NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Pertanyaan di Tengah Pertarungan

Yun Changsheng mengepalkan tangannya. Urat-urat di punggung tangannya menonjol, tetapi suaranya tetap terkendali ketika ia akhirnya berbicara.

"Tuan Muda Chen Nan, aku tidak memahami satu hal." Ia menatap Wang Hao dengan sorot tajam yang menusuk. "Kenapa kau yang hanya di lapis tujuh Kondensasi begitu percaya diri?"

Setelah mengatakan itu, aura ungu meledak dari tubuhnya, berputar-putar seperti pusaran angin di sekelilingnya. Dedaunan di tanah beterbangan, ranting-ranting kecil patah, dan para kultivator yang berdiri terlalu dekat terpaksa mundur beberapa langkah sambil menutupi wajah mereka dengan lengan. Tekanan dari seorang Pendirian Fondasi tahap akhir bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.

Di belakang Yun Changsheng, wajah-wajah para kultivator yang tadinya dipenuhi kemarahan kini perlahan berubah. Ketakutan mulai merayap masuk ke dalam hati mereka.

"Apa yang sedang dipikirkan Pemimpin Yun?" bisik seorang kultivator Klan Gao dengan suara gemetar.

"Ssst! Jangan bersuara!" rekannya menempelkan jari ke bibir.

Tetua Huan Yue menatap punggung pemimpin sektenya dengan alis berkerut. Ada sesuatu dalam nada suara Yun Changsheng yang tidak ia kenali, sesuatu yang tidak pernah ia dengar selama bertahun-tahun mengabdi di bawah perintahnya.

Itu adalah nada keraguan.

Wang Hao memandang Yun Changsheng dengan ekspresi datar yang tidak berubah sejak awal pertempuran.

"Anda tidak perlu tahu, dan saya juga tidak perlu menjelaskannya."

"Lancang!" teriak salah satu kultivator dari belakang. Tetapi suaranya yang tidak tahu diri langsung tenggelam oleh tekanan aura Yun Changsheng yang semakin membesar.

Yun Changsheng mengabaikan teriakan itu. Matanya masih terkunci pada Wang Hao.

"Aku akan bertanya sekali lagi, dan ini pertanyaan terakhir." Ia menurunkan dagunya sedikit, kedua matanya menatap lurus ke depan. "Jika kau menjawab dengan jujur, aku mungkin akan mempertimbangkan untuk mundur."

Tawaran itu mengejutkan semua orang.

Huan Yue melangkah maju dengan wajah terkejut, namun Yun Changsheng mengangkat tangannya tanpa menoleh, isyarat yang sudah sangat dikenali oleh semua murid Sekte Awan Ungu.

'Diam dan jangan ikut campur.'

Huan Yue menggertakkan giginya, tetapi ia tidak berani membantah.

"Darimana asalmu, Chen Nan?" Suara Yun Changsheng tetap dalam dan berat.

Wang Hao menggelengkan kepalanya, gerakan yang pelan tetapi tegas. "Itu adalah informasi yang tidak perlu anda ketahui."

"Apa?!" suara seseorang dari Klan Wei meledak. "Dia bahkan tidak mau memberikan jawaban untuk pertanyaan sederhana seperti itu!"

"Bunuh saja dia, Pemimpin Yun! Dia sudah keterlaluan!"

"Dia pikir dia bisa keluar dari sini hidup-hidup dengan sikap seperti itu?!"

Para kultivator dari Klan Gao dan Klan Wei sudah tidak bisa menahan diri lagi, tetapi Yun Changsheng tetap diam. Ia menatap Wang Hao dengan sorot yang semakin dalam, semakin sulit diartikan.

"Tuan Muda Chen Nan," katanya akhirnya, "Aku akan memberikan konsesi terakhir. Jika kau tidak mau memberitahu asalmu, katakan saja untuk saat ini kau ingin ke mana? Setidaknya... beri aku alasan untuk tidak bertarung denganmu."

Wang Hao menatap pria itu dengan sorot yang sedikit berubah. Ia mulai bisa membaca arah pikiran Yun Changsheng.

"Saya akan pergi ke pusat Benua Dongxu. Itu satu-satunya hal yang bisa saya beritahukan."

Yun Changsheng menutup matanya. Tarikan napas panjang keluar dari hidungnya, lalu ia menghembuskannya perlahan.

"Houhhh..."

Napas panjang itu terdengar di seluruh hutan. Semua orang menunggu, menahan napas mereka sendiri, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di dalam pikiran pemimpin sekte terkuat di wilayah ini.

Yun Changsheng membuka matanya. Ada sesuatu di dalam matanya yang tidak bisa dibaca oleh siapa pun.

"Aku sangat menyesal," katanya dengan suara yang lebih berat dari sebelumnya, "tapi..."

Dia menatap Wang Hao dengan sorot yang kini berubah. "Aku harus tetap menyerangmu. Aku tidak bisa membiarkan seseorang dengan kultivasi sesat meninggalkan kota ini. Kau bisa menjadi ancaman bagi semua orang nanti."

Ekspresinya mengeras, rahangnya mengatup, dan aura ungu di sekelilingnya melonjak dengan intensitas yang jauh lebih besar.

"Aku terpaksa melakukan ini."

Wang Hao menghela napas pendek. Ia menurunkan pedangnya ke samping tubuh, lalu menutup matanya sejenak.

"Dia gila..." bisik Patriark Wei dengan mata membelalak. "Kenapa dia menutup matanya di depan Pemimpin Yun?!"

"Bocah itu benar-benar ingin mati," sahut Patriark Gao dengan suara yang dipenuhi ketidakpercayaan.

Huan Yue mengepalkan tangannya, kuku-kukunya menancap ke telapak tangannya sendiri.

Wang Hao membuka matanya kembali. Di dalam matanya, tidak ada ketakutan, keraguan atau kemarahan. Hanya kelelahan yang sangat dalam. Kelelahan karena harus terus-menerus menjelaskan sesuatu yang seharusnya sudah jelas.

"Saya akan mengatakan ini terakhir kali," katanya dengan suara yang pelan namun menusuk. "Anda belum memiliki kemampuan untuk mengalahkan saya. Jadi, lebih baik anda tidak memulai pertarungan ini."

Kata-kata itu jatuh seperti batu besar ke dalam kolam sunyi.

Semua orang membelalakkan mata mereka.

Yun Changsheng menyipitkan matanya. Selama ini tidak pernah ada orang yang berani mengatakan hal seperti itu di hadapannya. Bahkan para tetua dari sekte-sekte besar di kota-kota tetangga selalu berbicara dengan hormat ketika berhadapan dengannya. Dan sekarang, seorang pemuda Kondensasi Qi lapis tujuh mengatakan bahwa ia 'belum memiliki kemampuan.'

"Kalau begitu..." Yun Changsheng mengangkat tangannya, "...tunjukkan padaku."

Aura ungu di sekelilingnya meledak dengan kekuatan penuh.

WUSSSHHH!

Pohon-pohon di sekitarnya bergoyang keras. Dedaunan beterbangan, menciptakan badai kecil di udara. Para kultivator dari Klan Gao dan Klan Wei terpaksa mundur beberapa langkah lagi, beberapa dari mereka bahkan menutupi wajah dengan kedua tangan.

"Ini... inilah kekuatan Pemimpin Sekte Awan Ungu yang sesungguhnya!" seru seorang kultivator Klan Wei dengan suara kagum bercampur takut.

"Benar-benar mengerikan... aku bahkan tidak bisa mendekat," sahut yang lain.

Yun Changsheng tidak menyerang dengan liar seperti yang dilakukan Huan Yue. Gerakannya terukur, telapak tangannya terulur ke depan dengan jari-jari yang terbuka lebar. Energi spiritual berkumpul di telapak tangannya, berputar, memadat, lalu melesat dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa dilihat oleh mata para kultivator yang menonton.

"Telapak Penghancur Awan!"

WUSSSHHH!

Telapak tangan energi raksasa seukuran tubuh manusia terbentuk di udara. Aura ungu berputar di sekelilingnya, meninggalkan jejak cahaya di udara. Telapak itu melesat ke arah Wang Hao dengan kecepatan yang membuat tanah di bawahnya retak-retak.

Wang Hao menyipitkan matanya.

'Telapak Penghancur Awan. Teknik ini menggunakan prinsip pemadatan energi bertahap, mengumpulkan energi di telapak tangan, memadatkannya menjadi bentuk fisik, lalu melepaskannya dalam satu dorongan eksplosif. Kekuatannya terletak pada gelombang kejut yang dihasilkan setelah benturan, yang bisa menghancurkan organ dalam lawan bahkan jika serangan utamanya diblokir.'

'Kelemahannya ada di pusat telapak. Titik di mana semua energi berkumpul sebelum dilepaskan. Jika titik itu dipukul dengan kekuatan yang cukup tepat sebelum energi mencapai puncaknya, seluruh struktur telapak akan runtuh dengan sendirinya.'

Wang Hao memiringkan tubuhnya ke kiri, lalu menebas dengan sudut yang tajam. Satu tebasan, satu energi pedang putih yang melesat lurus. Kemudian energi pedang itu mengenai titik pusat telapak energi raksasa tepat di tengah.

Wuuush... Craaash!

Telapak energi itu pecah berkeping-keping, berubah menjadi percikan-percikan cahaya ungu yang beterbangan ke segala arah, lalu menghilang ditelan angin.

"Apa?!" salah satu kultivator Sekte Awan Ungu membelalakkan matanya. "Teknik itu... teknik itu adalah salah satu yang terbaik di sekte! Bagaimana bisa dihancurkan hanya dengan satu tebasan?!"

"Bahkan tetua-tetua lain tidak bisa memblokir serangan itu semudah itu! Apa yang sebenarnya terjadi?!"

Yun Changsheng tidak memberikan waktu untuk terkejut. Begitu telapak energi pertamanya hancur, ia sudah bergerak lagi, melangkah ke kiri, lalu mengulurkan tangannya untuk serangan kedua.

Wang Hao melangkah satu langkah ke kanan, tubuhnya bergerak dengan presisi yang sama seperti sebelumnya. Telapak energi itu lewat di samping bahunya, lalu menghantam pohon besar di belakangnya, dan pohon itu hancur berkeping-keping.

Brakk!

Serpihan kayu beterbangan. Pohon setinggi sepuluh meter itu roboh dengan suara gemuruh yang menggetarkan tanah.

"Bagaimana dia bisa menghindar?!" teriak Patriark Wei. "Dia bahkan tidak melihat ke arah serangan itu!"

"Kita harus membantu!" seru salah satu kultivatornya sambil mencabut pedang.

"Jangan! Pemimpin Yun belum selesai!" Huan Yue mengangkat tangannya untuk menghentikan mereka.

Yun Changsheng terus menyerang. Kali ini dia melesat kearah Wang Hao, menyerang dari jarak dekat, dengan pukulan yang mengandung energi spiritual terkonsentrasi di tinjunya.

Wosh!

Tinjunya melesat lurus ke arah dada Wang Hao, namun Wang Hao... tetap ditempat.

Dia tidak bergerak.

Tinju itu berhenti tepat satu jari di depan dadanya.

Suasana menjadi hening, hanya desir angin yang terdengar.

"Dia menahan serangannya?!" Patriark Gao melangkah maju, mencoba melihat lebih jelas. "Kenapa Pemimpin Yun menahan serangannya?!"

Sebelum yang lainnya menjawab, mereka segera melihat sesuatu hal aneh terjadi.

Darah menetes dari sudut bibir Yun Changsheng. Setetes, dua tetes, lalu... semakin banyak. Hingga mengalir ke dagunya, lalu jatuh ke tanah.

"Apa... apa yang terjadi?!" Huan Yue berlari mendekat, tetapi berhenti ketika melihat tangan kiri Wang Hao.

Tangan itu tidak memegang pedang. Tangan itu hanya menempel di dada Yun Changsheng, telapaknya rata, jari-jarinya sedikit terbuka. Dan dari telapak tangan itu, niat pedang berwarna putih bersih telah menembus masuk ke dalam tubuh pemimpin sekte itu.

'Serangan jarak dekat menggunakan niat pedang, aku melakukannya satu nafas sebelum serangan dia mengenaiku. Dan aku mengirimkan niat pedang melalui telapak tangan, untuk menembus pertahanan fisik, lalu merusak hingga ke organ dalamnya.'

Yun Changsheng menunduk, menatap tangannya sendiri yang berhenti di udara, satu jari dari dada Wang Hao. Ia bisa merasakan sesuatu yang dingin menjalar di dalam dadanya, menyebar ke seluruh organ dalamnya.

"Kau... sejak kapan..." suaranya tersendat oleh darah yang mulai mengisi tenggorokannya.

"Satu-satunya alasan Anda masih hidup," kata Wang Hao dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh Yun Changsheng, "adalah karena saya memilih untuk tidak membunuh Anda."

1
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah bagus tapi MC nya Tingkat Kultivasi masih Tingkat Rendah.
Zerro One: Oalah mbah😪
Mbah gak lupa ya, Wang Hao pernah berdiri di puncak kultivasi? Mbah apa lupa, Wang Hao bisa menerobos secepat mungkin 'jika dia mau'.

Betapa idiots nya Wang Hao, jika ber kultivasi secepat mungkin, yang membuat kesalahan sama terulang lagi. Btw Wang Hao bisa aja dalam setahun sampai Ascendant, dengan metode penyerapan inti bumi. Bisa dilakukan bahkan saat Kondensasi qi.
Tapi masa iya, orang memperluas Dao, disuruh seperti pahlawan klise meridian tersumbat, dantian retak, sampah klan terhina kan. Ya kan gak mungkin mbah.

Apalagi kayak komentar bang agus. Dia bilang kelemahan ceritanya karena Wang Hao sombong dan angkuh.

Lah, jadi maunya pembaca MC dibuat seperti pendekar muda, yang belum paham apa apa tentang kultivasi? yang gak tau, keramahan adalah kemewahan sia sia, terlalu banyak berhubungan dengan seseorang akan memperbanyak ikatan karma sebab akibat yang tidak perlu.

Author padahal berharap, komentar pembaca itu mengeluhkan ceritanya terlalu bertele-tele, atau gaya penulisan yang kurang ngena. Jadi author bisa ubah, sesuai dengan kritik.
Contohnya yang ngasih author bintang satu itu. Karena dia, cerita ini langsung berhenti dipromosikan, padahal sebelumnya, perkembangan cukup bagus. Tapi yaudahlah, author bisa apa, karena mungkin terlalu bertele-tele banget, jadi sangat pantas cerita ini terbenam dan gak layak di sebarluaskan. Author sadar diri kok, karena itu ceritanya kemungkinan besar dipercepat end S1, meskipun gak akan ada S2.
total 1 replies
Nanik S
Mantap Poooool👍💪💪💪
Nanik S
Tidak ada kata takut buat Wang Hao
Zerro One: Betul-betul betul/Determined/
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Wang Hao.... datang saja ke lembah batu
Nanik S
Wang Hao selalu jadi rebutan demi kepentingan masingasing
Agus Rose
Novel ini sebenar nya bagus dari penyusunan kata,penjelasan alur cerita.
yang kurang itu si MC terlalu angkuh sombong dengan ingatan masa lalu sedangkan kehidupan sekarang belum kuat tapi selalu bertindak sok kuat yang berlebihan.
Zerro One: Terimakasih banyak, itu artinya author gak gagal.

Tentang sifat Wang Hao...

Bro kurang memperhatikan detail keci, dan yang dilihat sesuatu yang sangat jelas saja. Padahal karakter Wang Hao ini abu abu, tidak hitam, atau putih, tidak sombong ataupun ramah. Author gak mau jelaskan panjang lebar, takut bro tersinggung.

Karena itu... kita anggap saja Wang Hao sombong🙏🙏

Author sepakat 🤝
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua pasukan itu jika wang hao sudah kuat cepat bantai raja itu pajang tubuhnya bantai juga semua keluarga raja itu
Nanik S
Apakah mereka akan menjemput Wang Hao
Zerro One: Iya kak 😫
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
Zerro One: Oke mbah🙏
total 1 replies
Nanik S
Lanjut Terus Tor🙏🙏
Nanik S
Gadis Pintar dan pasti walau hantu tapi mulai memahami situasi
Nanik S
Ceritanya bagus Tor
Nanik S
Untungnya ada Nashuang... hingga Cengle bisa selamat
Nanik S
👍👍👍👍👍👍
Nanik S
Rou Li dibuatkan pedang juga..... keren amat... hantu cantik berpedang
Nanik S
Hansuo jangan meremehkan Wang Hao...💪💪💪
Fajar Fathur rizky
bikin klan du di hukum berat bikin du lou malu
Fajar Fathur rizky
jika sudah ranah jiwa baru lahir nascent soul bikin wang hao bantai klan du thor
Nanik S
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!