Ini Kisah tentang Kehidupan di dunia yang begitu keras membuat perjalanan mereka berliku-liku, berawal dari perjodohan bisnis master Renanta dan Tuan Muda Aska Bettran, Kemudian lahirlah penerus muda mereka, Mahendrick Bettran dan dua buah hati kembar mereka Keynard Alvaro Bettran dan Keyla Alvara Bettran,
Ketika Season dua di mulai Perjalanan Cinta Raja bisnis Mahendrick Bettran dengan seorang wanita berdarah USA, cinta yang berliku-liku, mampukah mereka bertahan atau justru akan berpindah ke lain hati..
Baca Kisah cinta mereka dalam Novelku, "My Wife Of The Plane"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zepthy Bharata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28.
Dari pinggir halaman aku melihat Sisil memberikan sebuah pistol kepada Jessika, setelah itu terlihat Sisil memberikan aba-aba kepada Jessika untuk latihan menembak, ,
Jessika terlihat tegang, entah karena apa....
Sisil menghampiriku, dan memberikan aba-aba Jessika untuk mulai menembak, ,
Darrrrrrrr, , , , ,Tembakan Jessika tidak tepat menegenai sasaran, sebuah papan khusus yang digunakan untuk berlatih menembak, terdapat beberapa titik sebagai sasaran tepatnya.
" Kamu lihat Sil, dia begitu bodoh jika dia menembak seperti itu saat berhadapan dengan musuh, sebelum ia mengangkat pistolnya pasti ia sudah tertembak duluan, ajari dia dengan benar, , , , , Ucapku dengan nada berbisik ditelinga Sisil, kulihat Sisil meneguk kasar minumannya, dia berjalan mendekati Jessika yang masih menunggu Sisil memberikan nilai.
" Nona muda Bettran, jika anda menembak seperti itu dan anda berhadapan dengan musuh anda akan ditembak lebih dahulu oleh musuh, , , , , , ucap Sisil kepada Jessika Bettran.
Tiba-tiba saja Aska datang bersama dengan Rio dan Alex yang langsung nyeletuk nimbrung, ia menyambar jus jeruk yang kupegang Kemudian meminumnya.
setelah minum ia kemudian melihat kearah Jessika dan Sisil yang lagi berlatih, , ,
" Bagimana little princesku, sudah hebat menembaknya pasti tidak jauh dengan kakakmu ini kan, , , , ucap Aksa sambil memuji adiknya.
" hebat apanya menembak tidak tepat sasaran seperti itu mau dikatakan hebat, cih, manusia sombong dan banyak gaya, mati juga tidak ada yang peduli, , batinku.
" Maaf tuan muda, nona Jessika terlalu sembrono bahkan dari hampir 100 tembakan hanya beberapa yang mengenai sasaran, , , , , Jelas Sisil kepada Aksa.
" Bagaimana bisa adikku sebodoh itu, , , , kata Aksa tidak percaya dengan kata-kata Sisil.
" buktikan saja sendiri tuan muda! ., mari nona ulangi sekali lagi, agar kakakmu tau!, , , ucap Sisil sambil mengisi pistol yang ia pegang dengan beberapa peluru, dan menyerahkan pistol tersebut kepada Jessika.
Jessika kembali membak dan lagi-lagi Tembakannya banyak yang meleset, Sisil menggeleng-geleng kemudian ia berjalan menghampiriku,
" Hei Nyonya Aska Bettran, bukankah kamu dulu pernah belajar bersamaku menembak dengan paman Billison, sekarang cobalah menembak ajari adik iparmu itu, , , , , Ucap Sisil sambil melemparkan sebuah pistol kepangkuanku.
" tidak-tidak aku sudah tidak bisa menembak, , , , ucapku sambil menggeleng-geleng.
'Ah sial, apakah Sisil berencana membongkar penyamaranku, tidak-tidak Sisil tidak bodoh, dia hanya tidak ingin aku terus ditindas oleh Jessika Bettran. , , , batinku.
" Cobalah, , , ucap Aska Bettran sambil menatap lurus kedepan dimana adiknya berada dengan menunduk lesu.
" Baiklah, tapi jika tembakkanku meleset jangan ada yang tertawa karena aku bukan orang hebat seperti kalian, , , , , ucapku sambil berdiri.
" Kamu akan menembak dengan tangan kiri, , , , ,Tanya Rio kepadaku, seakan akan ia ragu denganku, bagaimana tidak ragu, Jessika saja yang dilatih oleh ahli profesional tembakkannya meleset.
" Hemmm,, , , , , kujawab pertanyaan tersebut dengan deheman, kemudian kulanjutkan langkah kakiku menuju ketempat Jessika berada.
" Biar aku coba, , , , ,Ucapku kepada Jessika.
Jessika minggir dia sempat menatapku dengan mata menghina, , ,
Aku mengarahkan pistolku kearah papan sasaran, , , Darr, Darr. Darr, Darr, Darr, lima kali tembakan itu meluncur dan tepat mengenai tanda di papan Sasaran.
Sisil bertepuk tangan bangga, sedangkan Aksa, Rio, Alex dan Jessika menatapku tak percaya.
" Bukankah kalian tau, papahku adalah guru yang hebat untu menembak,,,,, ucapku dengan bangga memamerkan kehebatan papahku.
" Dan yang kalian tau aku hanya bisa menembak dan memanah, itu saja yang diajarkan oleh papahku, , , kataku meneruskan ucapanku tadi, ya ini kulakukan hanya demi menghentikan rasa penasaran mereka, jangan sampai mereka mencari tau siapa aku sebenarnya.
.
.
.
.
.
Fighting : berantem alias gelut
Fitting : Fase pengepasan ukuran baju yg akan dipesan