Kevin adalah seorang menantu sampah di keluarga Istrinya.
Tapi tidak ada yang tahu kalau dia adalah pewaris dari Keluarga Gregorious, salah satu keluarga terkaya di dunia.
Tapi karena mengalami amnesia, maka bahkan Kevin sendiri tidak tahu akan asal usulnya hingga sebuah panggilan menyapanya. "Tuan muda... "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bengcu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana dari Robert
"Begini, kakek. Kita harus membuat supaya Bianca membenci Kevin," jawab Lisa
"Caranya bagaimana?" tanya Robert.
"Ingat, saat ini Bianca sedang memegang uang yang banyak dari bank tempat dia meminjam uang. Iya kan?"
"Iya, terus?" tanya Victor.
"Kita harus bikin supaya sebagian besar uang itu hilang dan yang jadi tertuduh adalah Kevin," tandas Lisa.
Lisa sangat dendam kepada Kevin karena Kevin ada saat kedok Jacky, mantan pacarnya Lisa terbongkar.
Walaupun Lisa, agak bersyukur karena Jecky yang masih suka bermain-main dengan tante-tante girang itu terbongkar kedoknya, tetapi di pihak lain, Lisa juga merasa terluka karena Kevin mengetahui hal itu dan Kevin sempat mengolok-olok Jecky karena hal itu.
"Tapi caranya bagaimana?" tanya Merry, "sementara Bianca bilang, rekeningnya Bianca pegang dan tidak dipegang oleh Kevin lalu bagaimana cara kita menuduh Kevin?"
"Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi aku yakin kakek bisa melakukannya. Iya kan, kek?" tanya Lisa kepada Robert.
Lisa pernah mendapatkan selentingan kabar kalau di masa lalunya,? Robert pernah memergoki Ferry ada main harus selingkuh dengan sekretaris pribadinya Ferry.
Robert berusaha memisahkan Ferry dan selingkuhannya itu tetapi Ferry ngotot dan bertahan pada selingkuhannya itu.
Akhirnya Robert melakukan cara kotor seakan-akan selingkuhannya Ferry itu melakukan penggelapan uang besar-besaran sehingga selingkuhannya Ferry itu, bukan hanya dipecat dari pekerjaannya tapi juga harus masuk penjara atas penggelapan uang yang tidak dia lakukan itu.
Itulah hukuman Robert buat orang yang berani selingkuh dengan anaknya dan membuat menantunya meradang.
Saat ini, Robert mangut-manggut, mendengar kata-kata Lisa. "Oke. Aku bisa melakukannya dan ya. Kau benar. Seharusnya aku sudah melakukannya sejak dulu, sejak berbulan-bulan yang lalu, karena aku sudah muak melihat wajah si Kevin tidak berguna itu!"
"Seharusnya kakek lakukan itu sejak dulu tapi, sudahlah. Ini belum telat. Sekarang, bikin supaya Kevin menjauh dari Bianca, oke?" kata Lisa.
Robert menatap bergantian ke arah Viktor dan Merry. "Apa kalian setuju dengan caraku ini?"
"Kami setuju setuju saja asalkan menantu tidak berguna itu bisa menjauh dari Bianca," tandas Victor.
"Baiklah, Aku akan segera melakukannya. Aku akan segera memisahkan mereka tapi kira-kira siapa yang bisa dipercaya Bianca karena aku ingin membuat supaya ada yang menasehati Bianca supaya Bianca membiarkan Kevin yang mengelola keuangannya."
"Aku yang akan melakukannya, pah," kata Merry. "Aku akan meminta Bianca untuk mempercayai Kevin supaya Kevin memegang keuangannya Bianca. Aku akan bikin seakan-akan Kevin akan mendapatkan kepercayaan dari papa kalau dia dapat kepercayaan dari Bianca untuk memegang uang milik Bianca yang didapat dari bank itu."
"Bagus, Mary." Setelah Kevin memegang rekeningnya Bianca, maka uang itu akan dicuri oleh hacker langgananku dan sesudah itu Kevin tidak akan dipercaya oleh Bianca. Bianca akan pikir Kevin memakai uangnya dan setelah itu, mereka berdua akan terpisah."
"Itu rencana yang bagus, pah. Tapi, kasihan juga Bianca kalau harus kehilangan semua uangnya. Biarkan sekitar 5 miliar saja yang hilang. Itu sudah akan cukup membuat Bianca membenci Kevin," usul Victor.
"Baiklah. Kalian tenang saja. aku yang akan mengatur semuanya." etelah itu Victor tersenyum licik dan mulai mengambil handphonenya untuk menelpon seseorang.
**
Di tempat lain, Bianca dan Kevin sedang bermesraan. Keduanya sedang berpelukan sambil berdansa mengikuti satu irama lagu dansa yang dipasang oleh Kevin beberapa saat sebelumnya.
Saat ini Kevin dan Bianca berada di kamar tidur mereka dengan perabotan dan finishing interior yang mewahnya bahkan melebihi hotel bintang 5 di kota Austin ini.
Tiba-tiba Bianca mendapatkan telepon dari Merry. Bianca segera mengangkat telepon itu. "Iya, ma?"
"Begini, Bianca. Mama dan papamu sudah membujuk kakekmu supaya kakekmu membiarkan mama dan papa tinggal di rumah mendiang nenekmu dan akhirnya kakekku setuju."
"Bagus kalau begitu, mah," Bianca langsung gembira karena sebelumnya dia memang memikirkan bagaimana nasib orang tuanya dengan ancaman akan diusir dari kakeknya seperti yang terjadi beberapa saat yang lalu.
Namun Bianca jadi lega karena Robert sudah menganulir keputusannya untuk mengusir Merry dan Victor dari rumah milik Nenek Ruth itu.
"Begini, kakekmu sebenarnya tidak membenci suamimu, tapi dia membenci status suamimu yang dianggap tidak berguna itu."
"Kevin bukan tidak berguna, mah. Hanya saja, selama ini kan Kevin selalu direndahkan tidak dipercaya. Kevin sempat aku suruh untuk bantu-bantu di perusahaannya kakek tapi kakek malah mengusirnya. Iya kan? Kevin malah sempat berlutut meminta pekerjaan dan sempat bekerja menjadi cleaning service di perusahaan kakek tapi kakek tetap saja mendepak Kevin."
"Itulah masalahnya kakek tidak mau cucu mantunya itu hanya seorang cleaning service atau bantu-bantu di perusahaannya dengan jabatan rendah. Kakekmu tidak mau seperti itu tapi kakekmu juga tidak mungkin mungkin menaruhnya di jabatan tinggi karena pendidikannya tidak jelas gitu."
"Kevin kan pernah kecelakaan dan kehilangan ingatan masa lalunya, jadi ..."
"Sudahlah. Yang jelas, ada kabar gembira untuk Kevin. Kakekmu akan mulai mempertimbangkan Kevin dan tidak lagi merendahkan Kevin kalau dia bisa berhasil di jabatan tinggi."
"Maksud mama itu gimana, ma? Aku tidak mengerti."
"Begini, Bianca. Kamu kan lagi mengembangkan perusahaan kamu, perusahaan kontraktor kamu yang baru itu bersama Milea, iya kan?"
"Iya, ma. Terus?"
"Apa kamu mengajak Kevin untuk masuk di perusahaan kamu itu?"
"Belum, mah. Tapi rencananya aku akan memasukkan dia ke dalam perusahaanku itu, ma."
"Lakukan itu. Bahkan langsung tempatkan Kevin di jabatan tinggi sebagai direktur keuangan di perusahaan kalian itu supaya dia bisa diakui oleh kakekmu supaya dia tidak direndahkan kakekmu dan mama papamu lagi. Ngerti?"
Bianca manggut-manggut. "Jadi, aku harus memasukkan Kevin di perusahaanku dan langsung menjadi direktur keuangan, begitu, pak?"
"Iya. Di perusahaan itu, kamu kan direktur utamanya dan Milea kan jadi wakil direkturnya. Nah, Kevin kamu jadikan sebagai direktur keuangan. Mengerti?"
'Iya, ma. Akan aku lakukan, ma. Selama ini, memang aku merangkap jabatan antara jabatan direktur utama dan juga direktur keuangan karena sebelumnya Milea tidak setuju Kevin dilibatkan jadi direktur tapi karena saran mama ini, aku akan melibatkan Kevin walaupun Milea gak setuju. Aku akan berkeras supaya Kevin menjadi direktur keuangan di perusahaanku."
"Iya, Bianca. Kamu harus tegas kepada Milea. Ingat, kamu direktur utamanya, modalnya kebanyakan dari kamu. Iya kan? Jadi kamu jangan mau didikte oleh Milea. Kamu harus tetap pada keputusan kamu dalam mengorbitkan Kevin. Ini akan membuat kakekmu mulai menerima Kevin kamu harus tempatkan dia menjadi direktur keuangan. Mengerti?"
Bianca menatap Kevin dengan mata berbinar-binar. "Iya, mah aku akan jadikan Kevin menjadi direktur keuangan di perusahaanku. Aku yakin Kevin memiliki kecakapan dalam mengatur keuangan dan aku yakin pada akhirnya nanti kakek akan menerima Kevin menjadi cucu mantunya."
"Yakinlah itu, Bianca. Kalau Kevin bisa berprestasi saat menjadi direktur keuangan di perusahaanmu, maka kakekmu akan menerima Kevin sepenuhnya menjadi cucu menantunya dan tidak ada lagi sikap merendahkan Kevin dan kalau kakek tidak lagi merendahkan Kevin maka kita semua tidak akan lagi merendahkan Kevin. Jadi kamu Kevin harus bisa mengambil hati kakekmu. Mengerti?"
"Iya, ma. Aku akan segera melakukannya." Bianca sangat senang karena mendapatkan solusi bagi masalah dia dengan Kevin.