Anya seorang perempuan kaya yang harus meninggalkan semuanya yang dia miliki karena sakit hati yang dia punya kepada Adi. Dia memilih menghilang dari kehidupan masa lalunya dan memulai segala sesuatunya dari nol. Akankah dia bertemu dengan kekasih baru dan mempunyai kehidupan yang lebih baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Arinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengawasi
Adi kembali ke kamar dengan perasaan yang tidak karuan. Semua yang ibunya katakan memang benar, tapi Adi tidak memang tidak bisa meninggalkan Anya maupun Bella. Adi tak ingin kehilangan mereka berdua.
Tapi Adi juga masih bingung sebenarnya ada masalah apa Anya sampai dia menghilang, karena saat mereka terakhir kali bertemu untuk makan siang mereka masih baik baik saja. Sampai Anya melihat sesuatu di HPnya dan marah. Adi merasa Anya ada masalah lain sehingga dia pergi dari rumah. Entahlah Adi masih tidak mengerti dengan Anya walau mereka sudah pacaran 9 tahun.
Adi lelah memikirkan apa yang terjadi. Dia memilih untuk berbaring di ranjangnya dan mulai memejamkan matanya.
**
"Pa kok tumben baru pulang?", tanya Bu Rena sesaat setelah Pak Budi turun dari mobil yang berhenti di depan rumahnya.
"Iya Ma, hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus Papa selesaikan", Pak Budi memberikan tas kerjanya kepada Bu Rena.
"Ya sudah Papa mandi dulu lalu kita makan malam bersama", Bu Rena mengikuti Pak Budi masuk ke dalam rumah. Pak Budi segera mandi sedangkan Bu Rena ke dapur menyiapkan makanan untuk makan malam. Tak seberapa lama Pak Budi pun sudah duduk di meja makan. Pak Budi dan Bu Rena makan bersama.
Setelah selesai makan mereka ke ruang tengah untuk bersantai sejenak melepas lelah. Mereka menonton acara televisi secara acak.
"Ma, Papa kangen Anya", kata Pak Budi membuka pembicaraan.
"Mama juga kangen Anya. Papa belum tau Anya dimana?", tanya Bu Rena.
"Belum sayang. Sabar ya sayang, kita pasti akan menemukan Anya", Pak Budi memegang tangan Bu Anya.
"Iya Pa, Mama tahu kita harus terus berfikir positif", Bu Rena mulai bisa memahami keadaan yang mereka hadapi.
"Ma, sebenarnya sampai sekarang Papa tidak menyetujui Anya berpacaran dengan Adi, namun karena Anya memaksa jika Adi anak yang baik, Papa terpaksa mengijinkan mereka pacaran", Pak Budi seolah menyesali sesuatu.
"Mama juga Pa, daridulu Mama juga tidak menyukai Adi. Sejak awal bertemu Mama merasa Adi bukan pria yang bisa dipercaya dan tidak bertanggungjawab. Namun karena Anya bahagia saat bersama Adi, maka Mama terpaksa menerimanya", Bu Rena juga mengakui ketidaksukaan pada Adi.
"Papa kemarin dikasih tahu Rara sebuah petunjuk kenapa Anya pergi Ma", Pak Budi sedikit ragu untuk mengatakannya.
"Memangnya apa Pa?", tanya Bu Rena heran.
"Tapi Papa harap Mama jangan kaget dan sebisa mungkin untuk mengatur emosi Mama agar Mama gak ngedrop lagi", kata Pak Budi mengingatkan. Bu Rena mengangguk tanda setuju.
"Mama tahu kan kalau Anya sama Adi pacaran sudah 9 tahun? Ternyata Adi tidak setia pada Anya. Dia diam diam punya pacar lain dibelakang Anya. Namanya Bella, mereka sudah pacaran selama 5 tahun. Jadi 5 tahun ini Anya diselingkuhi Adi Ma", Pak Budi menjelaskan dengan hati hati. Dilihatnya ekspresi Bu Rena ternyata tampak biasa saja. Pak Budi merasa lega.
"Mama pernah tidak sengaja melihat Adi beberapa kali jalan sama perempuan, Mama kira itu adiknya. Anya pernah cerita Adi punya adik yang masih SMA. Tapi setelah Mama amati cara mereka berinteraksi melebihi adik dan kakak. Mereka sangat mesra. Karena Mama penasaran maka Mama menyuruh seseorang untuk menyelidiki mereka, ternyata mereka pacaran. Perempuan ini bukan Pa?", Bu Rena memperlihatkan foto seorang perempuan di ponselnya kepada Pak Budi.
"Sejak kapan Mama tahu?", Pak Budi heran mengetahui kenyataan istrinya sudah tahu masalah tersebut.
"Sudah hampir 5 bulan Mama tahu. Mama belum mau bicara dengan Papa karena belum cukup bukti. Mama takut Papa keburu berbuka yang tidak tidak", Bu Rena meletakkan ponselnya.
"Tapi ini menyakiti hati anak kita Ma", kata Pak Budi mulai tersulut emosinya.
"Mama sudah memberitahukannya kepada Anya tapi Anya tidak percaya. Anya bilang Adi sudah mengenalkannya kepada perempuan tersebut sebagai teman kuliah Adi dulu. Dan parahnya Anya marah sama Mama karena Anya mengira Mama hanya cari cari alasan agar hubungan mereka berakhir", Bu Rena menghela nafas panjang diujung ceritanya. Pak Budi melihat ada kesedihan dimata istrinya. Pak Budi mengelus tangan istrinya.
"Ma, apa mungkin Anya selama berpacaran dengan Adi, Anya bertindak yang tidak tidak?", tanya Pak Budi khawatir.
"Tenang saja Pa, Anya tidak seperti perempuan tersebut yang dengan mudahnya memberikan tubuhnya untuk Adi", jelas Bu Rena membuat Pak Budi kembali tercengang.
"Mama.. " Pak Budi seolah tidak bisa berkata kata.
"Iya Mama juga sudah tahu kalau Adi dan pacarnya itu sering berhubungan badan", Bu Rena tersenyum melihat reaksi suaminya. Pak Budi menghela nafas lega mendengar kenyataan Anya tidak seperti pacar Adi, atau lebih tepatnya selingkuhannya.
"Papa lupa kalau Mama juga punya bisnis sendiri sebelum kita menikah? Mama pasti akan menyelidiki semua rekan bisnis Mama baik yang sudah menjadi rekan bisnis ataupun yang baru akan menjadi rekan bisnis. Namun setelah kita menikah, Mama meminta kita menggabungkan bisnis kita dan Papa yang mengurus", Bu Rena tersenyum.
"Mana mungkin sekarang Mama kehilangan insting Mama tentang seseorang. Sejak Mama melihat Adi dan pacarnya, Mama menyelidikinya. Bahkan sejak tahu Anya punya pacar, Mama selalu meminta orang untuk mengikuti Anya dari jauh", tambahnya.
"Hanya saja Anya pergi dari rumah, Mama merasa kecolongan. Bagaimana bisa Mama tidak tahu kalau Anya pergi. Karena saat mendapat laporan Anya pulang kerumah setelah bertemu Adi, Mama menyuruh orang yang mengawasi Anya untuk pulang", ada nada penyesalan dalam kalimat Bu Rena.
"Sudahlah Ma, setidaknya Mama sudah melakukan yang terbaik. Kita nanti pasti akan menemukan Anya dan dia akan selalu dalam keadaan baik baik saja. Papa yakin itu", hibur Pak Budi. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar untuk beristirahat.
______________
jangan lupa vote, like dan share nya teman teman. jadikan juga sebagai salah satu novel favorit semua pembaca.
terimakasih semuanya.
follow IG : @widiaarinta
sukses
semangat
keren dan mantap