NovelToon NovelToon
Bukan Sepupu Suami Ku

Bukan Sepupu Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor
Popularitas:63.1k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Nadila terkejut saat pulang dari butik nya, dia menemukan wanita hamil di rumah nya. Irfan, suami nya Nadila mengatakan bahwa dia adalah Rani, sepupu nya yang baru saja datang dari desa.

Irfan mengatakan bahwa bahwa suami nya Rani baru saja meninggal dunia dan dia tidak punya siapa- siapa di desa.

Itu lah sebab nya dia pergi ke kota, awal nya Nadila percaya dengan semua ucapan suami nya. Tapi tidak berselang lama Nadila menemukan bukti, bahwa wanita itu bukan lah sepupu nya Irfan, melainkan istri sirih nya.

Setelah ketahuan, Irfan membela diri dan mengatakan alasan dia menikahi Rani karena Nadila tidak bisa memberi nya keturunan.

Nadila membalas semua perbuatan Irfan, setelah itu dia membeberkan sebuah fakta yang membuat Irfan menyesal seumur hidup nya.

Ikuti kisah nya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Pagi sudah menyapa seluruh penghuni bumi, perlahan semburat keemasan mulai menyinari seluruh bumi. Sebagian besar para penghuni nya sudah beraktifitas seperti biasa nya, tidak terkecuali dengan Nadila dan Mama Nilam.

Sedang kan di dalam kamar yang berbeda, tampak alaram berdering dengan kencang. Irfan sengaja memasang alarm, agar tidak bangun kesiangan lagi seperti pagi kemarin. Sementara Rani tampak tidak terganggu sama sekali dengan suara alarm tersebut.

"Sudah pagi rupa nya!" Guman Irfan sambil menguap.

Irfan bergegas turun dari tempat tidur, dia melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar itu. Tapi saat dia ingin melaksanakan ritual mandi nya, dia menemukan semua peralatan mandi di sana sudah kosong isi nya, semua pada habis.

"Nadila bagai mana sih? Masa semua nya bisa habis seperti ini?" Omel Irfan dengan kesal.

Akhir nya hanya dengan menggunakan handuk, Irfan bergegas keluar untuk mencari istri pertama nya tersebut. Dan dia menemukan Nadila sedang berada di ruang tamu bersama Mama Nilam, Nadila sudah berpakaian rapi dan kelihatan cantik sekali.

"Nadila, aku mau bicara!" Irfan berkata pada istri nya.

"Bicara saja!" Jawab Nadila dengan acuh.

"Semua peralatan mandi di kamar Rani sudah pada habis, kamu sediakan yang baru!" Irfan memberi perintah tanpa memikir kan perasaan Nadila sama sekali.

"Apa mas? Kau minta aku menyiapkan semua peralatan mandi nya Rani? Tidak sudi aku mas, silahkan kalian belanja sendiri. Lagi pula, apakah kau memberikan aku uang nya untuk belanja iru semua?" Tanya Nadila dengan tatapan tajam.

"Pakai uang mu Nadila, setelah gajian nanti aku ganti!" Dengan enteng nya Irfan berkata.

"Tidak mas, sebaik nya kau minta saja Rani untuk menyiapkan semua nya sendiri, dia kan istri mu juga!" Jawab Nadila lagi.

Irfan menjambak rambut nya sendiri dengan kesal, dia segera berlalu dari hadapan Nadila. Tidak ada guna nya lagi berdebat dengan Nadila, dia bisa terlambat lagi jika terus berdebat dengab Nadila.

Sementara itu Nadila dan Mama Nilam tersenyum puas, kini Irfan benar- benar merasakan betapa kacau nya hidup nya tanpa peran dari Nadila. Tapi ego nya yang terlalu tinggi, sehingga dia terlalu gengsi untuk mengakui semua kesalahan nya.

Suara ketukan pintu terdengar dan Nadila bergegas pergi ke depan, itu adalah kurir yang datang mengantarkan makanan pesanan Nadila dan Mama nya. Saat ini tidak ada stok makanan sama sekali di dalam kulkas, hanya ada air putih saja. Nadila sudah memutuskan untuk tidak akan lagi mengeluarkan uang nya untuk kebutuhan di rumah ini.

"Sampai kapan kau akan terus seperti ini nak?" Tanya Mama Nilam di sela - sela kegiatan sarapan mereka.

"Sampai aku benar - benar puas melihat penderitaan mereka, Ma!" Jawab Nadila.

"Jangan habis kan waktu mu untuk hal - hal yang tidak berguna nak, sebaik nya akhiri saja semua nya dan pergi dari sini, nak. Fokus lah pada hidup dan masa depan mu nak!" Mama Nilam menasihati putri satu - satu nya.

"Itu pasti Ma, tapi saat ini aku ingin melihat mas Irfan dan gundik nya itu menderita di depan mata ku sendiri. Setelah itu baru aku akan pergi Ma!" Ucap Nadila lagi.

"Mama khawatir nak, Irfan dan Rani akan melakukan hal yang buruk pada mu!" Mama Nilam mengkhawatirkan keadaan putri nya jika terus tinggal bersama mereka.

"Aku bisa jaga diri ku dengan baik, Mama Jangan khawatir!" Nadila menenangkan sang Mama.

Sebagai seorang wanita yang telah melahirkan diri nya ke dunia ini, jelas Mama Nilam mengkhawatirkan keselamatan Nadila di rumah ini. Dia tidak rela melihat putri satu - satu nya di sakiti oleh menantu dan juga istri baru nya, Mama Nilam ingin Nadila bahagia dengan pergi dari sini.

"Nadila, di mana pakaian kerja ku?" Tedengar teriakan Irfan dari depan.

Nadila hanya tersenyum, bagi nya ini adalah hiburan untuk nya pagi ini. Semua pakaian kerja Irfan saat ini masih menumpuk di keranjang kotor di tempat cucian, Nadila sengaja membiarkan semua nya agar Irfan kesusahan nanti nya.

"Nadila, di mana semua pakaian kerja ku? Satu pun aku tidak menemukan nya!" Irfan langsung menghampiri Nadila di meja makan.

"Kenapa tanya pada ku mas? Bukan kah saat pulang kerja kau selalu berada di kamar nya Rani? Jadi tanyakan semua nya pada Rani!" Jawab Nadila dengan santai nya.

"Tapi Rani bilang semua nya sudah dia simpan di ruang cuci!" Ucap Irfan.

"Berarti kau harus mencari nya di sana, bukan malah bertanya pada ku!" Jawab Nadila lagi.

Irfan bergegas pergi ke ruang cuci, dia dia menuangkan semua pakaian yang ada di dalam keranjang. Bau nya menyengat di hidung, seperti nya pakaian ini sudah beberapa hari di biarkan berada di sini. Semua pakaian itu adalah milik Rani dan Irfan, tidak ada satu pun barang milik Nadila di sana.

Irfan menjadi sangat kesal, dia segera pergi dari sana dan menemui Nadila di meja makan.

"Nadila, bagai mana aku bisa bekerja jika semua pakaian kerja ku kau biarkan menumpuk di ruang cuci!" Bentak Irfan sambil menggebrak meja makan.

"Kenapa bertanya pada ku? Harus nya kau tanyakan pada Rani, apa fungsi nya sebagai istri mu jika mengurus masalah pakaian mu saja tidak bisa. Bukan kah kau habis kan semua uang gaji mu untuk nya? Lalu kenapa masih minta aku yang mengurus mu?" Nadila membalas dengan suara tinggi.

"Cukup Irfan, anak ku bukan pembantu gratisan di rumah ini. Jika kau tak mampu memberikan nafkah hak nya, maka jangan pernah minta dia melakukan kewajiban nya!" Mama Nilam sudah sangat Muak dengan kelakuan sang menantu.

"Mama, maafkan Irfan Ma. Irfan cuma sedang kesal!" Ujar Irfan dengan gusar.

"Bukan kah kau sudah menggantikan aku dengan Rani, Mas? Jadi semua kewajiban ku di rumah ini aku serah kan pada Rani, kau bisa minta dia melakukan tugas nya sebagai seorang istri!" Nadila kembali berkata dengan tegas.

Pada saat Nadila dan Irfan sedang berdebat, Rani keluar dari dalam kamar nya. Wajah nya kusut khas orang baru bangun tidur.

"Mas, aku mau pesan kan sarapan untuk mu. Tapi kok di rumah ini tidak ada jaringan internet?" Rani bertanya sambil memperlihatkan ponsel nya.

Nadila hanya bisa tersenyum puas mendengar ucapan Rani, karena dia tahu saat ini jaringan internet di rumah ini sudah di putus oleh pihak pengelola. Irfan tidak membayar nya, karena selama ini Nadila lah yang mengurus semua ini. Tapi kini masalah nya akan semakin bertambah karena Nadila sudah menyerahkan semua tanggung jawab itu pada nya.

1
Heni Setiyaningsih
cepat beritahu mama mu Arsen
Hary Nengsih
jujur aja dia jg harus tau papa nya selingkuh
Lee Mba Young
Arsen kurang cocok dng nadila. bpk nya main gundik smp beli rumah saja dia gk tau.
mungkin arsen gk megang perusahaan jd gk tau apapun ttg bpk nya 🤣.
Lee Mba Young
Arsen terlalu sibuk sendiri hingga tak tau bpk nya main wanita, ibu nya di selingkuhi.
berarti Arsen gk punya kuasa. bpk nya sampe beli rumah buat gundik dia gk tau. berarti perusahaan seratus persen yg nangani bpk nya.
Arsen berarti gk punya kedudukan 🤣 Dan kuasa sama sekali.
Ma Em
Thor coba singkirkan si Irfan jgn selalu bujuk Nadila untuk rujuk mengganggu banget , lbh baik Nadila secepatnya cari penggantinya Irfan agar TDK selalu diganggu , Arsen segera cari tau kelakuan papamu karena papamu punya selingkuhan takut nanti perusahaan mamamu Arsen goncang karena uangnya dipakai untuk menyenangkan gundiknya sama papamu Arsen .
Fitri Yah
nah ... good arsen. selidiki lg lebih lanjut kecerobohan ayahmu buat mamamu naik pitam sen ...
Yul Kin
lanjut kak
Heni Setiyaningsih
Nadila jgn mau diajak rujuk sama Irfan tukang selingkuh
Lupa Nama
Rani rani diteliti sebelum diup kak,, masak yg mau diajak rujuk Rani,, terus Rani jg yg mau ngantar mama Nilam ketemannya, bukannya Nadila kak..?
Yul Kin
lanjut kak
Anonim
Rani di butik?? typo GOBLOK
stela aza: percumah komen ,, g pernah di tanggepin sama penulisnya,,, Nnti kalau komen trs takut di blokir ,,kaya q komen sama novel tetangga sebelah ,,, s doi g Nerima kritikan pembaca alhasil di blokir 🤦
total 1 replies
Anonim
Pelajar???
Yul Kin
lanjut kak
Abisatya
lanjut kk💪
ryuka
lemes kan kamu irfan sukurinnn..
stela aza
masa kerjanya ijin terus s Irfan ,,, g di kasih sp sama atasan nya ,,, 🤦 syukur2 di keluarkan biar nyaho
Yul Kin
syukurin kamu irfan😄... lanjut kak
ryuka
mampus kamu irfaaannn 🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭
Ma Em
Nadila jgn terlalu tenang kamu takutnya Irfan nanti berbuat jahat pada Nadila lbh baik Nadila berjaga jaga saja , karena Irfan tdk mau berpisah dgn bkn karena cintanya Irfan pada Nadila tapi ATM berjalan Irfan sdh lepas dari Irfan dan tdk bisa di manfaatkan lagi .
ryuka
bodoh siihh kamu jadi laki2 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!