NovelToon NovelToon
Little Wife

Little Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:625.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mrs.A

"Apa yang harus Aku lakukan? Aku sudah kabur dari kejaran Juragan untuk tidak menikah dengan Thomas. Tapi sekarang, Aku harus menikah dengan Tuan yang sama sekali Aku tidak kenal".

Adinda Rahma adalah Gadis belia yang sangat cantik juga pintar. Ia baru berusia delapan belas tahun. Diusia mudanya, Ia harus rela kehilangan kedua orangtuanya dan harus menanggung hutang Bapaknya dan harus menikah dengan Thomas. Saat pernikahan, Dinda kabur dan saat itu Ia meminta tolong pada Pria asing untuk membawanya pergi. Ia bahkan mengatakan rela melakukan apapun. Saat sudah dibawa pergi, Pria itu menagih janji Dinda dengan bersedianya Dinda menikah dengan Pria yang jauh lebih tua darinya. Karena tidak bisa melakukan apapun, akhirnya Dinda menerimanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Sikap Dinda

Selama perjalanan, Adam terus mendekap Dinda dengan erat. Dindapun terus menangis karena masih shock dengan apa yang terjadi.

"Sayang, tenanglah. Mereka akan mendapatkan yang jauh lebih menyakitkan dari apa yang Kamu rasakan". Adam mengecup lembut pucuk kepala Dinda.

Dinda hanya mengangguk.

Adam mengusap lembut rambut Dinda. Adam terus menenangkan Dinda.

"Mas, maafkan Dinda. Mas jangan marah lagi. Dinda sedih saat Mas diam pada Dinda. Hanya Mas yang Dinda punya". Tangisan nya kembali datang.

"Sayang, maafkan Aku juga. Mungkin Kamu belum siap untuk semuanya. Aku yang terlalu memaksamu. Aku tidak padamu hanya ingin memberi jarak agar Kamu bisa nyaman disisiku". Ujar Adam menjelaskan pada Dinda.

"Bukan Mas yang salah. Dinda yang salah. Mas adalah suami Dinda. Apapun yang Mas lakukan itu hal yang wajar. Maafkan Dinda Mas. Maafkan Dinda. Jangan meninggalkan Dinda. Dinda takut". Tangisan Dinda semakin kencang. Ia merasa Adam akan meninggalkannya.

Adam terkejut. Ia bingung kenapa Dinda setakut ini. "Hey gadis kecilku, Mas tidak akan meninggalkanmu. Tenanglah Sayang jangan menangis". Adam mencoba menenangkan Dinda.

"Mas jangan meninggalkan Dinda, Dinda mohon". Dinda memeluk erat tubuh Adam.

"Iya Sayang, Mas janji sampai maut datang, Mas tidak akan meninggalkanmu". Adam meraih kedua pipi Dinda. Adam mengusap air mata Dinda. "Jangan berfikir Mas akan meninggalkanmu, Dinda. Mas sangat mencintaimu. Betapa akan runtuh dunia Mas jika Mas kehilanganmu. Jangan pernah berfikir Mas akan meninggalkanmu. Itu mustahil, Dinda. Dalam mimpipun Mas tidak akan pernah meninggalkanmu dan Kamu pun jangan harap bisa meninggalkan Mas. Karena Kamu, adalah milik Mas!". Adam mengecup lembut bibir Dinda. Dinda yang sudah merasakan cintanya pun membalas ciuman Adam. Mereka melepaskan pelukannya dan saling berpelukan.

"Terimakasih, Mas". Dinda memeluk erat tubuh Adam.

Mereka terdiam selama perjalanan. Hanya pelukan hangat yang terlihat didalam mobil itu.

Tak lama, sampailah Mereka diresort. Supir Adam membukakan pintu untuk Adam. Adam terus memeluk bahu Dinda selama masuk.

"Mari Tuan". Karyawan hotel mengantar Adam menuju kamarnya.

Sampailah dikamar president suit resort itu. Adam dan Dinda masuk kedalam kamar itu. Kamar yang dulu pernah Mereka inap saat pertama Kali bertemu setelah tujuh tahun tak bertemu.

"Dinda, Kamu bersihkan dirimu dulu ya. Mungkin setelah mandi, Kamu jauh lebih Segar". Ujar Adam mengusap rambut Dinda. Dinda hanya mengangguk.

Dindapun pergi menuju kamar mandi. Adam meraih ponselnya menelpon seseorang.

"Bawakan pakaian untuk Nyonya dan siapkan makan malam".

Adam mematikan ponselnya lalu duduk disofa menunggu Dinda.

Tak lama, Dinda keluar dengan jubah handuk nya.

"Sayang, kemarilah". Adam mengulurkan tangannya dan Dinda meraihnya.

Dinda duduk dipangkuan Adam. Ia masih sedikit risih namun Ia mencoba harus terbiasa.

"Kenapa? Tidak nyaman? Kalau tidak nyaman, Kamu bisa pindah". Ujar Adam mengusap pipi Dinda.

Dinda memeluk leher Adam dan menggelengkan kepalanya. Adam tersenyum dengan apa yang dilakukan Dinda. Dinda menyandarkan kepalanya dibahu Adam. Adam bisa mencium wangi tubuh Dinda. Aroma tubuh Dinda membuatnya ingin mencium bahu Dinda.

Jantung Adam berdetak sangat kencang tak menentu. Dinda yang yang sedang menyandarkan kepalanya didada Adam, mendengar detak jantung Adam yang tak menentu.

Dinda terduduk menatap Adam. "Mas kenapa?". Tanya Dinda bingung.

"Ti... Tidak. Mas tidak apa-apa". Jawab Adam terbata.

Dinda memainkan satu alisnya. Ia bingung kenapa Adam jadi gugup begitu.

Jangan, jangan. Dinda masih sangat muda untuk melakukan itu. Meski Ia mengatakan Ia mencintaiku, Dia pasti belum siap. Batin Adam.

Adam semakin gelisah. Ia menatap tubuh Dinda dan mencium aroma tubuh Dinda. Hanya dengan mencium aroma tubuh Dinda, tubuh Adam serasa panas.

Dinda yang duduk dipangkuan Adam, merasakan sesuatu di bagian bawah Adam.

"Ka... Kamu turun saja". Adam terbata.

Dinda tidak menuruti Adam. Ia masih duduk dipangkuan Adam dan Dinda menyandarkan kembali kepalanya didada Adam.

Adam semakin gelisah. Ia benar-benar menahan hasratnya yang ingin menyentuh Dinda.

Dinda tahu apa yang terjadi pada Adam. Detak jantung Dindapun semakin kencang saat Ia merasakan sesuatu di bagian bawah tubuh Adam. Dinda masih bimbang antara memberikanya sekarang apa nanti. Ia terus memeluk Adam dengan erat.

Apa Aku tidak menarik ya? Mas Adam merasakan ingin sesuatu, tapi Dia tidak melakukannya. Apa Dia fikir, Aku masih anak kecil seperti dulu?. Batin Dinda.

"Dinda Sayang, turun ya". Ujar Adam.

"Tidak mau". Dinda masih terus memeluk manja Adam.

"Dinda, Mas mohon turun ya".

"Kenapa? Mas tidak suka? Dinda duduk dipangkuan Mas?". Tanya Dinda.

"Bu... Bukan begitu Sayang. Mas....". Adam bingung menjelaskan.

"Mas, kenapa sih harus menahannya?". Gerutu Dinda.

Adam terkejut dengan apa yang dikatakan Dinda.

"Hah?". Tanya Adam.

"Mas kenapa masih berfikir Aku anak kecil? Aku sudah dewasa. Lihat". Dinda berdiri dihadapan Adam.

"Apa tubuhku tidak menggodamu? Aku bukan anak Sekolah Dasar lagi sekarang, Mas". Rengek Dinda.

"Kamu kenapa?". Tanya Adam bingung.

Dinda melepaskan jubah handuk miliknya. Adam yang melihat melotot.

"Di... Dinda, apa yang Kamu lakukan?". Ujar Adam dengan wajah merahnya.

Astaga, Dia bukan gadis kecil lagi!. Batin Adam.

Dinda berjalan menghampiri Adam dengan hanya menggunakan dalaman.

Dinda bodoh, apa yang kau lakukan. Batin Dinda.

Dinda kembali duduk dipangkuan Adam. Dinda memeluk leher Adam kembali.

Adam yang daritadi menahan hasratnya semakin gila.

Dinda mengecup lembut pipi Adam. Tubuh Adam seperti tersengat listrik.

"Dinda, jangan salahkan Mas jika melakukan sesuatu". Ujar Adam dengan suara beratnya.

"Lakukanlah". Dinda menantang Adam.

"Huh, baiklah". Adam menggendong Dinda ala bridal. Ia membaringkan Dinda diatas tempat tidur.

Adam menatap lekat mata Dinda. Ia mengusap pipi Dinda. Adam mencium bibir Dinda dengan lembut. Semakin lama, ciuman lembut itu semakin berubah menjadi ciuman yang panas. Adam menggigit kecil mulut Dinda hingga Dinda membuka mulutnya. Adam tidak menyia-nyiakan langsung berpetualang dimulut Dinda. ciumannya berpindah ke leher Dinda. Adam mengecup pelan leher Dinda, membuat Dinda seperti melayang.

Tingtong! Tiba-tiba suara bell kamar Adam berbunyi. Awalnya, Adam menghiraukan dan terus bermain dengan Dinda. Namun, bell terus berbunyi.

"Sial! Siapa sih yang mengganggu!". Gerutu Adam. Ia sangat kesal dengan gangguan bell itu.

Dinda hanya tertawa kecil melihat wajah kesal milik Adam. "Bukalah". Ujar Dinda.

Dengan perasaan kesal, Adam beranjak dari tempat tidur berjalan menuju pintu. Sedangkan Dinda, menggunakan kembali jubah handuk nya.

Adam membuka pintu, yang ternyata Alex.

"Alex, kenapa Kau menggangguku!". Kesal Adam.

"Ini Big B, Aku membawakan pakaian untuk Kakak Ipar juga makan malam". Ujar Alex.

Adam mendengus kesal.

Kenapa dengan Big B ? Apa jangan-jangan, Mereka sedang??? Astaga, salah waktu Aku datang!!!. Batin Alex.

"Bawa masuk". Ujar Adam kesal.

Pelayan mendorong trolli makanan kedalam. "Sampai situ saja!". Ujar Adam menghentikan langkah pelayan sampai ruang tamu.

"Kalian boleh pergi". Adam mengambil paper bag yang dibawa Alex. "Aku akan tinggal disini tiga hari. Kau pulanglah urus pekerjaanku. Tinggalkan mobil disini". Ujar Adam.

"Baiklah, Big B". Jawab Alex.

Adampun menutup pintu dengan kesal. "Alex sialan! Menggangu malam pertamaku!". Gerutu Adam.

1
Lingga Aga
Kecewa
Lingga Aga
Buruk
Satria Wati
ma²nya damar orang tua kandung adinda
Satria Wati
ceritanya bagus dan sopan
Naufal Azka
smg nanti dpt ank kembar jg
Kristina Kartini166
knapa tidak bisa buka tuk bab berikutnya
Ni Wayan Meta Susanty
bagus ,dan menarik untuk di baca
Yullie Kasih
Adam nya oke, ujingnya gak enak tuh nama 😱
Mryn
nyimakkk
benkk benkzuu18
sooooooo long thor
Erna M Sitorus
lanjut ya Thor, ceritanya menarik klo gak dilanjut buat penasaran jadinya.
Lia Nurlela
lanjut lagi dong thor
@Yzma.Kh_
up dong thor
Wati Astuti
Karyamu bagus thorrr👍👍
Atik Pudji
semangaaat thooor💪💪💪💪💪
salam sehaat selaluu
Atik Pudji
akhirnya berkumpul bahagia❤❤❤❤❤
salut nih sama authornya TOP👍👍👍👍👍👍
semangaaat thooor💪💪💪💪
salam sehaat selaluu
Atik Pudji
selaluu banyak kejutan authornya👍👍👍👍👍
ini novel yg ke tiga saya baca semua banyak kejutan...terima kasih thooor👏👏👏
semangaaat thooor💪💪💪💪💪💪
salam.sehat
Atik Pudji
sempat shock baca nya
muantaaab nih authornya bikin jantung mau copot hehehehehhe...TOP deh authornya 👏👏👏👏👏👏
semangaaat thooor❤❤❤❤❤
salam sehaat selaluu
Atik Pudji
so sweet ❤❤❤❤❤❤❤❤
semangaaat thooor 💪💪💪💪💪
salam sehat selalu
Atik Pudji
makiin seruuuuuuu .....suka banget baca adam bucin akut hehehehehhe
semangaaat thooor💪💪💪💪💪
salam sehaat selaluu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!