NovelToon NovelToon
Kembalikan Anakku, Adinata

Kembalikan Anakku, Adinata

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: doubleareya

Copyright ©2026, Kembalikan Anakku, Adinata oleh Doubleareya.

Adinata Hardiyanto menikah dengan Nadine Ayunda bukan akibat perjodohan, accident atau kontrak semata, tapi karena rasa cinta untuk memiliki. Dari awal menikah orang tuanya selalu ikut campur dan tidak memberi akses untuk dirinya bisa memimpin keluarga kecilnya sendiri. Adinata tetap bersabar sampai ia harus kehilangan sang istri—Nadine Ayunda.

Nadine Ayunda memilih berpisah dengan sang suami—Adinata Hardiyanto yang hidupnya selalu disetir oleh sang mertua. Nadine pergi dengan membawa sang buah hati yang dikandung di perutnya.

Tapi jika memang sudah digariskan oleh takdir, sejauh apapun langkah membawa, ia pasti akan kembali menjadi satu lagi. Untuk kembali artinya perlu dijemput, apakah Adinata bisa menjemput istrinya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon doubleareya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Rumah yang dipenuhi dengan dusta

“Adinata.”

Meranti segera menghampiri Adinata yang baru menginjakkan kakinya masuk ke dalam rumah yang berisi keluarga Adinata. Tempat tinggal kakek, nenek, papa, mama dan adik perempuannya.

Adinata menghentikan langkah kakinya. Dia menatap sang mama yang sudah berdiri di depannya menghalangi langkahnya jika tidak bergeser.

“Mama kesal sekali denganmu. Kenapa lebih pilih untuk tinggal sendirian di Apartemen.” Sang mama menggelengkan kepalanya dengan raut wajah cemberut, tapi tidak berselang lama raut wajah sang mama berubah menjadi bahagia. “Tapi tidak apa-apa karena sekarang kamu pulang lagi ke sini. Kamu pasti tidak tahan tinggal di Apartemen sendirian, kan. Kamu pasti merasa lebih senang tinggal di sini bareng dengan mama.”

Adinata menggelengkan kepalanya tanpa ekspresi. “Adinata datang ke sini untuk mengambil sesuatu yang masih tertinggal di dalam kamar.”

“Kamu tidak ingin tinggal di sini?”

“Adinata akan tinggal di Apartemen.”

Adinata tidak ingin tinggal di lingkungan yang sama dengan orang tuanya. Rasa sakit karena berpisah dengan Nadine yang disebabkan oleh keluarganya membuat dia untuk menjauh dan menata rencana untuk kehidupan dirinya dan Nadine di masa depan. Dia akan berusaha dengan keras sebelum membawa Nadine kembali ke pelukannya.

“Pulang ke sini saja, Adinata. Mama tidak bisa berjauhan denganmu.” Meranti menyentuh bahu Adinata dan menatap Adinata dengan tatapan khawatir. “Kamu tinggal sendiri, kan. Apa bisa kamu mengurus dirimu sendiri? Kamu, kan sudah bercerai, kan. Sudah resmi menjadi duda, kan? Tidak perlu bersedih, ya. Mama bisa kenalkan kamu dengan anak-anak teman mama. Tidak usah takut menjadi duda.”

Adinata menggelengkan kepalanya. “Adinata ingin ke kamar dulu, Ma.”

“Iya. Ayo mama antarkan.”

Adinata tidak memberi reaksi atas ucapan sang mama. Dia hanya melanjutkan langkahnya agar segera sampai ke kamarnya dan setelahnya dia akan kembali ke Apartemen. Dia tidak ingin untuk sekedar menginap di rumah ini. Dia juga tidak ingin kepergok oleh sang nenek atau saudaranya yang lain.

“Mama kirimkan fotonya ke nomor kamu, ya. Nanti kamu pilih sendiri yang mana yang akan kamu ajak kencan.” Meranti tertawa kecil dengan bahagia.

Adinata menghentikan langkah kakinya. “Aku tidak berminat.”

“Adinata,” panggil Meranti dengan nada marah.

“Sudah, Ma. Adinata tidak ingin membuka lembaran baru. Adinata ingin sendiri saja. Tidak ingin direpotkan dengan urusan perempuan yang mama usulkan.”

Adinata tidak ingin menutup hatinya untuk Nadine, tapi dia akan menutup hatinya untuk perempuan lain. Cintanya kepada Nadine tidak memudar dan malah semakin besar. Dia tidak rela perceraiannya dengan Nadine terjadi.

“Kamu sudah bercerai dengan Nadine! Kamu perlu mencari istri baru. Mama tidak ingin kamu sendirian. Kamu harus menikah lagi, Adinata!”

“Ma,” panggil Adinata. “Jangan selalu membawa Adinata untuk mewujudkan keinginan mama yang sangat jelas merugikan Adinata. Sudah cukup, Ma. Lihat perceraian Adinata dan Nadine sebagai hasil dari keikutcampuran mama dalam pernikahan Adinata.”

“Nadine memang tidak cocok bersanding denganmu. Bukan salah mama kalau mama tidak menyukainya, Adinata.”

“Salah mama. Nadine istri Adinata. Sudah seharusnya mama menerima Nadine sebagai istri Adinata. Mama membuatnya tidak nyaman berada di sini sampai akhirnya dia memutuskan untuk bercerai denganku.” Adinata tertawa kecil.

Adinata melanjutkan langkah kakinya menaiki undakan tangga untuk sampai ke kamarnya. Kamar yang menjadi tempat Adinata dan Nadine tidur berdua.

“Mama tidak menyukai caramu membela mantan istrimu di depan mama, Adinata.”

Meranti belum selesai berbicara dengan anak sulungnya. Dia harus membawa Adinata untuk menuruti keinginannya. Dia tidak ingin Adinata menjadi pembangkang dan melupakan dirinya.

“Apa?” Adinata bertanya tanpa ingin berhadapan dengan sang mama. Dia menatap mama dari cermin yang terpasang di tembok sepanjang tangga.

“Kalian sudah bercerai. Tidak baik kalau kamu masih membela dia di depan mamamu!”

Adinata tertawa kecil. “Apa yang mama inginkan?”

“Turuti kemauan mama.”

“Dengan menikah lagi?”

Meranti menganggukkan kepalanya. “Kamu harus menikah dengan pilihan mama, ya. Mama akan memilihkan perempuan yang setara denganmu. Kamu tidak perlu bersusah payah mencarinya karena perempuan-perempuan itu akan datang menghampirimu dengan sendirinya.”

Adinata tidak benar-benar bercerai dengan Nadine. Nadine masih menjadi istrinya walau mereka tidak tinggal di rumah yang sama. Dia tidak akan pernah ingin benar-benar bercerai dari Nadine. Dia yang tidak sanggup untuk menjauh dari Nadine. Sekarang saja, hatinya merasa gundah. Dia ingin segera saja bertemu dan memeluk tubuh Nadine dengan erat.

Tapi dia tidak bisa melakukannya sekarang. Adinata hanya bisa mendengar laporan dari suruhannya yang mengawasi Nadine di tempat tinggal Tante Almi. Adinata belum bisa mendapatkan foto Nadine karena Nadine tidak pernah sendiri. Mendengarnya Adinata merasa sedikit baik karena Nadine tidak sendiri.

“Mama saja yang menikah dengan pilihan mama.”

Adinata membuka pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam ketika dia berhasil masuk. Dia tidak ingin sang mama ikut masuk dan melihat apa yang akan dia bawa.

Adinata membuka lemari pakaian untuk mencari perhiasan yang selalu dia berikan untuk Nadine. Letaknya masih sama, tapi jumlahnya yang berbeda.

“Nadine tidak membawanya. Dia juga tidak menggunakan kartu debit yang aku taruh di saku pakaiannya.”

Adinata menatap kotak yang dia pegang. “Berarti memang yang Kanista pakai adalah perhiasan yang selalu aku berikan kepada Nadine. Dia dan mama yang merampasnya?” Adinata tertawa sinis.

“Mereka menikmatinya.”

1
doubleareya
Halo, teman-teman 👋🏻👋🏻 Terima kasih sudah membaca cerita Adinata - Nadine yaaa, aku mau minta tolong kepada teman-teman untuk memberi dukungan cerita ini dengan suka dan komentar yaaa 🤍 🤍 Aku sangat terbuka dengan saran dan kritik yang baik untuk cerita ini yaa 😙💛
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!