NovelToon NovelToon
Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / CEO / Tamat
Popularitas:780.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: push

Rayhan Dizhwar Wijaya, sosok Pria rupawan, kaya raya, pewaris utama perusahaan besar Bias Group. Jatuh cinta dengan wanita yang bernama Syakilla Ainun Mahya, wanita biasa. Jatuh Cinta sejak awal pertama kali berjumpa. Jatuh cinta pada pandangan pertama


Siapa sangka, sosok pria itu yang bisa melakukan apa saja dengan kedudukannya, tapi tidak bisa mendapatkan Cintanya Killa. karena didalam hati Killa sudah ada cinta buat Pria lain. Pada akhirmya Killa menikah dengan pria yang cintai, bernama Putra Zayn. meninggalkan Ray begitu saja.

Cinta yang tulus adalah ketika kita bisa menyimpan namanya dihati kita dan menjaganya dengan sepenuh hati. Meski orang yang kita cintai lebih memilih orang lain untuk menjadi kekasihnya.
~Rayhan Dizhwar Wijaya~


//^*Push*^//

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon push, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyihir

Killa menyuruh Ray dan Frans untuk keluar dari kamarnya, saat Ray sedang jalan menuju keluar, Ifan yang dari dapur muncul di ambang pintu, Ray tidak segan-segan menarik Ifan untuk ikut dirinya, padahal Ifan masih memakai sehelai benang handuk untuk menutupi badan bagian bawahnya, tapi Ray tidak mempedulikannya, bodohnya Ifan tidak membatah, dia nurut saja.

Ray mengajak Ifan untuk ke minimarket membeli pembalut buat Killa, pulang dari minimarket Ray memberikan pembalut itu ke Killa.

"Ini untuk kamu," menyodorkan sekantong plastik setelah masuk dikamar Killa. Killa yang sudah membersihkan diri dan lagi duduk disofa bersama Nadia menerimanya dengan malu, bagaimana tidak malu! datang bulan Ray melihat darah Killa tembus ke baju, dan ada drama angkat-angkat segala, dan ini, membelikan pembalut segala, malu kan? padahal Killa tidak menyuruhnya, dan pembalut yang dibelikan bi Siti bulan lalu juga masih ada.

Killa tidak berani menatap ke arah Ifan, malu! Jujur Killa sangat risih dan malu jika lihat ada laki-laki telanjang dada.

"Semoga itu pas buat kamu, itu yang biasa di pakai Nadia, tadi aku membelinya dengan Ifan di minimarket. Kata kasir minimarket pembalut itu satu ukuran, yang buat malam satu ukuran dan untuk siang satu ukuran." Imbuh Ray menjelaskan, Killa mengira jika yang beli pembalut itu penjaga, atau bodyguard atau pelayan Rumah, tapi eh tapi ternyata Ray dan Ifan yang beli. Mulut Killa membentuk huruf 'o' mengangah, kaget,shock, tak percaya menjadi satu.

Sebenarnya tidak terlalu masalah jika Ray dan Ifan yang beli, tapi yang bikin masalah banget itu... Ifan tidak pakai baju, dia hanya pakai sehelai handuk yang menutupi badan bagian bawah, bagian atasnya telanjang lalu yang dibeli itu pembalut, LHO! Apa komentar orang yang melihat mereka berdua? Orang yang melihat mereka berdua tidak berpikir hal yang aneh-aneh kan? Membayangkan itu Killa bergidik malu. Apa Ifan tidak malu? Dan Ray apa juga tidak malu? Apa urat malu mereka berdua sudah terputus?

Tapi kenapa dengan ekspresi wajah Nadia,?dia terlihat biasa-biasa saja, tidak kaget, shock, tidak! Dia biasa saja, malahan dia tersenyum-senyum. Apa hal bodoh semacam ini sering dilakukan oleh Ray dan Ifan? Sehingga Nadia menganggapnya biasa? Kalau Ray dan Ifan orang yang tidak waras dan tidak berpendidikan mungkin wajar jika mereka berdua melakukan hal konyol itu? Dia orang terkenal lho!

***

Setelah makan malam Killa duduk diteras belakang, memandangi kolam renang yang airnya tenang, menikmati angin malam yang sejuk dan pas dengan hatinya yang lagi kacau balau. Air mata lolos keluar perlahan. Killa Rindu dengan orang tuanya, Ibu, Bapak dan adeknya. Sudah beberapa bulan tidak mengabari. Merasa bersalah atas ketindakannya, sesekali ia menghapus jejak air matanya. Sedikit ada rasa menyesal, Killa juga rindu dengan Putra, entah kenapa wajah tampan Putra selama ini bertebaran di pikiran Killa. Apa keputusan yang diambilnya itu keputusan yang tepat? kenapa harus kabur segala? kan bisa dibicarakan dengan baik-baik? menyadari hal itu sepojok hati Killa terluka. Killa sadar bahwa ketindakannya itu salah. Bukan menyakiti hati sendiri, tapi orang lain pun ikut tersakiti. Mungkin Ibu dan bapaknya Killa yang disini jadi korban terberat! ahh, bodohnya Killa.

Killa pengin menghubungi keluarganya, pengin dengar kabarnya. Nyali Killa kecil, dia tidak berani, Killa hanya memutar-mutarkan hapenya.

Tanpa disadari Killa, tangisan yang Killa ciptakan, Ray melihatnya. Melihat Killa menangis hati Ray ikut sedih,rasanya Ray tidak mau Killa sampai sedih. Padahal Ray tidak tahu apa yang membuat Killa mengangis. Tapi Ray tidak mau Killa menangis.

Aku akan menjagamu dan melindungimu semampuku, aku akan berusaha membuatmu tidak menangis, jika kamu sampai menangis, Aku akan berusaha menghapus tangisanmu. Aku akan berusaha membahagiakanmu, selalu.

Ray berniat menghibur Killa, Ray mengetuk pintu kaca, "Apa aku boleh gabung."

Menyadari hal itu Killa sesegera mungkin menghapus air matanya, berusaha menormalkan suaranya agar tidak terdengar habis menangis,

"Tentu saja boleh Tuan."

Killa menggeser kan duduknya, menyediakan luang untuk Ray duduk. Ray bingung mau mulai bicara apa. Mau menghibur Killa dengan cara apa?

Akhirnya Ray menemukan ide brilian, dia tidak mau basa basi seperti anak remaja yang berbicara dengan gebetannya, jadi gagap. Ray juga tidak mau menanyakan 'kenapa kau menangis?' oh tidak! Ray tidak mau menanyakan itu, lebih baik Ray pura-pura tidak tahu jika Killa habis menangis, Ray Menggunakan cara elegan.

Ray mengeluarkan satu bungkus Rokok yang ada disaku celananya, lalu mengambil satu batang rokok, menyelipkan rokok di dibibirnya, korek api dinyalakan, siap membakar ujung rokok. Melakukan hal itu untuk mencairkan suasana agar tidak canggung.

Setelah menyala, Ray mengisap rokok tersebut lalu mengeluarkan asapnya. Pikir Ray, Killa akan melarang atau berkomentar memberikan pemasukan nasihat, ternyata tidak! Killa tidak berkomentar apa-apa. Dia hanya melirik lalu diam seribu bahasa.

"Kill, jangan cuma lihat, larang aku lah, biar tidak merokok. Jika kau ucapkan 'Tuan jangan merokok', aku akan berhenti merokok detik ini juga, dan berusaha untuk berhenti merokok selamanya." Ray mengungkapkan keinginannya, Ray sudah bisa tidak minum alkohol lagi, karena Killa sudah pernah melarangnya, tapi kalau Rokok, sudah berniat untuk berhenti merokok, tapi Ray akan berhenti merokok menunggu Killa melarangnya.

"Apa saya harus melarangnya? Dan apa harus tunggu dilarang dulu untuk berhenti merokok?" Killa yang hatinya sedang sedih berubah tidak sedih lagi, Killa tersenyum merasa terhibur.

"Haha, harus. itu penting!"

"Kenapa? Apa larangan saya begitu penting?"

"Penting sekali, bahkan sangat penting. Kamu tau Kill? Larangan kamu itu bagaikan

Sihir hipnotis yang seketika orang yang mendengar larangan kamu langsung patuh menurut."

"Haha, berarti saya penyihir dong?"

"Haha iya, penyihir cantik." Blush,di bilang cantik oleh Ray membuat wajah Killa berubah merah, detak jantung tidak beraturan. Sepojok hatinya merasa senang meski itu hanya bercandaan, tapi hati Killa bahagia.

"Haha, tuan bisa saja." Menyembunyikan wajahnya dengan mengalihkan pandangannya kearah lain. "memang ada penyihir cantik?"

"Ada, itu kamu buktinya cantik, haha," siapa si? wanita yang tidak senang dibilang cantik, hampir semua wanita suka dengan pujian itu. Killa bahagia, tersimpuh malu. "Ini gak dilarang nih?" Ray dari tadi masih merokok.

"Apa harus dilarang?" Killa tidak habis pikir dengan jalan pikiran Ray.

"Iya. Kan tadi sudah dijelaskan. Apa belum jelas?" Ray senang Rencananya berhasil, kesedihan Killa sirna.

"Ok baiklah, hehe. Tuan ber---" Killa tidak sanggup melanjutkan ucapannya, rasanya sangat kocak. Dia tidak bisa tahan tawa.

"Apa aku menyuruh mu ketawa? Hmm."

"Haha, tidak tuan, saya tidak sanggup melanjutkan, rasanya sangat lucu." Killa masih terkekeh.

"Haha, ok lah kalau begitu, aku akan tetap merokok seterusnya." tersenyum usil.

"Haha, jangan Tuan! jangan merokok, berhenti merokok lah, rokok tidak baik untuk kesehatan," akhirnya terucap juga.

"Yes! akhirnya dilarang. aku akan berhenti merokok," seketika Ray langsung mematikan Rokoknya di asbak, lalu menghancurkan semua sisa rokok dengan dibecek-becek. Melihat kelakuan itu Killa terkekeh, rasa sedih yang tadi hinggap sekarang telah hilang berbarengan dengan munculnya ketawa.

.

Bersambung...

1
Siti Musnari
Baca terus penasaran berlanjut
Anggie Nifmala
Ngesek
Citra Kamila
aku mampir
Wiga Wati
penasaran Thor berita AP tuh di medsos????
Wiga Wati
Thor buat si Killa menghubungi Ray agar di buat kapok tu si putra
Nimah Nimah
.
....



.
..
.
..
.....l..
.
nobita
ceritanya bikin aku penasaran..
nobita
aku jd nangis bacanya.. kasihan kamu Raya..
nobita
semangat... aku padamu thor...
nobita
dengan hadirnya Killa ... Rey.. berubah jd lebih baik.. mantap thor
push: Mau info, sekarang Push ganti ElleAine. silakan cari nama pena ElleAine untuk membaca karya saya yang lain🤗
total 1 replies
nobita
wah.. author nya pinter... jd tambah ilmu ini.. makasih ya thor.. sangat bermanfaat ilmunya
push: maksih kembali sudah baca. Mau info, sekarang Push ganti ElleAine. silakan cari nama pena ElleAine untuk membaca karya saya yang lain🤗
total 1 replies
Anjar Real
suka
Anjar Real
good
Delpidayenti
kok d ulang2
push: kepencet waktu itu. maaf atas ketidak nyamannya🙏
total 1 replies
My Harry
kerren
My Harry
kerrenn thor
Nur Halia
crtanya langsung lompat dari ujung timur langsung ke ujung barat. padahal seandainya dicertakan dgn sedikit detail bgs loh crtanya
Nur Halia
crtanya kok lompat2 sih jd ga seru dan ga semangat bacanya
Nur Halia
loh kok langsung akur SM ibunya Rai????
Nur Halia
bgs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!