sebuah acara yang mempertemukan icha wirawan, dengan seorang ceo yang sangat narsis ya dia adalah alfaneo zegaz ( neo ).
apakah akan terjadi sebuah hubungan di antara mereka...?? ayo gaess baca karyaku 😄
perhatian!!
harap bijak dalam membaca ya, karya ini hanya sebuah khayalan autorr ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pesekcute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Depresi
Icha yang sedang menunggu Neo dan keluarganya datang sudah seperti setrikaan yang maju mundur tak karuan, sedangkan kedua orangtuanya yang melihat tingkah Icha jadi ter kikik sendiri pasalnya Icha terlihat sangat gelisah dan mungkin Icha sedang gugup pikir orang tuanya yang duduk di sofa memandangi anak gadisnya yang sedang berjalan mondar mandir kesana kemari.
" kok perasaan ku enggak enak ya " Guman Icha dalam hati. " ah mungkin aku terlalu gugup saja" tepisnya sendiri. sambil terus mondar mandir terlihat tak tenang.
Papanya pun yang mulai heran dengan tingkah anaknya pun Mengeluarkan suaranya " hey...duduk dulu sini jangan mondar mandir terus, enggak capek apa " sambil menepuk sofa di sebelahnya.
" kok perasaanku enggak enak ya Pa " sambil duduk di tengah-tengah orang tuanya, dan mengutarakan isi hatinya.
" mungkin karena kamu gugup " jawab Papanya sambil mengelus rambut anaknya.
mereka menunggu kedatangan Neo dan keluarganya di ruang tamu sambil ngobrol, karena dari dulu keluarga mereka memang selalu hangat.
❤️❤️❤️
" bagaimana keadaan istri saya dok " tanya Brama pada dokter yang menangani istrinya. seketika yang berada di situ menunggui langsung berdiri menghampiri dokter tersebut.
" bisa kita bicara ke ruangan saya pak " pinta dokter tersebut sambil mengerutkan keningnya.
Neo dan Papanya langsung mengikuti dokter itu ke ruangannya.
setelah beberapa detik dokter itu terdiam seperti memikirkan sesuatu, dia pun mulai menjelaskan tentang kondisi Mamanya Neo.
" Begini Pak sebelumnya apakah nyonya Ratna pernah mengalami depresi berat " tanya dokter tersebut pada Papanya Neo.
" Memang dok dulu waktu muda dia pernah mengalami depresi berat dan juga sudah dinyatakan sembuh sudah lama sekali dok, apa kemungkinan ada pengaruh terhadap kesehatan Istri saya dok...?
Neo yang mendengar penjelasan Papanya pun kaget kalo ternyata Mamanya selama ini pernah mengalami depresi dan dia sama sekali tidak tahu akan hal itu, karena yang ia tau Mamanya baik-baik saja.
" begini pak setelah saya melakukan pemeriksaan saat ini Istri bapak sedang mengalami sebuah tekanan hingga menyebabkan dia pingsan, dan saya sarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi dengan dokter di bidangnya pak, saya minta kalo nanti Nyonya Ratna sudah sadar jangan sampai pikirannya di bikin stres ya pak, karena ini akan sangat pengaruh terhadap kesehatan beliau takutnya malah drop pak.
" baik dok terima kasih sarannya dan kalo boleh apakah dokter punya teman yang bisa menyembuhkan Istri saya dok...? " tanyanya penuh dengan kekhawatiran.
" ada pak nanti saya coba untuk mencarikan dokter terbaik untuk nyonya Ratna pak semoga beliau lekas sembuh " sambil menjabat tangan Papanya Neo.
" baik dok terimakasih " dan mereka keluar dari ruangan dokter tersebut.
setelah di luar, Neo yang tadi hanya diam kini ia mulai bertanya pada Papanya tentang apa yang di alami oleh Mamanya selama ini yang tak pernah ia ketahui.
" Pa...apa betul yang dokter katakan kalo Mama pernah depresi berat " tanya Neo yang masih belum percaya akan apa yang di alami oleh Mamanya.
dan Papanya pun mengangguk membenarkan pertanyaan Neo karena selama ini memang sengaja mereka tutupi tentang apa yang Istrinya alami agar tidak larut dalam masa lalu.
" benar, dulu Mamamu pernah mengalami depresi berat belum lama setelah kematian kedua orang tuanya yang meninggal karena kecelakaan kakaknya pun juga ikut meninggalkan nya ia sangat frustasi karena orang yang ia sayangi meninggalkan dia seorang diri dan waktu kekasihnya pun dulu juga meninggalkan nya memilih selingkuh dengan wanita lain hingga dia tak bisa menanggung beban pikirannya ia mulai depresi sering mabuk dan mengonsumsi obat-obatan terlarang tapi setelah Papa mengenalnya Papa mengajaknya untuk ke dokter dan juga ketempat rehabilitasi agar dia bisa sembuh Papa sangat kasihan dengan apa yang di alami Mamamu waktu itu tapi tak lama Mamamu bisa melewati semuanya dan akhirnya bisa sembuh " cerita Papanya tentang kelamnya hidup Mamanya dulu.
" tapi Papa enggak tahu kalo depresi itu bisa kambuh lagi Sekarang karena selama ini tidak ada yang pernah membahas tentang masa lalunya mungkin ini karena dia bertemu dengan Evi, Mamamu memang sangat membencinya karena yang dia tahu selama ini dialah yang menyebabkan kakaknya meninggal " sambungnya sendu sambil melihat raut wajah anaknya karena sudah diyakini Neo saat ini juga merasa terpukul akan hal ini di sisi lain dia sangat Mencintai Icha tapi di sisi lain dia juga memikirkan Mamanya setelah mendengar cerita Papanya tadi.
" terus aku harus bagaimana Pa...? " ucapnya frustasi sambil mengusap mukanya sendiri.
" akan lebih baik bantu Mamamu untuk sembuh dulu dan kita selidiki bersama tentang apa yang terjadi, karena Papa juga tidak sepenuhnya tau apa yang terjadi" perihatin Papanya pada Neo anak semata wayangnya yang harus mengalami kerumitan dalam hubungannya.
mereka masuk keruang dimana Mama Ratna di rawat karena dia sudah di pindahkan ke ruang rawat saat ini dan sudah ada Arga dan Dion di sana menjaga Mama Ratna, tapi sampai saat ini Mamanya belum juga siuman dan masih betah memejamkan matanya.
" Neo sebaiknya kamu beritahu dulu pada keluarganya Icha, kasihan kalo mereka harus menunggu " ucap Dion menginginkan dan Neo pun langsung menepuk jidatnya.
" astaga, aku benar-benar lupa enggak mikir ke sana " tanpa pamit ia buru keluar untuk menghubungi Icha memberi tahu apa yang terjadi.
" kring...kring..." HP Icha bergetar tanda ada yang menghubunginya setelah ia melihat Nama yang ada di layar HP nya pun mengerutkan keningnya karena orang yang ia dan keluarganya tunggu-tunggu tak datang-datang tapi malah menelepon nya, kedua orangtuanya yang melihat ekspresi anaknya pun penasaran siapa yang menghubunginya.
" iya halo.., kok kamu belum sampai juga " Icha langsung bertanya pada Neo di telepon.
" aku minta maaf banget ya udah bikin kamu dan kedua orang tuamu menunggu, maaf aku enggak bisa ke sana saat ini " ucap Neo dan Icha yang masih mencerna ucapan kekasihnya hanya diam.
" Mamaku masuk rumah sakit sayang saat aku mau berangkat ke sana dia tiba-tiba pingsan dan sampai sekarang belum juga sadar " sambung Neo lirih.
" apa...! " serunya dan membuat kedua orang tuanya heran dengan apa yang terjadi.
" ya udah aku nusul ke sana saja ya sekarang " ucap Icha.
" jangan dulu lebih baik kamu di rumah aja dulu karena Mama masih belum di perbolehkan untuk di jenguk " terpaksa Neo harus melarang Icha saat ini agar tak menemui Mamanya dulu karena takutnya malah membuat Mamanya semakin terpuruk.
" ya udah semoga cepat sembuh ya " Icha percaya kalo Memang mungkin Mamanya Neo belum boleh di jenguk mengingat kata Neo kalo Mamanya juga belum sadar.
" sampaikan Maaf ku pada kedua orangtuamu ya, dan maaf ya sayang sekali lagi...Aku Mencintaimu " ucapnya dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
" ada apa Cha,..? " tanya Mamanya langsung karena penasaran dengan raut wajah anaknya yang susah untuk di tebak.
" Neo dan keluarganya tak jadi kesini Ma..Pa... dia juga minta maaf sama Mama dan Papa " ucap Icha menggantung.
" kok bisa kenapa " tanya Papanya yang mulai terpancing emosi karena mereka sudah menyiapkan semua untuk menyambut keluarga nya Neo tapi malah membatalkan seenaknya.
" Mamanya Neo masuk rumah sakit Pa tadi dia pingsan dan sampai sekarang tak kunjung sadarkan diri " jelas Icha, dirinya pun sebenarnya juga kecewa tapi ya apa di mau karena ini bukanlah kesengajaan.
Papanya pun sebagai seorang dokter mengerti tentang apa yang dialami Mamanya Neo alias calon besannya.
" ya sudah kalo begitu kita bisa melanjutkan ini lain waktu " ucap Papanya Icha sambil mengusap bahu anaknya.
" Hay gaes jangan bosen baca kelanjutannya ya😁 ditunggu terus UP selanjutnya gaes."
jangan lupa tinggalkan Like dan komentar kalian ya 🙏 semoga suka "