Namaku Iqbal Alviansyah. Aku seorang Pria dewasa berusia 34 tahun saat ini. Profesiku seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Namun sesekali Aku membantu Papih di perusahaan manufactur milik keluargaku. Perawakanku memiliki wajah yang tampan, kulit putih dan tubuh yang tinggi.
Berawal dari sebuah aplikasi chatting yang booming pada tahun 2010. Saat itu usiaku baru 24 tahun. Dari sana Aku mengenal sosok wanita Cantik, dewasa dan keibuan bernama Lulu Wulansari.
Kami saling jatuh cinta bahkan Kami menikah. Namun perjalanan cinta Kami menuju komitmen pernikahan di penuhi Air mata, Amarah dan kekecewaan. Namun hal itu yang membuat pernikahan Kami kokoh hingga sekarang.
Penasaran dengan kisah Kami?
Baca terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana4444, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. pergi jalan-jalan
🌈vote dulu sblm baca🌈
Happy Reading
Iqbal dan Lulu tampak bersiap2 siang itu. Jam dinding sdh menunjukan angka 11.20. Mereka berencana untuk jalan2 ke Daerah Cibad**** Kota Bandung. Di mana di situ terdapat kawasan bermain dan wisata edukasi terbesar di Kota Bandung bernama D'fun station.
Setelah berpamitan pada Bu Laras dan Pak Rahman. Iqbal dan Lulu melajukan motor masing. Wajah Gina tampak sumringah sekali. Dia duduk di atas motor Iqbal di bagian depan.
Sedangkan Lulu nanti nya akan membonceng Gio. Selama perjalanan Lulu kerap melirik ke arah motor Iqbal. Tampak Gina yg terus menebar tawa sepanjang jalan. Gina yg gemar berceloteh sangat klop dg Iqbal yg konyol dan tengil. Beberapa kali terlihat badan Iqbal bergetar tanda Dia sedang tertawa. Kemungkinan besar Iqbal sedang menanggapi celotehan2 Gina hingga membuatnya tertawa.
Tidak berlebihan rasa nya bila yg melihat mereka akan mengira kalau mereka itu pasangan Ayah dan anak kandung.
"Ngebut Pah... Ngebut Pah... Tinggalin Mamah. Ayo Pah..." Gina berteriak teriak.
Iqbal menoleh ke kiri sedikit ke belakang ke arah Lulu. Tangan kiri Iqbal sedikit di rentangkan kemudian membuat gerakan mengayun ke atas ke bawah sebagai kode tangan agar Lulu menambah kecepatan berkendaranya.
[Kalau anak motor atau yg tergabung di club motor pasti ngerti dg kode2 tangan. Salah satu nya ketika mau ngebut atau justru mau berhenti]
Lulu yg mengerti dg kode tangan Iqbal seketika menambah kecepatan motor nya. Iqbal tersenyum puas,karena ternyata Lulu paham dg maksud kode tangannya.
Berbeda dg pacar2 Iqbal yg lain yg tau nya hanya merajuk dan bersikap manja. Paling hebat,mereka jago muasin Iqbal di atas ranjang.
"Yeeeeeee..." Gina membentangkan kedua tangan nya.
Motor Lulu dan Iqbal saling susul menyusul. Meskipun motor yg dikendarai Lulu adalah motor matic yg tingkat kecepatan nya jelas2 kalah di banding motor Iqbal. Namun ternyata Lulu memiliki skill bermanuver di jalanan.
'Gk nyangka,Istri ku yg berwajah lembut dan keibuan ini ternyata cukup gahar jg di jalanan' Iqbal membatin.
Tak lama motor kedua nya sampai di depan sekolah Gio dan Gina. Iqbal langsung menggendong Gina. Lulu dan Iqbal berjalan beriringan menuju tempat org tua biasa menunggu.
Kali ini tidak ada satu pun ibu2 itu yg berkomentar pada Lulu setelah tau laki2 muda yg ada di sebelah Lulu adalah anak dari Pak Andrew Alviansyah. Salah satu pengusaha yg cukup terkenal dan di segani. Mereka tau dari suami salah satu ibu2 itu yg ternyata kolega bisnis dari Pak Andrew Alviansyah.
"Pah... Itu Reyhan yg suka ngata2in Aku"
Iqbal menoleh ke arah anak kecil berseragam TK yg jg menatap Iqbal dg takut. Iqbal hanya tersenyum
"Saya mohon maaf bila ucapan putra saya menyinggung perasaan Mamah maupun Papah nya Gina terutama Gina sendiri"
"Tidak apa2 Bu,Kami memaklumi kok. Nama nya jg anak kecil" Ucap Lulu memberi pengertian.
'Pengen ku semprot aja nih Ibu satu. Anak kecil gk mungkin ngomong aneh2 kalau gk di bilangin org tua nya' Batin Iqbal
Tak lama Gio keluar dari kelas nya. Dia menyalami Mamah nya dan jg Iqbal. Lulu menggiring Gio ke toilet sekolah agar Gio mengganti seragam nya dg pakaian yg sengaja Lulu bawa dari rumah.
"Kita mau kemana Mah ?..." Tanya Gio.
"Jalan2 aja sayang. Sekalian ngehibur Gina biar semangat lg"
Lulu dan Gio berjalan ke arah parkiran dimana Iqbal dan Gina sudah menunggu di sana. Gio naik motor bersama Lulu dan duduk di belakang. Sedangkan Gina tetap bersama Iqbal. Kedua motor berbeda kasta itu melaju membelah jalanan.
Kurang dari 1 jam mereka sampai di tujuan. Taman D'fun station yg luas itu membuat Gina dan Gio yg baru pertama kali menginjakan kaki di sana bisa leluasa berlarian ke sana ke mari.
Tp sebelum mulai bermain,Lulu mengajak Gio dan Gina untuk sholat dzuhur dulu. Mau tak mau Iqbal ikut Sholat bersama mereka. Rasa gengsi nya mendominasi. Dari pada harus mati gaya di depan dua anak kecil yg notabene blm Baligh.
Selesai Sholat mereka langsung masuk ke arena bermain di D'fun station. Begitu memasuki d’Fun Station, mereka langsung bertemu Outdoor playground-nya yg cukup luas dan terbagi ke dalam beberapa area.
Spider Bridge
Spider bridge merupakan area permainan yang dapat mengasah motorik kasar anak. Di sini terdapat beberapa permainan untuk memanjat, terdapat pula jembatan gantung, jaring-jaring, tangga, menara, dll. Permainan di sini lumayan tingggi, sekitar 2-3 lantai, jadi anak wajib didampingi.
Gio dan Gina begitu antusias bermain di arena itu. Tawa lepas Gina sama sekali tidak memperlihatkan kalau sebelum Gina habis merajuk dan menangis.
Lulu menggelar tikar lipat yg sengaja di bawa nya dari rumah di bawah salah satu pohon yg rindang. Mereka duduk selonjoran sambil melepas penat. Sementara Gio dan Gina msh bermain di arena spider brige.
"Apa gk sebaik nya kita makan siang dulu sayang"
"Kamu udh laper ?..."
"Banget yang"
"Aku ajakin anak2 dulu ya"
Lulu beranjak dari duduk nya. Dia memanggil kedua putra putri nya untuk menghentikan sejenak kegiatan bermain mereka.
"Aku msh pengen main Mah. Seneng bgt main di sini" Ucap Gio
"Iya tp Kasian Oom Iqbal nya udh laper kata nya"
Akhirnya kedua anak itu turun dari arena Spider Bridge dg wajah cemberut karena blm puas bermain. Iqbal hanya tertawa kecil melihat anak2 itu. Teringat Dirinya ketika kecil pun selalu merajuk seperti Gio dan Gina pada Mamih dan Papih nya.
Mereka berjalan memasuki Cafe yg menjual makanan Jepang dan Indonesia. Mereka sepakat memesan makanan jepang saja.
Selesai makan mereka kembali ke arena bermain. kali ini Gio dan Gina bermain di arena Labirine and m
Maze.
Labirine and Maze Adalah area dimana anak diharuskan mencari jalan keluar sendiri melalui rute yang telah ditentukan, permainan ini dapat melatih daya ruang, keberanian serta kepercayaan diri anak, didalam area labirin itu sendiri terdapat lima macam permanan yang dapat melatih keseimbangan dan daya konsentrasi anak, ke-5 mainan tersebut antara lain hulla bridge, snake style balance beam, float bridge, sling bridge dan twister
Lulu dan Iqbal duduk di kursi taman yg memang di sediakan di dalam taman.
"Kamu blm balik ke rumah mu ? Tanya Lulu
"Belum" Jawab Iqbal singkat sambil menggeleng pelan
"Waktu di hotel,Aku denger Kamu mengigau. Kamu lg nyumpahin Papih Kamu"
Sejurus Iqbal menatap wajah Lulu dg kening berkerut. Kemudian membuang pandangan nya kesembarang arah.
"Kamu lg ada masalah sama Papih mu ?..."
Iqbal bingung bila harus menceritakan masalah yg tengah di hadapi nya itu. Karena sedikit banyak nya berkaitan dg Lulu. Biaya operasi Pak Rahman lah yg jdi pemicu pertengkaran Iqbal dan Papih nya kali ini.
"Aku memang selalu bermasalah dg Papih. Sudah bertahun tahun Kami gk akur dan jarang saling sapa"
"Sebagai seorang anak,bersikap sopan pada org tua itu sebuah kewajiban"
"Kamu tau apa sih dg permasalahan ku dan Papih ku. Gk usah ikut campur deh kalau gk tau apa2" Iqbal bicara dg ketus.
"Aku memang gk tau apa2 Iqbal. Karena Aku cuma org luar. Tp coba Kamu fikir lg dg fikiran mu yg dingin dan jernih. Kamu sudah menyia nyia kan kasih sayang Papih mu ketika msh ada org lain membutuhkan kasih sayang seorang Ayah yg tidak bisa mereka dapat. Contoh nya Gina"
Deg...
"Tp Papih ku udh nyakitin wanita paling Aku cintai. Dia udh nyakitin Mamih ku" Suara Iqbal meninggi
"Terlepas apa pun kesalahan Papih mu,tidak seharusnya Kamu bersikap begitu. Kamu fikir Mamih mu tidak tertekan dg dingin nya sikap mu dan Papih mu ?... Aku yakin jawaban nya Iya"
Iqbal masih diam. Dada nya bergemuruh. Kerut di kening nya makin terlihat. Dia tidak bisa menerima dg semua ucapan Lulu.
"Kamu bisa sampai di titik ini karena apa atau siapa ?... Salah satu nya karena kasih sayang Papih mu. Dia tetap membiaya semua kebutuhan mu meskipun Kamu tidak bersikap baik pada nya. Iya kan ?.. "
Iqbal menatap Mata Lulu dg sangat tajam. Hati nya sangat tidak menerima masukan dari Lulu yg di rasa nya sok tau.
"Kamu akan menyesal ketika Beliau sudah tidak ada lg di muka bumi ini"
Deg...
*
*
*
*
Terima ksh untuk yg bersedia membaca novel ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Komentar dan vote nya. Klik ikon 💟 dan rate bintang 5 jg ya.
bagus
sukses
semangat
sukses.....semangat
mksh