Cantika Astie Putri Rahardja adalah seorang gadis yang sangat cantik, baik hati dan pintar. Seorang mahasiswi tingkat 2 yang terpaksa harus bekerja di Mini Market untuk menambah uang jajan dan membantu kebutuhan keluarganya.
Kehidupan percintaannya akan dimulai dari Mini Market tempat dia bekerja..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Kurniasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
"Cantika...apa Adith sudah menyatakan cinta sama kamu..?" tanya Tuan Kenn dan Astie bingung dengan pertanyaan Kak Kenn.
"Memang nya...menyatakan cinta apa..." tanya Astie yang masih kebingungan.
"Kak ko enggak dijawab...buat apa Adhit menyatakan cinta ke Aku, kan Aku sama Adhit sahabatan udah lama mana mungkin Adith suka sama Aku." kata Astie masih bingung juga.
Mereka sampai di meja tapt didepan Adhit dan lainnya Astie tak sadar masih menggenggam lengan Tuam Kenn.
"Astie ada apa..." tanya Ibu.
"Waaahhh apa kalian jadian ya..."goda Rere...
"Apa sey Re...kakak tuh tadi tanya, masa katanya kenapa Adhit nembak aku, kan kita cuma sahabatan... iya kan Dhit...Dhit...Adhitya....Ko diem ajah sey, jawab dong lalau orang lagi tanya...iiihhh nyebelin deh.." Astie jadi sebal dengan sahabatnya itu...
Suasana saat ini sedang hening karena perkataan Astie barusan hanya ada suara celoteh Rere dan kenzo yang selalu becanda.
"Ka Adhit mesti bilang sekarang...ayo ajak kak Astie jalan nanti yang lain biar Argha yang urus. Masalah Ibu mah gampang." Bisik Argha kepada Adhit yang mendorong agar dia mengungkapkan perasaan nya.
"Tapi aku masih...." kata kata Adhit belum selesai sampai mama menegur mereka berdua.
"Yahooo lagi ngapain..." Kata Mama.
"Eehhh Mama... Mah boleh adhit ijin bawa Astie ke taman bentar Ma." tanya Adhitya sopan.
"Pergilah..." Kata Mama.
"As kita ke taman bentar yuk..." Ajak Adhitya ragu.
"Ngapain sey..." Kata Astie.
"Bentaran ajah..." bujuk Adhitya.
"Iya iya.... bentar aku cuci tangan dulu." Astie pun pergi untuk cuci tangan yang disusul Adhtiya.
"Ngapain ko ikut kesini..." tanya Astie.
"Udah selesai cuci tangan nya." Tanya Adhitya sambil mengelap tangan Astie yang basah dengan tisue.
"Yang ini belum..." Astie memberikan tangan yang satunya lagi untuk di Lap.
"Dasar manja..." Kata Adhtiya senang.
"Abis mumpung kamu udah balik lagi ke yang adhit dulu..." Kata Astie.
"Memang nya aku kenapa?" tanya Adhtiya.
"Kamu tuh akhir akhir ini berubah, sekarang tuh sedikit dingin dan cuek sama aku... Aku juga enggak tau kenapa?" Kata Astie.
"Kamu ada masalah dhit??" Tanya Astie hati hati.
"Dulu kalau kamu ada masalah pasti menghindar dari aku, selalu menyendiri terus pas udah selesai baru seperti biasa lagi." Kata Astie panjang lebar.
"Cerita apa... ada masalah apa?" tanya Astie penasaran.
"Ayo kita duduk disana..." Adhtiya menunjuk sebuah ayunan di Taman.
"emmmhh..." jawab singkat Astie.
"Kamu inget enggak kalau aku pernah bilang kalau kamu harus jadi pengantin aku kalau kita udah dewasa nanti..." cerita Adhitya.
"Iya dan aku langsung bilang setuju...karena kamu adalah kesatria buat aku..." timpal Astie.
"Apa itu masih berlaku sampai saat ini?" tanya Adhitya hati hati.
"Maksud kamu apa dhit..." tanya Astie.
"Aku mau kau jadi pendamping aku...selamanya." Kata Adhitya.
"Apa kamu bersedia jadi Pacar aku As... dan kelak jadi Ibu dari anak anak Ku." kata Adhitya yang membuat nya kaget bukan main.
"Dhit kamu tuh sakit ya... tapi bukan nya kamu udah jadian sama..." kata Astie terpotong.
"Enggak, aku sama Lyly hanya untuk menutupi petasaan aku ke kamu. Lyly sudah punya pacar di London." kata Adhitya.
"Tapi bukan nya kita Sahabat ya..." Astie baru sadar ternyata ini lah yang terjadi.
"Enggak perlu jawab sekarang..." Kata Adhitya.
"Dan maaf jika keputusan mu nanti akan mempengaruhi hubungan persahabatan kita." Kata Adhitya.
"Pikirkan lah... aku tak mau kau menjawab terburu buru." Kata Adhitya.
"Dhit apa kita enggak bisa kaya dulu ajah..." Tanya Astie.
"Aku akan tunggu kamu..." Adhitya mencium kening Astie dengan lembut.
"Ayo balik yang lain pasti...
.
.
.
Lanjut Episode 29....
😘😘
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
tapi jangan ada bahasa alay. jadi geli.
seminggu sebelum ibu tiada,,, almarhum adik bungsuku datang menemuiku dalam mimpi. hanya bilang "mbak,, ibu sama adek lagi. mbak jagain ayah dan abg ya". terperanjat aku tengah malam bangun dari mimpi. badan dah basah karena keringat.