mau! Bukankah sudah kukatakan tes DNA itu dilakukan setelah aku melahirkan. Lagi pula tinggal beberapa bulan lagi, kenapa kau tidak bersabar?"
Mendapatkan penolakan untuk kesekian kalinya, Tom pun hanya bisa menghela napasnya dengan kasar.
"Kalau begitu pergilah sendiri!" usir Tom dengan kembali duduk di atas kursi kerjanya.
"Aku tidak mau sendirian, Tom," rayunya dengan memohon, membuat Tom lagi-lagi harus menghela napasnya dengan kasar.
"Kalau begitu Zack yang akan mengantarmu."
"Apa?" pekik Julia dan Zack bersamaan, dan saling menatap satu dan lainnya.
"Tidak mau, masa aku ditemani asistenmu," Julia menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Ck, kau pikir aku mau," sahut Zack namun hanya dalam hati.
"Anak di dalam kandunganku ini ingin ditemani Daddy nya, lagi pula apa kau tidak ingin melihat dan mengetahui keadaannya?" Karena setiap Julia memeriksa kandungan, Tom tidak pernah mau mengantarnya dengan beribu alasan. "Kau jangan sampai menyesal nantinya, saat anak ini lahir dan bernasib sama seperti anakmu dengan Tiara. Tidak diakui tapi nyatanya—"
"Oke, aku akan mengantarmu," sela Tom dengan beranjak dari tempat duduknya.
Karena tidak mau mendengar semua ocehan wanita itu lagi, apalagi sampai mengungkit kesalahan yang pernah diperbuatnya dulu.
"Ah, akhirnya kau mau juga." Julia pun merangkul prianya dengan mesra, meskipun berujung pada penolakan untuk kesekian kalinya.
"Tolong jaga sikapmu!" bentak Tom dengan kasar, karena tidak ingin seluruh karyawannya berpikiran yang tidak-tidak dan semakin membuatnya terlihat buruk.
Ya, kedatangan Julia yang tengah hamil ke kantornya saja sudah membuatnya terlihat buruk. Apalagi jika sikap Julia seperti itu, maka akan semakin hancur wibawanya di mata para karyawannya.
"Iya, iya..." Julia pun terpaksa menjaga sikap karena tidak ingin membuat Tom marah.
Bisa gagal rencananya jika Tom sampai marah, dan tidak mau mengantarnya pergi ke dokter kandungan.
*
*
Setelah perjalanan selama lima belas menit, akhirnya mobil yang ditumpangi Tom, Julia, dan Zack sampai di tempat yang dituju yaitu sebuah rumah sakit ibu dan anak yang terkenal di kotanya.
"Bukankah ini?"
Tom baru tersadar tempat dokter kandungan Julia, sama dengan dokter kandungan istrinya.
"Kenapa Tom?" tanya Julia dengan berpura-pura tak mengetahui kenapa pria itu terkejut.
"Benar ini tempatnya?" tanya Tom dengan tatapan menyelidik.
Julia menganggukkan kepalanya. "Sebenarnya ini pertama kali aku periksa di rumah sakit ini, karena katanya dokter kandungan di sini lebih bagus," ucapnya sembari turun dari dalam mobil dengan menarik lengan Tom.
Sementara Zack lebih memilih menunggu di dalam mobil, dari pada terlibat masalah diantara dua pasangan tidak jelas itu. Ya pasangan tidak jelas, karena bukan sepasang kekasih apalagi sepasang suami-isteri, tapi keduanya terikat oleh sebuah kehamilan.
"Malang sekali nasib Nona Tiara," gumam Zack yang tengah menatap Julia yang kini merangkul lengan tuannya.
Sementara itu Tom yang sudah masuk ke dalam rumah sakit, menatapnya sekitarnya karena takut jika sang istri tiba-tiba ada di sana. Karena seingatnya hari ini jadwal periksa Tiara, namun biasanya wanita itu periksa di malam hari karena menunggunya pulang.