NovelToon NovelToon
Married With Mafia

Married With Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis
Popularitas:284.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rizkaaa

Terbit : 10 July 2020
Nama Author : Rizkaa
SLOW UPDATE!



Kehidupan mengajarkan kita untuk terus berjuang, sama halnya dengan gadis bernama Crystal. Ia hidup dengan penuh rintangan, kebohongan, ketakutan, dan terakhir yaitu kehilangan.

Saat ia sudah hampir merasakan bahagia, dunia seolah membalikkan kehidupan Crystal secara paksa. Ketakutan karna diancam dan kehilangan seseorang yang dicintainya, Crystal juga sudah melewatinya.

“Mom akan terus melindungimu, son.”

Kata terakhir sebelum ia benar - benar pergi dan kehilangan cintanya.



Ikuti terus ceritanya dan jangan lupa tinggalkan Like , Komen dan Votenya ya guys:)

Yuhuuu....
Enjoy baby!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizkaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlalu posesif

Joenathan yang sedang sibuk membantu persiapan pesta pernikahan Harry dan Crystal, pun dikagetkan dengan seorang wanita yang tiba - tiba memberikan sebotol air minum dipipinya.

“Minumlah, kau terlihat sangat lelah.” Tuturnya, setelah Joenathan membalikkan tubuhnya.

“Terimakasih.” Joenathan membuka botol minuman itu, meneguknya perlahan. “Kenapa kau disini?.”

“Apa salah? Aku hanya diminta oleh Crystal untuk membantu persiapan pernikahannya.” Berlin mengedikkan bahunya, ia pun berlalu begitu saja.

Joenathan mengejar Berlin, mencengkram lengannya dengan lembut, “Bisakah kita bicara lebih lama? Aku ingin mengenalmu.”

“Kenapa? Aku memberimu minum karna kau pernah membantuku waktu itu.” Berlin melepas tangan Joenathan, “Aku banyak pekerjaan, permisi.”

“Aku tunggu nanti sore di restoran yang pernah kita kunjungi, kalau kau bersedia datanglah.” Joenathan meninggikan suaranya karna Berlin sudah menjauh.

Berlin hanya mengisyaratkan dengan tangannya bahwa ia akan datang. Joenathan begitu bahagia ketika Berlin menerima tawarannya untuk makan bersama, entah kenapa Joenathan merasa tertantang untuk mendekati Berlin.

****

“Harry...”

“Ehm, apa yang kukatakan?.”

“Sayang, apa kau yakin Daddy akan datang?.” Crystal mengerjapkan matanya, jauh dilubuk hatinya ia merasa takut jika Robert tidak menghadiri pernikahannya.

“Tenangkan pikiranmu, Daddymu pasti akan datang.” Harry menatap calon istrinya dalam, ia menggenggam tangan Crystal. “Percayalah, jika Daddymu tidak hadir maka Daddyku yang akan mengantarkanmu ke altar.”

Crystal terharu dengan ucapan Harry, ia tidak tahan untuk menyembunyikan air matanya. “Terimakasih, aku sangat beruntung bisa mengenalmu.”

Harry meraih tubuh Crystal, mendekapnya dengan penuh kasih sayang. Harry membelai punggung Crystal sesekali ia membubuhkan ciumannya dikepala Crystal.

“Tidurlah, aku akan pergi ke perusahaan ada urusan mendadak.” Harry membaringkan tubuh Crystal, mengusap kepalanya kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh Crystal.

“Apa yang begitu penting? Kenapa kau harus pergi ke perusahaan saat hari sudah menjelang sore?.” Crystal menatap Harry bingung, ia merasakan perasaan aneh saat Harry ingin pergi.

“Tidak ada, hanya beberapa berkas yang harus aku tanda tangani.” Harry mengulas senyumnya untuk meyakinkan Crystal.

“Kau bisa meminta Daniel untuk membawanya kesini!.” Tatapan Crystal menajam, serta suaranya yang sedikit terdengat sinis.

“Sayang, aku akan kembali secepatnya. Kau begitu posesif Nyonya Smith.” Harry mencium bibir Crystal sekilas, ia kemudian meraih mantelnya yang tergelatak disandaran sofa. “Istirahatlah nanti aku akan menyuruh Bi Emi untuk mengambilkan makanan untukmu.”

Crystal melempar selimut yang menutupi tubuhnya, ia berdiri tepat dihadapan Harry. “Kau mau pergi ke perusahaan kan? Baiklah, biarkan aku ikut bersamamu.”

“Tidak. Kau harus beristirahat lusa adalah hari yang melelahkan, kau tidak boleh pergi kemanapun hari ini.” Harry memberi ultimatum yang membuat Crystal terdiam beberapa saat.

“Bukankah aku sekertarismu?.” Crystal meraba pipi Harry, “Bolehkah aku ikut?.”

“Hum baiklah, aku tidak punya alasan lagi untuk tidak mengajakmu.” Harry meraih mantel milik Crystal, memakaikannya pada tubuh mungil itu.

Crystal hanya mengulas senyum manisnya, ia begitu bahagia mempunyai pria yang sangat mencintainya dan sangat perhatian padanya. Sementara Harry ia menatap bola mata Crystal dalam, ia merasakan kehangatan menyelimuti dirinya saat ia berada didekat Crystal.

“Ayo kita pergi, jangan hanya menatapku seperti itu.” Crystal terkekeh, ia mencubit hidung mancung milik Harry.

“Gadis nakal.”

Harry dan Crystal pun kini sudah tiba dilantai satu, dimana kedua orangtua Harry dan adiknya berada di sofa ruang kelurga.

“Kakak ipar, kemarilah, aku dan Mommy sedang memilihkan perhiasan untukmu.” Grace menunjukkan majalah perhiasan pada Harry dan Crystal.

“Iya benar sayang, kemarilah.” Felicia menjentikkan jarinya agar Crystal mendekat.

“Tapi Mom, aku akan pergi ke perusahaan bersama Harry.” Crystal mengulas senyum yang menampakkan deretan giginya.

“Oh baiklah, hati - hati. Jangan lupa pulang dari perusahaan kalian mampir ke toko bunga langganan Mommy ya.” Felicia melambaikan tangannya pada Harry dan Crystal yang sudah pergi.

***

Malam ini Berlin sedang bersiap - siap untuk menepati janjinya pada Joenathan yang mengajaknya berkencan. Berlin sendiri merasa aneh kenapa ia tertarik dengan ajakan Joenathan si buaya darat itu.

“Anak perempuan Papa mau kemana?.” Mark memperhatikan putri semata wayangnya dengan seksama.

“Papa, Berlin ada janji dengan teman.” Berlin menghampiri Mark yang berdiri diambang pintu, mengecup kedua pipinya lembut. “Papa istirahat saja, Berlin akan pulang sebelum larut.”

“Baiklah, jaga dirimu baik - baik.” Mark mengusap kepala Berlin. “Jangan kau mengulangi kesalahan Mamamu.”

Berlin mengangguk, “Iya, aku akan selalu mengingat ucapan Papa.”

“Pergilah.”

Setelah berada didepan pintu rumahnya yang tertutup, Berlin menarik nafasnya yang tercekat ditenggorokannya. Mark selalu mengingatkan tentang kelakuan Mama Berlin yang sampai saat ini masih mengenang dihati mereka berdua. Berlin masih merasakan sakitnya ketika mengingat apa yang dilakukan ibu kandungnya.

Mungkin itu hal yang menjijikkan baginya, ketika melihat wanita yang sudah melahirkannya sedang melakukan hubungan intim dengan pria lain dirumah yang mereka tinggali. Berlin selalu berusaha menyembunyikan air matanya ketika Mark mengingatkan tentang kejadian itu.

“Huh, baiklah lupakan semua kenangan buruk itu. Berlin sekarang kau hanya mempunyai satu orangtua, lupakan jika kau masih mempunyai Mama yang tidak beradab itu!.” Berlin kembali menarik nafasnya kemudian membuangnya secara perlahan.

Suara klakson mobil membuat Berlin terperanjat, ia membelalakkan matanya kembali setelah melihat pria yang keluar dari mobil tersebut. Berlin tercengang sementara mulutnya menganga, ia tidak percaya bahwa Joenathan berada dihadapannya kini.

“Hei, ada apa, kenapa kau melihatku seperti itu?.” Joenathan menepuk bahu Berlin pelan. “Apa kau terpesona?.”

“Ehem, tidak-tidak. Dan ya kenapa kau ada disini?.” Berlin membenarkan posisi berdirinya seraya menatap Joenathan sinis.

“Aku, tentu saja aku menjemputmu tuan putri.” Joenathan tersenyum miring. “Oh aku ingin menemui orangtuamu untuk meminta izin.”

“Ti--.”

“Joe. Ya, kau Joe anak dari Lucas bukan?.” Mark berhambur kedalam pelukan Joenathan.

“Uncle Mark, sudah lama aku tidak bertemu denganmu.” Joenathan membalas pelukan Mark, mereka berdua saling melepas rindu.

“Bagaimana kabarmu Nak?.” Mark melepas pelukan mereka, “Sudah lama sekali aku tidak pernah berkunjung kerumahmu.”

“Kabarku dan keluargaku semuanya baik, Uncle.” Joenathan menatap Berlin yang masih tercengang. “Oh ternyata Berlin adalah putrimu.”

“Iya, dan apa kau masih ingat tentang perjodohan kalian?.” Mark merangkul bahu Berlin.

“Tentu saja, kalau Uncle tidak berubah pikiran aku pasti akan sangat menyetujui perjodohan ini.” Joenathan kembali menyelipkan senyumnya pada Berlin.

“Ma-maksud kalian apa, aku tidak mengerti?.” Berlin menatap kedua pria itu bergantian.

“Dulu sebelum Papa bangkut, Lucas ayah dari Joe adalah sahabat Papa. Kami sering melakukan kerjasama bisnis tapi tuhan berkehendak lain, tuhan mengambil semua kebahagiaan itu dalam sekejap. Tapi Papa bersyukur karna kalian berdua saling mengenal jadi impian Papa dan Lucas akan menjadi kenyataan.” Mark menjelaskan hingga putrinya kembali menganggukkan kepalanya.

“Uncle, aku dan Berlin akan pergi berkencan. Apa Uncle mengizinkan kami pergi?.”

“Tentu saja boleh, Joe aku titip putriku bersamamu.”

Joenathan menyelipkan tangannya pada tangan Berlin. “Baiklah Uncle kami permisi.”

Joenathan mengiring Berlin masuk kedalam mobil, sementara Berlin masih mencerna kejadian yang sangat kebetulan ini. Berlin hanya diam membisu, pikirannya menjelajah dengan apa yang terjadi saat ini.

-

Maaf ya author baru bisa up sekarang, soalnya author lagi sibuk ngerjain tugas. Maklum lah kan author masih sekolah SMK hehe.

Oke, jangan lupa tinggalkan Like, Vote dan jangan lupa juga komennya.

Enjoy baby!

1
Daia
lanjut lagi
Fey SheWolf
ceritanya bagus thor tapi sayang hax awal saja ketika sang kakek blm muncul 😏 setelahx menjadi rusak menurut saya karena dzn yg saya nilai chris itu lebih mirip ke istri indosiar yg lemah 🤣
Fey SheWolf
salah satu mafia bodoh setelah Damian terdapat di novel ini 🤦🏼‍♀️ sekian banyakx novel mafia yg gw baca bru 2 novel ada mafia bodoh yg hobby selingkuh dan sering terjebak dlm urusan ranjang 🤣 dimana mana mafia itu kalo sdh jatuh cinta gak mudah dkt dgn wanita lain thor termasuk sahabatx 😏
Yesintha Ginting
semangat thorrr
I am bad
kok jadi teringat Sean ya😕
Cuni Cuni
i❤️ momi
Mlly Ferli
mulai ada getaran ya harry
Fitriani Fitri
lanjut thorrr.......jangan di dengarkan orang sirik itu thorrr....
Nengah Oka
Candra putri cantik banget.
regra amanda
lanjut thorr
Nengah Oka
novel ya bagus
cuman terkesan buru² cerita ya
GK ada pagi siang MLM,
Tri Maryati
nyimak thor
Mien Mey
ah bodoh kabur mlh blik lg
Daia
Lanjut🙏
Daia
lanjut🙏
Daia
lanjut thor🙏
Ruron kristina
ljt thor
Daia
lanjut
Marny Ritto
semangat up nya thor
Dwi Handayani
semangat othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!