Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEKTE KUNO 26
Di wilayah timur Daratan Zhuisan, berdiri sebuah sekte raksasa yang menguasai lima puncak gunung megah. Sekte ini adalah salah satu dari Tiga Sekte Agung di benua, Sekte Tiga Naga.
Aroma dupa kemenyan dan aura spiritual yang amat pekat memenuhi Aula Utama Sekte Tiga Naga. Aula batu granit raksasa itu disangga oleh dua belas pilar emas berukirkan naga raksasa. Di atas pilar-pilar tersebut, kobaran api abadi berwarna biru memancar terang, menyinari puluhan tokoh berpengaruh yang sedang berkumpul dengan raut wajah sangat serius.
Di atas mimbar tertinggi, duduk sang Ketua Sekte Tiga Naga, seorang pria paruh baya bernama Long Zhentian. Ia mengenakan jubah kebesaran berwarna emas gelap bersulamkan tiga kepala naga yang seolah-olah hidup. Auranya begitu menekan, memancarkan wibawa seorang ahli di puncak tingkat Dewa Menengah.
Di samping mimbar utama, berdiri sosok Guru Senior yang sangat disegani di sekte tersebut, Mo Xuanyu. Pria tua berambut perak dengan janggut panjang itu memegang sebuah gulungan emas di tangannya, gulungan yang sama persis dengan yang diterima oleh Tianchen.
"Tetua Sekte dan para Kepala Cabang," suara Mo Xuanyu bergema nyaring di seluruh aula, memotong kasak-kusuk para hadirin. "Undangan resmi dari Aliansi Benua untuk Turnamen Seratus Tahunan telah tiba di tangan kita. Seperti biasa, ini adalah panggung utama bagi Sekte Tiga Naga untuk menegaskan dominasi kita di Daratan Zhuisan!"
Mo Xuanyu menoleh ke arah Long Zhentian, membungkuk penuh hormat. "Ketua Sekte, kita harus segera menentukan komposisi tim perwakilan kita. Bagaimanakah arahan dari Anda?"
Long Zhentian membuka matanya yang tajam. Tatapannya bak kilatan petir yang menyapu seluruh ruangan, membuat semua hadirin seketika mengatupkan mulut.
"Turnamen kali ini memperebutkan Senjata Sakti Tingkat Dewa," ucap Long Zhentian, suaranya berat dan bergema bagaikan gumpalan guntur di langit malam. "Kita tidak boleh menoleransi satu pun kegagalan. Karena itu, perwakilan utama sekte kita dipastikan jatuh kepada murid terbaik kita."
Long Zhentian menunjuk ke arah dua pemuda-pemudi yang berdiri paling depan di bawah mimbar.
"Putra Suci Long Chen dan Putri Suci Feng Qinger! Kalian berdua wajib ikut dan memimpin perwakilan sekte kita!" perintah Long Zhentian tegas.
Seorang pemuda tegap berparas tampan dengan jubah bersulam naga emas, Long Chen, melangkah maju dan berlutut dengan satu kaki. "Hamba menerima perintah, Ayah, maksud hamba, Ketua Sekte! Hamba berjanji akan membawa pulang Senjata Sakti Tingkat Dewa itu untuk Sekte Tiga Naga!"
Di sampingnya, seorang gadis berwajah dingin bak es abadi dengan jubah sutra biru perak, Feng Qinger, ikut membungkuk anggun. "Qinger tidak akan mengecewakan sekte."
Long Zhentian mengangguk puas melihat tekad kedua murid terkuatnya tersebut. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lima pria tegap yang duduk di barisan kursi khusus, para Kepala dari Lima Cabang Utama Sekte Tiga Naga, Cabang Naga Putih, Cabang Naga Hitam, Cabang Naga Biru, Cabang Naga Emas, dan Cabang Naga Merah.
"Adapun untuk tiga posisi tersisa dalam kuota lima perwakilan wajib..." lanjut Long Zhentian, "Aku menyerahkannya kepada kalian, para Kepala Cabang! Silakan pilih dan tandingkan murid inti atau murid dalam terbaik dari masing-masing cabang kalian! Pilih hanya mereka yang paling kuat, paling sadis, dan paling siap bertempur!"
Mendengar perintah tersebut, suasana aula sekte seketika menjadi riuh! Persaingan antar lima cabang di Sekte Tiga Naga terkenal sangat keras dan berdarah. Mendapatkan tempat di turnamen benua adalah tiket emas bagi murid mana pun untuk menjadi sosok terpandang.
Di barisan kursi paling atas dekat mimbar, tiga sosok penatua berambut putih yang mengenakan jubah keabadian berlambang naga purba saling bertukar pandang. Mereka adalah Tiga Tetua Agung Sekte Tiga Naga, pemegang otoritas tertinggi di bawah Ketua Sekte, Tetua Agung Long Wuji, Tetua Agung Zhao Kuang, dan Tetua Agung Duan Feng.
Tetua Agung Long Wuji, seorang pria tua dengan mata yang ditutupi kain hitam namun memiliki indera spiritual luar biasa, terkekeh dingin. Suara tawaannya membuat merinding.
"Hehehe... Turnamen Seratus Tahunan kali ini akan menjadi lautan darah," gumam Long Wuji. "Aku mendengar bahwa Sekte Lembah Sunyi juga mengirimkan Putra Suci mereka, Lu Yunyao, yang sedang gila-gilanya berlatih setelah kehilangan wadah kultivasinya."
Tetua Agung Zhao Kuang, yang bertubuh besar dan berotot kekar bagaikan raksasa, mengelus janggut merahnya yang kasar. "Siapa pun yang menghalangi jalan Long Chen dan Feng Qinger akan dilindas! Tapi Mo Xuanyu, bagaimana dengan sekte-sekte kecil di wilayah barat dan selatan? Apakah ada ancaman baru?"
Mo Xuanyu tersenyum tipis, mengibaskan lengannya. "Sekte-sekte kecil itu hanyalah pelengkap, Tetua Zhao. Kebanyakan dari mereka bahkan kesulitan memenuhi kuota lima murid Ranah Fondasi. Dengar-dengar, beberapa sekte tua yang hampir punah seperti Sekte Pedang Langit pun menerima undangan ini. Tapi apa yang bisa dilakukan oleh sekte tanpa murid?"
Tawa kecil terdengar dari beberapa tetua cabang. Bagi Sekte Tiga Naga yang memiliki puluhan ribu murid berbakat, sekte-sekte terpencil hanyalah batu kerikil di pinggir jalan yang siap dilindas saat armada mereka bergerak menuju Gunung Surgawi.
long Zhentian mengangkat tangannya, menghentikan tawa para tetua. Matanya memancarkan kegelapan yang dalam.
"Jangan pernah meremehkan musuh, betapa pun kecilnya mereka," tegur Long Zhentian dingin. "Tetua Agung Duan Feng, persiapkan Formasi Pembaptisan Naga! Dalam waktu satu bulan ini, biarkan Long Chen, Feng Qinger, dan tiga kandidat terpilih nantinya memasuki Kolam Darah Naga untuk menggembleng fisik mereka!"
Tetua Agung Duan Feng, seorang wanita tua yang anggun namun bermata tajam bagaikan pisau pemotong, membungkuk pelan. "Perintah diterima, Ketua Sekte. Kolam Darah Naga akan dibuka besok pagi."
Long Zhentian bangkit dari kursi kebesarannya. Tekanan auranya membuat udara di aula bergetar keras. "Rapatkan barisan! Bawa kejayaan tertinggi untuk Sekte Tiga Naga!"
"JAYA SEKTE TIGA NAGA! Bantai SEMUA MUSUH!" raung ratusan anggota sekte di dalam aula secara serempak, menggetarkan puncak lima gunung di sekitarnya.