NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:76k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

"Morning honey," Nadi menepati janjinya, ia datang pagi-pagi sekali dengan membawa bubur untuk Alyssa dan iga bakar untuk calon suaminya.

"Pagi sayang," Aaron menyambutnya dengan hangat, begitu pula dengan Alyssa ia nampak gembira dengan kedatangan Nadi. "Morning, Mah..." Alyssa nampak lebih segar dari yang semalam Nadi lihat.

"Sebentar ya, Mama bereskan sarapannya dulu," Nadi tak langsung menghampiri dan memeluk Alyssa melainkan merapihkan makanan yang ia bawa. "Kamu sarapan saja dulu, aku mau nyuapin Alyssa," ucapnya, kemudian ia menghampiri Alyssa dengan membawa semangkuk bubur buatannya dan juga lego mini untuknya bermain.

"Mainnya setelah minum obat ya," Nadi menaruh lego itu di meja samping tempat tidur Alyssa, ia menyuapi Alyssa dengan telaten. "Enak sekali mah buburnya, aku bosan dengan makanan di rumah sakit."

Nadi tersenyum melihat Alyssa makan dengan lahap, bocah itu bahkan menghabiskan satu mangkuk penuh bubur yang Nadi bawa. "Kok sarapannya enggak di makan?" tanya Nadi kepada Aaron saat ia melihat Aaron nampak sibuk menyiapkan obat untuk putrinya.

"Kita makan bareng ya, kamu pasti belum makan," Aaron mendekat ke Alyssa dan mengukurkan segelas air putih dan obat yang harus dia minum. Setelah minum obat, ingin sekali rasanya Alyssa menyusun lego bersama Nadi namun sayangnya matanya terasa begitu berat karena efek obat yang dia minum.

Tak butuh waktu lama Alyssa pun memejamkan matanya, ia tertidur lelap sembari menggenggam tangan Nadi. Dengan sangat hati-hati Nadi melepaskan genggaman Alyssa, ia kemudian menarik selimut hingga ke dada Alyssa. "Istirahat yang nyenyak ya sayang agar lekas pulih," Nadi mengecup kening Alyssa sebelum ia bergabung bersama Aaron di meja makan.

"Terima kasih ya, Die. Kamu sudah datang sepagi ini membawakan sarapan untuk kami," Aaron meraih tangan Nadi dan menyematkan cincin berlian di jari manisnya. "Dan terima kasih sudah menerima lamaranku," ucapnya sembari mencium tangan Nadi.

"Aku bpjuga mau berterima kasih karena kamu masih memberiku kesempatan. Aku tidak tahu apa jadinya jika kalian berdua tidak memberiku kesempatan, aku bahkan sudah membayangkan kalian telah menemukan penggantiku."

Aaron menggeleng. "Tidak ada yang bisa menggantikanmu, sayang." Ia mengelus kepala Nadi, sebelum akhirnya mereka menikmati sarapan bersama. "Maaf ya jadi ngerepotin kamu," Aaron mengulurkan tangannya hendak menyuapi Nadi.

Nadi membuka mulutnya dan mengunyah, barulah menjawab. "Aku senang bisa masak untukmu dan Alyssa apa lagi kalau kalian menyukai dan menghabiskannya."

Aaron tergelak. "Kau bercanda, Die. Masakanmu adalah yang paling enak yang pernah kami makan jadi sudah pasti kami akan menghabiskan semuanya," Aaron kembali menyuapi Nadi dengan tangan kosongnya.

Di tengah suasana intimet Aaron dan Nadi, tiba-tiba saja Sofia dan Harry datang. Sofia begitu terkejut dengan keberadaan Nadi di ruang rawat inap. Sesaat mereka terdiam saling pandang, beberapa detik kemudian merka saling menghampiri dan berpelukan. "Sofia, gue kangen banget sama loe," Nadi mendekap erat tubuh Sofia.

"Gue juga, Nad." tanpa di sadari, Sofia menitikan air mata kerinduannya.

Aaron dan Harry tersenyum, melihat dua sabahat saling berbaikan setelah lebih dari sebulan Sofia terus menggerutu akan sikap Nadi yang seolah hanya memanfaatkannya.

Nadi melepaskan pelukannya, ia memamerkan cincin yang tersemat di jari manisnya. Sofia membekap mulutnya dengan kedua tangannya untuk menutup rasa keterkejutannya. "Benarkah kalian akan menikah?" tanyanya seolah tak percaya, ia beralih menatap Aaron.

Aaron mengangguk, membenarkan jika dirinya dan Nadi akan segera menikah meski merwka belum menentukan tanggal pernikahan.

"Sebetulnya, aku dan Harry pun akan menikah," ucap Sofia, kini ia mendekat ke arah calon suaminya. "Rencananya pertengahan bulan depan. Kalian kapan? Apa sudah menentukan tanggalnya?"

Nadi dan Aaron saling pandang. "Sebelum ini kami belum menentukan tanggalnya, tapi sekarang sepertinya aku mau kita menikah bersama seperti janji kita dulu, bisa menikah bersama-sama. Kau tidak keberatan, Die?"

Nadi menggelengkan kepalanya. "Tentu saja tidak, sayang."

Sofia melompat kegirangan mengetahui mereka akan menikah bersama. "Ini sungguh luar biasa sekali," ia kembali memeluk Nadi. "Aku pikir, kita tidak akan merealisasikan ini. Apa lagi saat tahu kau menolak Aaron."

"Aku memang bodoh, terlalu tenggelam dalam kekhawatiran yang belum tentu terjadi," Nadi menceritakan alasan mengapa dirinya sempat menolak Aaron.

Rasa bersalah pada diri Sofia seketika mencuat, ketika mendengarkan cerita Nadi. "Maafin gue, Die. Gue bener-bener enggak tau kalau loe setrauma itu dengan pernikahan loe yang dulu."

Nadi menggeleng. "Enggak apa-apa, semuanya sudah berlalu. Mari kita jemput kebahagiaan kita." Nadi dan Aaron, mengajak Sofia dan Harry makan bersama mereka.

...****************...

Rasa syukur terpancar di wajaha mereka berempat, saat dokter mengatakan kondisi Alyssa berangsur membaik, dan jika terus seperti ini besok Alyssa sudah di perbolehkan pulang.

"Kau dengar itu sayang? Kau bisa pulang besok," bisik Nadi, ia berdiri di samping tempat tidur Alyssa.

"Iya Mah, besok aku sudah boleh pulang." Alyssa memeluk pinggang Nadi dengan erat. Nadi mengelus kepala Alyssa dengan lembut. "Tapi tetap harus makan yang banyak dan obatnya di minum ya agar Alyssa sembuh total."

Sofia dan Harry pamit kembali ke kantor, ketika dokter sudah keluar dari ruang rawat inap Alyssa. "Besok Aunty dan Uncle akan menjengukmu di rumah," Sofia mengecup pipi Alyssa sebelum ia pamit dengan Nadi dan Aaron.

Suasana lengang kembali menyelimuti ruang rawat inap Alyssa selepas kepergian Sofia dan Harry, di tambah tidak lama setelah itu Alyssa kembali beristirahat. Sementara Aaron sendiri baru saja menghubungi WO yang juga mengurus rencana pernikahan Sofia dan Harry.

"Hei, apa lagi yang kamu cemaskan?" Aaron bergeser lebih merapat ke Nadi, saat tadi ia menghubungi pihak WO untuk mengatur jadwal meeting mereka, ia melihat Nadi nampak cemas.

"Aaron, bagaimana dengan ibumu? Bagaimana jika dia tahu aku tidak bisa memberimu keturunan?" tanyanya khawatir. Bukan tanpa alasan Nadi mengkhawatirkan hal itu, sebab yang ia tahu dulu saat masih sekolah, kedua orang tua Aaron begitu mengaturnya, termasuk memasukan Aaron ke sekolah militer dan menikahkan Aaron dengan anak dari kolega bisnis mereka. Nadi tak ingin kejadian kemarin terluang. Rasanya begitu sakit mendapatkan hinaan dari ibu mertua serta ipar karena dirinya tidak bisa memberikan keturunan di tambah keluarga Surya terlalu ikut campur dalam rumah tangganya.

Aaron meraih tangan Nadi dan menggengamnya erat. "Sejak tahu aku tidak kebahagia menikah dengan Sarah, Mommy sudah tidak lagi mengatur hidupku, terlebih saat Daddy sudah tiada. Beliau menyerahkan semuanya kepadaku, apa yang membuatku bahagia, beliau akan mendukungnya." ia menepuk ringan tangan Nadi. "Sekarang Mommy tinggal di luar New York bersama Chicky (Adik perempuan Aaron), mereka berdua lebih senang berkeling dunia ketimbang mengurusi urusanku."

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!