NovelToon NovelToon
Simpanan CEO Muda

Simpanan CEO Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Siapa sangka, niat Amira cuma mau bantu temannya nganter kopi ke ruang CEO malah jadi awal dari malam paling gila dalam hidupnya.

Amira Shalwanissa. Karyawan biasa yang terjebak lembur di kantor karena menggantikan temannya yang sakit.
Zian Ardana. CEO muda, anak pemilik perusahaan, terkenal kejam dan nggak punya hati buat karyawannya.

Malam itu, ruang kerja CEO yang biasanya sepi berubah jadi tempat paling berbahaya.
Zian jatuh pingsan. Amira panik dan menolong. Tapi demam tinggi membuat Zian kehilangan kendali.

“Lepaskan saya, bapak mau apa!”
“Shutt, apa kamu nggak bisa diam... kepalaku sakit.”

Amira melawan. Dia menendang, berlari, bersembunyi di bawah meja. Tapi bayangan Zian terus mengejarnya, dengan tawa rendah yang bikin bulu kuduk merinding.

Malam itu menjadi saksi bisu awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.
Apakah Amira bisa lolos? Atau dia benar-benar akan jadi... simpanan CEO muda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Keesokan paginya, aroma harum masakan sudah tercium dari arah dapur. Amira sedang sibuk sendirian membuat sarapan, mencoba menenggelamkan seluruh pikiran dan kegelisahannya ke dalam wajan yang sedang ia aduk.

Sementara itu, di teras samping yang menghadap langsung ke taman belakang, Zian dan Evan duduk bersama. Udara pagi yang sejuk menemani mereka berdua. Zian meletakkan cangkir kopinya, lalu menoleh ke arah adik iparnya.

"Evan," panggil Zian dengan nada rendah. "Saya ingin bertanya sesuatu tentang kakakmu. Selama ini... seperti apa Amira sebenarnya?"

Evan menoleh, lalu tersenyum tipis saat teringat bagaimana hebatnya sang kakak selama ini.

"Mbak Amira itu nggak pernah punya waktu buat mikirin hal lain selain aku, Mas." ujar Evan memulai ceritanya.

"Sejak usia empat belas tahun, mbak Amira bekerja siang malam untuk dirinya—maksudnya, untuk membiayai aku. Dia rela potong masa remajanya cuma buat kerja. Awalnya kami tinggal bersama nenek, tapi setelah nenek meninggal, Amira dan Evan memutuskan merantau ke Jakarta," lanjut Evan bercerita tentang masa lalu mereka.

Zian terdiam, mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulut Evan dengan saksama. Fakta bahwa Amira tidak pernah dekat dengan laki-laki lain dan menghabiskan seluruh hidupnya hanya untuk berjuang demi adiknya, membuat dada Zian mendadak berdenyut aneh. Ada rasa kagum yang tumbuh di hatinya mendengar ketangguhan sang istri yang selama ini tidak ia ketahui.

"Makanya, Mas," lanjut Evan, kali ini ekspresi wajahnya berubah sedikit lebih serius,

"ada satu hal penting lagi yang harus Mas Zian tahu tentang Mbak Amira."

Zian menaikkan sebelah alisnya, memberikan perhatian penuh pada adik iparnya itu. "Apa itu, Evan?"

"Mbak Amira itu punya trauma berat sama hujan dan petir," ungkap Evan dengan nada suara yang merendah.

"Waktu nenek meninggal di kampung, malam itu taruhannya nyawa. Hujan deras banget disertai badai dan petir besar. Rumah kami yang dulu sampai bocor parah, dan di tengah gemuruh petir itu, Mbak Amira harus sendirian mendekap nenek yang mengembuskan napas terakhirnya, sementara aku waktu itu masih kecil banget dan cuma bisa nangis."

Evan menghela napas panjang, matanya menerawang mengingat memori kelam tersebut.

"Sejak malam itu, setiap kali dengar suara petir atau lihat kilatan lampu badai, Mbak Amira pasti langsung gemetar parah, ketakutan, dan refleks mengunci diri di kamar sambil tutup telinga. Dia selalu merasa kalau petir datang, dia bakal kehilangan orang yang dia sayang lagi," jelas Evan panjang lebar.

"Jadi, kalau nanti tiba-tiba hujan badai, aku mohon banget... tolong temani Mbak Amira ya, Mas. Jangan biarkan dia sendirian."

Zian tertegun mendengar penjelasan Evan. Bayangan Amira yang mungil dan rapuh, berjuang sendirian di tengah badai masa lalu tanpa ada seorang pun pria yang melindungi, membuat naluri protektif Zian bangkit sepenuhnya.

___________

Selesai sarapan pagi. Sebuah taksi online sudah menunggu di area drop-off. Evan hari ini harus menyudahi kunjungannya di Jakarta dan kembali ke Surabaya karena jadwal kuliahnya yang tidak bisa ditinggal lagi.

Amira berdiri di ambang pintu, matanya kembali berkaca-kaca saat membenarkan kerah jaket adik laki-lakinya itu.

"Kamu di Surabaya jangan telat makan ya, Van. Kalau uang bulanan kamu kurang, langsung telepon aku," ucap Amira, suaranya agak serak menahan sedih karena harus berpisah lagi dengan satu-satunya keluarga kandung yang ia miliki.

Evan tersenyum lebar, mencoba mencairkan suasana agar kakaknya tidak menangis.

"Iya, Mbak bawel. Aku udah gede, bisa jaga diri kok. Mbak sendiri yang harusnya banyak makan, jangan mikir yang aneh-aneh lagi."

Evan kemudian beralih menatap Zian yang berdiri tegap di samping Amira. Kedua pria itu saling melempar pandangan penuh arti.

"Mas Zian, aku pamit pulang ke Surabaya dulu ya," pamit Evan sambil mengulurkan tangannya.

"Titip Mbak Amira.."

Zian menyambut jabat tangan Evan dengan genggaman yang kuat dan tegas.

"Kamu tenang saja, Evan. Fokus pada kuliahmu di sana. Biar saya yang menjaga kakakmu di sini. Hati-hati di jalan."

Evan mengangguk mantap. Setelah memeluk kakaknya erat-erat, remaja itu melangkah masuk ke dalam taksi. Mobil pun perlahan bergerak meninggalkan lobi mansion, menyisakan Amira yang melambaikan tangan dengan tatapan kosong, dan Zian yang diam-diam mulai mengikis jarak untuk berdiri lebih dekat di belakang istrinya.

1
Blu Lovfres
lampir sinting😁🤣
Blu Lovfres
nyesek y ternyata nasibnya zian
Blu Lovfres
hadehh amira terlalu lebay banget 😁🤣
Blu Lovfres
😁🤣
Blu Lovfres
next thor
Blu Lovfres
ceo tolol o'on lebih tolol lagi astinnya, 😁
keven sekelas asisten buru di perkampungan yg ga tau kecangian, ceo ga bisa tau kelakuan mis yg sering menghukum amira, di kernakan amira bukan barang berharga buat zean karna itu don't care
Blu Lovfres
y udah datangkan saja mba kunti bibir merah untuk zian thor 🤣🤣🤣🤣
Blu Lovfres
ga tau kelanjutannya pernikahan amira dn zian
Ni Cristi
yuk yukk pernah baca dimana nihh alur yang mirip nya
Blu Lovfres
Kayak nya ada pernah baca deh alur novel ini ,
Blu Lovfres
mampir kesini thor 😘
Ni Cristi: Welcome 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!