NovelToon NovelToon
Dosen Kelas Malam

Dosen Kelas Malam

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dosen / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: Faustina Maretta

Perjodohan antara Arjuna dan Bella berjalan lancar di mata kedua orang tua mereka.
Namun, kenyataannya Arjuna yang berprofesi sebagai dosen di universitas tempat Bella menempuh pendidikan sudah memiliki seorang kekasih sebelum dirinya menikah dengan Bella.
Bella gadis yang baru beranjak dewasa yang awalnya sangat membenci Arjuna kini sangst terobsesi kepada lelaki itu, gadis itu mengejar cinta suaminya dan membuktikan bahwa hanya dia satu-satunya wanita di hidup Arjuna.
Namun, Bella harus menelan kenyataan pahit saat melihat suaminya bersama dengan mantan kekasihnya sedang berpelukan dengan erat!

Apakah Bella akan tetap bersikeras memperjuangkan rumah tangganya? Atau gadis itu menyerah dengan kenyataan bahwa suaminya masih mencintai wanita dari masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faustina Maretta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa isi hati Arjuna yang sebenarnya?

Bella mengurung dirinya di kamar. Apakah Arjuna akan menyetujui ajakannya untuk bercerai? Gadis itu mengacak-acak rambutnya karena menyesalinya perkataan yang keluar dari mulutnya sendiri. Gadis itu memutuskan untuk keluar dari kamarnya, dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk mencari keberadaan suaminya, tapi sepi. Lelaki itu tidak ada! Dia melangkah menuju dapur yang gelap. Dia memencet saklar lampu untuk menyalakan lampu dapur. Tiba-tiba gadis itu terkejut saat melihat suaminya yang sedang setengah sadar, dia melihat beberapa botol minuman keras di atas meja makan.

Arjuna yang setengah tertidur di atas meja makan menyipitkan matanya saat lampu menyala terang dan menyilaukan matanya. Dia bangkit duduk dan melihat Bella, lelaki itu tersenyum menatap istrinya yang melangkah mendekatinya.

"Halo istriku! Kesayangan kedua orang tuaku, halo ..." ucap Arjuna dengan melambaikan tangan bak seorang pangeran yang sedang penyapa rakyat jelata.

Bella mengibaskan tangan di depan wajahnya karena mencium aroma alkohol yang menyengat. "Mas! Gila kamu ya," maki Bella sembari menghitung berapa botol kosong yang ada di meja makan.

Gadis itu hendak muntah saat membopong suaminya ke kamar. Bella menyumpahi suaminya dalam hati. Bella membuka pintu kamar suaminya lalu mendorong lelaki bertubuh kekar itu wa ke tempat tidur. Gadis itu menggelengkan kepalanya saat melihat suaminya yang tertawa, entah apa yang ada di pikiran lelaki itu. Bella melangkah keluar, tapi langkahnya terhenti saat suaminya mengatakan sesuatu.

"Bella, apa yang harus kulakukan?" lirih lelaki itu, Arjuna menangis.

Gadis itu menoleh ke belakang, dia mendekati suaminya untuk memastikan apakah suaminya menangis atau tidak dan ya, kedua mata lelaki itu mengeluarkan air mata. Bella menghela napas berat, dia duduk di tepi tempat tidur. Pasangan suami istri itu saling menatap.

"Janji mana yang harus aku tepati?"

Tatapan sayu itu membuat hati Bella sakit. Ini pertama kalinya dia melihat Arjuna menangis.

Bella berbaring di tempat tidur Arjuna menghadap ke suaminya. Gadis itu mengusap pipi Arjuna dengan tangannya. Lelaki itu menggenggam tangan istrinya dan menciumi tangannya sembari menangis.

"Apakah kau begitu mencintai wanita itu?" tanya Bella yang juga ikut menangis, hati gadis itu ikut hancur melihat suaminya yang bimbang.

Bella tahu dan menyadari perasaannya terhadap Arjuna. Ada lelaki itu di dalam hatinya sekarang. Apakah dia bisa membuat suaminya melupakan masa lalunya yang begitu melekat di hati suaminya? Apakah Bella bisa membuat Arjuna mencintainya seperti lelaki itu mencintai mantan kekasihnya?

***

Ganesh memandang langit di malam hari yang cerah. Wanita itu menatap ke atas dan melihat ratusan bintang yang gemerlap. Pikirannya langsung terlembar saat dia dan Arjuna masih berstatus pacaran menaiki gunung dan memandang keindahan alam saat itu. Wanita itu mendesah pasrah ketika kenyataan membangunkannya dari pikiran itu.

"Maafkan aku Bella, aku tidak berniat jahat kepadamu, aku hanya mencintai Arjuna," lirih Ganesh sembari menundukkan kepalanya. Air matanya menetes membasahi celananya.

Jika saja orang tua Arjuna merestui hubungan mereka. Pasti dia dan Arjuna lebih bahagia dan menikmati setiap momen di hidupnya. Gadis itu menyeka air matanya dan bangkit berdiri dan masuk ke dalam rumah.

"Bagaimana hubunganmu dengan Arjuna?" tanya Ibu Ganesh saat melihat putrinya yang hendak masuk ke kamarnya.

"Entahlah Bu, dia masih sibuk karena ayahnya sakit," sahut Ganesh dengan wajah murung. Wanita itu masuk ke dalam kamarnya.

***

Keesokan harinya, Arjuna terbangun di sebelah Bella. Kepala lelaki itu terasa sangat pusing sekali, dia mencoba untuk mengingat apa yang terjadi semalam tapi nihil yang ada malah kepalanya semakin pening.

"Bella? Apa yang terjadi?" tanya lelaki itu sembari memegangi kepalanya yang terasa berat.

"Tidak terjadi apa-apa, hanya saja Mas Arjuna mabuk," sahut gadis itu yang beranjak berdiri.

Bella keluar dari kamar Arjuna menuju kamarnya untuk bersiap berangkat ke kampus. Saat gadis itu keluar dari kamar, dia sudah melihat Arjuna yang duduk di meja makan. Bella melangkah mendekati Arjuna, lelaki itu sudah menyiapkan air hangat untuknya. Dia langsung meneguk air hangat itu hingga tidak tersisa.

"Oh iya Mas, sepertinya aku sedikit terlambat ke rumah sakit, ada kerja kelompok tambahan. Mas Arjuna langsung saja ke rumah sakit ya?" ucap gadis yang memakai kemeja kotak-kotak berwarna merah jambu dengan memakai celana jeans.

Bella melihat Arjuna yang mengangguk lalu dia meninggalkan lelaki itu. Bella berbohong sedikit kepada suaminya, sepulang kuliah nanti gadis itu hendak menemui mantan kekasih suaminya. Selama kuliah berlangsung, pikiran gadis benar-benar teralihkan, dia tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Dia mendengus di saat dosennya sedang menjelaskan materi, semua mata langsung menatap gadis itu.

"Maaf, Bu. Saya ijin ke toilet sebentar," ucap Bella sembari tersenyum malu.

Anggi dan Gita saling menatap, dan mereka berdua bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Bella?

Bella melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil, gadis itu melewati sebuah lapangan sebelum sampai di mobilnya. Yudha yang sedang beristirahat sesusai bermain basket mencoba untuk memanggil Bella, tapi gadis itu tidak mendengar panggilannya dan terus berjalan maju tanpa melihat sisi kanan ataupun kirinya.

Gadis itu menyalakan mesin mobilnya, sebelum pergi dia mengambil ponselnya dan melihat sosial media Ganesh. Kebetulan gadis itu sedang mengunjungi sebuah perusahaan yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampus Bella. Dia langsung membuka maps dan menginjak pedas gasnya.

"Permisi Pak, saya ingin bertemu dengan Ibu Ganesha," ucap Bella kepada salah satu satpam di perusahaan itu. "Bilang saja Bella ingin bertemu," sambung gadis itu. Dia menunggu Ganesh di ruang tunggu satpam karena orang yang tidak berkepentingan di larang masuk ke dalam.

Tidak lama kemudian, Ganesh keluar bersama dengan satpam yang memanggilnya. Wanita itu menghentikan langkahnya dan menatap Bella yang berdiri tidak jauh dari tempat dia berdiri. Ganesh mengajak Bella untuk berbicara di sebuah kafe yang terletak di depan perusahaan itu. Mereka hanya memesan minuman.

"Kenapa? Ada perlu apa mencariku?" tanya Ganesh memecahkan keheningan diantara mereka berdua.

Bella menatap wanita yang lebih tua darinya itu. "Tidak bisakah kau menjauhi rumah tanggaku?" pertanyaan Bella sederhana sekali, tapi bagi Ganesh dia kesulitan mencari jawabannya.

Ganesh menghembuskan napasnya dengan kasar. "Bella, hubunganku dengan Juna sudah terjalin sebelum kau mengenalnya!" jawab Ganesh yang sudah tersulut api emosi.

Bella menganggukkan kepalanya. Napasnya tercekat, gadis itu mencoba untuk tetap tegas di hadapan wanita itu. "Aku tahu, tujuanku untuk menemuimu hanya untuk meminta satu hal. Tolong jangan ganggu rumah tangga kami," tegas Bella.

Ganesh tersenyum miring. Bagi wanita itu, permintaan Bella sangatlah tidak mungkin dia wujudkan. Sampai kapan pun Ganesh tetap akan merebut Arjuna dari sisinya.

"Bella, dia tidak bahagia menikah denganmu. Apakah kau melihat dia tertawa saat sedang bersamamu?" tanya Ganesh penuh penekanan. "Apakah kamu tahu luka yang di derita oleh suamimu?" sambung Ganesh.

Mata gadis itu sudah berkaca-kaca, tapi dia memalingkan wajahnya agar wanita itu tidak menganggapnya lemah.

"Dengar Bella, sebaiknya kau ceraikan saja Arjuna, karena dia tidak bahagia menikah denganmu," ucap Ganesh, wajah wanita itu seperti sungguh-sungguh tahu apa yang di rasakan oleh Arjuna.

1
@Al**
Bagus ceritanya /Good/
Eni Riswanti Veronika
bagus
Elen Gunarti
g salh jg sih ganesh nmya jg udh pcran lama tp slh juga dianya 🤭🤭tp keren certnya👌
IG: faustinretta: halo kak, terima kasih sudah mampir🥰
total 1 replies
Sabilla Maulidia
suka Thor sama ending ceritanya walaupun sempet enneg sama karakter ganesh🤭👍
Sabilla Maulidia: ditunggu karya nya lagi😁
total 2 replies
Verawaty
baru ketemu masa iya kecelakaan Thor.. tragis amat
Verawaty
Thor.... next
IG: faustinretta: siap kak 😍
total 1 replies
Verawaty
udah bener bel, tinggalin aja si junjun
Messi Lailla
ceritanya bagus, ya walaupun ada typonya tapi menurutku ceritanya sangat menarik
Verawaty
iya mending sama Yudha
Afrion Siallagan
bagus bella jangan mau kalah
Afrion Siallagan
junaaa junaaaa
Afrion Siallagan
kenapa sih ini bella
Afrion Siallagan
aduuuhhh arjuna
Afrion Siallagan
seruu bgt kak
Afrion Siallagan
kerennnn bgt kak... suka
Herman Lim
bagus Bella hajar aja cew ga tau diri kyk gitu
IG: faustinretta: halo kak, terima kasih karena telah setia membaca karya saya🥰
total 1 replies
Herman Lim
apa Juna sama mantan nya juga
Herman Lim
kamu egois juna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!