"Mustahil kamu tidak jatuh cinta padaku, Noella Narcissa."
Damian Maverick jatuh cinta dengan wanita yang ia temui di pantai biru ketika dirinya berkunjung di suatu negara. Wanita itu adalah Noella Narcissa, wanita mandiri yang tak ingin lagi merasakan cinta, dan satu-satunya wanita yang berhasil membuat Damian termabuk oleh pesonanya. Tentu tak mudah bagi Damian untuk menghadapi wanita yang selalu meninggikan harga dirinya.
"I would never fall in love with you! Mr. Damian Maverick."
"I love every part of you, señorita. Kamu dan segala ke angkuhanmu padaku, aku menyukainya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon navia'story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
labyrinth of relationship
Ditengah halaman dengan lampu remang-remang, pria itu terduduk di sebuah kursi yang terletak di tengah rerumputan rumah. Ditemani sebatang rokok yang sudah ia hisap beberapa kali, menyebarkan asapnya disana.
"Tidak ada hubungan yang berjalan tanpa ujian."
Daniel datang membawakan dua gelas wine, ia memberikan salah satu untuk Damian. Pria itu menerima gelas dari Daniel sambil menyemburkan asap rokoknya.
"Kita tidak memiliki hubungan." Damian menjawab perkataan Daniel.
"Noella memiliki perasaan yang sulit di pahami oleh dirinya sendiri, dia pasti kesulitan mengutarakan perasaannya." Daniel berkata sambil meneguk wine di tangan kanannya.
"Mereka masih berhubungan," sahut Damian
"Who?" Daniel menanyakan siapa yang sedang dibicarakan oleh pria itu.
"Noella, dan mantan kekasihnya." Damian meneguk segelas wine nya.
"How do you know?" tanya Daniel
Pria itu menatap Daniel sejenak. "Bisa disimpulkan dari semua yang terjadi." Damian memalingkan wajahnya ketika menjawab pertanyaan Daniel.
"Dari rekaman yang dikirimkan oleh para pengintai Moona, saat kejadian itu. Hubungan mereka tidak terlihat baik. Noella keluar mobil secara tiba-tiba." Daniel memberi penjelasan.
"Itulah kesimpulannya, mereka tidak akan bertengkar jika tidak memiliki hubungan." Damian kembali meneguk segelas wine nya.
"Wanita sangat membingungkan." Damian mengeluh.
"Dia melamun di ruang tamu tadi."
"Who?" Damian mempertanyakan ungkapan Daniel.
"Noella."
*
TIK TOK TIK TOK
Jam klasik berukuran besar mengeluarkan suara demikian, mengisi kesunyian di ruangan itu. Dimana seorang wanita yang memakai setelan baju tidur satin sedang melamun di atas kursi sofa warna putih.
"Kenapa perasaanku agak aneh akhir-akhir ini, apa hanya karna efek hormon yang naik turun?" Noella bergumam sambil memijat pelipisnya.
KLOTAK
"Coklat panas sesuai permintaan anda nyonya.."
Seorang wanita berpakaian hitam putih menaruh secangkir coklat panas di meja kaca yang berada di depannya. Sebelumnya Noella memang meminta tolong pada salah satu maid untuk membuatkannya coklat panas, ia selalu mengonsumsi coklat saat perasaannya memburuk.
"Terimakasih banyak ya.." Noella memberi senyuman manis pada maid itu, yang lalu pergi setelah sedikit membungkukkan badannya pada Noella.
SRUPPP
Noella menikmati secangkir coklat panasnya, berusaha mengalihkan pikirannya dari Damian. Tapi tak lama kemudian pria itu masuk ke dalam rumah bersama Daniel di belakangnya, dengan tangan yang masih menggenggam wine dan sebatang rokok.
Daniel tersenyum pada Noella memberinya sapaan, tapi Damian bahkan tak meliriknya sedikitpun. Noella menghembuskan nafasnya kembali menikmati secangkir coklat yang ia genggam.
"Tidakkah sikapmu berlebihan padanya?" Daniel menegur Damian yang masih berjalan bersamanya.
"Memangnya aku harus bagaiman?"
Daniel menghembuskan nafas dan memalingkan wajahnya, ia menyerah dengan sikap Damian.
Noella menoleh mengamati Damian yang sedang menaiki anak tangga bersama Daniel dibelakangnya. Tak menyangka Damian benar-benar mengabaikan keberadaannya.
*
*
TAKK!
Noella menaruh dua alat makannya dengan keras di atas meja, segera pergi meninggalkan meja makan. Wanita itu kesal dengan Damian yang benar-benar mengabaikannya sampai pagi ini.
Damian hanya memandang kepergian wanita itu, ia tetap melanjutkan aktivitas sarapannya.
"Noella bisa meninggalkan rumah ini lagi jika kamu terus menyikapinya seperti itu."
Daniel datang mendekati Damian setelah ia melihat apa yang sedang terjadi di antara mereka.
"Tugasmu adalah tidak membiarkan itu terjadi." Damian melirik Daniel, lalu ia beranjak pergi dari tempat duduknya.
Daniel memutar dua bola matanya kesal, kedua orang itu memiliki ego yang sama tingginya. Entah apa yang akan membuat hubungan mereka membaik.
*
*
"Dia membawaku kemari, tidak mengijinkan aku keluar, tapi aku tidak di anggap ada! Dia bahkan tidak berbicara padaku! Astaga Tessa aku hampir gila disini."
Wanita itu sedang menempelkan benda kotak ditelinganya, berkomunikasi dengan temannya yang berada cukup jauh darinya.
"Hahahah kenapa seperti itu?" Tessa terkekeh mendengar curhatan Noella.
"Mana ku tau! Dia berubah setiap detik! Kadang baik kadang brengsek!"
"Hahah mungkin kamu melakukan kesalahan?"
"Kesalahan apa?! Aku sudah menuruti semua peraturannya! Seharian berdiam diri kamu pikir itu hal mudah bagiku?! Biasanya aku sudah berangkat kerja jam segini."
"Ya sudahlah, mungkin dia sedang banyak pikiran. Aku mau berbelanja dengan Frisly hari ini, mau ikut?" ajak Tessa
"Sudah kubilang dia melarangku untuk keluar rumah!"
"Coba ijin dulu, siapa tau dibolehi.."
Noella menghembuskan nafas kesalnya. "Baiklah, akan ku coba. Mau belanja dimana?" tanya Noella.
"Alpha Centaury, seharusnya kamu bisa belanja gratis disana kan? Hahaha.." Tessa meledeknya
Noella tertawa mendengus. "Aku akan mencoba berbicara dengannya, kamu bersiaplah dulu, nanti aku menyusul."
"Okey!" Tessa mematikan sambungan teleponnya.
Noella menghembuskan nafas mencoba meyakinkan dirinya untuk memberanikan diri menghampiri Damian dan meminta ijin. Setelah beberapa saat bersiap, akhirnya ia pergi mencari keberadaan Damian.
*
*
"Hah.. Hah.. Hah.."
Nafas Damian terdengar setelah Noella memasuki ruang olahraga, pria itu kembali melakukan latihan otot pagi ini.
"Astaga, badannya sudah seperti binaragawan masih latihan saja." Noella bergumam pelan.
Dengan langkah kecil wanita itu menghampiri pria yang sedang melakukan latihan angkat beban, ia masih merangkai kata-kata dalam pikirannya untuk meminta ijin.
"Sedang latihan?" Noella berbasa basi setelah ia berjarak dekat dengan Damian.
Pria itu langsung menghentikan aktivitasnya, ia mengatur nafas yang masih terengah-engah, lalu menoleh ke arah Noella. Tapi ia tak mengatakan apapun, pria itu beranjak pergi dari sana.
"Damian aku ingin keluar." Noella langsung mengatakan apa yang ingin ia katakan sebelumnya.
Damian menghentikan langkahnya, ia berbalik menghadap Noella. "Tidak bisakah kamu diam dan menuruti peraturan yang kuberikan padamu? Hanya sampai kasusmu selesai?" tanya Damian dengan nada yang sedikit kesal.
"I'm bored to death Damian! Aku tidak melakukan apapun seharian!"
"Harus berapa kali ku jelaskan padamu bahwa ini tentang nyawamu?"
"Apa hanya keluar sebentar akan membuatku mati?!"
"Apa nyawamu tidak lebih penting dari rasa bosanmu?!" Damian meninggikan suaranya, membuat wanita itu langsung diam.
Mereka saling menatap, mata Noella memerah, ia menatap pria itu dengan geram. Bentakan Damian melukainya, ia kesal bercampur sedih. Tak lama setelah saling menatap, wanita itu berpaling, ia pergi meninggalkannya sambil menyeka air mata dengan kasar.
Damian mengusap wajahnya frustasi, ia segera mengambil pakaiannya dan menyusul wanita itu.
"Noella!"
Wanita itu tak menggubris panggilan Damian, ia terus berjalan ingin segera memasuki kamarnya. Melelahkan baginya jika harus berhadapan dengan Damian.
BRAKK!
Noella membanting pintu kamar setelah ia memasuki ruangan itu, ia langsung merebahkan diri di kasur menghadap jendela.
CEKLEK
Damian memasuki kamar Noella yang memang tak ia kunci, pria itu duduk di dekat jendela, tepat di hadapannya. Dengan kesal Noella membalikkan badannya, ia tak ingin melihat keberadaan pria itu.
"Get over your ego, Noella."
Noella langsung berdiri terduduk di tempat tidurnya, menatap pria itu dengan kesal. "Excuse me? Siapa yang egois disini Damian Maverick?!" Noella melempar kembali ucapan Damian.
"You haven't changed after everything that's happened! Bertindak sesukamu, mengaturku semaumu, aku sudah menuruti perintahmu! Hanya ingin keluar sebentar dan kamu tidak mengijinkannya?!"
Damian beranjak dari tempat duduknya langsung mendekati Noella, meletakkan kedua tangan kanan dan kirinya disamping tubuh wanita itu.
"Aku bertanggung jawab sepenuhnya atas yang terjadi padamu Noella Narcissa, dan aku berhak untuk mengaturmu demi melindungimu."
"Kamu berhak memberiku peraturan, tapi tidak berhak untuk melarangku!"
"Selalu ada larangan di setiap peraturan Noella Narcissa, seharusnya kamu dapat memahami hal sekecil itu."
Damian semakin mendekatkan wajahnya pada Noella. "Turuti perintah dan peraturan dariku, then you will be safe with me.." ucapnya
Pria itu hendak pergi setelah mengucapkan kata-kata itu, tapi Noella langsung menarik kerah baju Damian agar ia kembali mendekat padanya.
CUPPP!
BRUKK
Noella menarik tubuh Damian hingga ia terjatuh bersamanya, wanita itu secara tiba-tiba mencium bibir Damian.
Damian melepas ciumannya, ia menahan kedua tangan Noella di atas kepala. Pria itu menatap matanya dengan penuh tanda tanya.
"Apa yang kamu lakukan?"
Damian masih terkejut dengan Noella yang tiba-tiba menciumnya terlebih dahulu, padahal selama ini ia tak pernah melakukannya.
"Apa yang ku lakukan? Apa yang kamu lakukan padaku Damian? Apa aku hanya permainan bagimu?"
"What do you mean?" Damian mengerutkan dahinya, tak mengerti dengan ucapan Noella.
"Nevermind! Lepaskan tanganku!"
Damian menuruti permintaan Noella, ia melepas genggaman tangannya dan berdiri dari tempat tidur.
"Daniel yang akan mengantarmu." Pria itu berlalu pergi setelah mengatakan hal tersebut.
Noella menatapnya kesal, ia sedang tak mengharap jawaban itu. Wanita itu kembali menyeka air matanya dengan kesal, perasaannya terasa sangat gusar akhir-akhir ini.
kl bsa mngatur prsaan sndri,noella pst ga mlih buat jth cnta sm damian...mskpn awlnya dia sllu mnolak,tp lma2 mlai ada prsaan....
tp ykin deh,mkin lma prsaan mkin bsar trs gmn kl hrs b'pisah????
pntsn aja elena smp murka,trnyta dlu mreka s'dkat itu...scara dia mrsa noella udh mrebut damian....
bpk sm anknya sma2 gila....
udh prgi aja bru nysel....
elena ga bnr2 cnta sm damian,mngkn dia cm t'obsesi aja...
mngkn kl lwannya orng biasa aja,damian ga bkln rpot mst perang sgla..tp mslhnya,bpknya elena kn pnjht...dia bs mlkukn apapun dmi mmbela anknya...
mau aku gntung d phon toge,ksl sm dia....
please deehhh....cwok ga suka jg,msh aja mksa....nyri yg lain aja knp sihhh....🙄🙄🙄
mst gmn lg,udh krkternya msing2....
pdhl kn dia pnguasa,tp nyri dlang yg nyerang noella aja smp skrng blm ktmu.....pdhl dia dkt loh,knp msh bkm trungkap jg....