Riky harus merelakan cintanya yang diam-diam ia pendam hanya karena kesalahpahaman yang terjadi. Ia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenali.
Aisyah wanita malang, korban tabrak lari yang berhasil disekamatkan oleh Riky pada malam itu. Riky terpaksa menikahi Aisyah dan mengubur cintanya kepada Tita, gadis yang selama ini ia kagumi dan ia cintai secara diam-diam.
Tita pun menerima pinangan Raja. Mereka sama-sama memiliki pasangan. Namun jodoh tidak ada yang tahu. Tuhan mempersatukan mereka, saat keduanya sudah sama-sama tidak memiliki pasangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Aqil
Hari ini Tita dan Ricky akan berangkat ke Mesir.
Keluarga mereka mengantarkan mereka ke bandara. Sebenarnya Tristan sudah meminta mereka untuk naik jet pribadinya, namun Ricky dan Tita menolak.
"Ricky, aku titip Tita. Adikku ini sangat manja orangnya. Jadi harap maklum."
"Abang tenang saja. Tita sudah menjadi tanggung jawabku."
"Jangan lupa sering kabari kami! Ujar Bu Ratna. Ia sedih karena akn tinggal berjauhan dengan putrinya.
"Iya Ummi, Tita janji deh. Jangan nangis ya?" Tita menghapus air mata Umminya.
Mereka pun melepas kepergian Tita dan Ricky.
Selama di dalam pesawat Ricky dan Tita mengobrol dan berbagi cerita. Tangan Ricky tak lepas menggenggam tangan istrinya.
"Sayang, kalau kamu mengantuk tidurlah!"
"Iya Mas."
Pesawat mereka transit di Doha Qatar. Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka pun sampai. Mereka dijemput oleh Ibra dengan memakai mobil Ricky.
"Assalamu'alaikum bro."
"Wa'alaikum salam."
"Akhirnya kamu sampai juga."
"Mas, mana tisunya? Ujar Tita yang berdiri di belakang Ricky.
"Ibra melongo melihat wanita cantik yang berdiri di belakang temannya tersebut."
"Ib... Ibra!"
"Eh iya...."
"Bro, jaga pandanganmu! Perkenalkan ini istriku, Tita!"
"Sebentar, sebentar! Apa aku tidak salah dengar bro?"
"Ya ampun.... aku lupa memberitahumu kalau aku sudah menikah dengan Tita."
"Ya salam... gila kamu bro! Ini serius?"
"Seribu rius." Ujar Ricky seraya mendekap tubuh istrinya.
"Wah wah... mantap. Akhirnya do'amu terkabul Bro."
"Sudah, ayo segera balik! Kasihan istriku sudah capek."
Mereka segera masuk ke dalam mobil. Ricky memasukkan barang-barangnya ke dalam bagasi.
Beberapa jam kemudian mereka sampai di apartemen. Ibra ikut membantu membawakan barang-barang mereka. Riky membuka pintu apartemennya.
"Assalamu'alaikum... Nah Sayang, ini adalah tempat tinggal kita."
"Ibra duduklah dulu! Aku ada sesuatu untukmu."
"Oke Bro."
"Sayang, tolong ambilkan oleh-oleh untuk Ibra! Ada di koper yang warna merah."
"Iya Mas."
Ricky mengambilkan air mineral untuk Ibra.
"Diminum dulu Bro! Maaf adanya air putih."
Ibra pun meminumnya.
"Ini kunci mobilmu!"
"Terima kasih bro! Maaf ya, aku tidak bisa mengantarmu."
"Gampang... aku sudah biasa naik angkot. Haha...
"Ini Mas." Tita memberikan barang yang dimaksud suaminya.
Ricky pun memberikannya kepada Ibra.
"Terima kasih Bro. Aku langsung pulang saja, kalian pasti capek."
"Oke, sekali lagi terima kasih Bro karena sudah mau direpotin."
Ricky mengantar Ibra sampai di pintu.
Ia menyelipkan beberapa lembar uang di saku Ibra.
"Ambil untuk ongkos bro!"
"Ish, kenapa kamu selalu begini? Aku ikhlas membantumu karena kamu selalu membantuku Bro."
"Sudah, nggak pa-pa! Anggap saja itu rezeki dari Allah. Sudah sana pulang, aku mau istirahat!"
"Bilang saja mau bercinta, haha..."
Ricky hanya geleng-geleng kepala menanggapinya. Ibra pun pergi meninggalkan apartemen Ricky.
Ricky memang sering membantu Ibra dalam segi finansial, mengingat Ibra adalah salah satu Mahasiswa dari Indonesia yang kuliah lewat jalur beasiswa.
Tita melihat-lihat isi apartemen Ricky. Memang tidak terlalu luas, tapi terlihat nyaman.
"Maaf ya, tempatnya tidak luas."
"Nggak papa yang penting nyaman Mas."
"Em... baju-bajuku ditaruh di mana Mas?"
"Untuk sementara taruh di lemari kamar sebelah saja. Di sana kosong."
Tita mengeluarkan bajunya dari dalam koper dan menatanya ke dalam lemari. Ricky ikut membantu.
"Em... Mas."
"Iya, ada apa?"
"Waktu sama mantan istri tinggalnya di sini juga?"
"Iya, kenapa?"
"Nggak pa-pa."
"Oh iya nanti kita keluar untuk makan malam sekalian belanja untuk kebutuhan dapur."
"Iya Mas."
Malam harinya
Mereka berdua keluar untuk makan makam di sebuah restoran. Setelah itu mereka pergi ke sebuah super market untuk belanja sayur dan bahan makanan lainnya. Tita mengambil telur, ikan, ayam, cabai, dan bumbu lainnya.
"Sudah cukup ini sayang?"
"Sebentar aku sedang mengingat- ingat Mas!"
"Minyak goreng sama kecap kayaknya habis." Sahut Ricky.
"Oh iya, sebentar aku ambil dulu."
Setelah belanjaan lengkap mereka pun membayarnya di kasir. Setelah itu mereka akan kembali ke apartemen. Namun saat akan masuk ke dalam mobil ada seseorang yang menegur Ricky.
"Ricky!"
"Bang Aqil..."
Bug
Aqil memukul perut Ricky, hingga Ricky jatuh terjungkal.
"Mas...." Tita panik. Ia segera memapah suaminya untuk bangun.
"Dasar laki-laki brengsek! Kamu menyingkirkan Aisyah demi wanita lain, iya?Kami berbohong kepadaku. Di mana Aisyah? Apa jangan-jangan kamu menjualnya?""
Plak
Ricky membalas dengan menampar Aqil.
"Aku belum gila sepertimu! Yang jelas Aisyah sudah bahagia saat ini! Jadi untuk apa kamu memikirkan Aisyah? Kamu saja hanya bisa memanfaatkannya!"
Tita hanya diam karena tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Tapi ia hanya paham dengan nama Aisyah.
"Di mana Aisyah?"
"Aku tidak akan memberitahumu!"
"Ricky tolong beritahu aku! Aku mohon!" Tiba-tiba Aqil bersujud di hadapan Ricky. Ricky bingung dengan sikap Aqil.
"Ricky, aku punya banyak kesalahan kepada Aisyah. Aku mau bertemu dengannya untuk meminta maaf."
"Aku tidak percaya!"
"Ricky istriku sakit parah. Dia ingin bertemu dengan Aisyah. Aku tidak mau menyesal seumur hidupku. Tolong pertemukan aku dengan Aisyah."
"Bangunlah! Besok aku akan datang ke rumahmu untuk menjenguk istrimu. Akan aku putuskan besok setelah aku melihat istrimu."
"Baiklah, terima kasih."
Ricky dan Tita meninggalkan tempat tersebut. Tita masih bingung dengan dengan kejadian yang baru dia lihat.
"Sayang, maaf sudah membuatmu khawatir."
"Siapa tadi itu Mas?"
"Aqil, kakak angkatnya Aisyah."
"Maaf Mas seharusnya aku tidak perlu ikut campur dengan masa lalumu. Tapi melihatmu dipukul seperti tadi, aku jadi takut. Ada apa sebenarnya?"
"Kamu tidak salah kok bertanya seperti ini. Memang seharusnya kamu tahu apa yang sebenarnya. Nanti kalau sudah sampai di apartemen akan aku ceritakan semuanya."
Tidak lama kemudian mereka sampai di apartemen.Ricky membawa semua belanjaannya. Ia tidak memperbolehkan Tita untuk membawa barang berat. Tita pun memasukkan bahan makanan yang ia beli ke dalam kulkas. Ia juga menata barang-barang lainnya. Setelah itu mereka shalat isyak.
Kini Tita sudah memakai piamanya, sedangkan Ricky memakai sarung dan kaos oblong. Mereka sudah berada di tempat tidur.
"Sayang, sesuai janjiku aku akan menceritakan tentang Aisyah kepadamu. Apa-pun yang kamu dengar, itu adalah kebenaran yang ada."
Tita mendengarkan cerita suaminya.
"Jadi Mas dan Aisyah...."
"Iya, kami tidak pernah berhubungan badan. Sekarang Aisyah sudah bersama Mustafa."
"Ya Allah, aku tidak menyangka kalau masalahmu serumit ini Mas."
"Aku yang saat itu gegabah dalam mengambil keputusan. Aku berpikir bahwa aku harus menolong Aisyah. Dan saat itu aku juga berpikir kalau mungkin sebaiknya begitu. Karena kamu pun akan menerima lamaran Raja."
"Sepertinya memang begini rencana Allah. Ambil hikmahnya saja!"
"Iya kamu benar. Allah punya rencana indah untuk kita. Sayang, ngomong-ngomong kok gerah ya?"
"Mungkin AC-nya kekecilan Mas."
Dengan sengaja Ricky membuka kaosnya. Perut Ricky memang tidak sixpack, tapi mampu membuat Tita terpesona dan ketar-ketir.
"Sayang, tolong lihat perutku! Sepertinya bekas pukulan Bang Aqil tadi masih terasa!"
Ricky berbaring dan melonggarkan sarungnya. Karena khawatir Tita pun menyentuh perut suaminya.
"Au... "
"Sakit Mas?"
"Hem, sedikit."
"I-ini memar Mas, kenapa tadi kamu bilangnya nggak apa-apa? Sebentar akan aku kompres."
Tita pergi ke dapur untuk mengambil air dingin dan washlap.
Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
congrats Raka 🌹
harga Aisyah 😯