NovelToon NovelToon
Fajar Untuk Embun

Fajar Untuk Embun

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

belum di revisi


Tolong baca nya jangan di lompat!


SEKUEL SAYEMBARA JODOH

kisah anak-anak Dira dan Juna.


"Sampai sekarang aku masih mencintaimu, Bun."

"Kakak jangan gila! Aku ini calon adik iparmu!"

"Apa kamu mencintai Angkasa?" tanya Fajar.

Embun pun menjawab sambil membuang muka. "Ya. Aku mencintainya! Puas?"



Embun tidak pernah menyangka dipertemukan kembali dengan Fajar--seseorang yang datang dari masa lalu. Lelaki yang sangat mendambakan dirinya. Akan tetapi, Embun harus meninggalkan Fajar sebab begitu banyak tekanan yang dia hadapi. Tembok mereka cukup tinggi.

Saat ini Embun sudah bersama dengan pria lain. Pria yang memiliki kedekatan cukup erat dengan Fajar, yang menjadi pilihan ayahnya.

Lalu, bagaimana dengan Fajar? Cinta yang dia simpan rapat-rapat kini kembali bergejolak setelah pertemuannya. Akankah dia menyimpan cinta itu untuk selamanya? Atau justru berjuang untuk mendapatkan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Brian Suryanegara

Embun kaget ketika tahu tempat yang di tuju Daren. Perusahaan yang dia yakini punya keluarga mendiang mamanya. Gedung menjulang tinggi seakan menyambut kedatangannya. Gadis itu berjalan di belakang Daren. Rambutnya yang bergelombang pendek batas sebahu. Gaya pakaiannya hanya oblong gombrong dengan paduan celana jeans berwarna blue soft. Embun menentang tas ranselnya. Dia bukan feminim tapi juga tidak tomboy.

Sesampainya di sana Darren terus melenggang menuju arah lift. Tanpa menanyakan pada resepsionis tentang apa yang di lakukan papanya saat ini. Sementara Embun menyapa Nita seperti sudah akrab.

"Mbak Embun sama mas Daren pacaran, ya?" tanya Nita.

"Enggak. Saya cuma temannya. Maaf mbak Nita, saya harus menyusul kak Daren." pamit Embun.

Embun mendapati Daren habis menelepon seseorang. Wajah Daren rada muram. Akan tetapi dia tidak peduli. Embun masih bisa menyusul kecepatan langkah Darren.

"Saya mau tanya kak Daren. Apa tujuan kakak dan papanya kakak membawa saya kesini?" pertanyaan Embun menahan langkah pemuda tampan itu. Dia mengambil jemari Embun. Merangkumnya dengan erat. Embun melepaskan tangan Darren. Seakan mengultimatum pemuda itu untuk tidak macam-macam.

"Saya mau mengenalkan kamu sama orangtuaku. Tentu mereka akan setuju kalau kita ..."

"Apa pak Brian itu ayahmu? karena setahu saya perusahaan ini di pimpin oleh beliau. Kalau iya, saya dan kamu tidak bisa memiliki hubungan khusus." kata Embun.

" Kenapa tidak bisa? apa karena kak Fajar? Dia itu tunangan orang. Masih bagus saya menyelamatkan kamu dari lelaki maruk macam Fajar."

"Hati tidak bisa di paksa kak Daren. Jadi maaf saya lebih baik saya pulang." Embun berbalik arah. Akan tetapi tangan Daren kembali menahan dirinya. " Kak jangan paksa saya!" Embun masih mencoba melepaskan diri dari genggaman Darren.

"Dengar nona Embun jangan paksa saya untuk berbuat kasar. Sebenarnya saya malas kasar sama perempuan. Tapi sikap kamu yang memancing saya melakukan hal ini. Jadi mohon dengan sangat bekerjasama dengan baik." Darren mulai mengendurkan pegangannya. Dia berjalan menuju pintu lift.

Darren berjalan memasuki lift tanpa tahu kalau Embun tak mengikutinya. Pemuda itu masih melenggang penuh percaya diri. Sambil menggoda para karyawan yang berlalu lalang di hadapannya. Matanya mengerling kesana kemarin. Menebarkan pesona pada kaum hawa. Embun melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya. Dia baru tahu kalau Darren rada playboy. Gadis itu akhirnya melangkah maju mendekati posisi Darren. Mereka pun sudah berdua di dalam lift.

Tangan Darren pelan-pelan mencoba merayap ke pundak Embun. Tapi gadis itu langsung peka. mencoba mencari posisi lain agar terhindar dari godaan Darren. Sesekali Darren tersenyum simpul. Baru kali ini lihat cewek yang susah dia goda.

"Kalau sama Kak Fajar sudah di apain, Bun?" tanya Darren.

Embun hanya diam saja. Dia malas meladeni celotehan Darren. Dia lebih fokus melihat dinding lift. Mata genit Darren terlihat dari pantulan dinding. Embun menarik nafas dalam-dalam. Sejenak dia memejamkan matanya. Berdoa dalam hati agar cepat sampai di tempat papanya Darren. Dan akhirnya pintu lift terbuka. Embun secepatnya berjalan lebih dulu. Di susul Darren.

Lagi-lagi Pemuda itu menarik tangan Embun. Mata Embun terus menatap sinis ke arah Darren. Mereka pun berdiri di depan pintu sebuah ruangan.

"Mas, Darren sudah di tunggu sama bapak." kata sekretaris.

Pintu lift terbuka. Darren berjalan lebih dulu di susul Embun. Beberapa staf yang bertemu di lorong menundukkan kepalanya. Sebagai tanda hormat pada anak atasannya. Darren menyapa mereka dengan ramah. Hingga sampai di depan pintu sebuah ruangan.

"Papa!" sapa Darren sambil memeluk papanya. Sayangnya bukan pelukan yang dia dapat. Seketika suara rengekan karena tangan kekar itu menarik telinganya.

"Pa, sakit. Aduh sakit telingaku, Pa."

" Kamu nyulik anak gadis orang? barusan papa di telepon dari kampus. Dari CCTV kamu ketahuan membawa paksa anak gadis." omel papanya Darren.

"Iya, tadi dia maksa saya buat masuk ke mobil. Dua temannya Dio dan Adol juga ikut terlibat." kata Embun. Setidaknya dia merasa menang karena ada yang berpihak padanya.

Papanya Darren mengalihkan perhatian ke arah gadis muda di samping Darren. Seakan devaju mengingatkan pada seseorang. Papanya Darren menatap Embun lebih dekat. "Dania" batinnya.

"Saya Brian, papanya Darren. Dan kamu?" sapa papa Brian dengan ramah. Bahkan dia pun sudah tidak ingat baru saja memarahi anaknya.

Jadi dia yang bernama Brian. Apa dia saudara mama? Dia sangat tampan. Bahkan lebih tampan dari Darren dan Kak Fajar. Walaupun rambutnya sedikit memutih, tapi masih terlihat klimis. Persis CEO mapan yang pernah aku baca di novel online.

Kulitnya kuning Langsat. Wajahnya terlihat berwibawa. Beda sekali dengan kak Darren. Tubuhnya tinggi tegap, sama seperti kak Fajar. Anehnya, nggak ada miripnya dengan kak Darren. Mungkin kak Darren mirip mamanya.

"Jangan bilang kamu jatuh cinta sama papaku." bisik Darren. " Kalau iya emang kenapa? Dia lebih tampan dari kakak." cibir Embun. " Ya kamu harus berhadapan dengan mamaku." balas darren tersenyum menang.

"Salam kenal, Om. Saya Sebening Embun Atmaja." Embun langsung menyapa papanya Darren. Embun mencium tangan lelaki dewasa di depannya, sebagai tanda hormat pada yang lebih tua.

"Kamu mengingatkan saya pada seseorang, Nak. Mirip sekali. Oh ya, maaf saya Brian Suryanegara. Papanya Darren. Oh ya, apa kamu yang di bawa paksa sama Darren. Sebagai ayah saya minta atas kelakuan anak saya. Darren emang caper anaknya. Tapi kamu tenang saja. Daren ini aslinya baik, kok."

kata Papa Brian.

Darren hanya terbengong. Dia tidak menyangka kalau papanya malah mengatakan hal yang positif. Biasanya pasti yang jeleknya dulu di jelaskan.

Dari sudut sana Embun menangkap Darren yang senyum sendiri. Lagi-lagi Embun hanya bisa mengurut dada. Berdoa agar secepatnya di suruh pulang saja.

Brian pun mengajak Embun dan Darren makan siang bersama di lobby kantor. Embun melirik jam di handphone. Sudah mau Azhar. itu berarti dia harus menjemput Lintang ke sekolah.

"Maaf, Om. Saya harus pulang. Sebab adik saya pasti menunggu di sekolahnya." Embun sudah bersiap-siap pulang. "Adik kamu sekolah di mana?" tanya Brian. "SMA 8, Om." jawab Embun. Tak berapa lama Brian pun menghubungi orang suruhannya untuk menjemput Lintang. "Beres. Nanti orang suruhan saya akan mengantarkan adik kamu ke sini. Kalau boleh tahu tentang orangtua kamu?"

"Mama saya bernama..." Embun belum sempat melanjutkan pembicaraan, tiba-tiba handphonenya bergetar. " Jadi rumah saya sudah bisa di tempati lagi." ucap Embun berbinar. " Alhamdulillah." ucapnya penuh syukur. "Om, maaf kalau saya lancang. Tapi bolehkah saya pulang. Soalnya, ..."

"Saya antar kamu, Ya. Darren juga ikut. Saya juga mau bertemu kedua orangtua kamu." kata om Brian.

Embun menyipitkan matanya. Dia merasa aneh dengan lelaki itu. Baru sekali bertemu langsung menjadi malaikat. Tulus kah? Atau ada modus tertentu. "Jangan-jangan om Brian mau jodohkan aku dengan Darren." batinnya. "Maaf, saya terimakasih atas kebaikan anda. Tapi saya bisa kok pulang sendiri." tolak Embun.

"Kita pergi sama-sama. Karena kami mau ke kantor polisi. Meluruskan soal tuduhan Darren menculik kamu. Saya tidak mau Darren dan juga kekasihnya bermasalah." kata om Brian.

"Maaf, om. saya bukan pacar kak Darren." jawab Embun tegas.

.

1
Jong Nyuk Tjen
betul , fajar jd laki2 ga gentle , ga pernah klarifikasi kl embun itu sebetulnya pacar yg d cintai ny , bknny s kinara
Jong Nyuk Tjen
lama2 sebel am s kinara , serigala berbulu domba , d depan embun n fajar baik bnget seolah olah mendukung hubungan mereka tp d blkng ny mah mw aj d jodohin am fajar ckckckck
Jong Nyuk Tjen
bagus kyny nih ceritanya , lanjut ah bacany
mama Al: anaknya sayembara Jodoh kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Keren, lanjutkan...
mama Al: mampir kak sudah bab baru
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget ada hutan kenangan 😍
Dewi Payang
tuh kan....
Dewi Payang
Curiga... ortu Doni tdk setuju klo Lintang cacat
Dewi Payang
Ngeri juga dendamnya...
Dewi Payang
cepatan Lin....
Dewi Payang
Aduh, aku jadi ikutan takut
Dewi Payang
jomblo ngenes ya🤭
Lina Zascia Amandia
Bukankah Pekalongan itu di Jawa Tengah. Dan lagi Taufik Hidayat asli orang Bandung bukan orang Lembang. Maaf hanya meluruskan saja ya Kak.
mama Al: kan cerita nya mereka jalan-jalan keluar Lembang.
total 1 replies
Spyro
Happy ending. Stelah melalui banyak rintangan dan peristiwa ya Mbun.

Terimakasih author buat cerita kerennya 😍😍 Walau masi penasaran sama ending kisah Darren dan Reva, juga jodohnya Lintang 😁
Spyro
Sebenarnya dari dlu udah bahagia Om. Para orang tua aja yg gk ngerti 😐
Spyro
Wah Taufik Hidayat, atlet idola anak 90-an 😁😁
Spyro
Sebelum menghrap rujuk, mendingan kamu bersihin nama Embun dari hati sama kepala kamu Ren! Percuma rujuk kalau masi keinget Embun. Kasihan Reva
mama Al: nah iya bener
total 1 replies
Spyro
Lah, dia cemburu toh 😂
Spyro
Lah kok nyalahin Bening? Yg ngejar2 sama naksir kan bukan Embun tp kakamu!! Semua yg menimpa kkmu, ya kesalahan dia sendiri lah. Punya istri di sia2!!
Spyro
Wah obsesinya ke Panca melebihi ke Fajar. Serem bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!