NovelToon NovelToon
Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:258.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Haryani

Memiliki wajah tampan tak membuat Briana memperlakukannya dengan baik karena William hanyalah seorang sopir.

Namun apa jadinya bila seorang sopir itu menikahi Briana karena kesalah pahaman?

Dan seiring berjalannya waktu jati diri William akhirnya terbongkar. Ternyata ia adalah seorang pengusaha sukses.

"Aku bahkan lebih kaya dari orang tuamu." William Horrison.

"Maafkan aku. Aku mencintaimu." Briana Alesya Darwin.

Namun kata cinta yang Briana ucapkan bersamaan dengan kembalinya wanita di masa lalu William.

Siapakah yang akan William pilih, wanita di masa lalunya yang selama ini ia nantikan kedatangannya atau kah Briana istri yang selalu merendahkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 28 Tidak Sabar

Briana dan Linda tiba di bandara sudah pukul 22.00 Wita sehingga mereka akan mencari alamat rumah tersebut esok hari.

Linda mendorongkan koper milik Briana di tangan kanannya sedangkan koper miliknya berada ditangan kirinya.

Kini kedua wanita itu sedang berjalan menuju kamar hotel yang sebelumnya sudah Linda pesan terlebih dahulu.

"Jam berapa besok kita akan mencari alamat itu, Nona?" tanya Linda berjalan disebelah kiri Briana.

"Tentu saja pagi," jawab Briana tanpa menoleh pada Linda.

"Kalau begitu besok pagi saya akan membangunkan Nona untuk bersiap dan sarapan terlebih dahulu sebelum kita mencari alamat rumah itu," ucap Linda.

"Heem," sahut Briana.

Tidak lama kemudian mereka tiba di depan kamar hotel bernomor 311 dan 312.

"Kamar Nona nomor 311 dan kamar saya nomor 312," ucap Linda memberi tahu Briana.

"Ya. Mana kartu aksesnya." Briana mengadahkan tangannya untuk meminta kartu akses membuka pintu kamar nomor 311 pada Linda.

"Ini Nona." Linda menyerahkan kartu tersebut pada Briana.

Tanpa mengeluarkan satu katapun Briana mengambil kartu tersebut dan mengambil alih koper miliknya yang dibawakan oleh Linda, baru setelahnya Briana masuk kedalam kamar.

Linda menggelengkan kepala, atas sikap Briana baru saja. Briana sama sekali tidak mengatakan terima kasih padanya yang sudah mau menemani hingga sejauh ini.

"Kalau tidak ingat aku sedang bekerja padanya, aku tidak mau datang jauh-jauh dari Jakarta ke sini," gumam Linda kemudian masuk kekamar hotel disebelahnya.

Briana yang sudah masuk ke kamar hotel bernomor 311 segera menghubungi Larissa untuk mengabarkan bila dirinya sudah tiba dihotel.

"Syukurlah kalau kamu sudah tiba dihotel. Kapan kamu akan mulai mencari alamat rumah Liam dan mendatanginya?" tanya Larissa.

"Besok pagi aku baru bisa mencari alamat rumahnya Mom, kalau sekarang aku tidak bisa karena hari sudah sangat larut," jawab Briana.

"Ya. Sebaiknya memang besok saja kamu mencari alamat itu. Semoga kamu bisa segera menemukan rumah Liam dan mengajaknya kembali ke Jakarta," ucap Larissa.

"Iya Mom, kalau begitu aku matikan ya teleponnya. Aku mau istirahat," ucap Briana.

"Iya Bri, kamu dan Linda hati-hati disana dan jangan lupa selalu kabari Mommy," ucap Larissa memberi pesan.

"Iya Mom," jawab Briana kemudian panggilan telepon tersebut ia akhiri.

Briana merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan pandangan menatap langit-langit kamar hotel.

"Ada apa sebenarnya denganmu Bri hingga kamu menyusul Liam kesini," gumam Briana tak habis fikir pada dirinya sendiri.

Briana masih bingung pada dirinya yang semenjak ditinggal pulang kampung oleh William merasa hatinya tidak menentu.

"Apa aku sudah mulai mencintainya ya?" tanya Briana bergumam sendiri.

Entahlah, Briana tidak tahu perasaan yang tengah ia rasakan saat ini. Entah itu perasaan cinta atau hanya sekedar perasaan kehilangan karena tidak ada lagi yang membuatnya kesal.

Rasa lelah seharian bekerja serta perjalanan jauh yang ia tempuh membuat Briana tidak sadar akhirnya terlelap.

Pagi datang.

Briana bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap mencari alamat rumah William yang ia dapatkan dari Reyhan.

Briana sudah tidak sabar ingin menemukan William dan memarahi pria itu karena tak memberi kabar padanya serta tak menepati janji yang akan kembali setelah dua minggu pulang kampung.

Tok tok tok.

"Linda," panggil Briana sembari mengetuk pintu kamar Linda.

"Lin," panggil Briana lagi.

Ceklek.

"Nona Briana, ada apa?" tanya Linda setelah membuka pintu kamarnya.

"Ayo kita cari alamatnya," ajak Briana menarik tangan Linda untuk keluar dari kamar.

"Tapi Nona ini masih pagi sekali, saya saja baru bangun dan belum mandi," ucap Linda.

"Tidak usah mandi, kamu seperti itu saja," ucap Briana terus menarik tangan Linda.

Linda menghempaskan tangan yang Briana tarik, ia tidak mau diseret seperti itu.

"Nona, ini masih jam 6, kita tidak akan menemukan taksi dijam segini apa lagi untuk mencari alamat. Tolong bersabarlah Nona, jam delapan kita baru bisa mencarinya," ucap Linda.

Briana terdiam tak menyahuti ucapan Linda, tapi ia tak lagi memaksa sekretarisnya untuk mencari alamat Liam.

"Baiklah, kita akan mencari alamat itu tepat pukul 08.00 pagi," ucap Briana pada akhirnya. Briana kembali masuk kedalam kamarnya, untuk menunggu waktu disana.

"Siapa sih sebenarnya orang yang ingin Nona Briana cari itu?" tanya Linda pada dirinya sendiri.

Linda yakin seseorang itu begitu berarti untuk Briana hingga atasannya bersikap tidak sabaran seperti tadi.

*

*

"Mau kemana Mbak?" tanya sopir taksi online.

Kini Briana dan Linda baru saja masuk kedalam mobil taksi online untuk mengantarkan mereka mencari alamat rumah yang Briana pegang.

"Saya sedang mencari alamat ini, Pak." Briana menunjukkan kertas bertulisan alamat tersebut.

"Wahh, alamat itu saya kurang tahu Mbak, soalnya sudah beda Kabupaten dari sini," ucap sopir taksi tersebut.

"Berarti jauh ya Pak, alamat ini?" tanya Briana memastikan.

"Iya Mbak, alamat ini jauh sekali. Butuh waktu kurang lebih 10 jam baru bisa sampai dikabupaten itu," jawab sopir taksi.

Briana dan Linda saling pandang tak menyangka bila alamat itu akan memakan waktu cukup lama.

"Tapi Bapak bisa kan mengantarkan kami ke Kabupaten itu?" tanya Briana lagi.

"Bisa saja sih Mbak, tapi saya tidak bisa membantu Mbak mencari alamat itu loh ya," ucap sopir taksi tersebut.

"Tidak masalah Pak, yang penting kami bisa sampai sana," ucap Briana.

"Alamat itu jauh Nona, apa Nona Briana yakin akan pergi kesana? Kalau kita nyasar gimana?" tanya Linda.

"Yakin lah, Lin. Kita sudah jauh-jauh dari Jakarta datang kesini masa mau pulang dengan tangan kosong," jawab Briana.

"Tapi Nona, alamat itu jauh sekali, saya takut kalau kita nanti justru kesasar," ucap Linda memperingati Briana.

"Tidak akan Lin, bagaimanapun caranya kita harus menemukan alamat itu," ucap Briana menekan semua kalimat yang ia lontarkan.

"Sebenarnya siapa sih yang ingin Nona datangi dialamat itu?" tanya Linda memberanikan diri untuk bertanya.

"Suami saya dan keluarganya," jawab Briana tanpa menatap Linda.

"Hahh! Suami? Anda sudah punya suami, Nona? Kapan anda menikahnya?" tanya Linda terkejut.

"Saya menikah sudah lama, mungkin lebih dari sebulan," jawab Briana masih mengalihkan pandangannya.

"Dengan siapa Nona menikah? Kenapa saya tidak mengetahuinya?" tanya Linda.

"Kamu akan tahu nanti setelah kita menemukan alamat ini," jawab Briana.

"Baiklah, kita akan sama-sama mencari alamat rumah itu," sahut Linda mengalah dan mengikuti Briana yang kekeh hendak mendatangi alamat rumah tersebut.

Briana memerintahkan sopir taksi online yang mobilnya ia naiki untuk segera melajukan mobil tersebut menuju kabupaten dialamat yang ia tuju.

Briana harap alamat itu bisa dengan mudah ia temukan, karena ia sudah tidak sabar ingin bertemu William yang sudah lebih 2 minggu tidak bertemu dengannya.

1
gemar membaca
salah sendiri ortu Sabrina tdk dari awal ngasih kabar ke wiliam, tapi malah terus menyalahkan dia atas kecelakaan yang terjadi.
Sri Siyamsih
satu lg pendukungmu Liam, Brian
Sri Siyamsih
jika kmu tau bri siapa ayahmu sesungguhnya dulu kt" kamu akan berfikir swribu kl bilang miskin pd Liam yg notabene jls" keturunan orkay
Sri Siyamsih
kyknya jln dr kantor k rmh briana nglewati perkampungan yg disiplin alias ketat peraturan
Sri Siyamsih
ada y seorang ceo tp nggk ad etika spt itu, percuma pendidikn tinggi, kaya lg. sungguh d sayangkn, kasihan ortunya pdhal org baik, terllu sombong dn angkuh
Sri Siyamsih
ujung"nya tar liam yg turun tangan bantuin
Ririn Nursisminingsih
mkanya jg sombong kmu briana
Ririn Nursisminingsih
jg sombong bri yg kmu hina itu ceo...hargailah orang lain
Safa Almira
,bagusnya
Citra Kamila
aku mampir thor
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini daerah kampung mana sih?? klo jakarta kyknya gk mungkin deh warga nya begitu..🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
briana ngukutin sifat emaknya wktu blm nikah
Mba Wie
Luar biasa
Devys
kenapa ada sad boy🥲🥲
Devys
cuma 5 aja 🤣🤣
Devys
saran buat unsur kendaraan 🤣🤣
🌸WINA🌺
briana jd wanita tdk ada kelam2nya sangat bar2 banget kesel william tdk perlu pake acara mencakar wajahnya,,,ayah reyhan nasehati putrinya hrs bs menghargai orglain....
🌸WINA🌺
wkwkwk🤣🤣🤣william kena cakaran lagi wajahnya yg tampan dan mama irene sudah menduga anknya jd supir pribadi briana.....
🌸WINA🌺
kucing bar2 sangat angkuh dan arogan dan kemanapun pergi wiliam akan sll mengawal/menyupiri gadis bar2 itu....
🌸WINA🌺
ya iyalah kena wong anknya sendiri william yg kabuuuur dr rmh tdk Mau dijodihkan,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!