Novel ini kisah anak dari Ira da Dave ya, pengemar pengasuh si kembar mampir yuk!
Satriya Bima Sakti, pria kaya dengan sejuta pesona, mapan dan kaya, merasa tertantang dengan tawaran omnya untuk menggantikannya menjadi Guru Matematika di sekolahnya selama setahun.
Di sekolah itulah dia bertemu dengan seorang gadis, tomboy dengan segudang prestasi ,terutama rangking keluar masuk BP. gadis itu bermana Aisha Zafira Adi Nugraha. putri pasangan Davr dan Ira.
Bagaimana pak Satriya menghadapi kenakaln gadis ini bahkan dia dengan terang-terangan mengatakan kalau menyukai dirinya.
Ikuti kisahnya.
jangan lupa budayakan klik Like serta koment di tiap babnya biar othir semangat dan
jauhkan bintang 1,2,3. karena berkarya itu susah. yang tidak suka bisa skip langsung saja tanpa jejak yang buruk
💖💖💖💖💖💖💖
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilham Dzaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Siska merasa gelagapan sendiri, dia sebenarnya tidak tahu kalau Siswi yang sudah memergoki dirinya di gudang adalah Aisha.Yang dia tahu hanya siluetnya saja.
"Ba bapak, kenapa membela Anak nakal itu? Bapak ada apa- apa ya dengan si Aisha itu?" Siska malah membalikkan pertanyaan dari Satria.
"Ada hubungan bagaimana maksud kamu? Saya tidak membela siapa-siapa cuma mau mencari kebenaran. Sebaiknya kamu berkata jujur saja, bagaimana kejadian sebenarnya?" tanya Satria dengan tegas. Mukanya tetap datar dan dingin.
"Iya, Pak Satria benar kamu bilang kalau kamu ke gudang mengambil sapu, tapi setelah Aisha keluar dari sana. Kamu juga keluar dari sana bersama Adrian," Imbuh pak Samsul. Guru BP ini langsung to the poin mengatakan kalau dirinya bersama Adrian di Gudang tersebut, tidak mengambil sapu.
Muka Siska Langsung merah padam, dia gemetaran menghadapi dua guru killer ini. "Pak Sam sebaiknya panggil juga itu siswa yang bersamanya di gudang!" pinta Satria pada Pak Sam
"Anda benar, kita semua harus menindak contoh -contoh yang tidak benar seperti ini," jawab Pak Samsul. Beliau meminta tolong pada Pak Budi untuk memanggil Adrian juga ke sini. Mereka juga meminta petugas kebersihan untuk tidak pulang terlebih dahulu, jika para siswi yang diperiksa ini terbukti tidak ada yang hamil maka kesaksian beliau juga perlu di pertanyakan.
Petugas itu juga merasa gugup, bagaimana dia menjelaskannya nanti. Kalau berbohong pekerjaan adalah taruhannya, kalau dia mengaku berarti dia sudah ingkar sementara sudah menerima upah yang tidak sedikit.
Para Sahabat Maya juga merasa bingung dan panik sendiri, mereka tidak memikirkan kejadiannya bakal seperti ini. Ternyata pihak sekolah punya cara sendiri tidak seperti yang mereka inginkan. Dewan guru juga tidak percaya begitu saja keterangan Siska dan juga petugas tersebut.
Tes urine sudah selesai di laksanakan, hasilnya semua negatif. Ada Salah satu guru yang protes, di dalam CCTV mereka tadi melihat Aisha buru-buru ke toilet hendak muntah, beliau merasa ada yang aneh dengan hal tersebut.
"Pak kepala sekolah Tadi kit melihat dengan jelas kalau Aisha berlarian dari arah gudang menuju ke toilet Hendak muntah, coba di tes ulang saja! Kita semua guru juga tahu bagaimana kenakalan anak itu, bisa jadi alatnya belum bekerja 100 persen," protes Bu Rani.
"Aisha ke depan dulu, Nak!" Pinta kepala sekolah.
Aisha cukup santai dan maju ke depan seperti yang Kepala sekolah inginkan, dia tidak melakukan apa-apa bahkan suaminya bilang kalau cuma tidur saja tidak akan membuatnya hamil, jadi dia cukup tenang.
Si Siska dan Adrian masih di tangani Guru BP kedua orang tua mereka di panggil ke sekolah saat itu juga, supaya mereka juga menindak anak-anak yang tingkat pacarannya sudah terlalu bebas ini.
"Iya, Pak. Ada apa lagi?" tanya Aisha.
"Coba kamu jelaskan kenapa kamu sampai muntah-muntah tadi?" tanya Kepala Sekolah.
"Pak apakah wanita kalau muntah pasti hamil? Tidak kan. Bisa juga ada penyebab lain. Bukannya bapak dan ibu guru sedang mengecek CCTV Sekolah, atau hanya Area Kamar mandi saja?" tanya Aisha dengan cukup tenang.
Satria tersenyum mendengar jawaban istrinya yang cukup cerdas, dia duduk santai ingin melihat apa yang akan di lakukan gadis ini untuk membela diri.
"Memang tidak, tapi berhubung ada kasus ini maka bapak ingin tahu saja," jawab Kepala Sekolah.
"Pak saya sebenarnya pengen cerita, tapi jika mengingat apa yang lihat tadi rasa jijik dan mual itu akan timbul lagi. Apakah bapak dan ibu guru sudah mengecek ke gudang atau tempat-tempat tersembunyi di sekolah ini yang di mungkinkan sebagai sarana untuk pacaran para warga sekolah?" Aisha balik bertanya pada kepala sekolah.
Benar yang dikatakan Aisha, mereka hanya mengecek area kamar mandi saja, sementara yang melihat CCTV gudang hanya beberapa guru saja atas usul Satria.
"Mau saya yang menjelaskan, Atau bapak tunjukkan di sini apa yang di lakukan murid bapak di gudang itu hari ini. Sebenarnya di tempat lain juga ada tapi tidak separah yang saya lihat tadi, Pak." Aisha menjawab dengan lantang.
Kenapa sekolah mengangguk paham, dia memanggil Pak Satria dan mencari Pak Samsul. Akan tetapi Pak Samsul ada urusan dengan Dua Siswanya serta masih menunggu kedua orang tua mereka datang ke sekolah.
"Pak Satria, tadi anda dan Pak Samsul yang melihat lebih banyak CCTV Sekolah, bisa di jelaskan! Apa ada hal aneh lain selain Aisha yang muntah?" tanya Kepala Sekolah.
"Iya, Pak. Aisha benar. Sekarang anak itu sedang di interogasi oleh Guru BK. Saya akan sedikit jelaskan apa yang kamu lihat dari CCTV Gudang dan lorong-lorong Sekolah. Setelah adanya kasus ini, kamu jadi tahu betapa bobroknya keamanan dan juga mental remaja saat ini," kata Satria.
"Maksud Anda?" tanya Kepala Sekolah.
"Tadi saya sudah menghubungi pihak CCTV lagi, untuk menambah alat itu dan memasangnya di setiap kelas, dan semua ruangan, termasuk kantor guru. Di dalam kamar mandi area wastafel juga akan di pasang. samping kelas, beserta bagian belakang sekolah. Pihak Sekolah tidak perlu membuat proposal lagi. Sekarang saya akan beri contoh satu diantara kebobrokan warga sekolah kita ini. Namanya Siska dan Adrian, mereka masih dalam perjalan kemari bersama pak Samsul. Sambil menunggu kedua orang tua mereka sampai, kami akan memakainya menjadi contoh," kata Satria.
Siswi yang masih ada di Aula, yang sudah menjadi korban fitnah ini merasa heran, dengan Siska dan Adrian. Apa yang sudah mereka lakukan di gudang?
Pak Samsul masuk ke Aula, diikuti banyak murid lain.Mereka penasaran dan kepo dengan sikap Pak Samsul yang lain dari biasanya, beliau sungguh murka dan dengan kasar menarik tangan keduanya kembali ke Aula.
"Ini mereka anaknya yang sudah berbuat mesum di Gudang. Apa pantas di sekolah tempat menuntut ilmu di saat jam pelajaran berlangsung mereka berdua pacaran di dalam Gudang bahkan sudah pakai **** mengemut sosis bakar segala, bermain gunung kembar. Bagiamana kalau ke kebablasan? kamu juga sebagai anak gadis jangan murahan! Jaga kehormatan kamu, lalu bagaimana kalau kamu hamil dan dia tidak bertanggung jawab dan kabur, ha!" Pak Samsul membentak Siska begitu keras sampai nak itu berjingkat.
Kepala Sekolah juga melihat melalui laptop kelakuan keduanya yang sudah kelewat batas.
Murid-murid yang lain menyoraki keduanya dan mengejek mereka. Keterangan palsu dari Siska juga sudah terbukti. Dia sebenarnya hanya menuruti kemauan kakak kelas mereka untuk merahasiakan kejadian ini diketahui publik, tapi ternyata makin parah. Malunya juga Doble serta lebih patah pagi jika sangsinya DO.