NovelToon NovelToon
Ksatria Penguasa Gushen Dan Tianshen

Ksatria Penguasa Gushen Dan Tianshen

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Fantasi / Penyeberangan Dunia Lain / Tamat
Popularitas:138.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: DTeaa

Zhi Shen adalah seorang pemuda berusia 25 tahun yang berasal dari jaman modern, tapi karena terjadinya peperangan antar negara, telah membuatnya berpindah Alam.
Kini ia berada di Alam Dunia Kultivator kelas rendah atau disebut juga Alam Benua Gushen yang di huni oleh Manusia manusia yang memiliki kekuatan seperti manusia super yang pernah ia lihat di televisi.
Di kehidupan baru yang harus ia jalani sekarang, Dunia Benua Gushen baru saja mengalami Peperangan Besar antara bangsa Manusia dengan bangsa Iblis.
Tugas Zhi Shen di Alam Dunia barunya adalah untuk membunuh Kaisar Iblis yang berasal dari Alam Dunia Kegelapan.
Akankah Zhi Shen mampu melaksanakan tugasnya?...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DTeaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Masalah Pertama di dalam Sekte

*

Kurasa sudah tepat waktunya untuk kita bicarakan, kita akan mengambil waktu kita, dan menjalani hidup kita

Bersama, hari demi hari, kita akan membuat sebuah permintaan dan mengirimkannya pada sebuah doa

Kita tahu, impian kita semua akan menjadi kenyataan, dengan cinta yang bisa kita bagi

Denganmu aku tidak pernah bertanya tanya, akankah kau berada di sana untukku

Denganmu aku tidak pernah bertanya tanya, apakah kau orang yang tepat untukku  ?

Akhirnya aku menemukan cinta seumur hidup, cinta untuk menjalani seluruh hidupku.

Akhirnya aku menemukan cinta seumur hidup, selamanya di hatiku

Akhirnya aku menemukan cinta seumur hidup, dengan setiap candaan, cinta kita seperti baru

Dan setiap bintang di langit, dibuat untukku dan kau

Masihlah kita berdua tahu, bahwa jalan panjang

Kita tahu bahwa kita akan tetap bersama, karena cinta kita kuat.

(Syair lagu grup band Rumah Api dengan judul Cinta Seumur Hidup)

*

Zhi Shen bernyanyi pelan dengan penuh penghayatan.

Ia merasa bahwa sekarang suaranya menjadi jernih dan merdu.

"Kenapa tidak dari dulu saja suara aku jernih dan merdu seperti sekarang"

Zhi Shen bertambah semangat menyanyi, mengetahui suaranya sekarang sangat jernih dan merdu.

"Penyanyi aslinya juga bisa kalah kalau begini ceritanya! Hehehe,"

Zhi Shen tidak sadar kalau sekarang dirinya sedang diperhatikan oleh orang orang yang berjalan di depan, mereka semua telah berhenti.

Tian Fan hanya tersenyum senyum melihat kelakuan Seniornya tersebut.

Zhi Shen yang mulai sadar kalau di tonton layaknya artis, kemudian melakukan gerakan kiss bye beberapa kali di hadapan mereka semua.

Tian Yue dan Tian Hua cekikikan melihat gayanya yang super percaya diri.

"Maaf saudara saudari sekalian, silahkan dilanjutkan lagi perjalanannya, biarlah diriku yang tampan akan menghibur kalian semua dengan suaraku yang merdu ini"

"Dihh! "

Para gadis terlihat jijik mendengar ucapan Zhi Shen kecuali Tian Yue, sedangkan para lelaki terlihat agak geram dengan kelakuan Zhi Shen kecuali Tian Fan.

Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju area pelataran luar.

Tian Fan merasa senang mendengar lagu yang dinyanyikan Zhi Shen.

"Senior, aku suka lagu yang senior nyanyikan" ucapnya ceria.

"Oh, kamu ingin mendengar aku menyanyi lagi? Kalau begitu, aku akan menyanyikan lagu grup band Kalajengking yang berjudul, Disinilah aku.." Zhi Shen memandang kearah Tian Fan dengan gaya artis.

"Iya senior, boleh boleh" Tian Fan antusias.

Zhi Shen mulai mengambil ancang ancang dengan menarik nafas agak dalam.

*

Kata orang bijak, lewatlah jalan ini menuju fajar cahaya, angin akan menerpa wajahmu, bersama sama tahun berlalu

Dengarlah suara ini dari hati, ini adalah panggilan hatimu, pejamkan matamu dan kau akan temukan, jalan keluar dari kegelapan

Di sinilah aku, Akankah kau kirimkan malaikat kepadaku?

Di sinilah aku, di tanah bintang pagi

Kata orang bijak, temukanlah tempatmu di mata badai, carilah mawar sepanjang jalan, tapi hati hatilah dengan durinya

Kata orang bijak, angkatlah tanganmu dan gapailah musim, temukan jalan ke tanah yang di janjikan, percayalah pada penciptamu

Dengarlah suara ini dari hatimu, ini adalah panggilan hatimu, pejamkan matamu dan kan kau temukan, jalan keluar dari kegelapan

*

"Plok plok plok plok plok plok plok plok"

Semua yang mendengarkan bertepuk tangan setelah lagu yang dinyanyikan telah selesai sambil terus berjalan.

Kembali Zhi Shen melakukan gerakan kiss bye kepada mereka.

"Hehehehe! kapan lagi aku bisa seperti ini, mumpung lagi santai"

Enam orang murid senior yang kebetulan lewat dari arah berlawanan, sepertinya mendengar nyanyian Zhi Shen dan menyindirnya.

"Baru juga menjadi murid, gayanya sudah seperti sampah, apalagi kalau sudah lama, mendengar suaranya yang seperti perempuan murahan di Rumah Bordil membuat aku ingin muntah! "

"Hahahahahaha! " mereka tertawa sambil melirik kearah Zhi Shen.

Zhi Shen tidak menghiraukan mereka

"Cih, baru Ranah Prajurit Bumi bintang 7 saja sudah sombong! " gumam Zhi Shen dalam hati.

"Maaf Senior, kalau suaraku membuat senior ingin muntah" ia mencoba mendamaikan suasana hatinya sendiri.

Zhi Shen berbicara tetapi terus berjalan tanpa melihat ke belakang.

Rupanya tindakan Zhi Shen tersebut malah membuat para Senior geram.

"Ada mangsa baru" ucap salah seorang sambil berbisik.

Para Murid senior yang merupakan Murid Inti tersebut menganggap Zhi Shen telah merendahkan mereka, karena ia meminta maaf tapi tetap berjalan tanpa memberi hormat kepada Para Senior.

"Hei kau! Berhenti! " Seorang Senior memanggil Zhi Shen dengan suara keras.

Zhi Shen memasukkan Pemutar Musik MP3 dan Headset Bluetooth ke dalam Cincin Dimensi.

Para murid baru yang berjalan di depan Zhi Shen terkejut mendengar suara yang menyuruh berhenti, mereka semua kemudian berhenti dan membalikkan badan untuk melihat enam orang Senior yang usianya sekitar dua kali lipat usia mereka.

Sepuluh orang Murid Pembantu terlihat ketakutan dan menghampiri para Senior.

"Maaf Senior Mao, mereka semua murid baru dan kami ditugaskan oleh Tetua Cheng Pu untuk mengantar mereka, tolong jangan mempersulit kami, dan memberi mereka maklum karena usia mereka masih muda" seorang Murid Pembantu menghadap para Senior dengan badan gemetaran.

Senior yang dipanggil Mao lalu mendorong tubuh Murid Pembantu ke arah samping kanannya.

"Sudahlah, tidak usah menghalangiku, aku tidak peduli dengan usia, aku hanya ingin berbicara sebentar dengan Murid baru itu! "

Mao berjalan mendekati Zhi Shen dengan wajah agak garang.

"Tadi aku lihat junior punya barang bagus, serahkan padaku dan juga serahkan 10 Batu Roh kelas rendah yang kau dapatkan atau berlutut meminta maaf karena telah merendahkan kami, Para Senior! dan setelah itu berikan semua poin kontribusi yang kau miliki sebagai kompensasi untuk waktu kami yang telah terbuang sia sia"

Mendengar hal itu, Zhi Shen menyuruh Tian Fan untuk mundur dan bergabung bersama kakaknya.

"Ini urusanku"

Zhi Shen lalu berdiri di depan Senior Mao

"kalian suka memeras murid baru juga rupanya, kalau aku tidak mau menuruti kemauan Senior, bagaimana? " ucap Zhi Shen santai.

"Kau! "

Mao sangat geram mendengar ucapan Zhi Shen yang sepertinya menantang.

"Berani juga kau menantang Senior, hebat! murid baru sekarang memang punya nyali besar! "

Wajah Mao menempel di wajah Zhi Shen dengan tatapan tajam.

"Apakah kau sudah tahu aturannya, Jika ada Murid Pelataran Luar atau Pelataran Dalam Merendahkan Murid Inti dengan ucapan, itu sama dengan menantang bertarung di Altar Bela Diri, Murid Inti diperbolehkan bertarung dan menghajarnya untuk mempertahankan kehormatan" Ucap Mao senang karena merasa berhasil menjebak Zhi Shen.

"Walaupun aturan Sekte melarang membunuh atau menghancurkan Kultivasi, tapi di Altar Bela Diri, para petarung tidak dilarang untuk mematahkan tulang tangan dan tukang kaki" tambah Mao.

"Karena kau sudah menantang aku maka kau harus bertarung denganku di Altar Bela Diri atau kau berlutut lalu bersujud dan meminta maaf serta serahkan cincin penyimpanan milikmu sebagai kompensasi"

Mao bertambah semangat dan mendorong wajah Zhi Shen dengan wajahnya, dan meyakini kalau Zhi Shen akan berlutut dan menyerahkan harta miliknya.

Zhi Shen hanya tersenyum mendengar itu.

"Baiklah Senior Mao, kapan kita bertarung? "

Mao yang tadinya merasa berada di atas angin karena berhasil menjebak Zhi Shen, tidak menyangka Zhi Shen berkata sebaliknya.

Wajah Mao terlihat mulai memerah dan suram.

"Hei sialan, kau merendahkan 6 Murid Inti, itu artinya kau harus bertarung dengan kami berenam, paham! "

Mao berusaha mempengaruhi pikiran Zhi Shen.

"Bertarung, ya tinggal bertarung, Senior!, kenapa harus banyak berbasa basi dan mencari alasan! Sindir Zhi Shen.

Zhi Shen terlihat sudah kesal dengan perlakuan para Seniornya itu yang seharusnya memberi contoh baik kepada para murid baru.

"Aku tidak takut kalau harus bertarung dengan Senior yang senang menindas murid baru"

1
Nurul Nissaadji
Ahhh.. kok tamat secepat itu sih Thor ..
muhadsa
ini sekedar saran ya thor,jangan marah..sebenarnya ceritanya bagus tapi penulisannya kurang menarik dan sedikit membosankan.terlalu simpel dan tidak seru sama sekali.contohnya dalam pertandingan yang sedang berlangsung,buatlah gimana caranya agar terkesan acara itu besar dan penting.atau dalam penyelesaian suatu masalah,buatlah gimana caranya agar menarik minat pembaca..mungkin author bisa mencontoh (bukan menjiplak ya) karya karya lain..dalam pertarungan pun buatlah seseru mungkin sehingga pembaca seakan akan bisa membayangkan gimana pertarungan itu.jangan cuma satu jurus saja lawannya sudah kalah atau mati dan sama sekali gak ada serunya..
muhadsa
terlalu mahal harga harga ditoko sistem,terus hadiah misi cuma seupil..saya juga masih bingung darimana MC dapat koin emas sampai ratusan milyar padahal terakhir liat statusnya cuma kurang lebih 10jt..apa itu dari kebun obat ya,tapi gak disebutkan berapa koin dia dapat..
muhadsa
biaya apa yang banyak..tinggal pindah aja kok,tanpa bawa pelayan juga..
muhadsa
pemborosan..
muhadsa
darimana koinnya emasnya..kenapa gak beli dunia batin saja
muhadsa
bukannya kultivasi MC lebih tinggi dari lawannya..kok masih kewalahan,padahal sebelumnya bisa melawan yang kultivasinya lebih tinggi dari MC..
muhadsa
kenapa gak dipakai kemampuan untuk menyembunyikan tingkat kultivasinya...
muhadsa
authornya penggemar slow rock.. fire house sama scorpion..
muhadsa
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/..ada pemutar musik juga..
muhadsa
pelajari elemen angin dong..kultivator kok pakai pompa angin manual..hhh..
muhadsa
kurang seru kalau ngandalin artefak..naikin dong levelnya
muhadsa
kenapa gak naik naik levelnya..naikin dong thor,kan gak seru kalau MC kalah terus..sama banteng kalah,sama penjaga penginapan juga kalah..hhh..
muhadsa
lambat bener naik levelnya..
muhadsa
cepat sekali penuhnya..kalau gak salah tadi bilangnya luas cincin ruangnya adalah 8 kilometer persegi..
muhadsa
ngapain upgrade cincin ruangnya,kan ada penyimpanan sistem..
Nurul Nissaadji
mantap Thor..
DTeaa
MC nya sudah terlalu 'OP' , makanya langsung main tebas..
Harusnya kekuatannya seimbang .. supaya bisa berlama lama ..
Putra_Andalas
Cepet amat matinya...gk basa-basi nGopi dulu apa...
siKocak
koq akhirnya bisa begitu...????
seharusnya kan lebih makmur dan damai....
atau jangan jangan alam Tiansen dan Gushen cuma alam yang ada dalam ilusi,khayalan dan mimpi Zhi Sen.....????????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!