Quen, gadis biasa penjaga toko. Ia tidak segaja mengijak kodok lalu terjatuh.
Quen tersadar dirinya berada disebuah kamar permaisuri suatu kerajaan. Dayangnya bernama Sri berkata"nona permasuri Quena anda sadar, syukurlah"
"Kamu siapa?kenapa aku disini?"tanya Quen.
"Nona saya dayang nona, namaku Sri. Nona permaisuri terpeleset kekolam, tuan pangeran ke2 sangat menghawatirkan keadaan nona"jawab dayang Sri.
"Apaaa aku permaisuri???"teriak Quen.
Penasaran kelanjutanya. Baca ya kisah seorang gadis biasa-biasa menjadi Ratu. bocah dibawah umur dilarang baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juhridan Rambe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kue bulan Terkena ingus.
Azima berusaha menarik Quen kearah yang tidak ada angin. Tapi sialnya Quen malah jatuh menuju tanah dengan cepat Azima pun menangkapnya.
" AAAAAAAAAaaaaa" Teriak Quen yang jatuh.
" Sayang aku akan menangkapmu" Ucap Azima yang langsung melompat bak Hero diserial kartun Cina.
Shruuuttttt ... ( suara lompatan Azima).
Quen pun ditangkap oleh Azima bak serial drama cina yang romantis. Mereka saling bertatapan dan saling merona karena malu.
" Aku sudah ketakutan tau" Marah Quen.
" Tapi aku kan sudah menangkapmu sayang. Makannya kamu makan yang banyak ya nanti ku buatkan susu" Ucap Azima.
" Susu, Peras susu dari Sapi maksudnya??"
" Bukan, kami telah mengentalkan susu perah menjadi susu kental manis" Azima pun menjelaskan cara- cara zaman dahulu mengentalkan susu hasil perah sapi menjadi susu kental manis agar bisa dibawa ke tanah Eropa melewati jalan Sutera.
" Oh begitu" Kata Quen yang sekarang pulang menuju kediaman istana Azima.
Disela-sela mereka berjalan nampak seorang biksu, Lebih jelasnya Mantan Biksu. Sedang berjalan kearah mereka bersama dengan dua wanita cantik.
" Pangeran Azima, hormat saya" Ucap Mantan biksu serta kedua wanita tersebut.
" Biksu Tong, Anda akan pergi kemana??"
" Ini aku membawa kedua istriku untuk pergi kepasar membeli baju" Jawab mantan biksu.
" Sepertinya setelah tidak jadi biksu kamu dikelilingi wanita cantik. Bahkan istrimu tampak masih muda." Ucap Azima.
" Haiya... jangan panggil lagi aku biksu tong, cukup panggil aku tong saja. Kini aku keluar dari ajaran budha serta sudah memiliki istri. Dunia fana ini sangat menyilaukan mata. Aku harap kamu hanya setia pada istrimu dan tidak menambah lagi. " Saran Tong.
" Kenapa???"
" Mereka saling bertengkar merebutkanku aku pening. Aku ingin tambah lagi aja biar sekalian rame." Bisik Tong.
Quen pun mendengar bisikan terakhir dari Tong. Langsunglah Quen menjewer Kuping Azima, membawanya menjauh dari Mantan biksu itu. Apalagi biksu tong terkenal genit sekali setelah tidak menjadi Biksu.
" Aduh, aduh sakit sayang" Azima pun merintih kesakitan.
" Pulang, kamu ya bikin aku marah terus. Kamu kira aku tidak tau. Ayo kita pulang" Ajak Quen yang sedang marah.
" Tapi sayang kita harus pergi dulu ke tempat pengentalan susu. Aku ada urusan penting disana. Jika kamu tidak percaya kamu boleh ikut." Ucap Azima.
" Oke, kamu boleh kesana tapi aku ikut denganmu" Kata Quen.
Mereka pun pergi ketempat pengentalan susu. Disana ada 10 karyawan, 5 karyawan wanita serta 5 karyawan laki- laki.
Terlihat karyawan laki- laki tengah sibuk mengangkat beberapa peti berisi susu kental manis yang akan di bawa ke eropa melalui jalur sutera.
Azima mengambil beberapa botol susu kental manis, ia bermaksud membawanya pulang kerumah. Dan sebagian Karyawan diberi satu, untuk memberi bonus karyawannya. Karyawan Azima sangat senang.
Mereka pulang membawa satu botol susu kental manis. Bahkan terlihat karyawan Azima memamerkannya pada orang- orang.
" Ayah aku ingin menikmatinya" Pinta anak kecil usia 5 tahun.
" Iya nak, ini memang untukmu dan adikmu. Ayo kita masuk kedalam rumah." Ajak ayah anak itu.( Karyawan Azima).
Terlihat Quen sangat iba, melihat mereka akhirnya Quen pun memutuskan membeli kue bulan ditoko untuk diberikan pada keluarga itu.
Ketika Quen keluar dengan membawa keranjang berisi roti bulan. Azima pun menghampirinya.
" Sayang, itu untukku" Ucap Azima penuh harap.
" Bukan"
" Lalu untuk siapa??"
" Untuk karyawanmu lah, aku sangat kasian melihat nya tadi. Dari sini pun terlihat mereka sangat kekurangan." Kata Quen yang bersedih.
" Ternyata istriku berjiwa dermawan, walaupun bertubuh kurus kering tinggal tulang." Ucap Azima penuh bangga.
" Kamu membanggakan ku lalu menghinaku. Sungguh terlalu." Eluh Quen yang berjalan pergi kerumah karyawan Azima meninggalkan Azima.
Azima pun mengikutinya.
" Selamat malam" Salam Quen.
" Malam, tuan permaisuri. Hormat kami." Ucap Karyawan azima beserta keluarganya pun memberi salam.
" Wah kalian sedang makan malam" ucap Basa basi Quen.
" Ia tuan permaisuri, tapi hanya inilah yang kami punya. Tuan permaisuri ingin bergabung dengan kami??" Ajak istri karyawan Azima.
" Tidak- tidak aku disini ingin memberi kalian kue bulan, terimalah" Quen pun menyodorkan keranjang berisi kue bulan.
" Istriku ambilkan piring didapur dan sajikan kue bulan ini pasti Tuan Azima juga ingin mencicipinya. Ini kan kue kesukaan tuan Azima" Suruh karyawan itu kepada istrinya. Istrinya pun mengambil piring lalu menata kue bulan itu dipiring.
" Silahkan Tuan pangeran, tuan permaisuri" Istri karyawan itu pun meletakkan piring didekat Azima.
Azima pun nampak ingin mengambil kue bulan tapi di rebut oleh tangan Quen. Quen pun memberikan Kue itu kepada Anak karyawan itu yang paling kecil berumur 2 tahun.
" Sinilah. Ini buatmu" Quen pun memberikan Kue bulan pada balita tersebut. Lalu memangkunya.
" Huh" Azima berdengus kesal.
" Tidak boleh diambil, itu ku belikan untuk mereka bukan untukmu" Bisik Quen.
" Iyalah" Ucap Azima lesu.
Anak balita itu sangat senang, ia nampak menikmati Kue bulan itu. Sampai - sampai Ingusnya pun jatuh kekue bulan yang berada dipiring.
" Aiya, anakku kamu sangat ceroboh. Maafkan anak kami permaisuri" Ucap Istri karyawan Azima.
" Tidak apa- apa" Ucap Quen.
Azima pun mengurungkan niatnya. Karena kue bulan itu sudah terkena Ingus balita. Apalagi kental seperti susu kental manis berwarna putih. Membuat Azima ingin muntah.
Disisi lain
Yoga yang mencari azima bertanya pada Penjaga tempat pengolahan susu milik Azima.
" Tuan kalian kesini??" tanya Yoga.
" Kesini Tuan, bersama istrinya malahan. Tapi tadi saya lihat ia pergi kerumah itu yang bercat kuning" Kata penjaga pengolah susu.
Yoga pun tanpa fikir panjang mendatangi mereka. Ia pun langsung duduk di samping Azima .
" Ngapai kamu kesini??" Tanya Quen.
" Mencari Azima" Jawab Yoga.
Yoga melihat piring dengan kue bulan dan disampingnya botol susu kental manis. Ia mengira kue itu diberi susu kental manis ia mengambil Kue bulan lalu memakannya tanpa permisi. Quen serta Azima pun saling menatap.
lama tau kak nungguin anda