Arissa seorang gadis cantik,ternyata memiliki perasaan kepada sahabat nya sendiri yaitu Razel hansetya.Sayangnya hans tidak menyadari perasaan Arissa,iya hanya menganggap nya sebagai sahabat.Iya malah berpacaran dengan anak baru di kelasnya,namanya ghea adinda putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon larassaty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Toko boneka
Bau ruangan itu sangat khas di indra penciuman Rissa.Matanya mengerjap-ngerjapkan menyesuaikan dengan ruangan tersebut.Dari penglihatannya Rissa sudah yakin jika kini ia berada di rumah sakit.Ia mengalihkan sekelilingnya mencari sesuatu.
Rissa menatap pak Amir yang sedang tertidur di sofa,mungkin ia kelelahan.Rissa mencoba untuk bisa di posisi duduk.
"Pak
Mendengar ada yang memanggil, pak Amir kemudian bangun dari tidurnya.Ternyata Rissa lah yang memanggilnya.Pak Amir kemudian mendekat ke arah Rissa.
"Iya ada apa non???"Tanya pak Amir ramah.
"Maaf saya udah ganggu tidur pak Amir! !!"
"Tak apa non,ada yang non perlukan??
"Saya ingin pulang pak,bapak belum kasih tau Mia kan???"
Mendengar perkataan Rissa pak amir sedikit terkejut.
"Non kan masih belum sehat,lebih baik di rawat aja dulu.Soal non Mia saya belum kasih tau"
"Tidak pak,saya ingin pulang saja,saya ingin istirahat di rumah.Lagian saya udah baikan kok.Terima kasih untuk tidak memberi tau Mia"
"Kalau begitu saya akan urus kan kepulangan non"
"Terimakasih pak"
Pak Amir membalasnya dengan senyuman,kemudian ia keluar mengurus kepulangan nona mudanya.
Setelah 15 menit berlalu, pak Amir masuk kembali keruangan Rissa bersama dokter yang memeriksanya.
"Sya akan memeriksa kondisi mu terlebih dahulu".
Dokter pun memeriksa kondisi Rissa.Dari raut wajahnya,Rissa sudah bisa menerka apa yang ada di pikiran dokter tersebut.
"Katakan semua nya dok,saya tidak keberatan"
"Baiklah,begini.Kondisi mu ini masih mengkhawirkan.Jika kamu sering pingsan dan dada mu semakin sakit,maka kemungkinan besar kamu harus melakukan sedikit pencangkokan hati.Oleh karena itu,saya sarankan untuk istirahat yang cukup dan minum pil obat ini 2×3 sehari.Itu usaha yang akan mengurangi resiko sakit yang kau derita"
"Baiklah dok,saya akan menuruti semua perintah dokter"
Setelah memberikan obat,Dokter keluar dari ruangan bersama pak Amir.Sedangkan Rissa mengganti bajunya.Lalu berjalan pelan keluar ruangan.
Pak Amir harus memapah Rissa hingga ke mobil.Karena memang badan Rissa masih lemah saat ini.
Pak Amir membawa mobil dengan kecepatan standar,agar Rissa bisa lebih nyaman.
Di perjalanan Rissa melihat toko boneka yang cukup besar.Ia sangat tertarik untuk mengunjunginya.
"Pak,tolong mampir sebentar ke toko boneka itu"
"Tapi non......."
"Hanya sebentar kok pak"
Pak Amir pun menuruti keinginan Rissa.Ia memarkirkan mobilnya tepat di depan toko tersebut.
Pak Amir membuka kan pintu mobil,kemudian Rissa keluar.Rissa berjalan terlebih dahulu,sedangkan pak Amir masih setia di belakang Rissa
Saat pertama kali masuk kedalam toko tersebut, Rissa seperti terkesima dengan semua boneka yang di tata rapih.Toko tersebut sengaja hanya menjual boneka Teddy bear dari yang kecil hingga yang besar.
Rissa tersenyum senang melihat begitu banyak boneka yang mengemaskan. Pak Amir pun ikut senang,bisa kembali melihat kembali senyuman manis Rissa.Ia juga senang Rissa bisa melupakan sejenak apa yang sudah terjadi.
Rissa sibuk berjalan kesana kemari melihat boneka yang berjalan rapih.Mata Rissa tertuju dengan sepasang boneka Teddy bear berukuran sedang itu.Warna nya pink dan coklat.
Seorang pelayan toko pun menghampiri Rissa yang tengah memandang boneka lucu tersebut.
"Nona suka dengan boneka itu???"Tanya sang pelayan toko sambil tersenyum ramah.
"Iya"
"Boneka itu baru di impor dari New York,kebetulan hanya satu"
"Kalau begitu saya ambil"
Setelah membeli boneka tersebut Rissa masih sibuk mencari boneka lain yang akan di beli nya.
Setelah selesai dengan belanja nya,Rissa kemudian berjalan menuju meja kasir.
Boneka yang sudah di beri Rissa sudah di meja tinggal di bayar saja.Pak Amir tidak heran dengan boneka yang Rissa beli,memang pak Amir tau Rissa sangat suka boneka dari kecil terlebih boneka Teddy bear.
Tetapi kali ini pak Amir pun sedikit heran dengan boneka yang terbilang banyak itu.Kira-kira ada 40 boneka Teddy berukuran kecil,2 boneka Teddy berukuran Besar dan tentunya sepasang boneka yang tadi mencuri perhatian Rissa.
Setelah semua boneka Rissa bayar,para pelayan toko pun membawa semua belanjaan Rissa ke dalam mobil.
Sebelum Rissa keluar,pelayan toko tadi menghampiri Rissa.
"Nona,terimakasih sudah mampir ke toko kami.Karena nona sudah membeli banyak boneka,kami hanya ingin memberikan bonus boneka"
Pelayan tersebut kemudian memberikan satu boneka teddy berwarna putih,boneka tersebut sangat besar sehingga terlihat hampir menyamai tubuh anak kecil berusia 10 tahun.
"Terimakasih untuk bonus nya,saya sangat suka.Kalau begitu saya pulang dulu".
"Sampai jumpa Nona " Jawab pelayan itu sambil melambaikan tangannya.
Rissa hanya tersenyum ke arah pelayan toko itu.
'Sudah cantik,baik hati lagi'Batin pelayan toko tersebut.
Pak Amir pun menyalakan mesin mobil nya meninggalkan toko boneka tersebut.
Di perjalanan pak Amir bertanya pada nona mudanya yang sedang tersenyum kearah boneka pacaran yang di belinya itu.
"Non. .....Pak Amir tau kalau non suka boneka,tapi buat apa boneka sebanyak itu non???"Tanya pak Amir penasaran.
"Oh....boneka itu bukan untuk saya pak!!!"
"Lalu untuk siapa non???"Tanya pak Amir
"Sebenarnya lagi saya lulus,saya ingin kasih hadiah untuk junior-junior saya di sekolah, dan yang besar itu saya akan berikan pada Mia satu,dan yang sisa nya untuk saya"
"Oh.....begitu"
Tak terasa Rissa dan Pak Amir sudah sampai di depan rumah.
Bersambung
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
yg teliti thot