NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Pelarian

Bukan Sekedar Pelarian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Pihak Ketiga / Cinta Murni / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Karena setiap orang memiliki rahasia.

Ellio yang baru sadar dari koma baru tahu bahwa gadis yang menjadi alasannya untuk bertahan hidup ternyata sudah membagi hatinya untuk orang lain. Patah hati tentu membuat Ellio hampir kehilangan arah. Namun, tekad untuk mendapatkan kembali cintanya mendorong ia lebih keras untuk segera pulih.

Di saat yang sama, ada Putri
yang mencintai Ellio dalam diam. Ia yang hanya berperan sebagai figuran di kisah cinta Ellio dan Shanum. Dia yang selalu ada untuk Ellio, malah menjadi tersangka yang harus di adili untuk kesalahan yang sebenarnya tidak patut di salahkan. Jatuh cinta.

Siapa yang bisa memvonis bahwa jatuh cinta adalah kesalahan ? Mungkin hanya Ellio. Dan, ketika Ellio baru menyadari arti kehadiran Putri, gadis itu sudah pergi. Menghilang seperti permintaan Ellio terakhir kali.

Cinta, benci serta sebuah tahta yang harus di teruskan, bagaimana kisah ini akan berakhir ?

Baca juga :
~Bima & Ellena : Pernikahan Kontrak
~Senja di Moorea

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSP#28

"Kamu nggak berubah, Sha ! Masih cantik kayak dulu." Puji Ellio dengan tatapan memuja pada cinta pertamanya semasa sekolah dulu. Gadis yang saat ini masih sangat dia cintai seperti ketika pertama mereka saling berjumpa dan mengakui rasa sayang.

Pujian itu hanya di balas senyum oleh Shanum. Entah kenapa, di dalam hati Shanum bergelayut rasa bersalah yang kian membesar setelah tahu bagaimana perasaan Ellio terhadapnya. Bagi seorang pria yang sudah lama tertidur, tentu waktu yang berlalu tidak terasa baginya. Wajar, jika rasa yang dia miliki tidak berubah. Namun, bagi seorang gadis yang benar-benar hidup dan melewati tiap detik dengan sadar, waktu yang terus berjalan bisa dia rasakan. Membawa perubahan-perubahan baru, termasuk merubah haluan perasaan gadis itu pada pria lain.

"Kamu kenapa, Sha ? Kok bengong ? Kata-kata aku ada yang salah ?" Tanya Ellio penasaran.

"Nggak. Nggak ada kok." Geleng gadis itu cepat.

"Aku kira, aku bikin kamu tersinggung. Jangan marah, ya sayang." Tangan Ellio mengusap pipi halus milik Shanum. Membuat gadis itu terkejut bukan main.

"Kamu kenapa, sih ?" Kembali, Ellio bertanya heran. Sejak tadi, Shanum selalu terkesiap ketika Ellio menyentuhnya.

"Nggak kenapa-kenapa. Mungkin, karena aku belum percaya aja kalau kamu udah sadar sekarang." Ujar gadis itu berdalih.

"Oh !" Ellio mengangguk paham. Mempercayai mentah-mentah kebohongan yang Shanum berikan untuknya.

"Aku harus segera sembuh berarti. Biar kita bisa bareng-bareng lagi kayak dulu." Ucap Ellio penuh semangat. Keberadaan Shanum di sampingnya semakin memotivasi dirinya untuk pulih secepat mungkin.

"Kamu mau kan nemenin aku sampai aku benar-benar sembuh ?" Lanjutnya lagi.

"Pasti. Aku pasti temenin kamu sampai sembuh. Aku janji." Angguk Shanum tersenyum.

"Makasih, Sha. Aku sayang banget sama kamu." Sahut Ellio penuh arti. Tangannya menggenggam jemari Shanum dengan harapan yang jelas bisa Shanum lihat di bola matanya.

Gimana ini ? Kalau kayak gini, aku nggak mungkin bilang ke Ellio tentang Andra sekarang. Aku nggak mau Ellio kehilangan semangat hidupnya lagi.

"Ellio, apa kamu benar-benar sayang sama aku ?"

"Ya. Aku sayang banget sama kamu."

Shanum terdiam beberapa detik. Gadis berwajah khas eropa itu mengatupkan kedua bibirnya. Menarik napas dalam dan mengumpulkan keberanian sebanyak mungkin untuk menatap manik hitam Ellio.

"Kalau seandainya aku jatuh cinta sama orang lain, gimana ?" Mata gadis itu sudah berkaca-kaca. Ia benar-benar ingin tahu reaksi Ellio mengenai pertanyaannya yang satu ini.

"Jangan bercanda kayak gitu ah." Ellio menarik tangannya hingga tautan jemarinya dan Shanum terlepas. Pria itu tertawa gusar yang menandakan bahwa dirinya benar-benar tidak menyukai pertanyaan Shanum barusan.

"Kamu nggak mungkin suka laki-laki lain, Sha. Kamu nggak mungkin tega nyakitin aku, kan ? Lagipula, bukannya dulu kamu udah janji untuk selalu cinta sama aku bagai manapun keadaan aku ? Kamu tahu alasan aku bertahan selama ini ? Bukan cuma karena Ellena. Tapi juga karena kamu. Jadi, tolong ! Jangan bertanya hal yang nggak lucu kayak gini lagi ke aku."

Mata Shanum sontak terpejam. Gadis itu meneguk ludahnya kasar. Genggamannya pada sprei putih ranjang Ellio kian mengerat. Apa yang harus Shanum lakukan sekarang ? Keadaan kian semakin rumit untuk dirinya, Andra dan tentu saja Ellio. Karena sepertinya, jika Shanum benar-benar mengakui bahwa dirinya sudah berpindah ke lain hati, Ellio akan merasa hancur dan malah kehilangan motivasi untuk pulih kembali.

"Aku cuma bercanda, Ellio. Kenapa di seriusin gitu sih ?" Akhirnya, hanya itu yang bisa Shanum katakan. Terlalu berat baginya untuk mengungkapkan kebenaran untuk saat ini karena mengkhawatirkan kondisi Ellio. Biarkan ! Shanum akan menunggu sebentar lagi. Jika Ellio sudah benar-benar pulih suatu saat, maka Shanum akan jujur pada Ellio tentang Andra. Tetapi, pertanyaannya adalah apakah Andra bisa menunggu untuk ke sekian kalinya ?

* * *

"Apa ? Jadi kamu belum jujur sama Ellio tentang kita ?" Ucap Andra setengah tidak percaya. Ia mengira Shanum mengajaknya bertemu demi memperjelas hubungan mereka. Namun, yang ia dapatkan justru ketidakjelasan yang kian bertambah.

"Gimana aku bisa jujur kalau ternyata alasan Ellio bertahan selama ini hanya demi aku dan Ellena, Andra ? Aku nggak mungkin tega nyakitin dia di saat dia belum pulih kayak gini."

"Terus, kapan kamu akan jujur ?"

"Kalau dia udah pulih."

"Kamu serius ?" Andra terbelalak tak percaya mendengar ucapan Shanum. Telapak tangannya membekap mulutnya yang setengah terbuka.

Apa Shanum memintanya untuk menunggu lagi ?

"Kamu tahu berapa lama waktu seseorang yang hampir kehilangan fungsi tubuhnya untuk normal kembali ?" Desahan Andra terdengar frustasi.

"Mungkin setahun atau dua tahun ?" Cicit gadis itu tertunduk. Rasa bersalah membelenggu setiap inci tubuhnya.

"Dan kamu kira itu waktu yang sebentar ?" Lirih Andra begitu pelan.

Shanum hanya diam tak menjawab. Hanya air mata yang bisa ia keluarkan ketika suara tak lagi sanggup untuk mewakilkan. Gadis itu juga berada dalam posisi yang sulit. Ia juga tidak mau terjebak dalam situasi cinta segitiga seperti ini. Ia juga tidak pernah berniat menyakiti Andra maupun Ellio. Akan tetapi, di antara keduanya Shanum tak bisa memilih. Dia tidak bisa memilih bersama Andra dan membiarkan Ellio terpuruk. Tetapi, dia juga tidak bisa memilih Ellio karena rasa cintanya kini hanya untuk Andra.

Lantas, apa yang harus Shanum lakukan ? Haruskah dia membelah diri agar tidak ada yang terluka ?

"Oke, Sha ! Terserah kamu mau kayak gimana. Aku nggak peduli lagi sama omong kosong ini." Ujar Andra kemudian. Raut kecewa jelas terpancar dari wajahnya.

"Andra ! Please ! Dengerin aku dulu." Shanum sebisa mungkin menahan langkah Andra yang mulai beranjak menjauh.

"Please, Sha ! Aku juga butuh waktu untuk berpikir. Tolong ! Kasih aku waktu sendiri." Lirih pria itu dengan tangan yang melepas pegangan Shanum dari lengannya.

Shanum merosot dan bersimpuh dipinggir jalan. Air mata masih mengalir deras membasahi pipi mulusnya. Tak ada niatnya untuk menyakiti hati pria yang sangat di cintainya itu. Namun, Shanum juga masih memiliki nurani untuk tidak memikirkan kebahagiaannya sendiri dan membiarkan Ellio terpuruk tanpa dirinya.

Sementara Andra sudah mencapai mobilnya yang terparkir di belakang mobil Shanum. Terdiam sejenak dan berbalik menatap Shanum yang masih terisak sebelum memutuskan membuka pintu mobil dan melajukan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi menjauh dari tempat itu.

"Kenapa nasib percintaan gue selalu miris kayak gini sih ?" Keluh Andra sambil memukul stir mobilnya.

Dia tidak habis pikir. Entah kesalahan apa di masa lalu yang pernah ia perbuat sehingga harus mendapatkan karma sesakit ini. Bukan hanya sekali melainkan dua kali. Yang pertama, ketika ia jatuh cinta pada Ellena tetapi justru sepupunya sendiri yang menikung dia tanpa aba-aba. Dan yang kedua, ketika ia jatuh cinta pada Shanum, justru ada Ellio cinta pertama gadis itu di tengah-tengah mereka.

1
Sri Afrilinda
suka ceritanya thour😍💪🤗
Sri Afrilinda
Masyaallah... Senyumnya mengalihkan dunia ku.... 🤭🤭
Sri Afrilinda
manis bangettt 😍😍😍
Sri Afrilinda
🤣🤣🤣🤣🤣
Desty Winianti
ini novel udh lama bgt..tp ak baru baca🤣....btw visual putri udh almarhum
Han*_sal
terimakasih .aku suka. muuuah
Ririn Satkwantono
makasih utk cerita si ganteng kk author.. sukses slu
Ririn Satkwantono
siapa yg melindungi siapa... wkwkwk..
murat tau nggk klo putri anak.adimas
Ririn Satkwantono
wiih.. tamat kah thor
Ririn Satkwantono
nnt klo marahan .. ellio pasti yg babak belur🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
cocok dpt menantu kyk ellio... hello kitty jg🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
ellio cmbokur🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
duh Gusti... senyumnya itu lho.. ellio
Ririn Satkwantono
Masyaa Allah... siapa yg nggk mau, klo ellio khilaf🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ada ular tp bukan cobra🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
jd kngen darren dirikuuuhhh
Ririn Satkwantono
ci cuit si ellio
Ririn Satkwantono
sayang nya... bima nggk hadir
Ririn Satkwantono
knp ellio slu ditunjukin sih foto nya... aq tkut terbawa mimpi... wkwkwk
Ririn Satkwantono
putri nangis... ellio mewek jg🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!