Menceritakan ditemukanya sesosok Wanita yang dalam keadaan terbakar dan membusuk di sebuah hutan tak jauh dari permukiman desa.
Wanita tersebut bernama Ayu, gadis cantik yang baik dan ramah.
Tim investigasi dari Kepolisian kota terus melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat tersebut.
Team kepolisian mengambil sebuah pendapat sementara bahwa Ayu mati dibunuh.
Polisi telah mengantongi informasi orang terdekatnya yakni setidaknya 4 orang saksi yang merupakan Mantan kekasih dan 3 orang Sahabat Ayu.
Team investigasi akan menyelidiki ke 4 orang tersebut dalam kurun beberapa hari ke depan. Apakah mereka terlibat dalam pembunuhan Ayu?.
Polisi juga akan menyelidiki setidaknya 3 orang dari yang bukan teman Ayu, melainkan orang yang pernah berbincang dengan Ayu sebelum ditemukannya mayat Ayu.
Bagaimana kisahnya?
Siapakah yang membunuh Ayu?
Jangan lupa Suport Author agar semakin semangat nulisnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prince Adi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepala desa dimintai pertanggung jawaban oleh Ke-7 Kaum elit desa
"Silahkan lakukan pembelaan anda" Tanya seseorang staff kepada kepala desa
"Ketika mayat itu ditemukan saya langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Saya meminta semua perangkat desa termasuk pemimpin keamanan perangkat desa untuk tidak melakukan pemanggilan polisi kota untuk melakukan penyidikan, bahkan saya menjelaskan konsekuensi yang akan terjadi jika hal itu dilakukan. Pemimpin keamanan perangkat desa sama sekali tidak mengindahkan perintah saya. Karena pemimpin keamanan desa merasa memiliki hak dan wewenang yang tidak dapat di intervensi beliaupun melakukan pemanggilan terhadap kepolisian kota" Ujar kepala desa
"Menurut anda apakah pemimpin keamanan perangkat desa ini melakukan sebuah kesalahan?" Tanya seorang staff
"Tidak Bu" Jawab kepala desa
"Tidak, yah tidak terus apa pembelaan anda" Tanya seseorang yang lainnya lagi
"Saya sudah melakukan pelarangan dan menjelaskan konsekuensi yang akan terjadi jika hal itu dilakukan" Jawab kepala desa sehingga beberapa detik suasana menjadi senyap
"Anda tahu berapa jam waktu yang kami habiskan untuk menuju ke tempat ini? Anda tahu berapa janji yang kami batalkan hanya untuk menuju ke desa ini?" Ucap seseorang staff
"Silahkan anda selesaikan masalah ini dengan cara anda, jangan sampai kasus ini menjadi sebuah ancaman bagi desa ini, saya tidak mau kasus ini terdengar di telinga internasioanal. Anda paham?!" Ucap seseorang staff lainnya
"Baik Bu" Jawab kepala desa
"Siapa warga desa ini yang pertama kali melihat kejadian tersebut" Tanya seseorang
"Juan putranya ibunda jasim dan josep siagian" Jawab kepala desa
"Seorang pria remaja berusia 19 tahun. Memiliki orang tua bernama Jasim keturunan chindo dan josep berdarah batak, salah satu orang tua Josep merupakan keturunan asli desa ini. Kedua orang tua Juan memiliki status hak sewa terhadap rumah yang ditempati mereka hingga Juan berusia 21 tahun yang nantinya rumah seluas 15x20 meter dan beberapa meter tanah menjadi miliknya dikarenakan haknya sebagai keturunan asli desa ini" Ucap seorang anggota dari staff tersebut
"Mengapa Josep memiliki hak sewa? Bukannya beliau memiliki darah asli desa ini?" Tanya seorang staff
"Menurut peraturan desa, keturunan wanita tidak memiliki hak atas rumah dan tanah yang ada di desa ini"Jawabnya
"Apakah orang tua Juan mengetahui kasus ini?" Tanya seornag staff kepada kepala desa
"Untuk sejauh ini seharunya mereka sudah mengetahuinya Bu" Jawab kepala desa
"Saya akan menyiapkan beberapa orang yang penting dalam penanganan kasus ini, saya tidak mau salah satu warga desa ini terlibat dalam kasus apapun. Anda paham?!" Ucap seorang staff
"Menurut anda apakah warga desa Capung indah Makmur terlibat dalam kasus ini?" Tanya seseorang staff lagi
"Saya berharap tidak Bu" Jawab kepala desa
"Mengapa demikian? Apakah anda sudah mengantongi nama pelaku?" Tanya seseorang staff lagi
"Belum Bu..." Jawab kepala desa
"Jadi mengapa anda menjawab tidak" Tanya seseorang staff lagi memotong pembicaraan kepala desa
"Saya tanya sekali lagi, apakah ada indikasi bahwa pelaku pembunuhan tersebut merupakan warga desa Capung Indah Makmur?" Tanya seseorang staff lainnya
Kepala desa hanya diam karena tidak dapat menjawab pertanyaan para staff tersebut.
"Hubungi para ahli komunikasi yang dimiliki desa ini. Segera mereka menjumpai Juan, untuk langkah selanjutnya kasus ini kami percayakan kepada anda pak Muklis jangan kecewakan kami untuk yang kedua kalinya, atau anda akan menyesal. Anda paham?!" Ucap seornag staff desa kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan itu.
Aku tetap baca hingga ending