Genre: Action, Fantasy, Drama, Comedy
Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.
Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”
Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chain King
CHAPTER 28
Beberapa hari telah berlalu. Latihan Shun semakin berat dari sebelumnya. Shun yang babak belur berjalan menuju ruang perawatan.
Sesampainya di sana, Shun langsung diomeli oleh Dr. Wero karena selalu datang ke ruang perawatan dengan keadaan luka-luka. Meskipun begitu, Dr. Wero tetap menyembuhkan Shun.
Setelah merasa lebih baik, Shun berpamitan dengan Dr. Wero yang raut mukanya masih kesal karena Shun. Shun berjalan ke sana kemari karena ia tidak ada kerjaan.
Tidak lama kemudian, salah satu anggota Nightshade memanggilnya. "Yo! Yo! Yo! Shun!" Orang itu memanggil dengan nada seorang rapper.
Shun kebingungan. "A-ada apa?"
"Kau! Dipanggil! Oleh! B-B-B-Bosss! Yahuuu!" Gang sign terlihat di tangannya.
Shun menanggapi panggilan itu dan bergegas menuju ruangan Kai. Sambil menutup telinga karena orang tadi yang masih berada di sampingnya terus berbicara yang tidak penting, Shun tiba di ruangan Kai. Di dalam ruangan itu hanya ada Kai, Shun, dan orang tadi. Shun dan orang itu mendekat perlahan ke depan Kai.
Setelah tepat berdiri di depan Kai, Kai mengulurkan tangannya yang memegang sepotong kertas yang sepertinya terlipat.
Kai memberikan kertas itu ke Shun. "Pergi ke lokasi yang ada di kertas itu," Kai kembali duduk. "Kau akan bertemu dengan seorang pria. Dan pria itu akan memberitahumu misi baru," Ucap Kai sambil tersenyum.
"Boss, maksudnya pria itu siapa?" Shun bertanya.
"Oh iya, orang aneh di sampingmu itu akan menjadi rekanmu juga," Kai tidak menjawab pertanyaan Shun.
Setelah itu, mereka berdua keluar dari ruangan Kai, dan Shun mulai mengganti pakaian karena lokasi yang dituju ada di kota.
Orang aneh di sampingnya itu memperkenalkan dirinya. Dia bernama Liniel dan dia lebih suka jika dipanggil Niel. Mereka berdua mengganti pakaian supaya tidak mudah dikenali, terlebih lagi Shun.
Tidak lama kemudian, mereka berdua telah selesai mengganti pakaian. Shun dan Niel pun berangkat ke garasi tempat mobil Juichi. Ya, mereka akan diantar oleh Juichi.
Saat berjalan, tidak sengaja Shun melihat berita di televisi tentang "Lubang besar yang muncul di Desa Hoshigawa." Namun, dengan cepat Shun langsung mengabaikannya.
Mereka sampai di garasi tersebut. Juichi yang sudah lama menunggu langsung menyuruh mereka berdua masuk dan berangkat begitu saja.
Tidak lupa, Juichi mengaktifkan Ten dan membuat mobilnya berkamuflase menjadi mobil sports. Shun tidak berkomentar karena mungkin selera Juichi adalah mobil sports.
Di dalam mobil yang biasanya tenang, sekarang menjadi berisik dan penuh ucapan yang tidak jelas keluar dari mulut Niel.
"Yo, yo, yo, yo.... Niel di sini! Siap membunuh semua! Yahuuu!" Nada rappernya terdengar kencang di setiap telinga orang yang di dalam mobil saat itu.
Bahkan, setiap mobil yang berada di samping mereka langsung mundur karena mendengar omongan Niel yang aneh itu.
Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di tujuan. Juichi pun bergegas pergi dan meminta untuk ditelepon jika misi selesai.
Shun dan Niel melihat sekeliling dan terkejut. Ternyata, mereka dibawa ke tempat para remaja mencari hiburan. Yaitu, kota yang dikenal sebagai tempat "Kupu-Kupu Malam" terbanyak di seluruh Jepang.
"I-ini serius. Tuh orang ada di sini?" Shun terkejut.
"Tentu! Saja! Yooo!" jawab Niel dengan semangat.
"Niel, diam saja," ucap Shun dengan cepat.
Mereka berjalan untuk menuju ke tempat yang tertulis di kertas. Shun berjalan, mukanya juga memerah karena mereka selalu digoda oleh beberapa wanita.
Dan kebanyakan Shun malu karena Niel yang suka balik menggoda para wanita. Tidak lama kemudian, Shun sampai dan tepat berada di depan tempat yang ditulis di kertas.
Shun dan Niel berdiri di depan sebuah "Kupu-Kupu Malam" yang berukuran besar. Shun dan Niel perlahan melangkah dan masuk ke dalam kupu-kupu malam.
Mereka melangkah perlahan. Keringat Shun jatuh perlahan. Saat masuk melewati pintu, muka Shun memerah seperti buah apel karena di telinganya selalu mendengar suara yang seharusnya tidak boleh didengar oleh anak berusia 16 tahun.
Shun dan Niel duduk di sofa yang kosong. Tidak lama, muncul seorang resepsionis. Shun berniat tidak memesan apa pun, begitu juga dengan Niel karena mereka tidak membawa uang.
Namun, tiba-tiba seseorang mendekat ke resepsionis itu dan memesankan Shun dan Niel sebuah jus. Pria berambut biru tua dan mata yang juga mengikuti warna rambutnya, tubuhnya yang berotot namun ramping, dan tentu saja bermuka yang tampan.
Hal itu membuat Niel langsung berbicara ala rapper. "Yo! Yo! Yo! Di sini ada! Cogan! Yahuuuu!" Teriak Niel.
"Semangat sekali, ya, Niel," Pria itu tersenyum.
Dia tahu nama Niel dan membuat Shun langsung waspada. Ia takut jika mereka diketahui oleh organisasi Justice.
Pria itu menoleh ke arah Shun. "Hahahaha," Tertawa pelan. "Tenang saja, Shun. Aku teman kalian kok."
"T-teman, maksudmu?" Shun terheran.
Pria itu berjalan dan duduk di samping Shun. "Ya, Retsu si Chain King," Tersenyum ramah.
Shun terkejut karena ia bertemu dengan salah satu dari empat Demon General yang katanya bisa mengimbangi kekuatan Riot.
Retsu meminta Shun untuk tetap santai karena ia akan langsung memberitahu misinya.
Singkatnya, Shun diminta untuk menangkap seorang pejabat yang diduga mengkorupsi uang rakyat. Dan jika selesai, Shun juga diminta untuk langsung menyerahkannya ke Yoshida.
Pertama kali, Shun diberi misi menangkap seorang pejabat. Shun percaya diri bisa menyelesaikan misinya, tapi Retsu memperingatkan bahwa pejabat itu didampingi oleh dua orang petarung yang cukup kuat.
Setelah itu, Shun dan Niel diminta untuk beristirahat sebentar karena misinya akan dimulai pada malam hari. Shun dan Niel juga diajak oleh Retsu untuk ke tempat persembunyiannya selama berada di kota ini.
Tidak lama kemudian, alangkah terkejutnya Shun, sebuah tempat persembunyian yang dikatakan oleh Retsu ternyata hanya sebuah kamar apartemen yang ia sewa.
Saat masuk, di dalamnya juga tidak ada apa-apa. Melihat sikap Retsu yang sepertinya santai, membuat Shun ingin bersikap santai supaya bisa kuat seperti Retsu dan mengimbangi Riot.
Shun duduk di sofa yang ada, begitu juga dengan Retsu. Saat ini hanya mereka berdua karena Niel ke tempat tidur lebih dulu dan melakukan karaoke sendiri.
Retsu membuka pembicaraan, "Bagaimana latihanmu dengan Riot?"
Mendengar itu, Shun spontan berkata, "Mengerikan, sudah seperti neraka,"
Retsu hanya tertawa karena begitulah Riot. Retsu mulai bercerita tentang saat pertama kali ia bertemu dengan Riot.
Retsu mengatakan juga bahwa dari dulu Riot memang orangnya serius dan keras. Riot dulu juga sering menantang Kai duel untuk memperebutkan tahta orang terkuat di Nightshade.
Namun, Riot selalu kalah melawan Kai.
Retsu melihat ke arah mata Shun. "Shun, kau pasti sudah mendengar masa lalu Riot, kan?"
"Eh? Iya."
"Itu berarti, Riot menemukan orang yang sangat dipercayainya," Retsu tersenyum. "Jadi, semua latihan Riot adalah untuk membuatmu menjadi kuat dan mencapai tujuanmu. Mungkin dia juga ingin kau melampaui kekuatannya," lanjut Retsu.
Shun terdiam mendengar itu. Ia berkata latihan Riot sudah seperti neraka karena kenyataannya begitu. Riot selalu memaksa Shun bertarung di mana pun Shun berada dan tidak peduli keadaan Shun bagaimana.
Namun, ia baru sadar bahwa Masternya atau Riot melakukan itu supaya Shun cepat terbiasa dan menjadi lebih kuat.
Tidak lama, Shun langsung memutuskan untuk cepat-cepat menyelesaikan misi dan lanjut latihan bersama Riot.