NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO / Tamat
Popularitas:347.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Di rumah yang kini terasa sangat sunyi, Kyara duduk di atas ranjang dengan ponsel di tangannya. Lampu kamar menyala terang, sementara layar ponselnya terus dipenuhi notifikasi. Ia sedang membuka halaman ceritanya. Jumlah pembaca terus bertambah.

Komentar demi komentar juga terus masuk.

Perempuan berdaster itu menggigit bibirnya menahan senyum bahagia. Tangannya sibuk membalas beberapa komentar dari para pembaca.

"Terima kasih sudah membaca."

"Doakan tokohnya bisa kuat ya."

"Bab selanjutnya siap meluncur."

Sesekali Kyara tertawa kecil sendiri membaca komentar yang begitu emosional.

"Aku pengen menampar suaminya!" tulis salah satu pembaca.

"Pengen banget menjambak rambut mertua Gyara!"

Kyara sampai menutup mulutnya menahan tawa. "Aduh ..." gumamnya. Namun di balik tawa kecil itu, hatinya terasa hangat.

Selama ini ia selalu merasa sendirian. Tidak ada yang benar-benar mendengar ceritanya. Tidak ada yang peduli pada perasaannya.

Namun sekarang ... ratusan bahkan ribuan orang membaca kisahnya. Banyak yang mendukung tokoh dalam ceritanya. Banyak yang berharap tokoh itu bisa bangkit.

Dan entah kenapa, Kyara merasa seperti mereka juga sedang mendukung dirinya.

Ia memeluk ponselnya sebentar dengan wajah penuh kebahagiaan. "Aku nggak sendirian lagi," bisiknya pelan.

Namun tiba-tiba, suara bel rumah berbunyi.

Kyara terkejut sampai sedikit tersentak.

"Ehh!" Ia menoleh ke arah pintu kamar.

"Siapa sih yang bertamu malam-malam begini?" Keningnya mengkerut. Ia melirik jam di ponselnya. "Sudah jam sembilan malam."

Awalnya ia memilih mengabaikan. Matanya kembali fokus ke layar ponsel.

Namun beberapa detik kemudian, bel rumah berbunyi lagi. Kali ini lebih lama. Kyara menghela napas panjang. "Ya ampun ..." Ia menurunkan ponselnya. Sepertinya tamu itu tidak akan pergi sebelum ada yang membuka pintu.

Dengan sedikit malas Kyara turun dari ranjang sembari memasukan ponselnya ke saku daster. Ia menyambar sweater tipis dan memakainya di atas daster yang sedang ia kenakan. Setelah itu berjalan keluar kamar. Langkahnya pelan menuruni tangga menuju lantai bawah.

Rumah terasa begitu sepi. Hanya suara langkah kakinya sendiri yang terdengar.

Bel tidak berbunyi lagi. Namun Kyara tahu seseorang masih menunggu di luar. Ia akhirnya sampai di depan pintu. Tangannya terangkat untuk membuka kunci.

Kyara membuka pintu perlahan. Begitu pintu terbuka, ia langsung sedikit terkejut. Di depannya, berdiri seorang pria bertubuh tinggi besar. Bahunya lebar, wajahnya tegas dengan sorot mata yang sulit ditebak. Ia mengenakan jaket gelap dan celana panjang, membuat penampilannya terlihat seperti seseorang yang baru datang dari perjalanan jauh.

Kyara sempat memandangnya beberapa detik. Lalu mengeluarkan suara. "Maaf, Mas ini siapa ya?" katanya sopan. "Ada keperluan apa malam-malam begini datang ke sini, dan mau bertemu dengan siapa?" lanjutnya.

Pria itu menjawab dengan suara berat.

"Saya Wildan." Kyara mengangguk kecil.

"Saya mau bertemu Bu Hesti."

"Oh ..." Kyara langsung mengerti. "Mau ketemu Mama." Ia membuka pintu sedikit lebih lebar sambil berkata dengan nada sopan. "Tapi Mamanya sedang tidak ada di rumah, Mas. Lagi pergi ke rumah Tante Hilda." Wildan tampak sedikit terdiam. Kyara lalu melanjutkan dengan hati-hati, "Besok saja Mas datang lagi." Ia tersenyum tipis, berusaha tetap ramah. "Bukannya saya tidak sopan ya, Mas. Tapi di rumah memang sedang tidak ada siapa-siapa."

Wildan terlihat berpikir sejenak, lalu berkata dengan nada sedikit memohon. "Aduh, Mbak ... saya ini orang jauh." Kyara mengerutkan kening sedikit. "Saya sudah menempuh perjalanan cukup lama." Ia lalu menatap ke dalam rumah sekilas sebelum berkata lagi, "Tolong izinkan saya menunggu di dalam, sebentar saja sampai Bu Hesti pulang?"

Kyara ragu beberapa detik. Namun melihat pria itu tampak kelelahan dan sopan, hatinya menjadi tidak enak jika menolak. Akhirnya ia mengangguk. "Ya sudah ... silakan masuk, Mas."

Wildan melangkah masuk ke ruang tamu.

Kyara tidak menutup pintu rumah sepenuhnya. Ia sengaja membiarkannya sedikit terbuka sebagai bentuk kewaspadaan serta supaya tidak menimbulkan fitnah yang tidak-tidak. "Silakan duduk," kata Kyara menunjuk sofa.

Wildan duduk dengan tenang.

Kyara kemudian berkata, "Saya coba telepon Mama dulu ya."

"Iya."

Kyara mengambil ponselnya lalu mencoba menelepon Hesti. Namun panggilan itu tidak diangkat. Ia mencoba sekali lagi. Tetap tidak ada jawaban. Helaan napas kecil keluar dari mulutnya. Ia kemudian mencoba menelepon Dini. Tetapi hasilnya sama saja. Tidak diangkat. "Mama dan Dini meuni kompak nggak mengangkat telepon," gumamnya pelan.

Kyara lalu menoleh ke arah Wildan yang duduk tenang. "Mas tunggu sebentar ya. Saya ambilkan minum dulu."

Wildan mengangguk.

Kemudian ia berjalan menuju dapur. Sesampainya di dapur, tangannya membuka lemari dan mengambil gelas. "Bikin kopi aja deh," gumamnya.

Di ruang tamu yang remang, Wildan duduk sendirian di sofa. Pintu rumah masih sedikit terbuka seperti yang tadi dibiarkan Kyara. Pria itu mengeluarkan ponselnya dari saku jaket. Layar menyala. Sebuah pesan baru masuk.

"Lakukan sekarang."

Wildan membaca pesan itu tanpa ekspresi. Matanya dingin. Beberapa detik kemudian ia mengetik balasan singkat. "Siap." Pesan itu terkirim.

Wildan lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku, tepat ketika langkah kaki Kyara terdengar dari arah dalam.

Perempuan berambut diikat asal itu muncul membawa nampan kecil berisi dua cangkir kopi dan sepiring kue kering. Ia meletakkannya di meja depan sofa. "Silakan diminum, Mas." Kyara duduk di sofa seberang Wildan, menjaga jarak yang sopan.

Wildan mengambil cangkir kopi itu dan meneguknya pelan. "Terima kasih," katanya.

Tersenyum kecil Kyara.

Ruang tamu menjadi hening beberapa saat. Hanya terdengar suara jam dinding yang berdetak pelan.

Namun tiba-tiba, Wildan meletakkan cangkirnya dengan keras. Tangannya langsung memegangi dada. "Akh ..." Wajahnya meringis kesakitan.

Kyara langsung terkejut. "Mas?"

Wildan membungkuk sedikit sambil terengah-engah. "Mbak ... tolong ..."

Kyara langsung berdiri panik. "Mas, kenapa?"

Wildan menekan dadanya kuat-kuat. "Dada saya ... sakit sekali, Mbak." Napasnya terdengar berat.

Kyara benar-benar panik sekarang. "Ya Tuhan ..." Ia buru-buru menghampiri Wildan. "Mas, coba tarik napas pelan-pelan." Tubuhnya merunduk di depan pria itu, berniat membantu.

Namun tiba-tiba, gerakan Wildan berubah. Tangannya langsung menarik tubuh Kyara dengan kuat. "Mas-!" Kyara tidak sempat bereaksi. Dalam satu gerakan cepat, Wildan memeluknya erat lalu menjatuhkan tubuh Kyara ke atas sofa.

Kyara terhempas dengan punggung mengenai bantal sofa. "Mas! Apa yang-"

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, tubuh besar Wildan sudah menindihnya. Ia langsung berontak. "Mas! Minggir! Lepas!" Ia mencoba mendorong dada pria itu dengan kedua tangannya. Namun tenaga Wildan jauh lebih kuat. "Tolong!" Kyara meronta panik. "Mas! Lepaskan saya!" Tangan Wildan masih menahan bahunya dengan kuat, lalu kepala lelaki itu menyusup ke ceruk leher Kyara, membuat wanita berdaster itu semakin ketakutan. "Mas! Jangan!"

Pintu rumah tiba-tiba terbuka lebar. Langkah kaki terdengar cepat memasuki ruang tamu. Dan selanjutnya, terdengarlah teriakan membahana. "Kyara! Apa yang sedang kamu lakukan?!"

Kyara membelalakkan mata. Jantungnya seolah dicabut paksa dari dalam rongga dada.

1
Marlina
✨always love you ✨
ceritanya gantung banget kak thor..tp gpp deh yg penting happy ending tokoh utama nya
Ama Apr: wkwkwk
total 5 replies
Marlina
✨always love you ✨
kalau sudah tiada baru terasa 😅 itulah yg di alami doni
Ama Apr: hoohh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
bertaubat lah sebelum ajal menjemput mu Don
Ama Apr: lanjut kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
akhirnya terungkap juga kematian nayla
Ama Apr: yappp🥲
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
karena kama ingin menikah mu secara resmi tanpa ada kesepakatan
Ama Apr: hehe betul
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh Din gak usah kebanyakan mikir.. mending nikah sama Roy jelas² pria baik tulus.. lagi pula km udh gak perawan juga kan
Ama Apr: hooj ya
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
klo Roy mau menerima dini apa adanya knp gak nikah aja
Marlina
✨always love you ✨
si Nayla udh metong dan di kubur sama dokter abal² tuh
Ama Apr: haha atut
total 3 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha tuh kan bener perkutut nya Doni kurapan 🤣🤣🤣
Ama Apr: iuhhh jijik
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
hayolo udh mulai penyakit mu keluar Doni.. perkutut nya kudisan ya 🤣
Ama Apr: hooh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
ibu anda metong karena gak kuat anus nya keluar dan mengeluarkan banyak berlian 😅
Ama Apr: hahaha geuleuh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
azab di dunia aja udh mengenaskan gitu gmna di akhirat nya hiiiii... auzhuminzalik
Ama Apr: 🥲 amit2
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
astaghfirullah 🤮 aku gak ikut di situ ikut mual
Marlina
✨always love you ✨:
iyuuuhhhh gak deh 🤮
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
pasti syok berat tuh si Doni knp calon suami nya kyara bersama pak darta.. ternyata mantan istri yg kau sia sia kan akan menjadi ratu di keluarga sultan.. itu lah pembalasan bt setan seperti dirimu
Marlina
✨always love you ✨:
hu'umm
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh tau salah masih menyangkal aja tuh si Doni.. pengen ku geprek tuh pala nya
Marlina
✨always love you ✨
metong aja sekalian Hesti
Marlina
✨always love you ✨
kira" Doni jadi gila gak ya..klo si dini jelas tobat.. orang yg lu salah kan udh di kubur dokter abal² tuh udh metong Nayla nya 😅
Marlina
✨always love you ✨
selamat ya keluarga pezina dapat karma yg spektakuler 🤣🤣🤣🤣
Marlina
✨always love you ✨
nah puas banget aku sama kejutan hari ini buat keluarga pezina
Marlina
✨always love you ✨:
banget
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha ketakutan tuh si doni🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!